Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
108


__ADS_3

Acara aqiqah pun sudah tiba,kini Fandi dan Alisa terlihat sedang bersiap-siap untuk menyambut tamu-tamu mereka yang akan datang kerumahnya.


Mulai dari para tetangga dan anak-anak yatim yang khusus diundang oleh Fandi.


Alisa terlihat bahagia saat melihat proses pemotongan rambut Rafa , Rafa di gendong oleh Papa Ardi dan diikuti oleh Fandi dari belakang yang membawa peralatan untuk acara tersebut.


Acara pun semakin khidmat saat ustad kini tengah mendoakan Rafa agar menjadi putra yang Sholeh dan berbakti kepada orang tua, agama dan negara.


Fandi berulang kali mencium Pipi putra nya yang tengah tertidur pulas di gendongannya, setelah sekian lama menggendong akhirnya Papa Ardi menyerahkan Rafa kepada Fandi.


Fandi kemudian menyerahkan Rafa ke gendongan Papa Dimas karena Fandi masih akan menyelami anak-anak yatim yang akan segera pulang.


Mama Mira kini tengah sibuk di dapur bersama dengan Bi Jum.


Alisa dan Fandi sudah berdiri berjajar dan langsung disalami oleh beberapa anak yatim yang diundang, tak lupa juga bingkisan untuk diberikan kepada anak yatim tersebut.


" Terimakasih sudah datang ya ", Ucap Alisa sambil mengusap lembut kepala anak yatim tersebut.


Setelah acara selesai keluarga semua nya berkumpul di ruang keluarga dengan bersama-sama.


Baby Rafa terlihat sudah tertidur dari Tandi digendongan Papa Dimas.


" Sini pah, biar Alisa yang gendong, pasti papa sudah capek karena dari tadi gendong Rafa ", Ujar Alisa.


Papa Dimas pun segera menyerahkan Rafa kepada menantunya tersebut, " Mah ini sudah malam, sebaiknya kita segera pulang ", Ujar Papa Dimas.


Papa Dimas terus memperhatikan arlojinya dan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


" Iya Pah, Mama juga sudah capek ", Ujar Mama Mira.


" Kalian sudah capek ??", Tanya kakek Bagas yang sedari tadi duduk di sofa paling ujung.


Papa Dimas pun hanya tersenyum,


" Kalau gitu kakek juga mau pulang dulu, kakek juga sudah lelah, mungkin karena faktor usia ", Ujar kakek Bagas.


Mereka pun akhirnya pulang kerumah masing-masing, Alisa dan Fandi juga tengah bersiap untuk segera istirahat.


" Besok mas sudah mulai ke Resto ??", Tanya Alisa.


" Iya sayang, tapi siangnya mas akan datang kekantor Papa ", Ujar Fandi.


" Tumben Papa nyuruh mas buat kekantor ", Ujar Alisa.


" Mas juga kurang tahu sayang, Katanya ada yang ingin dibicarakan ",Ujar Fandi.

__ADS_1


Malam harinya sekitar pukul satu malam tiba-tiba Rafa terbangun dan menangis, Alisa yang mendengarnya langsung saja menggendong Rafa dan langsung menyusuinya.


" Rafa haus ya sayang??", Ujar Alisa sambil mengelus pipi Rafa.


Berat badan Rafa juga sudah bertambah membuat Pipi Rafa terlihat chubby sehingga orang yang melihat Rafa merasa gemas terhadap bayi tersebut.


Fandi yang melihat istrinya bangun juga ikut menemani, Fandi terlihat menjaga istrinya agar istrinya tak tertidur saat menyusui Rafa.


" Sudah selesai sayang ??", Tanya Fandi saat melihat Rafa sudah melepas mulutnya dari pay*dar* Mommy nya.


" Sudah mas ", jawab Alisa sambil menidurkan kembali Rafa kedalam box bayi nya.


Pagi harinya setelah memandikan Rafa Alisa Segera menyerahkan Rafa kepada Bi Jum karena Alisa harus menyiapkan perlengkapan Fandi untuk berangkat ke Resto.


Fandi kemudian mengecup kening Alisa saat Alisa sedang memasangkan dasi di kerah lehernya.


" Mommy nya Rafa semakin hari semakin cantik ya ", Ujar Fandi merayu Istrinya.


" Iya dong Daddy, Mommy kan emang sudah cantik, apalagi Daddy nya Rafa juga tambah ganteng sekarang ", Ujar Alisa berbalik merayu Fandi.


Setelah selesai memasang kan dasi, Alisa dan Fandi segera turun untuk sarapan, Alisa juga kini tengah mencari keberadaan Rafa dan Bi Jum di depan rumah.


" Bi sini Rafa nya, Bibi pasti sudah capek gendong Rafa ", Ujar Alisa.


" Nggak kok Non, bibi sangat senang sekali bisa gendong Rafa ", Ujar Bibi sambil menyerahkan Rafa kepada Alisa.


" Mas habiskan dulu sarapannya, nanti baru cium Rafa nya ", Ujar Alisa.


" Iya Sayang " Ujar Fandi mengunyah sarapannya kembali.


Setelah Fandi selesai, kini giliran Fandi yang menggendong Rafa dan mengajaknya ke halaman rumah, sedangkan Alisa bergantian untuk sarapan.


Fandi sudah berada di dalam ruangannya dan sedang sibuk dengan berbagai berkas yang ada di mejanya,


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari luar ruangan Fandi.


" Masuk ", Ujar Fandi mengintruksikan dari dalam ruangannya.


Dina yang sudah berada dibalik pintu tersebut segera masuk kedalam ruangan bosnya tersebut.


" Permisi pak ", Ujar Dina kepada Fandi.


" Silahkan duduk Din, ada apa??", Tanya Fandi.


" Saya nanti mau jenguk Alisa pak, apakah boleh??", Tanya Dina meminta izin.

__ADS_1


Dina merupakan sahabat dekat Alisa saat berada diresto tentu saja dengan senang hati Fandi mempersilahkan Dina untuk datang kerumahnya.


" Silahkan Din, istri saya pasti akan senang jika kamu datang ", Ujar Fandi tersenyum.


" Terimakasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu ", Ujar Dina berpamitan.


Terlihat senyum Dina saat keluar dari ruangan bosnya tersebut.


" Bagaimana Din, Apa kita boleh kerumah pak Fandi??", Tanya Dewi yang juga akan ikut dengan Dina.


" Iya mbk, boleh sama pak Fandi, Pak Fandi baik ya mbk, pantas saja Alisa sangat bahagia", Ujar Dina.


Saat jam kerja mereka sudah selesai, Dina dan Dewi langsung saja keluar dari resto dan pergi menuju ke rumah Alisa.


Tapi sebelum itu mereka mampir duku ke sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi untuk dibawa berkunjung ke rumah Alisa.


Setengah jam kemudian mereka sudah mendapatkan apa yang ia bawa untuk di berikan kepada baby Rafa, Dengan menaiki taksi online mereka berdua kini tengah menuju kerumah bosnya tersebut.


Dina dan dewi sudah berada didepan gerbang besar rumah Alisa, Dina dan Dewi tampak takjub dengan kemegahan rumah tersebut.


" Tak jauh beda dengan rumah Alisa yang dulu ", Gumam Dina.


" Maksud kamu apa Din??", Tanya Dewi yang masih belum mengetahui Alisa yang sebenarnya.


" Rumah Alisa kan jauh lebih besar dari ini mbak ", Ucap Dina.


Dina melihat kebingungan dari wajah Dewi.


" Jangan bilang mbak Dewi ketinggalan berita", Ujar Dina.


" beneran Din aku gak tau apa-apa ", Ujar Dewi.


" Ya sudah kapan-kapan aja aku cerita, lebih baik kita segera masuk kedalam ", Ujar Dina.


Dina dan Dewi kemudian langsung masuk kedalam setelah mendapat izin dari Pak Udin terlebih dahulu.


Bi Jum yang mendengar bel berbunyi langsung saja berjalan untuk membukakan pintu depan.


" Assalamualaikum Bi ", Ucap keduanya.


" Waalaikum salam, Cari siapa ya ??", Tanya Bibi yang belum pernah melihat kedua wanita Tersebut.


" Saya teman Alisa di Resto bi, Saya Dina dan ini Dewi ", Ucap Dina memperkenalkan diri.


" Oh temanya Non Alisa, silahkan masuk non", Ujar bibi mempersilakan.

__ADS_1


" Terimakasih Bi, ", Jawab mereka bersamaan.


Kemudian mereka segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Bibi kini berjalan untuk menemui Alisa yang sedang berada dikamar.


__ADS_2