Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
131


__ADS_3

Alisa berniat untuk membicarakan tentang ia akan menyewa jasa baby sitter untuk menjaga Rafa, Tapi ia harus bicara dari hati kehati dengan suaminya tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Alisa berjalan menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa sambil menonton televisi nya.


Dengan menyadarkan kepalanya di bahu sang suami Alisa memulai mengatur nafasnya untuk memulai pembicaraannya.


" Mas ", Sapa Alisa dengan mendongakkan kepalanya menatap kearah Fandi.


" Iya ada apa sayang ", Jawab Fandi sambil mengelus pipi istrinya.


Tangan Fandi mampu membuat tenang Alisa saat ini,


" Mas, bagaimana kalau kita mencari baby sitter saja untuk Rafa ", Ujar Alisa sambil terus memandang Fandi.


Fandi kemudian melepas tangannya dari wajah Alisa


" Kenapa sayang, bukannya sudah ada Mama yang menjaga Rafa ??", Tanya Fandi yang membalas tatapan mata Alisa.


" Bukan begitu maksudku mas, dengarkan aku dulu ".


" Aku merasa kasihan sama mama jika harus seharian merawat Rafa, lebih baik kita cari baby sitter dan Mama masih bisa memantau Rafa dari dekat, jadi Mama gak perlu capek-capek ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian mulai mencerna kata-kata istrinya, memang benar, wajah Mama nya sore tadi sudah terlihat nampak lelah, apalagi umur Mama nya yang sudah tidak muda lagi dan fisiknya juga tak sekuat dulu lagi.


" Baiklah sayang, tapi kita cari yang benar-benar telaten mengurus bayi dan harus yang profesional ", Ujar Fandi.


" Iya mas, Kita cari sama-sama ", ujar Alisa tersenyum.


Mereka masih masih menikmati acara tv yang mereka tonton, Mulai hari ini waktu kebersamaan mereka cuma di malam hari dan mereka bisa berkumpul bertiga bersama-sama dengan Rafa.


Ada rasa damai saat berdekatan dengan suaminya membuat Alisa tiba-tiba tertidur disandarkan pundak suaminya.

__ADS_1


Melihat tidak ada pergerakan Fandi kemudian menoleh kearah istrinya yang sudah terlelap di sampingnya.


Segera ia mematikan televisinya dan kemudian merubah posisinya agar lebih mudah ia untuk menggendong istrinya ke kamar.


Setalah melewati tangga yang cukup panjang, Fandi kemudian segera membuka knop pintu dan segera dibaringkan diranjangnya.


" kenapa kamu berat sekali sayang ", Ujar Fandi tersenyum, untung saja Fandi berbicara saat Alisa tertidur, entah kalau Fandi berbicara saat Alisa masih membuka matanya bisa dipastikan ia akan ngambek jika Fandi mengatainya jika dia sangat berat.


Setelah menaikkan selimut di badan istrinya tak lupa juga ia melepas jilbab istrinya yang sedari tadi ia pakai, Fandi kemudian berjalan ke arah box bayi yang ditepati oleh Rafa saat ini, ia tatap wajah yang sangat mirip sekali dengannya, hidung dan bibirnya yang sama persis dengannya, berbeda dengan matanya yang sangat mirip dengan Mommy nya.


Direbahkan tubuhnya di samping istrinya, ia tak akan lupa ritual malam nya untuk mencium kening istrinya terlebih dahulu sebelum ia tertidur, besok ia sudah kembali lagi ke kantornya dan ia hanya akan mengantar Alisa sampai depan kantornya.


Mata Fandi sudah tidak dapat dibuka Kembali, rasa kantuknya juga sudah menyelimutinya tak perlu menunggu lama akhirnya Fandi pun juga ikut tertidur bersama istri dan anaknya.


Pagi harinya, keduanya kini tengah bersiap-siap untuk segera pergi kekantor, tapi sebelum itu Alisa sudah memandikan Rafa dan bayi itu sudah terlihat harum.


Fandi masih sibuk dengan dasi yang akan ia pasangkan di kerah lehernya, setengah kesusahan ia mencoba untuk memasangkan terus dasi tersebut tapi kemudian Alisa langsung berjinjit untuk membantu suaminya tersebut, dengan tersenyum Fandi kemudian mencuri kecupan di kening istrinya.


" Sudah mas ", Ujar Alisa sambil mengusap lembut dada Fandi,


" Mas kamu keluar aja ya, sekalian ajak Rafa main, aku mau ganti baju dulu ", Ujar Alisa menyuruh agar suaminya itu keluar dan tak melihatnya mengganti pakaian, Alisa tidak mau sampai suaminya tergoda pagi ini karena satu jam lagi mereka sudah akan berangkat menuju kantor masing-masing.


Fandi segera meraih Rafa yang masih berada di dalam box bayinya itu, bau harum khas bayi ditambah dengan bedak yang menempel pada badannya membuat Rafa tampak segar pagi ini.


Fandi membawa Rafa menuju taman samping rumahnya dengan mendengar kicauan burung yang hinggap di beberapa tanaman di sekitar taman tersebut membuat Rafa tertawa.


Sarapan pun sudah siap, dan Alisa juga sudah turun dengan membawa tas kerjanya untuk segera menuju meja makan, Alisa terlebih dahulu menghampiri kedua laki-laki tercintanya untuk memberitahu jika sarapan sudah siap.


" Mas ayo kita sarapan dulu ", Ajak Alisa dan kemudian mengambil alih Rafa untuk digendongnya kembali.


Mereka berdua berjalan ke arah meja makan dan kemudian duduk berhadapan untuk sarapan, terlihat bibi yang akan mengambil Rafa supaya Alisa dan Fandi bisa segera sarapan mengingat waktu terus berjalan dan mereka harus segera berangkat ke kantor.

__ADS_1


Tak lama kemudian Mama Mira datang dari arah pintu yang tidak di kunci dengan berjalan kedalam Mama Mira kini duduk bertiga dengan Alisa dan Fandi di meja makan.


" Ma , kita rencananya mau nyari baby sitter untuk Rafa, jadi Mama cukup memantau Rafa saja biar Mama gak terlalu capek ", Ujar Fandi.


" Itu terserah kamu saja, kalau menurut kalian itu yang terbaik Mama ikut saja, yang penting Mama masih bisa melihat Rafa setiap hari ", Ujar Mama Mira.


Setelah selesai sarapan mereka berdua pamit untuk berangkat ke kantor masing-masing,


Sesudah mencium tangan Mama nya dan tak lupa mencium pipi putranya Alisa dan Fandi akhirnya berangkat menuju kantornya.


Setelah mengantar Alisa ke kantornya, Fandi kemudian segera berpamitan menuju ke kantornya sendiri.


" Mas berangkat dulu ya sayang ", Ujar Fandi berpamitan, tak lupa ia mendaratkan satu kecupan di kening dan juga di bibir istrinya.


" Ya udah , aku turun dulu ya mas, assalamualaikum ", Ucap Alisa berpamitan dan mencium punggung tangan Fandi.


"Nanti pulangnya mas jemput lagi sayang ", Ujar Fandi.


" Iya mas, hati-hati dijalan, jangan ngebut dan nanti jangan lupa makan siang ", Ujar Alisa mengingatkan suaminya.


" Iya sayang, terimaksih sudah mengingatkan mas ".


Mobil Fandi kemudian melaju meninggalkan area gedung kantor Bachtiar Group, setelah melihat mobil suaminya berbelok Alisa kemudian langsung masuk kedalam kantornya.


Kedatangan nb ya disambut ramah oleh kedua resepsionis yang tengah berjaga di loby kantor nya tersebut.


" Selamat pagi Bu ", ujar kedua wanita Tersebut.


" Selamat pagi , Jawab Alisa tersenyum.


Langkah Alisa langsung saja menuju kearah lift,

__ADS_1


Banyak karyawan di gedung itu mengapa Alisa dengan ramah, Alisa juga sudah terbiasa dengan suasana baru dikantornya,


Segera Alisa masuk kedalam ruangannya untuk memulai pekerjaannya untuk pertama kalinya.


__ADS_2