Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
59.


__ADS_3

Salah satu pelayan sudah mengantarkan makanan untuk mereka, Fandi dan Alisa sudah bersiap untuk menyantap makanan mereka.


" Mas, nantinya aku ingin aku sendiri yang melakukan semua tugas rumah, aku tidak ingin ada pembantu ", ucap Alisa kepada Fandi.


" Apa kamu yakin??? ", tanya Fandi yang tidak ingin membuat Alisa kelelahan.


" Kamu tenang aja mas, aku bisa kok, kamu gak perlu khawatir ", Ucap Alisa meyakinkan.


Fandi hanya mengiyakan saja, pada dasarnya Fandi hanya ingin membuat Alisa nyaman dan tidak memaksa akan kehendaknya.


" Iya sayang terserah kamu saja, apa yang membuatmu nyaman akan aku penuhi ", Ucap Fandi.


Setelah menghabiskan makan siang mereka, kini mereka sudah siap untuk menuju ke rumah Alisa untuk mengambil barang - barang Alisa dan juga pamit kepada Papa dan Kakek, Malam ini mereka sudah berencana akan mulai tinggal berdua di Apartemen Fandi.


Setelah sampai dirumah Alisa mereka sydah disambut oleh beberapa maid yang sedang melaksanakan pekerjaanya.


" Selamat siang Non, Den?? ", Ucap salah satu maid.


"Selamat siang juga Bi??", Ucap Alisa sambil tersenyum.


Alisa dan Fandi pun langsung berjalan menuju kearah tangga dan berjalan kearah kamar Alisa.


Alisa kemudian melepas hijabnya setelah berada didalam kamar, Fandi yang melihat istrinya itu segera menghampirinya dan memluknya dari belakang, " Mas??? ", Ucap Alisa yabg sedikit kaget terhadap perlakuan fandi kepadanya.


Fandi semakin mempererat pelukannya, ia cium leher Alisa dari belakang sehingga membuat Alisa begitu geli.


" Mas, apa yang kamu lakukan??, Ini masih siang mas??? ", Ucap Alisa.


Fandi tidak memperdulikan perkataan Alisa saat ini, ia terus menciumi bau tubuh Alisa yang membuat Fandi teramat menyukainya.


Fandi kemudian membalikkan tubuh Alisa menjadi menghadap kearahnya, Ia cium lembut bibir istrinya yang memebuat ia semakin memeperdalam ciumannya tersebut.


Fandi sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi, hawa panas sudah merasuk kedalam tubuhnya saat ini,


Alisa yang mengerti bahwa suaminya kini menginginkan dirinya terus mengikuti alur yang diciptakan Fandi saat ini.


Mereka kini nampak kelelahan dengan aktifitaz yang barusaja mereka lakukan, dan akhirnya mereka sudah terlelap dalam keadaan berpelukan.


Fandi dan alisa masih enggan membuka matanya ketika suara ketukan pintu sudah sedari tadi terdengar dari balik pintu,


Alisa yang mendengar secepatnya mengumpulkan beberapa pakaiannya yang sudah berserakan dilantai dan segera memakainya kembali.

__ADS_1


Tampak di balik pintu sudah ada Bibi yang sedaru tadi sudah menunggu Alisa untuk keluar.


" Ada apa Bi?? ", Tanya Alisa.


" Non sama Den Fandi sudah ditunggu tuan di bawah ", Ucap Bibi.


" Iya Bi, kami akan segera turun ", Ucap Alisa.


Alisa kemudian berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan badannya.


Tampak fandi masih tertidur pulas, Alisa yang akan menunaikan sholat terlebih dahulu membangunkan suaminya tersebut.


" Mas, bangun sudah sore, Kamu cepetan mandi, sudah ditunggu Papa dibawah ", Ucap Alisa.


" Aku sudah menyiapkan air untuk mu mas? ", imbuh alisa yang masih melihat suaminya diatas ranjang.


Dengan cepat Fandi segera bangun dab segera mandi karena Papa Ardi sudah menunggunya sedari tadi.


Setelah mereka selesai, Mereka segera turun untuk menemui papa Ardi.


" Assalamualaikum Pah?? ", Ucap mereka berdua sambil mencium tangan Papa Ardi.


" Waalaikum salam ", jawab Papa Ardi.


Mereka berdua kemudian kembali menuju ke kamar Alisa untuk membereskan barang - barang Alisa untuk dibawa ke Apartemen Fandi.


Setelah semua selesai Fandi segera menurunkan koper Alisa dari kamarnya menuju ke dalam mobilnya, Papa Ardi dan Kakek Bagas sudah menunggu mereka berdua dibawah.


" Pah, Kek?? Alisa berangkat dulu ya??


Jaga diri Papa dan Kakek, Alisa akan sering - sering mengunjungi Papa dan Kakek ", Ucap Alisa sambil memeluk ke dua orang terkasihnya tersebut.


" Iya nak, Jangan mengkhawatirkan Papa dan Kakek mu, Papa dan kakek bisa jaga diri, lagi pula disini banyak Bibi, jadi Papa dan kakek tidak akan merasa kesepian", Ucap Papa Ardi.


Kemudian Alisa memeluk Kakek dan Papanya secara bergantian, " Sudahlah sayang, kamu tidak perlu sedih, Lagi pula jarak apartemen Fandi dengan rumah ini tidak terlalu jauh", Ucap Kakek Bagas.


" Benar sayang, Jika Papa dan kakekw berkenan, Apartemen kami selalu terbuka untuk Papa dan kakek ", Ucap Fandi.


Setelah itu, Fandi dan Alisa segera berabgkat menuju ke arah apartemen Fandi.


Mobil Fandi sudah melaju memecahkan padatnya kota pada malam hari ini, " Sayang, kamu gak mau beli makan??", Tanya Fandi kepada Alisa.

__ADS_1


" Nggak mas, kalau mas emang kepingin sesuatu mas berhenti aja ". Ucap Alisa.


Tak lama kemudian Fandi menepikan mobiknya dusalah satu pedagang kaki lima yang sudah berderet di pinggir jalan tersebut.


Fandi kemudian turun dan berjalan menyusuri pedagang tersebut, Alisa hanya diam didalam mobil sambil menyaksikan Fandi yabg terus berjalan.


Akhirnya fandi berhenti disalah satu penjual martabak manis, Kemudian Fandi memesan 2 Porsi martabak manis kesukaannya.


Setelah ia dapat kan, Fandi segera kembali menuju mobik nya yang ia tinggak bersama Alisa yang juga berada didalam mobil tersebut.


" Maaf lama sayang ", Ucap Fandi.


" Nggak apa - apa mas ", Ucap Alisa.


Setengah jam kemudian mobil mereka sudah sampai didepab gedung yang menjulang tinggi, Fandi segera mengeluarjan koper dan segera menyeretnya menuju kedalam apartemen nya.


" Selamat malam pak?? ", Ucap Fandi kepada security apartemen Fandi.


" Selamat malam juga mas Fandi ", Ucap security tersebut sambil tersenyum ramah.


" Wah wah wah, nampak nya mas Fandi dan istri akan tinggal disini ya?? ", Ucap security tersebut.


" Iya pak, Nama saya Alisa ", Ucap Alisa sambil menyalami pak Rudy yang sudah bekerja lama sebagai security di gedung ini.


" Oh, mbk Alisa, selamat databg disini ya mbak?? ", Ucap paj Rudy ramah.


" Iya pak terimakasih ", Ucap Alisa yang masih dengan senyum ramahnya.


Kemudian Fandi segera menyerahkan salah satu kresek yang ada ditangannya.


" Pak, ini buat bapak?? ", Ucap Fandi yang sudah menyerahkan salah satu kresek di tangnnya.


" Wah, makasih banyak mas Fandi, jadi gak enak nih ngerepotin ", Ujar Pak Rudy.


" Nggak apa - apa pak, itu tadi saya sengaja beli buat bapak, biar ada teman buat jaga nanti malam ", Ucap Fandi.


" Ya sudah pak, saya sama Istri saya mau naik dulu keatas ", ucap fandi yang akan meninggalkan loby apartemen.


" Iya mas fandi mbak Alisa, Sebelumnya terimakasih banyak", ucap pak Rudy.


Fandi dan Alisa kemudian segera menuju lift untuk segera sampai kedalam apartemen Fandi.

__ADS_1


Mereka kini sudah memasuki apartemen fandi, Alisa kemudian segera merapikan baju - bajunya kedalam lemari pakaian yang ada didalam kamar Fandi.


" Sayang, mulai malam ini, kita akan hidup berdua disini ", Ucap Fandi sambil memeluk tubuh Alisa dari belakang.


__ADS_2