Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Baby Rafa


__ADS_3

Papa Ardi dan Mama Mira masuk kedalam ruangan tersebut Alisa yang masih dalam kesakitan nya langsung saja memeluk Papa nya yang datang untuk menemani nya.


" Pah??" Sakit pah ", Ujar Alisa.


" Sabar sayang, banyak berdoa dan istighfar, minta kepada Allah supaya dilancarkan ", Ujar Papa Ardi sambil memeluk Putrinya.


" Aku sudah tidak sanggup melihat Alisa seperti ini , Mah , pah ", Ujar Fandi sendu melihat istrinya yang tengah kesakitan.


" Berdoa lah Fand, yakinlah mereka akan selamat ", Ujar Papa Ardi yang sebenarnya juga tidak tega melihat putrinya yang tengah kesakitan seperti ini.


" Iya Pah " Ujar Fandi.


Mama Mira kemudian mendekat ke arah Alisa, " Sayang, bertahan ya , kamu pasti bisa demi anak kamu dan juga Fandi ", Ujar Mama Mira menyemangati.


" Iya mah, maaafin segala kesalahan Alisa selama ini ya mah ", Ujar Alisa.


" Iya sayang Mama sudah memaafkan mu ", Ujar Mama Mira yang terlihat sudah berkaca-kaca.


" Pah, maafin Alisa ya ", Ujar Alisa lagi.


" Iya sayang, terus berjuang ya, papa akan selalu mendoakan mu ", Ujar Papa Ardi.


" Mas , maafin aku juga, mungkin selama ini aku banyak salah sama kamu ", Ujar Alisa kepada Fandi.


" Shutt... kamu jangan bicara sembarangan ya sayang, kamu tidak punya salah sama mas ", ujar Fandi.


Tak lama kemudian rasa sakit yang Alisa alami semakin kuat sehingga Fandi dengan segera berlari untuk memanggil dokter Tamara agar segera keruangan rawat Alisa.


" Seperti nya sudah bayinya sudah mau lahir ", Ujar Dokter Tamara.


" Tolong Bapak dan ibu keluar Sebentar, biar kami lebih leluasa untuk membantu Nona Alisa melahirkan ", Ujar Dokter Tamara.


" Sok saya ingin disini saja menemani istri saya " Ujar Fandi.


" Baik Pak, silahkan ", Ujar Dokter Tamara.


Mama Mira dan Papa Ardi pun keluar dari ruangan Alisa dan segera bergabung dengan Papa Dimas dan Kakek Bagas yang kini tengah berada diluar.


Sedangkan Alisa masih merasakan sakit yang hebat saat ini, membuat ia berulang kali memejamkan matanya karena sudah tidak kuat lagi menahannya.


Fandi yang melihat pun merasa takut karena Alisa sudah hampir kehilangan kesadaran nya.


" Sayang ayo bangun, mas mohon kamu bangun sayang, sadar ", Ujar Fandi.


Alisa kembali membuka matanya perlahan untuk mengumpulkan kesadarannya kembali.


Dokter Tamara kini mulai mengintruksikan kepada Alisa untuk mengejan, Alisa kemudian melakukan apa yang diperintahkan oleh Dokter Tamara.

__ADS_1


Fandi yang melihat langsung proses persalinan istrinya tampak berkali kali meneteskan air matanya, ia tak menyangka jika perjuangan istrinya sangatlah tidak mudah untuk melahirkan Anaknya


Beberapa menit kemudian terdengar suara tangis bayi yang membuat Fandi seketika tersenyum sambil menangis bahagia.


" Sayang, lihat lah anak kita sudah lahir ", Ujar Fandi sambil mencium seluruh wajah Alisa.


Alisa nampak sangat bahagia sekali, tapi keadaan nya sungguh sangat lemah sekarang membuat ia kehilangan kesadarannya.


Fandi yang melihatnya nampak sangat kaget, ia terus menepuk pipi istrinya agar sadar kembali namun usahanya sia-sia.


Bayi Fandi dan Alisa kini sedang di bersihkan oleh suster yang bertugas mendampingi Dokter Tamara.


" Dokter, Kenapa istri saya, kenapa dia pingsan seperti ini ", Tanya Fandi khawatir.


" Tenang pak Fandi istri anda sudah kelelahan sehingga ia kehilangan kesadarannya saat ini", Ujar dokter Tamara.


" Kita tunggu saja, Nanti Nona Alisa akan sadar dengan sendirinya ", Ujar dokter Tamara.


Setelah selesai dokter Tamara pun keluar dari dalam ruangan bersalin , Tak lama kemudian Bayi tampan itu sudah keluar dengan digendong oleh suster dan si berikan kepada Fandi untuk segera di adzan kan.


Mama Mira yang melihat Dokter Tamara keluar langsung saja masuk kedalam ruang rawat Alisa bersama dengan seluruh anggota keluarga mereka.


" Silahkan Pak, ini bayi anda, tampan seperti ayahnya ", Ujar suster tersebut.


Fandi terlihat sangat hati-hati menerima bayinya dari suster tadi, tanpa menunggu lama Fandi segera mengadzani putra nya tersebut.


Papa Ardi dan Papa Dimas nampak juga sangat antusias dengan kelahiran cucu mereka.


Berbeda dengan kakek Bagas, beliau sekarang tengah duduk dan menyaksikan kedua kakek dan nenek baru yang saling berebut ingin menggendong cucunya yang tampan itu.


Fandi mulai mendekati ranjang Alisa, ia terlihat mengelus dan mencium kening Alisa dengan lembut.


" Sayang bangunlah, lihat anak kita ", Ujar Fandi.


" Sudahlah Fand, Alisa hanya kelelahan saja, pasti habis ini dia akan segera bangun ", Ujar Mama Mira menghibur.


"Aku takut terjadi sesuatu dengan istriku mah", Ucap Fandi.


"Percaya lah Alisa adalah wanita yang kuat, dia akan segera sadar ", Ujar Mama Mira lagi.


" Fand, apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi mu ??", Tanya Mama Mira.


" Sudah mah, Tapi aku mau menunggu Alisa sadar ", Ujar Fandi.


Mama Mira hanya mengangguk saja, sejujurnya Mama Mira juga tampak kasihan dengan keadaan putra nya saat ini, penampilan nya sungguh sangat kacau hari ini.


Dua jam kemudian Alisa mulai sadar dari pingsannya tadi, Fandi yang melihat istrinya membuka matanya nampak sangat bersyukur sekali.

__ADS_1


" Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga sayang, mas takut terjadi sesuatu denganmu", Ujar Fandi.


"Aku tidak apa-apa mas, mana anak kita ??" Tanya Alisa.


" Sebentar sayang ", Ujar Fandi sambil berjalan kearah Mama nya untuk mengambil bayinya kembali.


" Mah, Alisa sudah sadar dan sekarang dia ingin melihat bayi nya mah ", Ujar Fandi.


Mam Mira terlihat sangat bahagia terutama papa Ardi yang sedari tadi masih memikirkan putrinya yang belum juga sadar.


Dengan menggendong bayi tersebut akhirnya Fandi dapat membawa putra mereka dengan senyum buang lebar.


" Ini putra kita sayang ", Ujar Fandi.


Alisa Kemudian meminta agar bisa menggendong bayinya.


Terlihat raut wajah bahagia yang terpancar dari wajah cantik Alisa.


" Siapa nama baby ganteng ini sayang ??" Tanya Mama Mira.


" Kami sudah sepakat mah, kami akan memberikan nama "Rafardhan syahreza Wiratama", Ujar Fandi.


Mama Mira seketika tersenyum.


" Halo Rafa, cucu Oma " Ujar Mama Mira senang.


Alisa juga terlihat sangat bahagia karena bisa melihat putranya yang ia lahirkan tadi.


Meskipun keadaan Alisa masih belum benar-benar pulih tapi Alisa bersikeras untuk menyusui Rafa dengan ASI-nya sendiri.


Rafa terlihat sangat lahap sekali dan tak lama kemudian bayi mungil tersebut akhirnya tertidur.


Alisa kemudian menyerahkan Rafa untuk ditidurkan di dalam box bayi yang disediakannya oleh pihak rumah sakit.


" Kamu sudah makan mas? ", tanya Alisa kepada Fandi.


" Belum sayang, mas belum lapar ", ujar Fandi.


" Mas ini udah malam, gak mungkin mas tidak lapar ", ujar Alisa.


" Mas tadi sangat mengkhawatirkan mu sayang sehingga mas sama sekali tidak merasakan lapar sama sekali ", Ujar Fandi kepada Istrinya.


" Sebaiknya kamu segera makan mas, nanti kamu sakit ", Ujar Alisa.


" Iya sayang, mas mau pesan dulu, kamu mau makan apa??, Tanya Fandi.


" Terserah kamu saja mas, lagu pula aku sudah disediakan oleh pihak rumah sakit ", Ujar Alisa.

__ADS_1


Fandi kini mulai membuka ponselnya dan segera memesan makanan untuk dirinya dan Alisa.


__ADS_2