
Setelah mengantar Alisa pulang kerumah, Fandi segera berangkat menuju ke kantornya, Denis yang sudah sampai terlebih dahulu kini langsung di sibukkan dengan berbagai berkas yang masih belum di periksa.
Tak lama kemudian Denis mendapat notifikasi email masuk dan segera membukanya, Denis pun membaca seksama apa isi dari email tersebut yang pengirimnya adalah PT. Surya Bakti indah perusahaan yang akan ia dan Fandi datangi besok.
Tak lama kemudian Fandi pun datang dan Denis langsung mengikutinya dari belakang,
" Selamat pagi bos ", Ujar Denis saat duduk di hadapan Fandi.
" Ada apa den, apa ada yang ingin kamu bicarakan ??", Tanya Fandi kepada Denis.
" Begini bos, Sekertaris pak Surya meminta jika kita harus membawa satu orang lagi agar bisa membantu kita disana bos ", Ujar Denis kepada Fandi.
" Baiklah den, itu tidak masalah, segera kamu urus semuanya dan besok pagi-pagi sekali kita berangkat, dan urus semua tiket keberangkatan kita ", Ujar Fandi.
Denis kemudian keluar dan berjalan menuju ke lantai 5, ia akan meminta salah satu staff pak Didit untuk ikut dalam kunjungan kerjasama dengan PT. Surya Bakti indah.
" Selamat pagi Pak ", Ucap Denis yang duduk dihadapan Pak Didit.
" Selamat pagi juga pak Denis, ada yang bisa saya bantu?", Tanya pak Didit.
Tak biasanya sekertaris Presdir nya itu datang ke divisi kepegawaian ini untuk menemui nya secara pribadi.
" Saya mau minta agar salah satu dari staf bapak agar besok pagi ikut kami ke Bandung ", Ujar Denis.
Denis ingin Pak Didit sendiri lah yang akan menentukan siapa yang akan ikut bersama dengan sirinya dan bosnya besok ke Bandung dan Denis ingin semuanya secepatnya selesai.
" Baik pak, saya akan segera mengurusnya ", Ujar Pak Didit.
Pak Didit juga begitu, ia ingin salah satu dari karyawan nya dapat mengikuti tugas tersebut agar salah satu dari karyawan nya nantinya mempunyai pengalaman untuk di tugaskan diluar jika suatu saat di butuhkan lagi, kesempatan ini digunakan untuk belajar terlebih dulu bukan untuk refreshing atau jalan-jalan.
" Terimakasih pak, kalau begitu saya permisi dulu ", Ujar Denis.
__ADS_1
Denis kembali ke ruangannya dan segera mengurus semua tiket perjalanan mereka besok pagi, mereka akan berangkat menuju bandara pukul 6 pagi karena mereka harus sudah sampai disana pukul 9 pagi, jadi sebisa mungkin Denis mengambil penerbangan awal di hari itu.
Sementara itu Nisa kini sudah berada di dalam ruangan pak Ardi Setelah pak Ardi tadi memanggilnya.
Ada rasa kegugupan yang datang menghampiri Nisa karena pertama kali di panggil langsung oleh sang pemilik perusahaan tempat ia bekerja,
Dengan hati-hati Nisa mengetuk pintu dan kemudian membukanya dengan pelan.
Entah apa yang akan di koreksi tentang dirinya oleh pak Ardi hari ini.
" Permisi pak ", Ujar Nisa yang masuk kedalam ruangan Presdir tersebut.
Ruangan itu terasa amat sangat panas karena peluh sudah membanjir kening Nisa karena Nisa merasa gugup sekali berhadapan dengan pak Ardi.
"Duduk lah ", Perintah pak Ardi dan langsung dilaksanakan oleh Nisa.
" Ba-baik pak, terimaksih ", Jawab Nisa yang langsung menyeret kursi yang ada dihadapannya dan segera menduduki nya.
" Begini Nisa, hari ini putri saya tidak datang ke kantor, dan ini ada berkas penting yang harus putri saya tanda tangani jadi, saya perintahkan kamu untuk datang ke rumahnya dan meminta tanda tangannya karena berkas ini akan segera di kirim ke Surabaya ", Ujar pak Ardi.
" Ini ", Pak Ardi pun menyerahkan beberapa map yang harus Nisa bawa ke rumah Alisa untuk segera meminta tanda tangan dari Bu bosnya tersebut.
Entah apa yang terjadi sehingga hari ini Bu bosnya itu tidak datang ke kantor dan harus digantikan oleh papanya,
" Baik pak saya akan berangkat ", Ujar Nisa kepada pak Ardi.
" Nanti setelah kamu mendapatkan nya segera kamu serahkan ke bagian pengiriman, saya harus segera pergi menuju kantor cabang ", Ujar pak Ardi yang kemudian di angguki pelan oleh Nisa.
Nisa kemudian segera mengambil tasnya dan sebelumnya meraih ponselnya untuk memesan taxi online terlebih dahulu.
Nisa tak ingin berlama-lama di luar untuk menunggu taxi tersebut, jadi Nisa putuskan untuk membersihkan meja nya kembali sebelum ia pergi.
__ADS_1
Setelah selesai Nisa pun segera turun ke lantai dasar dengan membawa beberapa map yang ada ditangannya.
Ia lirik jam tangannya dan sudah menunjukkan pukul 10 pagi, diluar juga sudah cukup terik sehingga Nisa memutuskan untuk menunggu taxi nya di loby perusahaan.
Tak lama kemudian apa yang ditunggu Nisa sudah datang, Nisa segera naik kedalam mobil dan taxi itu pun segera berjalan membelah panasnya kota Jakarta.
Suasana jalan. nampak sangat lengang karena ini bukan jam makan siang, dan masih satu setengah jam lagi pasti ia akan mengalami macet karena banyak nya pengendara yang akan pergi untuk mengisi perutnya.
Tam lama kemudian, Nisa sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Alisa, ini baru pertama kalinya Nisa datang sendiri kerumah bosnya tersebut, biasanya ia akan datang bersama dengan suaminya jika harus ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan juga karena ada undangan makan malam dari bosnya.
Mungkin itu disengaja oleh bosnya atau tidak, tapi Nisa amat bersyukur bisa mempunyai bos yang baik dan juga merupakan istri bos dari suaminya.
Nisa segera berjalan menuju gerbang dan tak lama kemudian pak Udin datang menghampiri dan membukakan pintu untuk dirinya.
" Selamat siang pak, mbak Alisa nya ada ??", Tanya Nisa kepada pak Udin, penjaga rumah Alisa yang sudah berumur tapi selalu menampakkan senyumnya kepada semua orang yang datang kerumah tersebut.
" Ada Non, silahkan masuk ", Pak Udin pun membukakan pintu gerbang untuk Nisa dan Nisa pun segera berjalan ke dalam dan sebelumnya mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada pak Udin.
Nisa pun mengetuk pintu utama dan tak lama kemudian Bi Jum lah yang membukakan pintu untuk dirinya.
" Assalamualaikum Bi ", Ucap Nisa kepada Bi Jum.
" Waalaikum salam, mbak Nisa kan ??", Tanya Bi Jum seolah mengingat Nisa yang sudah beberapa kali datang bersama pak Denis kerumah ini.
" Iya Bi, mbak Alisa nya ada ??", Tanya Nisa.
"Ada mbak, silahkan masuk ", Ajak bi Jum kepada Nisa, Nisa pun melangkah masuk dan mendudukkan dirinya di sofa empuk milik keluarga Bosnya tersebut.
" Sebentar mbak saya panggilkan Nona dulu, mbak Nisa mau minum apa ??", Tanya Bi Jum sebelum pergi meninggalkan Nisa.
" Apa aja Bi yang penting seger ", Ujar Nisa kepada Bi Jum yang membuat Bu Jum segera pergi ke dapur.
__ADS_1