Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 63


__ADS_3

Hari ini suasana di kantor tampak seperti biasanya, Ghina terlihat masih sibuk dengan layar datar di atas mejanya, banyak sekali pekerjaan nya sampai tidak tahu jika sedari tadi Zian menghubunginya dari balik ruangan tersebut, bukan tak mau menemui langsung, Zian hanya mau memberitahu jika nanti siang ada yang ingin dibicarakan dengan Ghina, dan Zian juga tak mau sampai banyak orang lain yang mengetahui.


Ghina terlihat merentangkan kedua tangannya, ia sejenak beristirahat setelah menyelesaikan tugasnya mulai pagi tadi.


Kemudian ia meraih ponselnya, sudah 3 jam ia tak menyentuh ponselnya, dan Ghina pun ingin mengecek atau sekedar membuka sosial medianya,


Ghina terlihat membuka mulutnya tak percaya, banyak sekali telfon dari Zian yang tak ia ketahui, Ghina lupa jika ponselnya dari tadi malam ber mode kan senyap.


dan Ghina mulai men scroll pesan, dan ia dapat melihat jika Zian mengiriminya pesan banyak sekali, segera Ghina bangkit dan berjalan menuju ke ruangan Zian, belum ada yang tahu tentang Zian yang telah melamar nya dirinya, yang mereka tahu hubungan mereka hanya sebatas pacaran saja dan tidak lebih.


Ghina kemudian mengetuk pintu tersebut, dan setelah itu ia masuk kedalam ruangan tersebut setelah Zian sudah menyuruh nya untuk segera masuk.


"Ada apa mas??" Tanya Ghina langsung, Ghina langsung saja menanyakan hal tersebut, takut ada sesuatu yang sangat penting, memang penting, karena Zian ingin berbicara empat mata dengan Ghina.


"Duduk dulu sayang, mas mau bicara sama kamu, maaf mas mengganggu mu" Ucap Zian.


Ia harus segera memberitahukan hal ini kepada Ghina, tak banyak waktu lagi, mamanya terlalu bersemangat sampai dirinya tak di beri waktu sedikit pun.

__ADS_1


"Nggak apa-apa mas, mau bicara apa??" Tanya Ghina lagi.


"Besok Mama sama Papa datang, dan mereka mau melamar kamu secara Resmi" Mata Ghina mendengar hal itu menjadi membulat,


"Besok mas, kok mendadak??" Tanya Ghina, dan Zian pun hanya mengangkat bahunya tanda ia tidak tahu.


"Aku juga nggak tahu sayang, Mama juga bilang nya mendadak, nggak apa-apa kan??" Tanya Zian memastikan,


"Aku bicara dulu sama Mommy dan Daddy ya mas, nanti langsung aku kasih tahu kamu" Ucap Ghina yang kemudian segera beranjak dari tempat duduknya, untung saja ini sudah jam istirahat , jadi Ghina langsung saja pergi ke ruangan mommy dan Daddy nya.


Ghina langsung menuju lift dan segera naik ke lantai 15, untuk menunggu nanti sore sudah tidak ada waktu lagi, jadi Ghina akan berbicara kepada mommy dan Daddy nya saat ini juga.


"Assalamualaikum Dad, Mom" Ghina pun masuk dan melihat mommy dan Daddy nya saat ini tengah duduk di sofa sambil bersantai, memang Daddy dan Mommy nya masih romantis saat ini, terbukti jika pekerjaan mereka sedang tidak banyak mereka akan meluangkan waktu untuk sekedar bersantai dan bermesraan meskipun mereka tak muda lagi.


Alisa dan Fandi pun mendongak, mereka saling menatap Ghina yang secara tiba-tiba datang ke ruangan nya Tersebut.


Ghina kemudian segera duduk, ia ingin segera membicarakan hal penting ini kepada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Ada apa sayang??, tumben??" Tanya Alisa.


"Ada yang mau Ghina bicarakan sama Daddy dan Mommy, ini penting sekali, urgent Mom" Alisa dan Fandi saling bertatapan, urgent yang bagaimana.


"Iya ada apa??, bicaralah" Ucap Fandi yang melihat ekspresi wajah putrinya benar-benar panik.


"Besok orang tua mas Zian mau datang ke rumah mom, dad, mereka mau bertemu Daddy dan Mommy" Ucap Ghina, Fandi dan Alisa kembali berpandangan, sekilas mereka menampakkan senyumannya, para orang tua itu sudah bisa menebak kalau Tania dan Niko pasti ingin melamar putrinya.


"Terus kalau orang tua Zian kesini kenapa sayang, bukannya itu bagus, kamu dan Zian kan pasti akan resmi bertunangan"


Ghina pun tampak bingung, kenapa Mommy nya bisa santai seperti ini, padahal ia saja sudah panik Sekali.


"Mom, aku bingung, aku belum siap, waktunya mepet banget"


"Nggak apa-apa sayang, serahkan semuanya pada mommy dan Daddy" Ucap Alisa.


"Untuk besok kan weekend ya, kamu ke salon ya, perawatan, masa mau dilamar kayak gini" Ucap Alisa setengah mengejek putrinya.

__ADS_1


"Mommy...., Jangan gitu, aku kan malu??" Ucap Ghina yang mulai menunjukan sikap manjanya.


"Ya udah sekarang lebih baik kamu keluar bilang sama Zian kalau kita sip untuk menyambut kedatangan orang tuanya" Ghina akhirnya pun mengangguk dan menuruti perkataan Mommy nya, akhirnya Ghina keluar dan segera menemui Zian untuk memberitahu kan semuanya.


__ADS_2