Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Strategi Fandi


__ADS_3

Fandi sudah menceritakan semuanya kepada mamanya setelah ia menidurkan kembali istrinya dikamar,setelah sampai Fandi segera membantu Alisa untuk mandi karena takut jika istrinya akan histeris di dalam kamar mandi.


Meskipun kejadian dikamar mandi membuat Fandi tegang, tapi ia tetap menahan sesuatu yang ada di dalam dirinya.


" Kenapa kamu tidak pernah bercerita sama Mama Fand ??",Tanya Mama Mira.


Fandi Batur ceritakan kejadian beberapa tahun lalu saat Alisa masih bekerja dan belum menjadi istrinya.


" Maaf ma, Aku pikir kejadian ini tidak terulang lagi, aku pikir dia masih di dalam penjara dan di rumah sakit jiwa", Ujar Fandi.


Fandi sudah mengira jika yang meneror istrinya adalah Leni, dari bentuk tubuhnya Fandi sudah dapat mengingat siapa yang terekam didalam kamera CCTV di kantor.


" Kamu harus cepat bertindak Fand, Mama tidak ingin Alisa semakin takut dan nantinya mengganggu pikirannya ",


Mama kira terlihat sedih melihat menantunya yang sedari tadi saat datang dari kantor hanya melamun, ditanya pun Alisa sama sekali tidak merespon sama sekali, hanya Fandi, hanya Suami nya yang bisa merawat dan menjaga Alisa.


" Iya mah pasti, Fandi akan menemukan dan memberi pelajaran kepada orang yang sudah membuat istriku seperti ini, Aku harus menangkap nya kembali mah, dan menjebloskan nya kedalam penjara ", Ujar Fandi geram.


Wanita psikopat itu kini kembali berkeliaran dan membuat Fandi resah, dan sepertinya Fandi harus meminta bantuan Papa mertuanya untuk menyelesaikan masalah ini.


Dengan izin sebentar dari mamanya Fandi kini berniat untuk menelfon Papa Ardi, papa mertuanya harus tau dengan apa yang menimpa putrinya hari ini dan Fandi tak akan menyembunyikan keadaan istrinya saat ini.


" Halo pah ", Ucap Fandi saat ponselnya dan Papa e sudah terhubung.


" Halo Fand, ada apa ??", Tanya Papa Ardi.


Perasaan Papa Ardi sedari tadi memang sudah tidak enak, ada yang mengganjal dihatinya dan sedari tadi ia juga memikirkan putrinya Alisa.


" Pah, ada yang mau Fandi bicarakan sama papa ", Ujar Fandi,


Fandi pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Alisa hari ini, Sama halnya dengan Fandi, Papa Ardi juga terlihat geram dengan Leni, ia tidak menyangka jika putrinya punya musuh yang tidak dapat terlihat saat ini namun bisa membahayakan Alisa.


"Aku mau minta bantuan papa ", Ujar Fandi.

__ADS_1


Fandi sekarang tidak dapat bertindak sendiri, dan Fandi harus menjaga istrinya sepanjang waktu,


" Baik Fand, Papa akan mengerahkan semua anak buah papa untuk mencari wanita psikopat itu ", Ucap papa Ardi geram.


" Terimakasih Pah, Fandi hanya menghawatirkan keselamatan Alisa Pah, dan Fandi tidak mau jika Alisa kembali histeris lagi ",


Setelah panggilan selesai Fandi segera memasukkan Kemabli ponselnya di dalam saku dan menemui mamanya.


"Bagaimana Fand ???",Tanya Mama Mira.


" Mam tidak perlu khawatir, Papa Ardi sudah mengsrahkan semua anak buahnya untuk mencari wanita itu dan menjaga Alisa ", Ujar Fandi.


Mendengar penuturan Fandi Mama Mira pun bisa bernafas lega, tapi mereka masih harus menjaga Alisa karena Leni masih belum ditangkap dan dikembalikan lagi ke dalam balik jeruji besi .


🌼🌼🌼


Ditempat lain.


Tania turun dari tangga rumahnya dengan dihimpit oleh Mamanya dan calon mertuanya, Tania terlihat sangat bahagia begitu juga Niko,


Niko juga sangat takjub dengan penampilan Tania malam ini, benar Niko, kini ia benar-benar di beri kejutan oleh Tania dengan penampilannya yang sangat cantik malam ini.


para keluarga juga terlihat sangat bahagia melihat putra dan putri mereka kini sudah mempunyai ikatan dan juga akan melaksanakan pernikahan.


Cincin pertunangan mereka sudah terlihat jelas Dimata mereka, Niko kemudian memasangkan Cincin di jari manis Tania, begitu juga sebaliknya tania juga memasangkan cincin untuk laki-laki yang mencintainya dan ia juga mencintai nya juga.


Senyum mereka terus merekah, para tamu pun juga ikut tersenyum, meskipun hanya mengundang beberapa keluarga dan tetangga sekitar, acara pertunangan tersebut berjalan dengan lancar.


Kedua belah pihak kini sudah merencanakan acara pernikahan mereka, dan semua sudah setuju jika pernikahan Tania dan Niko akan dilaksanakan dua bulan lagi, Sebenarnya Niko menginginkan secepatnya tapi orang tua mereka pun menolak karena semua Persiapan harus benar-benar sempurna dan sesuai dengan harapan para orang tua.


Niko kini mengajak Tania menuju ke halaman belakang meninggalkan para keluarga dan tamu, Niko membawa Tania ke taman yang ada di ruang Tania dan mereka pun duduk di atas rerumputan disana.


"Apa kamu bahagia ??" Tanya Niko kepada Tania.

__ADS_1


Bukan bahagia lagi yang Tania rasakan, kini Tania merasakan jika ia benar-benar sangat di cintai oleh laki-laki yang ada disampingnya tersebut.


" Aku sangat bahagia, dan aku juga sangat-sangat bahagia bisa menikah dengan mu ", Ujar Tania sambil terus memandang wajah Niko.


Tak lama kemudian para orang tua pun memanggil mereka berdua,


kedua orang tua mereka memberitahukan jika para tamu ingin berpamitan kepada Tania dan Niko sebelum pulang.


" Ayo sayang kita kesana ", Ajak Niki kepada Tania dengan menggandeng tangan tangan Tania.


Niko membantu Tania untuk berjalan di rerumputan karena high heels Tania masih belum.ia lepaskan tadi.


Acara pun sudah selesai, kini Keluarga Niko berpamitan untuk segera pulang,


" Mama pulang aja dulu sama pak supir, aku mau disini dulu ", Ujar Niko.


Bu Asri hanya tersenyum, tak pernah ia melihat Niko sebahagia ini, " Baik, tapi pulangnya Jangan malam-malam ya, ingat kalian masih belum halal dan baru saja bertunangan ", Ujar Bu Asri memeberitahu.


" Iya mah, hati-hati dijalan. ", Niko kemudian mencium pipi Mamanya dan mamanya kini sudah meninggal kan halaman rumah Tania.


Mereka berdua terlihat tidak masuk Kembali ke rumah, Niko kini mengajak Tania untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi perumahan sekitar rumah Tania.


Tanpa disadari Mereka berjalan Lumayan cukup jauh, Tania sudah merasakan lelah di kakinya.


" Istirahat dulu aku capek ", seru Tania kepada Niko, Tania kemudian duduk di trotoar jalan bersama dengan Niko,


" Kamu capek ??", Tanya Niko, Tania pun hanya mengangguk kan kepalanya, terlihat Niko sedang mengedarkan pandangannya dan mata Niko menemukan sebuah warung tenda disana.


" Kamu nggak lapar sayang ??", Tanya Niko kepada Tania.


Sedari tadi perut Tania maupun Niko belum sama sekali diisi saat acara pertunangan tadi.


Tania pun menggeleng, "Ya sudah ayo kita kesana ", Tunjuk Niko kepada Tania dan langsung menggandeng tangan Tania menuju warung tenda yang tak jauh dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2