
Malam pun tiba, Setelah selesai sholat Maghrib, Alisa kini tengah bersiap-siap untuk menunggu kedatangan Fandi dirumahnya.
Papa Ardi dan kakek pun juga berada dirumah dan dia juga menunggu tamu putrinya tersebut.
Alisa kini memakai gamis dan pashmina berwarna soft, dia sangat terlihat cantik malam ini.
Dengan makeup tipis dan bibirnya yang di olesi oleh lipstik yang berwarna soft, membuat Alisa kini tampak berbeda.
Setengah jam kemudian Fandi akhirnya datang,
"Assalamualaikum", Ucap Fandi yang sudah berada di ambang pintu rumah Alisa.
"Waalaikum salam " Jawab mereka bersama.
Alisa yang sedari tadi berada diteras rumahnya menyambut Fandi dengan senyuman.
Fandi yang melihat Alisa, begitu sulit untuk menghindar dari sesosok wanita cantik yang ada dihadapannya ini.
"Silahkan masuk mas, Papa dan kakek ada didalam", Ujar Alisa sambil mempersilahkan Fandi masuk.
Fandi pun tersadar dan akhirnya masuk kedalam rumah Alisa dan bertemu dengan Papa Ardi dan kakek Bagas.
"Selamat malam Om, Kek ", Ujar Fandi sambil menjabat kedua tangan mereka.
"Selamat malam nak Fandi, ayo silahkan duduk", Papa Ardi pun mempersilahkan Fandi untuk duduk .
"Ya sudah Alisa tinggal kebelakang sebentar mas", ucap Alisa yang kini telah meninggalkan ruang tamu.
mereka bertiga pun mengangguk secara bersama-sama.
Di belakang, Alisa kini tengah berada di dapur bersama bibi, mereka tengah menyiapkan makan malam untuk dimakan bersama dengan Fandi.
"Bi apakah sudah siap semua??" tanya Alisa sambil menata semua makanan di meja makan.
"Sudah Non, semua sudah tertata dan sudah siap." Ujar bibi kepada Alisa.
"Ya sudah aku panggil Papa, Kakek dan mas Fandi dulu ya bi", ucap Alisa meninggalkan Bibi sendirian di dapur.
Alisa kini berjalan menuju ruang tamu untuk memanggil Papa Kakek dan Fandi.
"Pah, Kek , Mas Fandi, ayo kita makan malam dulu", Ucap Alisa.
"Ayo nak Fandi kita makan dulu" ajak kakek,
"Terimakasih Kek", ucap Fandi canggung.
"Tidak usah canggung seperti itu nak Fandi, anggap saja rumah sendiri", ucap kakek.
Mereka pun akhirnya makan malam bersama.
Ditengah tengah makan malam mereka , Fandi tak henti hentinya memandangi Alisa,
Alisa yang sedari tadi di pandangi oleh Fandi pun merasa gugup.
"Mengapa mas Fandi terus melihatku seperti itu", gumam Alisa didalam hati.
Papa Ardi dan kakek yang melihatnya pun tersenyum, mereka pun mengerti terjadi sesuatu dengan Fandi dan Alisa, tapi kakek dan Papa Ardi tidak mau ikut campur terlebih dahulu, biarkan mereka sendiri yang akan menentukannya.
Setelah selesai makan malam kini Alisa tengah membantu Bibi membersihkan meja makan, sedangkan tiga orang laki laki tadi mereka tengah berbincang bincang diteras depan,
"Sebaiknya aku tidak menggangu mereka", ucap Alisa.
Alisa pun kini tengah membuat camilan dengan bibi untuk mereka bertiga.
__ADS_1
Di teras depan.
"Nak Fandi !!" Panggil Kakek.
" Iya kek ", Jawab Fandi sambil menatap Kakek dalam-dalam
Kakek ingin menanyakan sesuatu kepada nak Fandi.
"Apa itu kek" , tanya Fandi penasaran.
Apa kamu menyukai Cucuku, Alisa ??" Tanya Kakek.
Fandi pun tidak menjawab ia hanya menelan ludahnya ketika pertanyaan itu di ucapkan oleh Kakek.
"Kakek tau sebenarnya kamu menyukai cucu kakek", ucap kakek Bagas.
Fandi kaget mendengar pernyataan kakek terhadapnya,
"Kenapa kakek bisa tahu ya", gumam Fandi dalam hatinya, ia tidak menyangka bahwa Kakek bisa membaca isi hatinya sekarang.
Fandi yang mendengar itu menjadi salah tingkah sendiri.
Kakek pun tertawa melihat Fandi yang sedari tadi merasa salah tingkah.
"Fandi, Jika kamu benar benar menyukai cucuku saya merasa senang" ucap kakek sambil menepuk bahu Fandi.
Fandi pun langsung tersenyum dibuatnya.
"Tapi ingat jangan sampai kau membuat kami kecewa, jangan sakiti dia" ucap kakek memperingatkan.
"Iya Kek, saya berjanji tidak akan menyakiti dan mengecewakan Alisa", ujar Fandi meyakinkan.
Fandi yang merasa sudah diberi lampu hijau oleh keluarga Alisa diapun merasa senang.
Pak Ardi yang melihat mereka berdua langsung ikut tersenyum juga.
"Nak Fandi bisa kita bicara berdua saja besok pagi??" tanya Pak Ardi.
"Apa nak Fandi punya waktu untuk menemuiku", tanya Papa Ardi melanjutkan.
"Iya Om saya usahakan besok agar bisa menemui Om", jawab Fandi.
"Baiklah kalau begitu Besok Om akan menghubungimu", ucap Papa Ardi.
"Baik Om, saya tunggu informasi dari Om", Jawab Fandi Antusias.
" Kira - kira apa yang ingin dibicarakan Om Ardi kepadaku", Gumam Fandi dalam hatinya.
Alisa yang sedari tadi masih di dapur kini Sudah selesai dengan pekerjaannya.
Dengan membawa nampan yang berisikan camilan dan beberapa minuman Alisa berjalan keluar menuju teras depan rumah.
Terlihat dari kejauhan mereka Ber tiga nampak akrab seperti setiap hari bertemu, tapi nyatanya mereka baru dua kali ini saling mengobrol.
Alisa langsung saja meletakkan apa yang ia bawa ke atas meja, lalu ia mempersilahkan Fandi untuk segera mencicipi nya.
"Silahkan mas", Ucap Alisa.
" Makasih Al" , jawab Fandi sambil tersenyum.
Kakek dan Papa Ardi pun meninggal kan Fandi dan Alisa di teras depan,
"Ayo Ar, kita masuk aja, Biarkan mereka bicara berdua" , ucap kakek mengajak Papa Ardi masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Baik pah ", ucap Papa Ardi.
Alisa dan Fandi kini tengah duduk berdua di teras depan.
" Al ", Panggil Fandi.
" Iya mas ada apa??? ", tanya Alisa.
Fandi tampak terdiam dan masih bingung dengan perkataannya,
"Hmm,, gak jadi Al ", ucap Fandi.
"Maksutnya kamu apa mas??", Alisa nampak bingung dengan tingkah laku Fandi.
Sejenak mereka nampak terdiam tidak ada yang memulai percakapan,
Akhirnya tiba tiba Fandi pun mulai mencairkan suasana dengan membicarakan hal yang lucu - lucu, lalu mereka pun asyik bercanda sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Al, sepertinya ini sudah malam, aku permisi dulu ya", Pamit Fandi sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Iya mas, hati hati dijalan ", Ucap Alisa.
"Oh ya tolong sampaikan salam ku sama Om, dan Kakek", ucap Fandi.
"Iya mas", Jawab Alisa.
Fandi pun pergi meninggalkan rumah Alisa.
Didalam mobil, Fandi tidak henti henti nya memikirkan Alisa.
"Al, bagaimana cara ku untuk mengungkapkan perasaanku ",, gumam Fandi
"Kenapa lidahku begitu kelu untuk menyatakan isi hatiku", ucap Fandi frustasi.
***
Alisa kini juga sedang memikirkan sesuatu, "Apa yang terjadi dengan mas Fandi, kenapa dia menjadi aneh tadi", gumam Alisa.
"Kira - kira Apa yang ingin dia katakan sebenarnya ??", Tanya Alisa masih dengan rasa penasarannya.
" Huft... " Alisa kini mendengus kesal.
"Kenapa aku jadi mikirin mas Fandi terus, aduh Al, sadar mas Fandi gak mungkin cinta sama kamu, kenapa kamu jadi ke PD an begini", gumam Alisa merutuki dirinya sendiri.
"Lebih baik aku sholat dulu, dari pada aku mikirin hal aneh aneh", Ucap Alisa sambil melepas hijabnya.
kemudian Alisa segera kekamar mandi untuk mengambil wudhu, dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Fandi yang sudah tiba di apartemen nya, kini dia tengah merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk.
"Apa kamu mau menerimaku Al", gumam Fandi sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Aku takut jika kamu menolak ku", Ucap Fandi frustasi.
"Aku akan terus mencoba untuk meluluhkan hati mu Al", Gumam Fandi Yang kini mulai bersemangat untuk mengambil hati Alisa.
"Mengapa aku tidak punya keberanian sama sekali untuk menyatakan perasaanku", Lagi lagi Fandi mengulang pertanyaannya yang ia tidak dapat menjawab sendiri, kini rasa keberanian untuk menyatakan cintanya kepada Alisa hilang begitu saja.
Hai para readers terimakasih sudah membaca karya pertamaku
" CINTA TULUS SUAMIKU"
Jangan lupa Vote , Like dan Coment ya
__ADS_1
Terimakasih
😘😘😘😘