Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Ruangan rahasia


__ADS_3

Hari ini, saat jam makan siang Fandi kini sudah berada di depan kantor istrinya, ia sudah membuat janji dengan dokter Tamara hari ini, awalnya Fandi membuat janji pada pukul 9 tadi, tapi mendadak ia harus memimpin rapat direksi kantornya sehingga ia harus mau tak mau mengubah janji nya tersebut.


Fandi langsung saja melangkah kan kakinya menuju ke tempat ruangan istrinya yang berada di lantai 15, Senyum Fandi tak dapat ia sembunyikan ketika ia berpapasan dengan para karyawan istrinya yang juga tengah berjalan ke sana kemari .


" Selamat siang pak ", Banyak para karyawan yang menyapa Suami dari bosnya tersebut, dan Fandi pun hanya menebar senyumannya sedari tadi.


Fandi dengan cepat melenggang pergi, ia kemudian memasuki lift untuk sampai di ruangan istrinya.


Di dalam ruangannya Alisa sudah bersiap setelah beberapa menit yang lalu Suaminya mengabari jika ia sudah sampai dan akan naik ke lantai 15 untuk menemui dirinya, Alisa sudah siap, ia juga sudah memoleskan sedikit makeup nya lagi untuk menyambut Suaminya, ia tak mau terlihat kusut ketika suaminya datang, yang Alisa mau ia akan terlihat cantik Dimata suaminya.


Tak lama kemudian pintu pun terbuka, benar saja yang masuk kedalam ruangan itu adalah Fandi, Fandi sudah sampai, ia kemudian menutup pintu dan masuk kedalam ruangan istrinya.


Alisa menyambut Suaminya dengan senyum yang lebar, Alisa merasa bahagia bisa melihat suaminya sekarang, mungkin Alisa akan selalu rindu dengan Suaminya mulai saat ia hamil yang kedua ini.


Alisa tiba-tiba langsung memeluk suaminya, tak lupa ia juga mengecup bibir Suaminya, Fandi pun mendelik, tak biasanya Alisa akan seagresif ini, Dan biasanya juga jika Fandi yang melakukannya terlebih dahulu pastinya Alisa akan marah dan terus mengomel, tapi ini tidak dan Fandi pun menyambutnya dengan senang hati tentunya.


Alisa pun melepas pelukannya, ia kemudian segera menarik lengan Suaminya agar mengikuti dirinya.


Fandi pun mengikuti langkah istrinya, dan kemana istrinya akan menyeret dia kali ini.


Pagi tadi Alisa baru saja melihat apa yang tak pernah ia lihat di ruangan nya, sebuah ruangan yang ada di balik lemari buku yang bersandar di balik tembok ternyata menyimpan sebuah ruang rahasia disana, Dan pagi tadi Alisa pun memaksa dirinya untuk masuk, meskipun sempat diliputi rasa takut tapi Alisa tetao memberanikan dirinya.


Alisa mengambil beberapa buku, dan ada tombol kecil disana, Fandi pun hanya terdiam melihat apa yang dilakukan oleh istrinya saat ini, Penasaran??, Tentu saja Fandi penasaran dengan tingkah istrinya.


Alisa menekan tombol tersebut dan tiba-tiba lemari buku tersebut akhirnya tergeser dan menampakkan sebuah pintu disana.


" Sayang, ini apa ??", Fandi pun bertanya, ia juga baru mengetahui jika ada ruangan rahasia disana.


Bahkan ia sering berbicara dengan Papa mertuanya, tapi papa Ardi sama sekali tidak pernah memberitahu kan tentang kamar ini.

__ADS_1


Fandi dan Alisa pun masuk, ia buka pintu tersebut yang nyatanya tidak terkunci sama sekali, Fandi membuat ruangan itu dengan pelan, bulu kuduknya sempat berdiri tapi ia mencoba memberanikan dirinya, ia tak mau di cap penakut oleh istrinya.


Alisa yang melihat ekspresi Suaminya sengaja menahan senyumannya, ia sudah tau isi ruangan tersebut, sejak pagi tadi Alisa mengetahuinya ia segera menghubungi papanya untuk menanyakan apa isi sebenarnya ruangan tersebut.


Pintu pun terbuka, Alisa segera mendorong tubuh suaminya, Fandi pun kaget, ia kemudian melangkahkan kakinya pelan, Ruangan itu sangat gelap, sebenarnya ada jendela di ruangan itu, tapi itu masih tertutup tirai yang berwarna gelap,


Tangan Fandi pun meraba, ia mencari saklar lampu untuk ia hidupkan.


Lampu pun sudah hidup, betapa terkejutnya Fandi jika didalam ruangan tersebut ada sebuah kamar yang sudah lengkap dengan Ranjang dan juga ada kamar mandi khusu didalamnya, Di sana juga sebuah lemari yang cukup besar tapi tak membuat ruangan itu terlihat kecil.


" Sejak kapan ruangan ini ada sayang, tempatnya bersih, dan sepertinya setiap hari ada orang yang membersihkan nya ",


Fandi kemudian berjalan, ia duduk di tepi ranjang tersebut.


" Kamar ini sudah lama mas, aku tau dari papa pagi tadi, dan ini dulu ditempati oleh Mama jika Mama sedang berkunjung ke sini ", Ujar Alisa.


Fandi pun tersenyum, senyum nakalnya pun sudah terlihat nyata diwajahnya.


Fandi kemudian duduk di tepi ranjang tersebut, dan ia juga menarik istrinya pelan agar ia duduk dipangkuan nya.


" Mas ??", Alisa pun kaget dan kini wajahnya tepat di dekat wajah Suaminya, Nafas Fandi pun terasa di wajah istrinya, Dan Alisa pun menikmati itu.


Fandi pun mengecup bibir Istrinya,


" Kamu sudah mengunci pintunya kan ??", Fandi pun mulai mengedipkan matanya nakal.


" Kamu mau apa mas??",


Fandi kini sudah akan melepas kancing blazer istrinya.

__ADS_1


" Mas kita mau ke dokter ", Alisa pun mengingatkan suaminya dan Fandi pun seketika berhenti.


Fandi pun teringat jika ia sudah membuat janji dengan dokter Tamara.


" Mas lupa sayang ", tangan Fandi kini mulai mengancingkan kembali blazer istrinya.


" Kita berangkat sekarang sayang, kita hampir saja telat, dokter Tamara pasti sudah menunggu kita ", Fandi kemudian merapikan bajunya dan langsung melenggang keluar dari dalam kamar tersebut.


Pintu kembali tertutup dan lemari tersebut juga bergeser kembali untuk menutupi pintu tersebut.


Alisa segera mengambil tasnya, tapi sebelum itu ia memperbaiki dulu penampilannya karena sudah hampir berantakan karena ulah dari Suaminya.


Mereka keluar dari ruangan itu, Shinta sempat heran kenapa pasangan itu sedari tadi tak kunjung keluar, Shinta sudah hampir lima kali mengetuk pintu ruangan Alisa, Namun tak ada sahutan sama sekali.


Fandi dan Alisa pun keluar, mereka hanya menampakkan senyum mereka kepada Shinta, dan Shinta pun juga lupa jika ada hal penting yang harus ia berikan kepada Alisa.


Shinta pun tiba-tiba teringat, tapi Alisa sudah menghilang dari balik pintu lift tersebut dan akhirnya Shinta pun mengurungkan niatnya,


" Kenapa aku bisa lupa ya ??", Gumam Shinta.


Beberapa menit kemudian Alisa fan Fandi keluar dari lift dan segera pergi menuju ke basemen untuk mengambil mobilnya,


keduanya pun sudah masuk, Fandi kemudian memasangkan safety belt ke badan Istrinya tak lupa ia juga mendaratkan satu kecupan lagi,


" Nanti malam jangan lupa sayang ", Fandi pun mengedipkan matanya.


" Kita ke dokter dulu mas, nanti kita lihat apa kata dokter ", Perkataan Alisa seakan mematahkan harapan Fandi.


Dan dengan terpaksa Fandi menurut perkataan istrinya karena tak mau menyakiti calon anaknya yang baru saja tumbuh didalam rahim Istrinya.

__ADS_1


__ADS_2