Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
116


__ADS_3

Denis yang mendapat perintah dari bosnya segera keluar dari dalam rumahnya, istrinya yang melihat Denis terburu-buru langsung saja bertanya kepada suaminya tersebut.


" Bang, kamu mau kemana??", Tanya Nisa yang tengah berada di dapur.


" Abang lagi dapat tugas dari bos mendadak banget ini , Ujar Denis kepada Nisa.


" Kamu bisa bantuin Abang gak??", Tanya Denis kepada istrinya.


" Iya bang, apa ??", Tanya Nisa yang penasaran dengan tugas yang diberikan oleh bosnya kepada suaminya.


" Abang lagi di suruh buat beli perlengkapan bayi ", Ujar Denis kepada istrinya.


" Loh, tugasnya kok aneh gitu sih bang ??", Tanya Nisa yang merasa aneh.


" Abang juga gak tau yang, Mendadak bos telfon dan langsung ngasih tugas yang Abang sendiri hak ngerti ", Ujar Denis.


" Ya sudah Aku ganti baju dulu, Abang tunggu aja didepan ", Ujar Nisa sambil mematikan kompor nya dan hendak menuju ke kamarnya untuk segera bersiap-siap ikut suaminya.


Mereka berdua segera menaiki mobil mereka dan segera menuju pusat perbelanjaan di kota mereka, Selama perjalanan Nisa masih penasaran dengan tugas yang diterima suaminya.


" Emang bos Abang laki-laki atau perempuan sih bang, kok ngasih tugasnya aneh begini ", ujar Nisa yang masih bingung.


" Bis Abang itu laki-laki yang, dia baik banget sama Abang, hari pertama kerja aja Abang langsung diajak makan bersama tanpa rasa canggung ", Ujar Denis kepada istrinya.


" Memangnya buat apa sih kok beli perlengkapan bayi segala dan dibawa ke kantor lagi ", Ujar Nisa.


" Abang juga gak tau yang, tapi setau Abang bos Abang udah punya istri, mungkin aja udah punya anak ", Ujar Denis.


" Mungkin aja sih bang ", Ujar Nisa membenarkan.


Mereka kini sibuk dengan pemikiran masing-masing, di satu sisi Nisa senang karena bisa belanja perlengkapan bayi, karena dia juga belum mempunyai seorang bayi.


Usia pernikahan mereka juga masih baru, baru dua bulan yang lalu Denis dan bisa menikah


Tak lama kemudian Denis dan bisa sudah sampai ditempat tujuan mereka dan segera keluar karena hari juga sudah semakin malam.


" Yang menurut kamu kita harus beli apa aja, soalnya ini di taruh di ruangan bos ", Ujar Denis yang masih belum mengerti.

__ADS_1


" Kamu telfon bos kamu aja yang, nanti salah beli lagi ", Ujar Nisa.


Denis pun segera menelfon Fandi yang kini tengah makan malam dengan istrinya.


Terdengar suara ponsel fandi yang berbunyi dan membuat Fandi menghentikan makan malamnya.


" Sebentar ya sayang, mas angkat telfon dulu", Ujar Fandi.


" Halo Den, bagaimana??", Tanya Fandi.


" Maaf Pak, saya mau tanya kira-kira apa yang perlu saya beli, maaf Pak saya kurang tahu soalnya saya juga belum pernah punya anak ", Ujar Denis.


Fandi pun menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia juga lupa bahwa Denis tidak mengerti tentang semua ini.


" Belikan saja box bayi dan mainan yang tidak membahayakan, dan pastinya yang terbaik ", Ujar Fandi.


" Baik Pak, kalau begitu saya tutup telfonnya ", Ujar Denis.


" Gimana yang, apa kata pak bos??", Tanya Nisa yang sedari tadi menunggu suaminya yang sedang menelfon bosnya.


" Beli box bayi aja sayang dan mainan, tapi yang bagus kata pak bos", Ujar Denis.


Setelah mendapat kan semua barang yang di perintahkan oleh Fandi, Denis kemudian segera mengantarkan barang tersebut langsung menuju ke kantor bosnya.


" Permisi Pak, saya mau mengantarkan pesanan pak bos," Ujar Denis.


" Tolong Bapak bawa kedalam ya, besok biar saya sendiri yang akan membawa ke ruangan pak bos ", Ujar Denis.


" Baik Pak, saya akan menaruh barang ini ditempat yang aman ", Ujar security yang sedang bertugas berjaga malam.


Sesudah mengantarkan box bayi tersebut Denis dan bisa segera pulang karena mereka sudah lelah berjalan di mall tersebut.


" Yang, capek banget ", Ujar Nisa yang bersandar di lengan suaminya.


" ya udah kalau capek, kita makan dulu gimana ?? ", Tanya Denis kepada Nisa.


Dengan mata yang berbinar-binar Nisa segera mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


Denis segera membelokkan mobilnya menuju ke restoran milik Fandi, Denis masih belum tahu jika resto yang ia masuki bersama istrinya adalah resto milik bosnya.


" Selamat malam, mau pesan apa ??", Tanya pegawai yang bertugas untuk melayani pelanggan.


Denis dan istrinya terlihat sedang memesan makanan yang akan ia makan malam ini, Setelah menunggu 15 menit akhirnya pesanan mereka sudah siap disajikan.


" Silahkan mas, mbak ", Ujar pegawai yang mengantarkan makanan mereka.


Terlihat dina masih berada di dalam resto tersebut untuk mengawasi para pegawainya.


Seharusnya Dina sudah pulang sejak sore tadi, karena ia tidak mau mengecewakan bosnya tersebut akhirnya Dina memutuskan untuk pulang malam.


Lain halnya dengan Fandi, kini ia tengah berbaring bersama istrinya yang sudah menidurkan Rafa sejak tadi.


" Sayang, mas sudah menyiapkan segala keperluan Rafa disana, jadi kamu gak perlu bawa barang-barang lainnya ", Ujar Fandi.


" Iya Mas, makasih ya kamu udah mau nyiapin tempat buat Rafa ", Ujar Alisa.


" Sayang Rafa itu anak kita, tanda bukti cinta kita, jadi mas akan melakukan apapun yang terbaik untuk Rafa dan kamu, kamu dan Rafa adalah hal terpenting dalam hidup mas ", Ujar Fandi.


" Terimakasih mas sudah mau mencintaiku ", Ujar Alisa sambil memeluk Suaminya.


" Sama-sama sayang, mas juga sangat berterimakasih karena kamu juga sudah mau menemani mas dalam suka maupun duka ", Ujar Fandi yang semakin mengeratkan pelukannya.


Fandi kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Alisa, sejenak ia mengingat kembali awal pertama ia bertemu dengan istrinya tersebut, Alisa yang saat itu sedang membutuhkan pekerjaan lalu ia melamar kerja di resto milik Fandi.


Sejak awal pertama bertemu Fandi tidak dapat melupakan sosok Alisa yang kini sudah menjadi istrinya tersebut.


Tanpa terasa Alisa kinisudah memejamkan matanya, dengan perlahan Fandi segera merubah posisi istrinya agar lebih nyaman jika sedang tidur, terlihat wajah lelah yang ada di wajah Alisa sekarang.


" Terimakasih sudah mau mengandung anakku, aku bahagia sekali sayang bisa bersamamu", Ujar Fandi sambil melepaskan jilbab Alisa yang masih belum ia lepas tadi.


Fandi kemudian segera mencium kening Alisa dan segera menarik selimutnya untuk ikut tidur bersama istrinya sebelum akhirnya Rafa tiba-tiba bangun.


Saat tengah malam Rafa tiba-tiba terbangun dan mau tak mau Fandi harus menjadi ayah siaga untuk Rafa, segera ia turun dari tempat tidur dan segera menggendong Rafa yang tengah menangis.


Fandi tidak membangunkan Alisa karena merasa kasihan kepada istrinya yang tengah menjaga Rafa mulai pagi sampai sore tanpa bantuan dari dirinya.

__ADS_1


Ga di terus menimang-nimang Rafa sampai akhirnya Rafa dapat tidur kembali, segera Fandi meletakkan Rafa kembali kedalam box bayinya.


Fandi kemudian menetap jam dindingnya yang menunjukkan pukul dua malam, dengan rasa kantuknya yang cukup hebat Fandi akhirnya kembali lagi terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2