
Pukul tiga sore, mereka berempat dan ditambah dengan Rafa kecil sedang berjalan menuju ke arah perkebunan teh yang tak jauh dari villa milik Fandi.
Fandi kini tengah berjalan dengan menggendong Rafa, badannya sudah terlihat lebih segar karena mendapat pijatan dari istrinya, meskipun pijatannya tak pakai plus-plus tapi Fandi sangat menyukai nya.
" Terimakasih sudah mijit mas tadi sayang, nanti mas beri hadiah ", Fandi berbisik di telinga istrinya.
Alisa pun menjadi kegelian dan ia menjadi ngeri mendengar bisikan dari suaminya.
Alisa kemudian berjalan terlebih dulu dan mengajak Nisa berjalan meninggalkan pra lelaki yang ada dibelakangnya.
Fandi pun menjadi terkekeh melihat tingkah istrinya, dan Denis pun juga merasa aneh dengan bos nya yang sedang tersenyum sendiri.
Mereka berempat kini sudah sampai di dataran lebih tinggi membuat mereka nantinya bisa melihat matahari yang akan terbenam,
Mereka kini benar-benar dapat melihat keindahan alam yang begitu nyata, rasa kagum tak henti-hentinya diucapkan oleh Alisa,
Sungguh kali ini Alisa akan sangat berterimakasih kepada suaminya karena mengajaknya ke tempat ini.
" Kamu suka sayang ", Fandi terlihat memeluk pinggang istrinya dari belakang,
Denis kini memilih berpisah dari bosnya sementara, tak hanya Fandi dan Alisa yang kini sedang bermesraan, Denis juga ingin bermesraan dengan istrinya seperti sepasang muda-mudi yang sedang berpacaran.
meskipun ditengah mereka sedang ada Rafa tak membuat Fandi susah untuk bermesraan dengan istrinya.
Denis mengajak istrinya berjalan-jalan sepanjang kebun teh, dan Nisa pun juga amat menikmati alam yang sangat indah ini.
Matahari pun sudah akan pergi menuju ke peraduan nya, mereka Ber empat pun kini tengah menikmati pemandangan yang tak bisa ia lihat setiap hari di kota.
" Indah sekali mas ", Alisa Sama sekali tidak berkedip menyaksikan betapa indahnya ciptaan Allah SWT.
" Iya, kamu suka sayang ", Fandi kembali bertanya kepada Alisa, menyaksikan istrinya yang sangat bahagia membuat Fandi juga ikut bahagia, apalagi tak setiap hari mereka akan menikmati moment seperti ini.
__ADS_1
" Hari sudah mulai gelap, Fandi dan lainnya segera pulang menuju ke villa milik Fandi yang tak jauh dari kebun teh yang mereka kunjungi sekarang.
Fandi pun membantu istrinya dan menggandeng tangan istrinya karena Alisa sekarang tengah menggendong Rafa, Bayi itu juga ikut menikmati apa yang dilihat oleh para orang tua tadi.
Suasana malam di villa tersebut semakin terlihat indah karena banyak bintang yang bertaburan di langit malam itu.
" Kita barbeque an yuk ", Alisa pun mengajak semua nya untuk pesta barbeque.
" Boleh mbak, ayo kita siapkan ", Alisa sengaja sudah menyiapkan semua bahannya tadi dan sudah ia taruh di lemari pendingin setibanya ia tadi.
Mereka berdua kini tengah menyiapkan bahan-bahan dan para lelaki pun sedang asyik berbincang-bincang sambil menjaga Rafa.
Panggangan pun sudah siap, dan beberapa saos sambal pun juga sudah ada, kedua wanita cantik ini langsung memakai apron mereka agar nantinya bajunya tidak kotor karena acara barbeque an tersebut.
Nisa sedang sibuk menata berbagai macam daging, udan dan lainya, sedangkan Alisa tengah membuat minuman untuk mereka ber empat.
Kini giliran para lelaki yang akan memanggang daging yang sudah tertata rapi diatas panggangan , Alisa dan Nisa pun tinggal menunggu matang saja.
" Bau sudah menyebar ke penjuru villa ini, perut mereka juga sudah terasa lapar karena mencium aroma yang sangat membuat selera makan mereka bertambah.
Meskipun ini bukan lagi di kantor, tapi ga di masih belum bisa membiasakan untuk tidak menyuruh Denis.
Perut Fandi sudah bunyi sedari tadi tapi ia tahan karena tak ingin merasa malu didengar oleh Denis.
Kedua lelaki itu pun sudah menata makanan diatas tikar yang juga sudah disiapkan sedari tadi, dan Alisa kini masih belum juga datang karena Rafa tadi merengek minta ASI.
"Sebentar bos kita tunggu Bu bos dulu" Denis pun mencegah Fandi untuk mengambil piring terlebih dahulu, dan Fandi pun dengan pasrah menunggu istrinya kembali.
" Seperti nya pak bos udah kelaparan", Denis pun terkekeh membuat Fandi mendelik tajam dan wajah nya juga merah menahan malunya.
Ini masakan pertama yang di buat oleh para lelaki itu, meskipun hanya memanggang saja tapi itu suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka berdua karena sudah membuat daging panggang yang bau nya sungguh sangat membuat perut mereka berbunyi sedari tadi.
__ADS_1
" Tahan duku bos, kayaknya bos lapar banget ya ", Rasanya Fandi ingin meninju wajah tampan sekertaris nya itu tapi ia urungkan karena istrinya sudah datang.
" Akhir nya yang ditunggu datang ", Celetuk Denis tiba-tiba membuat Alisa mengerutkan keningnya.
" Maksudnya apa ??", Alisa pun tak mengerti arti dari perkataan Denis.
Denis pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Pak bos udah nungguin dari tadi, Udah kelaparan Bu bos ", Alisa pun menyunggingkan senyumnya, " Ya udah ayo kita mulai makan malam nya ", Alisa pun berjalan menuju ke arah tikar yang sudah di gelar di rerumputan taman yang ada di halaman belakang.
Alisa pun mengambil kan daging udang dan lainya untuk Suaminya,
Fandi pun menerima nya dengan penuh senyuman, " Makasih ya sayang ", Mereka pun kini sudah mengambil semua makanan dan mereka langsung makan bersama-sama.
Setelah makan malam selesai dilanjutkan lagi dengan para lelaki yang membuat api unggun untuk menghangatkan badan mereka,
Malam ini begitu sangat indah untuk kedua pasangan suami istri tersebut, Tidak ada jarak yang membedakan antara bos dan Sekertaris nya itu, mereka berdua terlihat lebih seperti saudara sendiri.
Memang Fandi adalah anak satu-satunya dan tidak mempunyai saudara kandung, dan saudara yang terdekat adalah Andre yang sudah menikah dan sudah pindah ke Surabaya karena Andre mendapat pekerjaan tetap disana.
Mereka melewati malam dengan saling memainkan musik dan kadang salah satu dari mereka ada yang bernyanyi untuk menambah suasana malam itu.
Jam sudah menunjukkan jam 11 malam, mereka pun sudah mengemasi semua peralatan dan membawanya ke dalam, kini mereka sudah memasuki kamar mereka masing-masing,
Didalam kamarnya Denis sudah merencanakan jika malam ini adalah malam bulan madu kedua untuk mereka,
Dan Nisa pun juga menjadi malu karena ulah suaminya yang terus memandang ke arah wajahnya yang sudah tanpa balutan kerudung nya.
Berbeda lagi dengan Fandi, laki-laki itu kini tengah menggoyangkan badan istrinya karena Alisa sudah terlelap terlebih dahulu dan sekarang sudah tak mampu untuk membuka matanya.
" Sayang ", Fandi terus menggoyangkan badan istrinya.
__ADS_1
" Apaan sih mas, aku ngantuk, besok aja ",
Gagal sudah Fandi memberi hadiah untuk istrinya karena Alisa sudah tidur dan Fandi hanya menatap punggung istrinya dary belakang.