
Dengan banyak rayuan dari Ghina akhirnya Ghani pun bersedia untuk ikut makan malam bersama dengan keluarga besarnya, awalnya Ghani menolak ia ingin menyendiri terlebih dahulu dan dia bilang dia tidak lapar, Ghina terus saja membujuk Kakak kembarnya dan akhirnya Ghani pun menyerah ia kemudian mengikuti Ghina turun ke bawah dan dengan masih memakai baju koko nya dan lengkap dengan sarung yang masih menempel di badannya, Semua mata pun terlihat menatap Ghani tidak biasanya Ghani masih memakai pakaian lengkapnya sehabis Sholat, biasanya Ia sudah pakai celana pendek dan kaos yang biasa ia pakai.Ghani kemudian duduk tepat disebelah Ghina dan makan malam pun sudah dimulai.
Setengah jam kemudian, setelah makan malam selesai Ghani kembali ke kamarnya dan belum sampai Ghani melangkahkan kakinya Alisa sudah memanggil dirinya dan berniat untuk berbicara dengan putranya itu, "Kamu mau kemana Sayang??, tunggu sebentar Mommy mau bicara denganmu", ucap Alisa, dan Ghina yang melihat Mommy nya ingin berbicara dengan Ghani, ia kemudian Seketika pergi dan tak kau ikut campur dan memilih untuk pergi ke kamarnya.
Mungkin benar, Ghani sedang ada masalah jadi Ghina tidak mau ikut campur urusan pribadi Kakak kembarnya itu, Ghani duduk tepat di sebelah Alisa dan Fandi, Ghani masih memasang wajah sedihnya ia tak tahu harus bagaimana Apakah ia akan bercerita kepada Mommy nya atau Ia pendam sendiri, tapi rasanya jika harus memendam sendiri itu tidak mungkin, Ghani ingin meminta pendapat kepada Mommy nya apa yang harus ia lakukan dengan masalahnya ini, "Sekarang ceritakan semuanya kepada Mommy, Mommy ingin tahu apa yang sedang terjadi, enggak biasanya kamu memasang wajah yang seperti ini, Mommy tahu kamu pasti sedang ada masalah dan Mommy ingin tahu", ucap Alisa bukan bermaksud Alisa ingin mencampuri urusan anaknya Tapi Alisa ingin sekedar tahu apa masalahnya dan Mungkin ia bisa membantu jika Ghani mau bercerita kepadanya.
Ghani pun menghembuskan nafasnya kasar, benar kata Mommy nya ia harus bercerita kepada Mommy nya tentang semua ini tentang apa yang dialami siang tadi dan berakibat ia putus dengan Ratna, Dan masalah ia putus dengan Ratna itu semua kesalahan Ghani.
Alisa pun kemudian menatap mata putranya, kenapa bisa putranya itu bisa sampai putus dengan Putri sahabatnya itu, masalah apa yang membuat mereka putus dan Alisa pun masih belum tahu dan Ghani pun masih belum bercerita tuntas tentang masalah apa yang saat ini sedang ia hadapi.
"Memangnya Apa Masalahnya ??", tanya Alisa kepada Ghani, Dan Ghani pun masih terdiam ia masih memikirkan sesuatu Bagaimana cara ia memulai untuk berbicara kepada Mommy nya
"Tadi siang tanpa disangka Meisya datang ke ruangan Ghani dan menangis mengemis cinta kepada ku Mom, aku menolak Mom, aku memang nggak suka sama Mesya.
Meisya itu sudah Ghani anggap sebagai adik sendiri dan Mesya masih tetap terus mengejar Ghani", Ucap Ghani menjelaskan.
"Kemudian tanpa Ghani sadariRatna pun datang dan Ghani juga lupa jika Ghani sudah berjanji akan menjemput Ratna di kampusnya",
Terus??", tanya Alisa lagi, "Meisya tadi hampir jatuh Mom terus Ghani menangkapnya, dan tepat saat itu Ratna pun datang dan Ratna langsungsalahpaham dan memutuskan Ghani secara sepihak", curhat Ghani kepada Mommy nya.
__ADS_1
Telinga Fandi pun mendengarkan omongan dari putranya dan matanya kini masih menatap ke layar laptopnya yang sedari tadi ia pegang.
"Jadi ceritanya Ratna lagi salah paham dan berujung kamu yang Patah hati,??" tanya Fandi kepada putranya. "Iya Dad, ternyata patah hati itu sakit banget",ucap Ghani kepada Daddy nya.
"Kamu mau Daddy bantu??", tanya Daddy nya.
"Nggak Perlu Dad, Ghani akan menyelesaikan masalah ini sendiri dan mencoba menjelaskan semuanya kepada Ratna", ucap dan Ghsni dan kemudian berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk kembali ke kamarnya,niatnya saat ini untuk menelpon Ratna dan menjelaskan semuanya kepada Ratna.
Di tempat lain, Ratna juga sedang bersedih, dia masih belum sama sekali menyentuh makanan yang ada di mejanya, Dina yang melihat pun jadi merasa sedih, kenapa putrinya sampai seperti ini, Dina terus membujuk Ratna agar ia memakan makan malamnya, tapi itu sia-sia, Ratna masih belum bisa membuka mulutnya untuk memakan makan malamnya yang sudah ia siapkan sedari tadi.
Mesya saat ini tengah berguling-guling senang karena telah berhasil membuat Ratna dan Gbani putus, rencananya kali ini berjalan lancar sekali, tak perlu mengerahkan seluruh tenaganya Ratna dan Ghani akhirnya bisa putus dengan sendirinya.
Melly yang melihat putrinya begitu senang, menjadi penasaran dengan apa yang membuat putrinya itu terlihat bahagia, kemudian Melly menghampiri putrinya dan menanyakan itu semua.
Mesya pun kembali tersenyum dan kemudian ia memeluk mamanya,
"Hari ini aku seneng banget mah, akhirnya apa yang aku inginkan itu terjadi", ucap Meisya.
"Maksud kamu apa Sayang, apa yang buat kamu senang?? tanya Melly penasaran.
__ADS_1
"Kak Ghani putus dengan pacarnya dan aku sangat senang", ucap Mesya.
Melly pun seketika kaget, dan Melly tahu pasti itu adalah ulah putrinya.
"Apa yang sudah kamu lakukan?? pasti ini semua karena kamu??", Tanya Melly, Melly pun tak habis pikir kenapa putrinya sampai seperti ini, dan Melly pun tak pernah mengajarkan putrinya untuk merebut kekasih orang lain selama ini.
"Aku nggak ngapa-ngapain kok mah, ya emang mereka putus aja, cuma gara-gara Kak Ghani meluk aku sih, gara-gara aku mau jatuh", Ucap Mesya tertawa dan tanpa rasa bersalah.
"Mama nggak percaya sama kamu Sayang, pasti semua itulah kamu nggak mungkin Ghani dan pacarnya putus kalau gak ada sebab", Ucap Melly lagi.
"Mama nggak percaya sama Meisya, Mesya tuh ngomong apa adanya mah, emang udah udah putus dan mungkin sebentar lagi aku yang jadi pacarnya kak Ghani, mama lihat aja", ucap Mesya percaya diri.
Melly kemudian keluar dari kamar putrinya dan ia segera menemui suaminya Anton yang saat ini sedang berada didalam ruang kerjanya, Anton sudah punya usaha sendiri dan sudah tidak bekerja lagi di Wiratama Corp, Ia sudah keluar sejak beberapa tahun yang lalu dan kini mendirikan usahanya sendiri.
Melly kemudian mencari Anton yang kini tengah berada di ruang kerjanya yang saat ini masih memonitoring karyawannya lewat camera CCTV yang sudah terpasang di Beberapa super market miliknya, Anton memiliki usaha supermarket dan sudah mempunyai tiga cabang dan itu semua hasil dari jerih payahnya sendiri dan tak mengandalkan orang lain, Anton sudah banyak berubah semenjak ia bekerja di Wiratama Corp, Anton sudah bisa menghargai uang dan Ia sudah tahu betapa sulitnya ia mencari uang untuk kebutuhannya sendiri.
Melly pun membuka pintu ruang kerja suaminya dan Anton pun mendongak menatap Melly yang baru masuk.
"Pa ada yang Mama ingin bicarakan, ini penting Pah ini soal Mesya", ucap Melly.
__ADS_1
Melly kemudian duduk di sofa dan Anton pun langsung menghampiri Melly, Melly kemudian menceritakan semuanya, menceritakan apa yang telah dilakukan oleh putrinya kepada anak dari Alisa. Anton pun menjadi sangat marah ia ingin sekali memberi nasihat kepada putrinya itu agar tidak mencampuri hubungan orang lain dan menjadi perusak hubungan orang lain.
Biar Papa yang akan menasehati Mesya,Mama tunggu di sini", Anton kemudian pergi ke kamar Mesya dan ingin bicara kepada putrinya tersebut.