
Fandi kini masih berlari mengitari meja tersebut, Nafasnya kini menderu nderu seperti orang habis lari maraton.
" Ma, sudah ??? ", Fandi memohon ampun kepada sang Mama.
" Fandi itu gak ngapa - ngapain sama Alisa ma, Mama harus percaya sama Fandi ", ucap Fandi yang terus saja merayu Mama nya agar tidak terus mengejarnya dan memukulnya.
Mama nya kini juga tengah duduk bersandar di sofanya, rasa lelahnya melebihi Fandi, mungkin karena faktor usia Mama Mira yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi.
Encok di pinggangnya seketika kambuh,
" Aduhhh..." rintih Mama Mira yang kini tengah kesakitan di bagian pinggang nya.
" Mama kenapa ??? ", Tanya Fandi yang khawatir akan keadaan Mama nya yang kini tengah memegangi pinggangnya yang sakit.
" Tolong antarkan Mama ke kamar aja Fand ", ucap Mama yang seketika ingin bangkit dari tempat duduknya.
Fandi akhirnya mengantarkan Mama Mira ke kamarnya, " Tolong panggilkan Bibi juga Fand, suruh langsung ke kamar Mama jangan lupa Bibi suruh bawa minyak urut ", ujar Mama kepada Fandi.
Setelah merebahkan Mama nya ditempat tidur, Fandi langsung turun dan menuju dapur untuk mencari Bibi.
" Bi ??", Panggil Fandi yang seketika langsung mengagetkan Bibi yang sedang membersihkan dapur.
" Aduh Den, bikin Bibi kaget aja ", ucap Bibi kepada Fandi.
" Itu Bi , Bibi dipanggil Mama ke kamarnya, mau minta urut kayaknya, encoknya lagi kambuh", Ucap Fandi kepada Bibi untuk segera pergi menemui sang Mama.
" Lho kok bisa encok nya Nyonya kambuh den ??, Kayaknya tadi baik - baik aja ", Tanya Bibi kepada Fandi.
" Oh itu Bi, Tadi Mama lari - lari, habis itu jadi kambuh encoknya , Ya udah Bibi cepetan ke atas kasihan Mama udah nungguin Bibi dari tadi " Ucap Fandi kepada Bibi.
Bibi pun langsung pergi dari dapur, tak lupa juga Bibi mengambil minyak urut yang selalu ia simpan apabila ada kejadian seperti ini, terutama untuk mengurut Nyonya nya yang sedang encoknya kambuh.
Fandi yang melihat Bibi berlalu dari hadapannya juga ikut mengekori ya dari belakang, jika Bibi berjalan menuju kamar Nyonya nya, lain hal dengan Fandi, ia ingin sekali menemui Alisa yang sekarang tengah berada di kamarnya
" Sayang ??? ", Ucap Fandi dengan manjanya.
Alisa yang mendengar dirinya dipanggil oleh Fandi langsung saja bangun dari tidur nya.
" Ada apa mas ???", tanya Alisa.
" Ng... gak apa-apa sayang ", jawab fandi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Aku cuma pingin lihat kamu aja ?? ", ucap Fandi asal.
Alisa pun mengerutkan dahinya, " Mas Fandi kenapa, kok tiba - tiba aneh gitu ", gumam Alisa dalam hatinya.
" Ya udah kalau gitu kamu lanjutin aja istirahatnya sayang ", Ucap Fandi yang kini tengah meninggalkan Alisa sendirian di kamarnya.
Setelah merasa Fandi sudah menghilang dari hadapannya, Alisa pun kembali menuju kamar Fandi dan menutup pintunya kembali.
Kini rasa kantuknya pun sudah hilang, Alisa sekarang sedang menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian Alisa yang sudah selesai dengan ritual mandinya dan sudah bersiap untuk keluar.
Ketika ia turun dari kamar Fandi Alisa melihat Fandi yang tengah tertidur di sofa yang tadi ia tempati,
Alisa yang merasa tidak ingin mengganggu Fandi langsung saja berjalan menuju dapur.
" Kemana Bibi ya ??? ", Ucap Alisa yang sedari tadi menoleh ke arah penjuru dapur yang sekarang tidak kunjung bertemu Bibi.
" Dari pada aku diam aja lebih baik aku masak aja ", Ucap Alisa sembari berjalan menuju ke arah lemari es untuk memilah berbagai macam sayuran disana
Setelah Alisa sudah menutup lemari es tersebut, Alisa mengeluarkan Brokoli, wortel dan lainnya, tak lupa juga bakso dan sosis sebagai pelengkap masakannya tersebut.
Setelah ia potong - potong sayuran tersebut Alisa kemudian mencucinya dan langsung memasak nya.
Perutnya kini sudah amat keroncongan, setelah sampai di dapur Fandi melihat Alisa yang tengah menyajikan masakannya tersebut.
" Sayang kamu yang masak ini ", ucap Fandi yang sudah berada di belakang Alisa
Alisa yang mendengar suara Fandi langsung terperanjat kaget.
" Mas, kamu kok tiba - tiba ada disini sih, aku kan kaget jadinya ", Ucap Alisa yang sedikit mengomeli Fandi.
Fandi yang mendengar Alisa ngomel hanya nyengir saja.
Tiba tiba Fandi kini menyeret kursi yang berada di meja makan tersebut, " Kamu mau ngapain mas ??", tanya Alisa yang melihat Fandi sudah duduk di kursi tersebut.
" Ya aku mau makan lah sayang, mencium bau masakan mu tiba - tiba aja aku langsung lapar ", ucap Fandi kepada Alisa.
Alisa pun tersenyum ", Ya sudah kamu tunggu aja dulu mas, aku masih belum selesai ", Ucap Alisa yang masih terus berjalan.
10 Menit kemudian Alisa sudah menyiapkan masakannya, tak lupa juga ia membuatkan kopi untuk Fandi.
__ADS_1
" Udah lama aku gak minum kopi buatanmu sayang ", ucap Fandi terhadap Alisa.
" Sebelum makan Alisa beranjak dari dapur untuk pergi ke arah tangga, " Sayang, kamu mau kemana ??", tanya Fandi yang melihat Alisa berjalan meninggalkan dirinya sendiri.
" Sebentar mas, aku mau manggil Mama dulu", ucap Alisa yang masih terus berjalan.
"Sayang, kamu gak usah manggil Mama, Mama tadi sedang istirahat ", Ucap Fandi
Alisa pun mengurungkan niatnya setelah mendengarkan penuturan dari Fandi.
Kini ia sudah kembali menuju meja makan.
Alisa kini tengah melayani Fandi untuk makan, diambilkan nya nasi dan lauk yang ia langsung berikan kepada Fandi.
" Makasih ya sayang ", Ucap Fandi.
Alisa hanya mengangguk dengan tersenyum.
" Hm ... benar - benar calon istri idaman ", Ucap Fandi kepada Alisa yang langsung saja membuat pipi Alisa sudah bersemu merah.
Kini mereka tengah menikmati makanan mereka, beberapa saat kemudian Bibi pun turun dan melihat Fandi dan Alisa tengah makan.
" Lho, kok Den Fandi dan non Alisa sudah makan ?? ", Tanya Bibi keheranan karena sewaktu ia pergi dari dapur ia belum masak untuk makan siang.
" Siapa yang masak Den ???", Lanjut Bibi yang masih dengan rasa penasarannya.
" Alisa yang masak Bi ?", Ucap Fandi kepada Bibi.
" Jadi Bibi gak usah masak lagi, karena Alisa sudah masak ", Ucap Alisa melanjutkan.
" Wah ternyata non Alisa jago masak juga ya ", Ucap Bibi yang membuat Alisa tersenyum.
" Nggak kok bi, Alisa belum terlalu bisa masak, cuma bisa yang mudah - mudah aja ", seru Alisa kepada Bibi.
" Oh iya Bi, Bibi dari mana, dari tadi aku nyariin Bibi ", ucap Alisa.
" Itu non, Bibi habis ngurut Nyonya, soalnya Nyonya tadi Encok nya kambuh ", Ucap Bibi.
" Lho kok bisa sih Bi, tadi kayaknya gak apa-apa sewaktu Alisa masih bersama Mama", Ucap Alisa yang kini tengah khawatir kepada calon mertuanya tersebut.
" Itu non tadi kata Nyonya, Nyonya tadi habis lari - lari ngejar Den Fandi. ", ucap Bibi dengan jujur.
__ADS_1
Alisa pun mengarahkan pandangannya ke arah Fandi dengan tatapan yang tajam,
" Mas, kamu apain Mama kok sampai bisa encoknya kambuh ", Ucap Alisa menyelidik yang membuat Fandi menelan ludahnya karena pastinya membuat ia akan diomeli Alisa lagi.