
Alisa sekarang tengah berada bersama dengan sahabat sahabatnya, hari ini dia diantar pulang oleh Vina dan lainnya karena mereka khawatir dengan keadaan Alisa yang sedari tadi nampak kacau.
"Al... Lo baik baik aja kan???" tanya Vina.
"Iya gue gak apa apa kok, malahan gue sekarang malah merasa lebih baik karena sudah mengetahui segala kebusukan Anton".
"Makasih ya kalian semua selalu perduli kepadaku", seru Alisa.
"Kita semua akan tetap selalu berada disampingnya Lo Al.." jawab mereka semua.
Mereka pun kini berjalan menuju tempat area parkir kampus, sembari menunggu Vina mengambil mobilnya.
"Al... Lo mau langsung pulang apa mau kemana", tanya fira.
"Khusus hari ini Lo mau kemanapun kita temani" seru Fira.
Sahabat Alisa merupakan sahabat yang perhatian dan penuh pengertian jadi Alisa merasa nyaman tetap terus bersama dengan para sahabatnya.
"Gak usah lain kali aja deh, aku mau pulang aja, mau istirahat", jawab Alisa.
"Gue mau nenangin diri gue dulu, gue juga mau secepatnya menghapus semua kenangan Anton di hidup gue", jelas Alisa.
"Ya udah kita langsung aja ke rumah Lo, oh iya ngomong ngomong Lo sekarang tinggal dimana", tanya fira.
"Oh iya ya gue sampai lupa nih ngasih tau kalian , sorry ya..
Rumah gue dijalan. Xx", ucap Alisa.
"Sepertinya gue tau daerah situ", seru Vina.
Mereka pun langsung menuju alamat rumah Alisa yang baru.
Ditengah perjalanan mereka semua bercanda sengaja untuk membuat Alisa melupakan masalahnya dengan Anton.
"Al, Lo beneran udah gak tinggal dirumah Lo yang dulu", ucap Fira.
"Udah nggak lagi, gue udah beneran pindah" seru Alisa.
"Gue sekarang tinggal dirumah baru sama papa dan kakek". ucap Alisa.
"Tapi nanti Lo semua jangan kaget ya, rumah gue udah gak seperti dulu lagi", terang Alisa.
"Gak apa apa lah Al... kita kan gak pernah mempermasalahkan status sosial seseorang", seru Vina.
"Makasih ya sudah mau jadi sahabat gue meskipun keadaan gue sudah beda sekarang".
"Kita kan sahabatan udah lama Al, kita udah seperti keluarga , jadi jika Lo ada masalah Lo gak usah sungkan. untuk cerita sama kita", ucap Fira.
Tak lama kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan gang rumah Alisa.
"Turun sini aja , jalannya gak bisa dilewatin sama mobil, kita jalan kaki aja".
"Ya udah kita turun aja biar Vina parkirin mobilnya aja dulu", ucap Fira.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya turun dan menunggu Vina yang sedang memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tersebut.
Kini Mereka semua berjalan kaki bersama menuju rumah Alisa yang tak jauh dari jalan raya.
"Wah jalanan rumah Lo sejuk banget ya Al", ucap Vina.
"Iya nih, gue aja betah kali lama lama disini", ucap Fira.
Tampak dari ujung gang, rumah Alisa sudah tidak terlalu jauh dari tempat mereka berjalan.
Mereka pun bergegas menuju rumah Alisa karena cuaca hari ini sedang panas.
Setelah sampai di depan rumah Alisa, Alisa langsung membuka pintu nya yang tidak terkunci,
Assalamualaikum ... "ucap Alisa.
"Waalaikum salam", jawab bibi
Mereka pun masuk kedalam rumah Alisa,
Bibi pun mempersilahkan teman teman Alisa untuk duduk.
"Silahkan duduk non", ucapan bibi.
"Mau minum apa non??" Tanya bibi.
"Apa aja deh biar, yang penting seger", seru Vina.
"Baik kalau begitu tunggu sebentar ya non".
"Gue tinggal ke kamar dulu ya, gue mau jatuh tas , pegel dari tadi bawa tas Mulu", ucap Alisa.
Alisa pun berjalan menuju kamarnya saat ini.
Tak lama kemudian bibi sudah kembali dengan membawa nampan yang berisikan 5 gelas es jeruk dan sepiring pisang goreng.
"Silahkan kan non', seru bibi.
"Makasih ya bi", seru Alisa
Mereka pun asyik bercanda saat ini, sampai saat papa Ardi tiba mereka masih asyik dengan candaannya.
"Assalamualaikum" ucap papa Ardi.
"Waalaikum salam" ucap Alisa dan teman temannya.
"Wah nampak nya ada tamu", ujar papa Ardi.
"Iya om, kita kan kepingin tau Alisa sekarang tinggal di mana", ucap Vina.
Papa alis pun tersenyum mendengar perkataan Vina.
"Ya udah kali gitu om tinggal dulu ya", ucap papa Ardi.
__ADS_1
"Baik om", ucap teman teman Alisa.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Vina dan lainnya sudah pulang sejak satu jam yang lalu.
Alisa kini tengah berada didalam kamarnya dan bergegas mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Alisa pun telah selesai mandi dan sudah mengganti bajunya.
Papa Ardi pun kini berada di ruang tamu untuk menikmati kopinya.
Alisa keluar dari kamarnya dan melihat papanya yang tengah duduk sendirian disana.
"Pah.... "panggil Alisa.
"Iya sayang", jawab papa.
"Boleh Alisa duduk disini pah??" tanya Alisa.
"Duduklah sayang", sambil menepuk sofa yang tepat berada disamping papa Ardi.
Alisa langsung duduk dan langsung memeluk papanya.
Papanya kini mengerti dengan tingkah laku aneh Putrinya tersebut, raut wajah Alisa kini nampak beda dari sebelumnya, "sepertinya ada masalah yang sedang dihadapi oleh putrinya", gumam papa Ardi.
Wajah Alisa juga menampakkan kesedihannya saat ini membuat papanya semakin penasaran dengan apa yang dialami oleh putrinya.
"Sayang kamu kenapa??" tanya papa Ardi.
Alisa pun mulai berkaca-kaca.
"Pah... Maafin Alisa ya pah???
Selama ini Alisa gak pernah dengerin omongan papa, Alisa sering membantah papa, ternyata papa benar Anton tidak itu tidak baik, Anton tidak pernah menyayangi Alisa dengan tulus dia cuma manfaatin Alisa selama ini pah", Alisa pun sekarang sudah tampak tidak bisa membendung lagi air matanya, dia menangis diperlukan papanya.
Papanya mengelus punggung putrinya dengan perlahan.
"Sekarang Alisa sudah putus dengan Anton pah, Alisa sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengannya".ucap Alisa.
"Aku ingin segera bisa melupakan dia pah". ucap Alisa kembali.
"Papa sekarang sudah lega sayang jika kamu sudah tau semua tentang Anton selama ini,
Papa juga sangat bersyukur akhirnya kamu sadar dan papa berharap setelah ini kamu jangan pernah berhubungan lagi dengannya sayang". tutur papa
"Iya pah, aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Anton, aku sudah memutuskan hubunganku dengannya".
"Alhamdulillah sayang, terimakasih karena sudah mau menuruti perkataan papa".
"Pah... Alisa ingin sekali merubah hidup Alisa menjadi lebih baik lagi, menjadi anak yang berbakti kepada papa, selalu menurut kepada papa, Alisa ingin menjadi putri kebanggaan papa", seru Alisa.
"Papa sangat terharu mendengarnya sayang, papa tidak minta apapun dari kamu, papa hanya ingin kamu selalu menyayangi papa dan kakek mu, itu saja sudah cukup buat papa."
"Dan maafkan papa yang belum bisa membahagiakanmu', Alisa pun kembali memeluk erat papanya.
__ADS_1
Terimakasih untuk yang sudah vote dan like
" CINTA TULUS SUAMIKU"