Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Merasa lega


__ADS_3

Dijalan Tania kini bisa tersenyum puas karena sudah memberikan undangan pernikahan nya kepada Fandi dan Alisa, Tania ingin agar Alisa tahu jika dirinya sudah benar-benar berubah dan tak mengharapkan Fandi kembali.


Niko pun memicingkan matanya melihat Tania yang hari ini terlihat gembira, Betapa tidak, Fandi dan Alisa sudah benar-benar mau memaafkan nya dan sudah mau mengajak makan bersama dengan Niko tentunya.


" Kamu kenapa sayang ??", Tanya Niko aneh, sedari tadi Tania hanya tersenyum tanpa tahu penyebabnya.


Ekor mata Tania pun kini menghadap ke arah Niko yang kini sedang mengemudikan mobilnya.


" Aku bahagia aja, akhirnya Alisa dan Fandi sudah benar-benar memaafkan ku dan mereka mau mengajak kita untuk bergabung dengan mereka ", Ujar Tania.


Niko pun juga dapat melihat senyum tulus dari Fandi dan Alisa untuk Tania,


" Alhamdulillah ternyata mereka sangat baik kepada kita ", Ujar Niko.


Pernikahan Niko dan Tania akan diselenggarakan Dua bulan lagi, dan Alisa dan Fandi lah yang menerima undangan tersebut pertama kali.


" Semoga mereka bisa datang dan tidak ada halangan ", Ujar Tania.


" Amin... aku berharap juga begitu ", Jawab Niko.


Mobil Niko sudah sampai di pelataran rumah Tania, mereka pun keluar dan Niko Kembali meraih tangan Tania dan menggandengnya masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum ", Ucap Tania dan Niko.


Tak ada sahutan sama sekali, dan beberapa saat kemudian Bibi pun keluar dan membukakan pintu untuk Tania


" Waalaikum salam, Non sudah pulang ??", Tanya Bibi kepada Tania.


" Sudah bi ", Tania pun masuk dan duduk di sofa bersama Niko.


Terlihat rumah besar ini terasa sepi dan mamanya juga tak terlihat keluar menemui nya.


" Bi, Mama kemana ??", Tanya Tania kepada Bibi.

__ADS_1


" Ibu pergi dengan tuan non ", Ujar bibi,


" Kalau gitu saya permisi dulu, non mau dibuatkan minum apa ??", Tanya bibi.


" Apa aja Bi ", Jawab Tania dengan senyuman.


Bibi pun segera kebelakang menyiapkan minuman untuk Tania dan Niko.


🌼🌼🌼


Sementara itu, di rumah Denis dan Nisa, Denis terlihat sedang membuat makanan untuk istrinya, tiba-tiba saja Nisa sedari tadi ingin memakan masakan Denis, tentu saja dengan senang hati Denis melakukan nya, Denis memang menunggu saat-saat seperti ini, saat-saat dimana istrinya merasakan ngidamnya.


Walaupun tak begitu mahir dalam memasak, Denis pun tak habis akal, dia kini tengah melihat ponselnya dan melihat tutorial membuat spaghetti yang ada di channel YouTube di ponselnya.


Tercium aroma sangat wangi membuat perut Nisa semakin keroncongan, ia semakin tak sabar merasakan masakan Suaminya yang pertama ini.


Dua porsi Spaghetti sudah siap di meja makan, begitu juga dengan minuman nya juga tengah disiapkan oleh Denis, Denis tak mau setengah-setengah dalam melayani permintaan istrinya, ia mau sepenuhnya melakukan itu karena ia ingin membuat istrinya bahagia.


Nisa pun mengulum senyumnya, ia sangat bahagia dengan perjuangan suaminya memasak untuk dirinya.


Nisa pun dengan senang hati berjalan dan duduk dihadapan suaminya, Rasa mualnya perlahan hilang karena Nisa rutin meminum vitamin anti mualnya dari dokter waktu itu.


Nisa dapat merasakan harumnya masakan Suaminya membuat Nisa menjadi tidak sabar ingin mencicipi rasa dari hasil Suaminya di dapur.


Nisa kemudian mengambil garpu, ia lilitkan Spaghetti tersebut dan memasukkan kedalam mulutnya.


Nisa pun mendelik merasakan spaghetti yang sudah berada di dalam mulutnya, kemudian matanya menatap kearah Suaminya yang sedari tadi melihatnya mencoba spaghetti hasil karyanya.


" Yang, bagaimana??, enak atau tidak enak?? ", Denis pun ingin mengetahui hasil masakannya, sewaktu di dapur Denis belum mencicipi nya sama sekali dan ingin istrinya yang merasakan nya nantinya.


Nisa pun masih terdiam membuat Denis pun semakin bingung,


" Lebih baik kamu muntahkan saja yang, Abang yakin pasti masakan Abang nggak enak kan ??, Ayo muntahkan Abang gak ingin kamu keracunan nanti", Denis pun semakin bingung.

__ADS_1


Nisa kemudian menelan spaghetti yang ada di mulutnya dan tiba-tiba ia tersenyum, " Ini enak sekali bang, kamu harus nyoba ",Nisa pun kembali menyi6apkan spaghetti kedalam mulutnya, begitu juga Denis ia sekarang menjadi penasaran dengan rasa dari masakannya yang istri nya bilang sangat enak. Benar yang dikatakan Nisa masakan pertamanya ini sangat enak dan Denis tak percaya itu, benarkah ini masakan nya ??.


Sesudah makanan tadi habis, kini giliran Nisa yang mencuci semua bekas makanan mereka,


" Biar aku aja bang, kamu duduk aja di sana ", Tunjuk Nisa di sofa ruang tamu, meski belum sepenuhnya bisa berdekatan Dengan Suaminya, tapi Nisa masih mengalami mual saat didekat Suaminya.


Denis pun mengiyakan perintah istrinya, Denis juga tak mau sampai istrinya akan memuntahkan kembali makanan yang sudah susah payah ia masak hari ini.


Betapa senangnya hati Nisa hari ini, ngidamnya sudah terpenuhi dan ia sangat senang sekali Suaminya mau menuruti permintaan nya.


" Makasih ya bang sudah mau masak buat aku ", ujar Nisa.


" Iya, kalau kamu ingin sesuatu lagi gak usah takut buat bilang sama Abang ya, Abang senang kok yang terpenting permintaan kamu masih dibatas normal saja ", Ujar Denis.


🌸🌸🌸


Malamnya Fandi dan Alisa sudah sampai di halaman rumahnya, Bi sum yang mengetahui Rafa sudah pulang segera mengambil bayi Rafa dan menidurkannya di kamarnya, Rafa sudah tidak rewel lagi, ia kini tidur bersebalahan dengan Alisa tapi dikamar yang berbeda.


Alisa pun mengikuti Bi sum.yanh membawa Rafa, aliaya ingin memastikan jika putranya benar-benar sudah pulas tidurnya.


Fandi pun segera masuk.kedalm kamarnya, badannya sudah sangat gerah dan ia berniat untuk mengguyur seluruh tubuhnya dengan air shower yang ada di kamar mandinya.


Suara gemericik air membuat Alisa tahu jika Suaminya tengah mandi, terlihat kemeja Fandi yang ia pakai tergeletak di atas ranjangnya, segera Alisa ambil dan memindahkan nya di keranjang pakaian kotor yang ada didalam kamarnya.


Alisa juga merasakan gerah, segera ia lepas kerudung nya dan Menganti pakaian nya dengan daster longgar nya.


Alisa kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menunggu Fandi keluar dari dalam kamar mandi, kemudian Alisa teringat dengan undangan yang diberikan Tania kepada nya, Segera ia bangun dan mencari tasnya dan mengambil undangan tersebut.


" Alisa penasaran dengan kapan diselenggarakan nya pernikahan Tania dengan Niko, Alisa berniat ingin mencari kado spesial untuk Tania dan Niko nantinya.


Fandi pun keluar dari dalam kamar mandi membuat Alisa tersenyum kepada suaminya,


" Kamu gak mandi sayang ??", Tanya Fandi yang terlihat segar dengan rambut basahnya.

__ADS_1


" Iya mas ", Alisa Kemudian memasukkan Kembali undangan tersebut dan berjalan ke dalam kamar mandi.


__ADS_2