
Ghani siang ini sudah bersiap, setelah ia bangun dari tidurnya kemudian ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Ghani kemudian turun dan menuju ke arah dapur, ia ingin minum terlebih dahulu dan kemudian menjemput Ratna sesuai dengan janjinya tadi malam.
"Aden mau makan??", Tanya bibi yang melihat Ghani yang tiba-tiba saja berada di dapur.
"Nggak ni, aku cuma mau minum aja", Ucap Ghani yang kemudian meletakkan gelas nya diatas meja.
"Ya sudah bi, aku mau keluar dulu", Ucap Ghani berpamitan, dan kemudian ia segera keluar dan menuju ke tempat mobilnya yang saat ini sedang terparkir bersama dengan mobil Ghina dan kakaknya Rafa.
Ghani melakukan mobilnya pelan, ia sudah berniat untuk menjemput Ratna sebelum jam makan siang tiba, ia tak mau terjebak macet tentunya, ia ingin sampai terlebih dahulu sebelum Ratna keluar dari dalam kampusnya.
Jalanan cukup lengang, dan Ghani bisa leluasa untuk sedikit menambah kecepatan mobilnya, tak lama setelah itu, Ghani kini sudah sampai di depan kampus tempat calon istrinya itu kuliah, dan Ghani kemudian keluar dari dalam mobil dengan menggunakan kacamata hitamnya dan menunggu Ratna sambil menikmati udara sejuk yang ia tempati saat ini.
Beruntung di depan kampus tersebut terdapat pohon yang cukup besar, jadi itu bisa menjadi tempat favorit Ghani jika menjemput Ratna saat cuaca sangat panas seperti ini.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, terlihat Ratna yang sudah keluar dari dalam kampusnya, Ratna sangat terlihat cantik sekali menurut Ghani, dan dengan penampilannya saat ini menambah kesan anggun yang diperlihatkan Ratna kepada Ghani.
Ratna merasa takjub dengan penampilan seseorang yang saat ini tengah tersenyum kepadanya, kaos berwarna Navy, celana jeans berwarna biru dan dipadupadankan dengan kaca mata berwarna hitam membuat Ghani terlihat sangat tampan sekali.
Ghani kemudian membukakan pintu untuk Ratna, dan Ratna pun tersenyum sambil masuk kedalam mobil calon suaminya tersebut.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil, dan Ghani kemudian melajukan mobilnya dan membawa Ratna menuju ke salah satu area pusat perbelanjaan di kotanya.
"Mau kemana kita mas??", Tanya Ratna, Ghani sama sekali belum memberitahu kemana ia akan membawa Ratna siang ini.
Mereka masuk area mall terbesar dan segera masuk kedalamnya, Ghani langsung membawa Ghina menuju ke toko pakaian pria, Ghani memang ingin membeli sesuatu, Membeli beberapa kemeja dan celana, dan Ghani menginginkan jika Ratna lah yang akan memilih kan kemeja dan celana untuknya.
Ghani terlihat sibuk memilih, tapi kini ia menarik tangan Ratna dan mendekatkan dirinya dengan Ratna.
"Kamu yang pilih ya", Ucap Ghani.
__ADS_1
"Loh, kok aku mas, kamu aja, nanti selera aku gak sama lagi sama kamu, dan kamu nanti pasti gak suka dengan selera aku", Ucap Ratna yang merasa jika dia tidak mempunyai selera yang cukup bagus untuk calon suaminya tersebut.
"Nggak apa-apa sayang, mas suka selera kamu, mulai sekarang kamu harus belajar, memilih pakaian untuk ku", Ratna pun tersenyum dan akhirnya ia lah yang kemudian memilih beberapa kemeja dan celana untuk Ghani.
Satu jam kemudian akhirnya semua barang belanjaan Ghani sudah ada di kedua tangannya, Ghani sempat mengajak Ratna ke toko pakaian wanita untuk membelikan Ratna pakaian, tapi Ratna menolak, ia belum sah menjadi istri Ghani jadi ia tidak mau jika di belikan barang-barang oleh Ghani.
Keduanya kini sudah berada di area food court, keduanya kini sudah kelaparan, dan merek saat ini tengah menyantap makan siang mereka yang sedikit tertunda tadi.
Ghani terlihat memandang wajah Ratna saat ini, wajah yang membuat ia sangat jatuh cinta kepada pemiliknya,
Ratna pun menyadari, wajahnya saat ini di perhatikan terus menerus oleh Ghani, membuat Ratna menjadi salah tingkah pastinya.
"Mas jangan memandangku seperti itu, aku malu", Ratna memalingkan wajahnya, ia begitu sangat malu saat ini.
"Iya, aku tidak akan memandang mu terus menerus, tapi jika nanti aku sudah resmi menjadi suami kami, kaki tidak boleh sampai berpaling jika mas sedang menatap mu seperti ini", Ratna kemudian mengangguk, tak mungkin juga jika sudah menjadi suami istri Ratna akan bersikap seperti itu, yang pasti Ratna akan memperbolehkan lebih dari itu, bahkan Ratna akan menyerahkan hidupnya kepada dokter ini.
__ADS_1
Tak lama setelah itu keduanya sudah selesai, dan mereka memutuskan untuk segera pulang, Ghani akan mengantar Ratna menuju ke rumahnya dahulu, mau mengajak ke rumahnya juga tak mungkin, disana tidak ada orang sama sekali, takut terjadi sesuatu tidak diinginkan, Selama akal sehat Ghani masih berfungsi Ghani tidak akan bertindak berlebihan kepada Ratna, Ghani tidak mau Ratna menjadi takut kepadanya, dan akan ada saatnya, dimana mereka sudah terikat menjadi sepasang suami dan istri nantinya.