
Alisa sudah bersiap untuk berangkat ke kantor mengikuti suaminya pagi ini, barang-barang Rafa juga sudah disiapkan oleh Alisa dengan di bantu bi Jum pagi tadi.
Rafa juga terlihat sangat senang sekali karena ini kali pertama dia keluar rumah semenjak ia lahir,
Bayi itu terus menampakkan senyumnya yang melihat kedua orang tuanya tengah sibuk dengan lainnya.
" Sudah siap sayang ??",Tanya Fandi kepada Alisa.
" Sudah mas, tinggal berangkat aja ", Ujar Alisa yang sudah siap dengan pakaian rapinya dan makeup tipis diwajahnya sehingga menampakkan kecantikannya.
" Sebentar sayang, ada yang ketinggalan ", Ujar Fandi sambil menoleh kearah istrinya.
" Apa mas ??", tanya Alisa yang bingung karena ia rasa barang-barang nya sudah masuk kedalam mobil.
" Cup ", Satu kecupan hangat dibibir Alisa yang membuat Alisa seketika terpaku.
" Ini yang ketinggalan ternyata ", Ujar Fandi sambil melangkahkan kakinya kembali.
Alisa masih saja terdiam karena kelakuan suaminya yang secara mendadak mencium bibir nya.
Merasa istrinya masih belum bergerak, Fandi kemudian membalikkan badannya dan melihat istrinya yang masih saja terdiam.
" Ternyata masih disana ", ujar Fandi kembali menyusul istrinya.
" Ayo sayang, udah telat nih ", Ujar Fandi kepada Alisa yang langsung membuat kesadaran Alisa Kembali.
Alisa terus melangkahkan kakinya di belakang Fandi, ia masih teringat kejadian yang ia alami barusan.
Terlihat Rafa yang tengah menunggu orang tuanya keluar yang sedari tadi digendong oleh Bi Jum.
" Ayo nak sama Mommy ", Ujar Alisa mengambil Rafa dari Bi Jum.
Alisa segera memasuki mobil dan segera berangkat menuju kantor bersama suaminya.
Setelah sampai di kantor, Fandi terlihat sedang membawa barang-barang milik Rafa dan tas milik istrinya, Para karyawan pun terlihat terbengong melihat Fandi.
Dengan wajah yang penuh dengan senyuman Fandi berjalan di samping istrinya dengan merangkul pinggang Alisa.
Banyak yang memperhatikan bosnya tersebut, tak biasanya ia membawa seseorang kedalam kantor.
Fandi dan Alisa segera menuju lift khusus petinggi perusahaan dan segera naik ke lantai 10.
Denis yang sudah berada di ruangannya terlihat langsung berdiri saat melihat bosnya sudah datang dan membawa seorang perempuan cantik dengan menggendong bayi tampan Tersebut.
__ADS_1
" Selamat pagi Bos ", ujar Denis yang merubah panggilan nya menjadi Bos.
" Selamat pagi juga Den, bagaimana apa yang saya minta sudah kamu persiapkan ??", Tanya Fandi.
" Sudah bos, semua sudah tertata rapi didalam ", Ujar Denis sambil melihat ke arah wanita yang sedang berada di samping bosnya.
" Bos, itu siapa ??", Tanya Denis penasaran.
Fandi pun melirik ke arah istrinya yang sedang tersenyum ramah kepada Denis.
" Oh ya sampai lupa, perkenalkan ini istri saya Den, Namanya Alisa ", Ujar Fandi memperkenalkan Alisa.
" Sayang, ini Denis sekertaris mas ", Ujar Fandi memberi tahu Alisa.
" Selamat datang Bu, Saya Denis sekertaris nya Bos Fandi, kalau Bu bos butuh apa-apa tinggal bilang sama saya ", Ujar Denis ramah.
" Iya nama saya Alisa, jangan panggil Bu bos, gak enak dengernya, panggil mbak Alisa aja ", Ujar Alisa.
" Baik Bu, eh mbak Alisa, silahkan masuk ", Ujar Denis.
Fandi dan Alisa segera masuk kedalam ruangan Fandi yang kini sudah tersedia box bayi yang dibeli oleh Denis malam tadi.
Fandi terlihat tersenyum senang saat melihat apa yang dia inginkan sudah ada di dalam ruangannya.
Fandi segera membuka jas nya dan menggulung lengan kemejanya sampai batas siku.
Alisa yang kini sedang duduk disofa kini tengah memperhatikan seluruh isi ruangan suaminya tersebut.
Terlihat foto Fandi dengannya yang di pajang di dinding ruangan tersebut membuat Alisa semakin bahagia.
Tak lama kemudian Rafa pun sudah mulai mengantuk, dengan segera Alisa segera menidurkan Rafa, tak perlu menunggu lama Rafa kini sudah tertidur didalam gendongan Mommy nya.
" Sayang kalau kamu butuh sesuatu tinggal bilang sama mas ya ", Ujar Fandi.
Alisa hanya mengangguk dan kini Fandi tengah mulai memeriksa Map yang sudah ada di mejanya tersebut.
Para karyawan pun tengah sibuk membicarakan atasannya yang membawa wanita beserta bayi kedalam ruangannya.
" Itu tadi istrinya kayaknya, nempel banget sama Pak Fandi ", Ujar salah satu karyawan.
" Kayaknya bukan deh, setahuku pak Fandi belum nikah, orang wajahnya masih muda , gak kelihatan udah nikah ", Ujar salah satu karyawan.
Meta yang sedang lewat pun mendengar pembicaraan karyawan lainnya yang kini tengah sibuk bergosip.
__ADS_1
" Apa yang kalian bicarakan??", Tanya Meta kepada teman-temannya.
" Lo gak tahu ya kalau pak Fandi yang ganteng itu bawa perempuan dan bayi didalam Ruangan nya ", Ujar salah satu karyawan.
Meta yang mendengarnya pun langsung saja pergi tanpa berkata apapun, meta ingin sekali melihat kebenaran apa yang dibicarakan teman-temannya tadi.
Meta segera naik ke lantai 10 untuk memastikan semuanya, Tapi ia kini tengah berpikir alasan apa yang akan ia buat untuk masuk keruangan Fandi.
"Tak apa lah, yang penting rasa penasaran ku hilang ", ujar meta yang masih nekat pergi ke ruangan Fandi.
Tiba-tiba Saat di lantai 8 Meta berpapasan dengan salah seorang karyawan yang akan pergi menuju ke ruangan Fandi, dengan segera Meta meminta berkas itu dan menawarkan dirinya untuk pergi kelantai 10.
Dengan senang hati dia pun memberikan map tersebut kepada Meta.
" Makasih ya mbak Meta ", Ujar karyawan tersebut.
Meta segera pergi menuju ke lantai 10 dan setelah sampai dia bertemu dengan Denis untuk pertama kalinya.
" Saya mau bertemu dengan pak Fandi, apa beliau ada didalam ??", Tanya Meta kepada Denis.
" Pak Fandi ada didalam ruangannya mbk, ada perlu apa??", Tanya Denis.
" Oh ini saya mau meminta tanda tangan pak Fandi ", Ujar Meta.
" Biar saya saja, Nanti akan saya berikan kepada mbak ", ujar Denis.
" Hm... terimakasih bantuannya, tapi saya yang akan meminta nya kepada pak Fandi sendiri, soalnya ini sangat penting ", Ujar meta berharap.
" Baiklah kalau begitu, Silahkan masuk ", Ujar Denis yang membuat Meta tersenyum senang.
Meta kemudian mengetuk pintu Ruangan atasannya dan segera masuk saat sudah dipersilakan oleh Fandi.
Terlihat meta yang sedang melihat Alisa yang sedang duduk disofa bersama dengan Rafa.
" Ada apa??", tanya Fandi yang melihat meta terus memandang istrinya.
" Oh.. maaf pak, saya mau minta tanda tangan bapak ", Ujar Meta.
Meta masih mencuri pandang untuk melihat Alisa secara seksama, " Wanita berkerudung, cantik sih, tapi masih sexy aku ", Ujar meta bangga dalam hatinya.
Fandi yang melihat berkas tersebut merasa aneh,
" Bukannya ini berkas laporan keuangan, kenapa bisa kamu yang meminta tanda tangan kepada saya ??", Tanya Fandi menyelidik.
__ADS_1
Meta pun terdiam kini ia bingung harus beralasan apa kepada atasannya tersebut agar Fandi bisa percaya dengan alasannya.