
Tak ada maksud dari semua itu, yang pasti orang yang mengambil foto tersebut ingin menjatuhkan Ghina dihadapan Zian dan ibu Presdir ini, Della merupakan salah satu karyawan divisi lain, tapi Della diam-diam sudah mengetahui gerak gerik yang selama ini diperlihatkan oleh Zian dan Ghina, Della tahu jika Ghina dan Zian pasti mempunyai suatu Hubungan.
Della bukannya menyukai Zian,tapi Della hanya iri saja kepada Ghina, Ghina cantik Dan ia mendapat jabatan yang bisa dikatakan lumayan di dalam perusahaan ini, sedangkan Della, ia harus merangkak pelan-pelan untuk mendapatkan jabatan yang sekarang ini.
"Lihat saja besok, pasti kamu akan di pecat Ghina, dan pastinya pak Zian juga akan membencimu", Ujar Della yang kemudian meninggalkan ruangan tersebut dan berniat untuk segera pulang, dia akan mencetak foto itu terlebih dahulu dan kemudian akan memasang foto tersebut besok.
Setengah jam kemudian Fandi sudah selesai, dan terlihat Ghina yang ketiduran sambil memegang ponselnya, Fandi kemudian mendekat dan membangunkan putrinya itu secara perlahan agar tak mengagetkan Ghina.
"Ghin, Ghina sayang, ayo bangun, ayo kita pulang Daddy sudah selesai", Ucap Fandi dan terlihat Ghina kini mulai membuka matanya perlahan.
"Hmm.. Daddy sudah selesai??", Tanya Ghina yang saat ini sudah duduk kembali, ia kemudian meregangkan otot-otot tubuhnya terlebih dahulu.
"Kamu caper benget kelihatannya??, emangnya kamu ngerjain apa seharian ini, perasaan Daddy nggak ngasih tugas berat kayaknya", Ujar Fandi, memang Ghina tampak lelah, tapi bukan itu, ia sangat malas sekali bekerja jika tak melihat Zian disini bersama dengannya.
"Aku gak apa-apa Dad, lebih baik kita pulang aja dad, aku udah gerah banget pingin mandi", Ujar Ghina kepada Daddy nya dan Fandi kemudian segera menggandeng tangan putrinya menuju ke arah mobilnya yang ada di basemen khusus Presdir.
Satpam yang melihat Fandi dan Ghina keluar tersenyum sambil menunduk memberi hormat, satpam yang menjaga kantor ini sudah tau siapa Ghina sebenarnya, tapi Ghina sudah memberitahu agar bersikap seperti biasanya kepada dirinya dan tak perlu di spesial kan.
Ghina dan Fandi akhirnya masuk kedalam mobil dan seger pulang, Ghina mungkin akan merasa kesepian lagi, dirumah mungkin akan hanya ada kedua orangtuanya dan dirinya saja, dan Ghina tak yakin jika Ghani malam ini akan di rumah karena pagi tadi Ghina melihat Ghani yang masih tertidur, jadi bisa dipastikan jika Ghani akan kerja pada malam hari.
Fandi dan Ghina tiba di rumahnya tepat adzan Maghrib dikumandangkan, Dan Alisa juga sudah menunggu kedatangan suami dan putrinya tersebut.
"Assalamualaikum mom", Ucap Ghina yang kemudian mencium punggung tangan Mommy nya.
"Waalaikum salam, akhirnya kamu datang juga sama Daddy, Mommy sempat khawatir tadi", Ucap Alisa kepada putrinya.
__ADS_1
"Iya mom, Daddy juga baru selesai, jadi ya baru pulang sekarang", Ucap Ghina, Alisa terlihat celingak-celinguk mencari sosok Suaminya, tapi sampai saat ini Suaminya tersebut masih belum juga masuk kedalam rumah.
"Mommy cari siapa??", Tanya Ghina yang melihat Mommy nya seperti sedang mencari seseorang.
"Daddy kamu, kok gak ikut masuk??", Tanya Alisa kepada putrinya.
"Oh Daddy, Daddy masih di depan Mom, masih bicara sama pak satpam", Ucap Ghina.
"Ya udah Ghina masuk dulu ya mom, udah Maghrib juga, aku mau mandi dulu", Ucap Ghina yang kemudian masuk kedalam kamarnya, tak lama setelah itu apa yang di tunggu oleh Alisa akhirnya datang juga, Fandi masuk kedalam rumah dengan menampakkan senyum manisnya kepada istrinya.
"Assalamualaikum", Ucap Fandi.
"Waalaikum salam mas", Jawab Alisa dan kemudian mencium punggung tangan Suaminya.
Satu jam kemudian, Alisa, Fandi dan Ghina sudah berkumpul di meja makan, hanya mereka bertiga, dan itu terlihat sangat sepi sekali.
Terlihat Ghina memang kurang semangat karena di kantor ia merasa kesepian dan di rumah pun juga, Tapi ia tetap mau menghabiskan makanannya dan segera membantu Mommy nya untuk membersihkan meja makan seperti biasanya.
Setelah pekerjaan nya selesai, Ghina pun segera pergi kembali ke kamar, kembali melihat ponselnya adakah panggilan dari Zian atau tidak, tapi setelah Ghina benar-benar melihat layar ponselnya ia kemudian tersenyum, panggilan di ponselnya itu sudah ada lebih dari 10 kali, dan Ghina kemudian segera menelfon kembali Zian.
Panggilan pun tersambung, dan tak lama setelah itu terdengar suara yang seharian ini ingin ia dengar.
"Kamu kemana aja??", Tanya Zian untuk yang pertama kalinya, Ghina pun tersenyum kembali, ternyata Zian juga merindukan nya seharian ini.
"Maaf mas, Aku lagi bantuin Mommy di dapur", ucap Ghina.
__ADS_1
"Bantuin Mommy mu??, memang kamu bisa masak??", tanya Zian sedikit tak percaya.
"Ya bisa lah, aku sering masak tahu, kalau kamu masih tidak percaya kamu boleh tanya kak Rafa, siapa yang masak setiap pagi", Ucap Ghina yang ingin Zian mempercayai perkataan nya.
"Hmm.., iya aku percaya, tapi kapan-kapan boleh kan aku minta dibawain sarapan sama kamu??", Tanya Zian.
"Ok mas Siap, tapi kapan kamu pulangnya??, Aku udah merasa kesepian di kantor", Ucap Ghina yang memang ia kurang semangat saat Zian cuti seperti ini.
"Minggu depan aku udah balik Sayang, Oh ya dapat salam dari mama, katanya kapan kamu kesini", Ucap Zian, memang benar, semenjak Zian pulang Tania tidak henti-hentinya menanyakan soal Ghina kepada Zian.
"Hmm.. Waalaikum salam, Tolong Sampai kan ke Tante Tania ya mas, Kalau main kesana ya harus sama kamu mas", ucap Ghina yang membuat Zian tersenyum.
"Pastinya, kamu tunggu aja", Ujar Zian kepada Ghina.
Ghina pun tersenyum saat mendengar penuturan Zian kepadanya.
"Ya sudah, ini sudah malam, kamu istirahat besok kan kerja lagi", Zian kemudian mengakhiri panggilan nya.
Setelah itu Zian meletakkan ponselnya, tapi setelah beberapa detik kemudian ada notifikasi pesan masuk dari ponselnya, segera ia mengambil ponsel nya kembali dan melihat siapa yang sedang mengirimi ia pesan.
Zian melihat ada sebuah foto masuk, dan dari nomor tidak dikenal, dan ia seketika diliputi penasaran dan segera membuka pesan tersebut, terlihat didalam foto itu Ghina yang sedang berada di dalam ruangannya sedang bersama dengan Daddy nya, dan foto itu pun disertai dengan sebuah tulisan.
Ghina sedang main sama pak bos besar tuh. Tulis pesan itu di ponsel Zian, Zian kemudian tertawa melihat isi dari pesan tersebut.
"Sepertinya ini orang salah sasaran, mau buat aku cemburu malah buat aku ketawa", Ujar Zian yang sampai saat ini belum bisa mengontrol tawanya.
__ADS_1