
Tujuh bulan kemudian, kandungnya Alisa sudah berusia 9 bulan, dan Alisa sudah mengambil cuti kerjanya, Bachtiar Group kini ditangani oleh Papa nya kembali selama putrinya tersebut mengambil cuti sampai ia selesai melahirkan.
Fandi juga tak mungkin jika harus ikut andil dalam mengurus Bachtiar Group, Pekerjaan nya sudah membuat ia beberapa kali lembur dalam seminggu ini, bagaimana jika ditambah dengan Bachtiar Group, pastinya Fandi bisa-bisa tidak bisa pulang kerumahnya.
Alisa kini sedang duduk di sofa sambil menonton acara televisi, semenjak ia mengambil cuti ia bisa bersantai, tapi kadang-kadang juga ia merasa bosan, ia ingin merasakan suasana baru tapi ia tak berani mengatakan itu kepada Fandi, melihat Fandi yang pulang dalam keadaan capek membuat Alisa mengurungkan niatnya untuk itu.
Hari ini adalah jadwal ia check kandungannya, sudah mendekati HPL membuat Alisa harus sering-sering datang menemui dokter, apalagi dengan bayi yang sedang ia kandung tersebut, mengandung bayi kembar membuat Alisa sedikit kadang merasakan ada yang berbeda dengan kehamilannya yang dulu, Fandi pun dapat melihatnya juga, dari mulai bentuk perut Alisa, Fandi merasa suka dengan bentuknya, ia akan mengelus perut tersebut saat ia ingin tidur, itu juga yang membuat Alisa tampak begitu tenang.
Jam makan siang pun sudah tiba, Fandi harus secepatnya meninggalkan kantornya, ia ada janji akan menemani istrinya untuk bertemu dengan dokter Tamara, jika tidak pasti Alisa akan kesal dan tak.mau tidur dengannya, memang di kehamilan yang sudah mendekati kelahiran Rafa nya, Alisa terkadang sedikit sensitif, ia gampang marah kadang-kadang juga Fandi Sampai tidak tahu apa.yang diinginkan oleh istrinya tersebut.
Fandi melenggangkan kakinya menuju ke arah mobilnya, jam sudah mepet sekali, ia telat tapi mau bagaimana lagi, pekerjaannya sanagyt menumpuk, banyak tender proyek yang di menangkan oleh Fandi, dan itu terkadang yang membuat Fandi beberapa kali lembur dan pulang malam dari kantornya.
Fandi pun tak ambil pusing, ia menganggap apa yang ia kerjakan tersebut mungkin adalah rezeki anak kembarnya, tender yang dimenangkan Fandi bukan main-main, jika berhasil Fandi akan bisa membangun perusahaan kembali dari hasil proyek yang ia menangkan ini.
Fandi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia masih tato memperhatikan keselamatan nya, apalagi diruang banyak yang akan menunggu nya pulang, istri, anak ya dan yang akan lahir nanti si kembar, pastinya si kembar ingin melihat Fandi dalam keadaan sehat tentunya.
Beberapa menit kemudian, mobil sudah Sampai di depan gerbang rumahnya, pak Udin segera membuka pintu gerbang tersebut, mobil pun masuk, Fandi kemudian memarkir mobilnya di halaman agar istrinya nanti tak terlalu jauh jika akan menaiki mobil tersebut.
Fandi masuk kedalam rumah, tujuan utamanya yaitu menemui istrinya, Fandi harap Alisa kali ini tidak akan merajuk karena ia telat menjemput dirinya yang sudah siap dari setengah jam yang lalu.
Fandi membuka pintu kamar dengan pelan, ia kemudian masuk dan melihat kamar tersebut terlihat sepi, kemana Alisa mengapa rasanya kamar ini sangat sepi.
__ADS_1
Fandi kembali melangkah kakinya masuk, ia ingin mencari keberadaan istrinya yang mungkin saat ini tengah berada dikamar mandi.
Fandi pun mendekat, ia ingin mengecek apa benar dugaan nya jika Istrinya tengah berada di kamar mandi.
"Sayang", Fandi memanggil sambil sesekali mengetuk pintu kamar mandi, tidak ada respon, Fandi kemudian memutar kenop pintu tersebut, dan benar saja pintu tersebut sama sekali tidak terkunci, Fandi membukanya, ia masuk kedalam kamar mandi dan mencari istrinya, namun setelah ia lihat ternyata Alisa tidak ada di dalam nya.
Fandi menutup kembali pintu tersebut dan terus mencari Istrinya, ia lihat diatas meja towalet nya tas istrinya masih ada disana, jadi bisa dipastikan jika Alisa tak pergi sendirian ke dokter.
Tujuan Fandi saat ini adalah kamar putranya, Fandi yakin dugaannya kali ini tidak akan meleset, Alisa pasti sedang ada disana bersama dengan Rafa.
Fandi keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju ke arah kamar yang bersebelahan dengan kamarnya, kamar itu juga nanti akan menjadi kamar si kembar nantinya.
Alisa kini tengah tidur disana, menemani Rafa yang juga tengah tertidur pulas, jadwal cek ke dokter bisa ia tunda sampai istrinya terbangun, jadi waktu ini bisa Fandi pergunakan untuk membersihkan badannya sebelum istrinya terbangun.
Fandi kemudian keluar, badannya juga sudah gerah ia inginkan n sekali merasakan dinginnya air shower yang akan membasahi tubuhnya.
beberapa saat kemudian Alisa pun terbangun, ia menatap ke sekeliling dan ia baru ingat jika dirinya tidur di kamar Rafa, Alisa kemudian melirik jam dinding nya, sudah jam 1 siang, dan dia juga teringat jika ia harus menemui dokter Tamara hari ini.
Aliaa pun turun dengan hati-hati,ia kemudian berjalan untuk kelaut dari kamar putranya, Alisa Kemudian memanggil Bi sum terlebih dahulu, ia mau bi sum menjaga Rafa yang kini tengah tertidur.
Setelah Bi sum datang, Alisa masuk kedalam kamarnya, terdengar ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi, Alisa bisa menebak jika itu adalah suaminya, dan benar saja Fandi tiba-tiba keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya, dan dengan rambut basahnya.
__ADS_1
Fandi pun terlihat melihat istrinya,
"Kamu sudah bangun sayang??", Tanya Fandi, Alia pun mengangguk, ia kemudian berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambilkan baju yang akan dikenakan oleh suaminya setelah ini.
Fandi memakai pakaian yang sudah dipikirkan oleh istrinya, Alia kemudian merasakan ingin buang air kecil, selama usia kandungan sudah memasuki 9 bulan, Alisa lebih sering keluar masuk kamar mandi.
Fandi yang melihat istrinya berjalan langsung saja menghentikan langkah kaki Istrinya.
"Mau kemana sayang??", Tanya Fandi kepada Alisa.
"Mau ke kamar mandi mas ,mau buang air kecil", Jawab Alisa.
Fandi kemudian bangkit dari duduknya, "Biar mas antar kamu, kamu gak boleh ke kamar mandi sendiri, bahaya", ujar Fandi yang memperlihatkan kekhawatiran nya.
Aliaa pun tersenyum, "Aku tidak apa-apa mas, aku bisa sendiri, kamu jangan terlalu berlebihan", Jawab Alisa.
Fandi tak menjawab lagi, ia kemudian mengantarkan istrinya kekamar mandi.
Beberapa menit kemudian Alisa sudah selesai, ia pun keluar, tapi di tengah perjalanan perutnya tiba-tiba saja sakit, Alia pun seketika lemas menahan sakit yang kini sedang ia rasakan,
Fandi yang melihatnya pun seketika bingung, ia harus segera membawa Alisa ke rumah sakit sekarang juga.
__ADS_1