
Siang harinya, Ratna sebenarnya memilih langsung pulang, tapi ajakan dari Rio tidak dapat ia tolak, Rio tahu jika Ratna saat ini sedang memikirkan sesuatu, dan itu membuat Rio mempunyai rencana untuk mengajak Ratna pergi untuk sekedar keluar berdua bersamanya.
"Nanti jangan lama-lama ya, Lo tau kan tugas kuliah kita banyak", ujar Ratna, Rio pun mengangguk, Ratna mau pergi dengannya saja membuat Rio terlihat sangat bahagia.
"Ya udah ayo kita pergi, oh ya tumben Lo gak bawa mobil??", Tanya Rio, setahu Rio Ratna sama sekali tidak pernah diantar orang tuanya, ia lebih memilih untuk menggunakan mobil nya sendiri.
"Lagi males aja, tadi aku ikut Mama ku", Jawab Ratna singkat, dan saat ini Rio kini sudah memasangkan helm di kepalanya.
Kini mereka sudah pergi meninggalkan area kampus, pergi menyusuri panasnya jalanan kota tersebut, Ratna pun hanya diam saja, ia tak pernah sebelumnya di bonceng motor sebelumnya.
"Rat, Lo kok kaku banget sih, pegangan dong, nanti kalau Lo jatuh gue gak tanggung jawab", Dengan sedikit malas akhirnya Ratna pun memeluk perut Rio, dan Rio pun merasa senang, sudah lama Rio menginginkan hal seperti ini, dan hari ini pun ia bisa mewujudkannya.
Ghani saat ini juga tengah keluar bersama Ghina, Ghani sudah janjian dulu sama Ghina jika jam istirahat nya nanti ia akan mengajak Ghina pergi untuk mencari kado buat kakaknya nanti, ia sengaja memilih waktu siang hari karena kalau malam pastinya kakaknya itu akan kepo, selalu ingin tahu kemana mereka akan pergi.
Motor Rio kemudian menyalip sebuah mobil, mobil yang di tumpangi oleh Ghani tentunya.
Tak lama setelah itu, mereka sudah tiba di area basemen mall tersebut, dan disusul dari belakang yaitu Ghani dan Ghina, Ratna pun menoleh, merasa kenal dengan mobil itu tapi kini tangannya sudah ditarik oleh Rio dan kemudian Ratna sudah berjalan masuk menuju ke dalam mall tersebut.
Ratna masih saja celingukan, mencari si pemilik mobil yang menurutnya tak asing, tak lama setelah itu terlihatlah sang pemilik mobil, benar saja Ghani sedang berada di dalam mall tersebut bersama dengan seorang wanita, dan Ratna pun menduga kalau ia adalah calon istrinya Ghani.
Hatinya kembali panas, ia merasa sakit hati, ingin menemui nya pun tak mungkin, menyebut ia selingkuh pun tak mungkin karena ia cuma pacar pura-pura nya saja, dan ia juga tak mau menemui nya, Ratna tidak mau jika nantinya ia akan di cap pelakor oleh calon istri dari dokter tersebut.
Hatinya terasa sesak, air matanya ingin sekali tumpah, tapi Ratna tahan, ia tak mau jika Rio semakin mengintimidasi dirinya saat ini.
Langkah kaki Ratna sedikit pelan, membuat ia harus tertinggal jauh dari Rio, Rio pun akhirnya menoleh, mencari Ratna yang tak ada di belakang atau sampingnya, dan benar Ternyata Ratna berada jauh dibelakang nya, ia tengah melamun saat ini, Rio pun akhirnya menyusul, dan meraih tangan Ratna.
"Lo kok lama banget jalannya, udah kayak keong aja, kalau sampai gue gak tau tadi mungkin Lo akan hilang", Ratna pun masih tidak menjawab membuat Rio pun semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi kepada Ratna.
Dibelakang mereka kini Ghani juga sedang berjalan mendekat ke arah mereka, Ghani pun juga begitu, ia merasa jika ia mengenal perempuan yang ada di depannya, lebih tepatnya hafal dengan ciri-ciri wanita Yang ada didepannya.
__ADS_1
"Bukannya itu Ratna??, dia sama siapa??", Tanya Ghani dalam hatinya yang merasa mengenal Ratna yang benar-benar ada di depannya.
Pandangan Ghani masih tertuju ke depan, memperhatikan wanita yang ada di depannya, wanita yang kini sedang bersama dengan seorang laki-laki.
"Elo lagi lihat apa sih, dari tadi gak kedip mata Lo", ucap Ghina kepada Ghani, Ghina juga ikut melihat kearah mana mata Ghani sekarang, dan pandangan mata Ghina tertuju pada Sepasang laki-laki dan perempuan yang tepat berada di depannya.
Tangan Ghani tiba-tiba saja mengepal, ia kesal melihat Ratna lah yang ada di depannya itu dan saat ini sedang bersama dengan seorang laki-laki, Rasanya Ghani ingin menemui Ratna dan mencari tahu siapa dia, dan ada hubungan apa dia dengan laki-laki itu.
Ghani pun sudah ingin melangkah kakinya cepat, tapi tangan Ghina sudah meraih tangan Ghani untuk berbelok menuju ke salah satu pakaian khusus wanita, Ghina sudah merencanakan apa yang akan ia beli ,dan kini Ghina sudah berada di tepat itu.
"Kita ngapain sih masuk sini, sakit mata gue lihat kayak beginian", ucap Ghani kesal, ia kini sudah kehilangan jejak Ratna dan Ia kini berada di dalam toko pakaian dalam khusus wanita.
"Katanya Lo mau kasih kado buat kak Rafa, ya disini tempatnya", Ghina kemudian meninggalkan Ghani, dan Ghina pun segera memilih jadi yang akan ia berikan kepada kakak nya.
"Lo aja yang beli kayak ginian, gue mau cari yang lain aja, Geli gue lihatnya", Ghani kemudian keluar dan meninggalkan Ghina yang masih sibuk memilih.
"Jangan lama-lama kak", ucap Ghina kepada Ghani, tapi sepertinya ucapannya tak didengar oleh Ghani, kini Ghani sudah menghilang dan entah kemana ia pergi saat ini.
Ratna terlihat sedang sendirian, ia menunggu Rio yang sedang memesan tiket, ia duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari tempat itu, Ghani pun segera menemui Ratna dan ingin tahu apa yang ia lakukan bersama dengan laki-laki itu.
Tangan Ratna pun seketika di raih oleh Ghani, Ghani membawa Ratna menuju ke tempat yang sedikit sepi, ia ingin berbicara kepada Ratna, lebih tepatnya meminta penjelasan atas semua yang ia lihat tadi, bukannya tadi malam mereka pergi bersama, dan kini ia melihat Ratna yang sedang berjalan bersama dengan laki-laki lain.
"Sedang apa kamu disini??", tanya Ghani dengan nada bicara dingin seperti saat ia pertama kali ia bertemu.
"Aku sedang jalan-jalan saja,kenapa??, ada yang salah??", Jawab Ratna, ia juga kaget dengan kedatangan dan perlakuan Ghani saat ini, dan Ratna pun juga kesal kepada Ghani.
"Kenapa tak memberitahu ku dulu, aku kan...", Ucapan Ghani terhenti saat Ratna meneruskan ucapannya.
"Kita kan cuma pacar pura-pura saja mas, jadi untuk memberitahu mu itu nggak perlu", ucap Ratna dengan nada tingginya.
__ADS_1
Rio yang sedari tadi mencari Ratna kini mengetahui apa yang sedang dibicarakan Ratna dengan laki-laki yang umurnya bisa dikatakan lebih tua darinya, dari penampilan nya saja bisa dikatakan ia sudah bekerja dan pastinya sudah mapan.
"Pacar pura-pura??", Ucap Rio yang membuat Ratna dan Ghani pun menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Mata Ratna terbelalak, ia tak menyangka jika Rio akan mengetahui semuanya secepat ini.
"Rio, Lo dengar semuanya??", tanya Ratna, Rio pun mendadak menjadi diam, Rio tak menyangka jika Ratna akan mempunyai hubungan seperti ini dengan orang yang lebih tua dari nya.
"Sudah mas, aku rasa hubungan pura-pura kita enggak perlu di Terusin lagi, aku tidak mau di cap sebagai perebut suami orang",Ucap Ratna yang kemudian pergi sambil meraih tangan Rio untuk menjauh dari Ghani.
Ghani pun masih terdiam, ia mulai mencerna kata-kata Ratna jika ia tak mau di cap sebagai perebut suami orang, suami siapa??, Ghani pun tak mengerti dengan apa yang di Ucapkan Ratna.
Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, dan dapat dilihat jika Ghina sedang menelfon nya, "pastinya Ghina saat ini sedang mencari ku, lebih baik aku segera kesana", Gumam Ghani tanpa menjawab telfon Tersebut dan kemudian pergi dari tempat ini.
Ratna pun kini sudah tidak dapat membendung air matanya, ternyata Ratna sudah jatuh cinta kepada Ghani, tapi nampaknya cinta nya ini salah, ia jatuh cinta kepada calon suami orang.
Rio pun tak tega melihat kesedihan Ratna, ia kemudian mengajak Ratna ke area food court untuk menenangkan Ratna terlebih dahulu.
"Sekarang kamu cerita sama aku, siap dia dan apa hubungan kamu dengan nya", Rio tidak menyebut dirinya dengan seperti biasa, ia merubahnya menjadi aku dan kamu.
Ratna kemudian mendongak, ia kemudian meminum minuman yang sedari tadi Rio bawa untuk di bawa menuju ke dalam bioskop.
"Itu dokter yang menangani ayahku, kami bertemu disana, dan sampai akhirnya kami mempunyai hubungan pura-pura dengannya", ucap Ratna, Ratna tak menceritakan secara detail hubungan dan pertemuan nya dengan Ghani.
Rio pun mengusap wajahnya kasar, ia tak menyangka jika Ratna akan terjerat dalam hubungan seperti ini.
"Jadi apa kamu saat ini mencintai nya??", tanya Rio, Ratna pun mengangguk, dan itu membuat Rio semakin frustasi.
Rio juga Sebenarnya memendam perasaan kepada Ratna, tapi untuk mengungkapkan nya Rio tak bisa, ia tak mau merusak hubungan persahabatan yang ia jalin bersama dengan Ratna sejak SMA.
__ADS_1
"Terus sekarang gimana??, apa perlu aku temui laki-laki itu dan menceritakan sebenarnya??", tanya Rio lagi, kepala Ratna pun menggeleng ia tak mau hal itu sampai terjadi, ia tak mau di sebut sebagai pelakor.
"Jangan, dia mau menikah, aku tidak mau merusak hari pernikahannya'', Wajah Rio pun semakin kaget, tak sangka jika laki-laki tadi akan menikah dan membiarkan Ratna memendam perasaannya sendiri.