
Sudah Satu Minggu Alisa menjalani aktivitas nya kembali.
Dan juga sudah satu Minggu juga Fandi setiap hari mengantar jemput Alisa ke kampus sampai malam nya dia juga mengantarkan Alisa pulang dari Resto.
"Mas, apa kamu gak capek, setiap hari harus antar jemput aku??," Tanya Alisa yang kini tengah berada didalam mobil bersama Fandi.
"Aku kan udah bilang Sayang bahwa aku akan tetap terus antar jemput kamu," Jawab Fandi.
"Tapi kan gak enak diliatin karyawan lain mas??", Ucap Alisa.
"Gak usah dibahas lagi sayang, pokok nya setiap hari kamu harus aku yang antar, titik" Fandi pun mulai sedikit agak emosi.
"Kenapa nada bicara mu tinggi sekali mas kepadaku, aku kan cuma bertanya??" Ucap Alisa yang ikut kesal kepada Fandi.
Fandi yang merasa dirinya sudah kelewatan, langsung terdiam dan meminta maaf kepada Alisa.
"Maafin aku sayang, aku kayak gini karena aku sayang sama kamu, aku gak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi," Ucap Fandi yang ingin Alisa mengerti.
Alisa pun masih terdiam, dia tidak berkata apa - apa sampai dia tiba di depan gang rumahnya.
"Makasih mas, udah mau nganterin aku," ucap Alisa ketus.
Alisa pun langsung turun dan tidak menghiraukan Fandi.
Fandi pun juga merasa bersalah dan dia juga turun untuk mengejar Alisa.
"Al, tunggu??" Ucap Fandi yang mengejar Alisa menuju jalan setapak yang dilalui Alisa.
"Al, maafin aku, aku udah bentak kamu tadi, gak seharusnya aku kayak gitu ke kamu, Maafin aku Al," Ucap Fandi menyesal.
Alisa pun hanya mengangguk dan masih menatap Fandi dari dekat,
"Yaudah ayo kita jalan lagi," Ucap Fandi yang kini tengah menggandeng tangan Alisa.
Mereka pun berjalan berdua di tengah gelapnya malam yang banyak bertaburan bintang,
" Al, kamu gak marah lagi kan sama aku??", Tanya Fandi.
"Iya mas udah enggak" Jawab Alisa.
"Ya udah kalau gitu, mas langsung pulang aja, Salam sama Om, dan Kakek ", Ucap Fandi berpamitan kepada Alisa.
"Iya mas, hati - hati dijalan" , ucap Alisa sambil melihat Fandi yang kini tengah berjalan kembali ke arah gang rumahnya.
Fandi akhirnya meninggalkan rumah Alisa, dan dia kini melajukan mobilnya menuju apartemen nya.
Fandi yang sudah sampai di apartemen nya langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, tak lupa juga dia mengganti kemejanya dengan baju santai rumahan,
Fandi yang merasa lelah langsung saja menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya.
"Apa aku terlalu posesif ya" Gumam Fandi yang sedang menatap langit-langit kamarnya.
Fandi sangat merasa bersalah karena dia terlalu posesif terhadap alisa, dan membuat Alisa kini menjadi marah terhadap nya.
" Hoamm... " Fandi pun menguap dan tak lama setelah itu dia langsung terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
***
Keesokan harinya Fandi yang sudah biasa menjemput Alisa untuk pergi ke resto, karena hari ini Alisa sedang tidak ada jam untuk kuliah, jadi Alisa memutuskan untuk pergi ke Resto pagi ini.
"Udah siap Sayang" Tanya Fandi.
"Iya mas, ayo berangkat" ajak Alisa.
Selama perjalanan Alisa hanya berdiam sampai terdengar bunyi telfon dari milik Fandi.
"Assalamualaikum Ma, " ucap Fandi.
"Waalaikum salam sayang", jawab mama Mira.
"Ada apa ma, kok mama tumben telfon pagi - pagi ??" Tanya Fandi.
"Mama cuma mau tanya kabar kamu, kok tumben juga udah dua Minggu kamu gak kerumah mama, apa nggak kangen sama Mama" Tanta Mama Mira.
Fandi hanya tersenyum, " Aku juga kangen sama Mama, tapi akhir - akhir ini aku sibuk ma, jadi belum bisa kerumah Mama" jawab Fandi.
Alisa yang mendengarnya pun ikut berbicara, "Mas apa gak sebaiknya kamu kerumah mama siang ini, kasihan Mama mas?? Masak iya kamu udah dua Minggu gak kesana??" ucap Alisa.
Fandi pun hanya mengedipkan matanya dan tersenyum tanda dia menyetujui perkataan Alisa.
"Ya udah ma, nanti jam makan siang aku kerumah Mama," ucap Fandi.
"Dan satu lagi ma, aku bawa kejutan buat mama nanti, " Ucap Fandi.
Mama Mira yang tadinya merajuk kini menjadi senang, "Ya udah Mama tunggu ya Fand," Ucap mama Fandi yang merasa senang.
***
" Tolong panggil kan Alisa, suruh dia keruangan saya", ucap Fandi dari sebrang telfon.
"Baik pak", ucap karyawannya yang berada di meja kasir.
Tanpa menunggu lama dia segera memanggil Alisa, " Al, kamu di panggil pak Fandi ke ruangannya" ucap Dewi.
"Baik mbak" Jawabnya sambil tersenyum.
"Tok tok tok, Masuk Al," ucap fandi, karena dia sudah mengerti bahwa yang sedang mengetuk pintunya adalah Alisa.
"Ada apa mas??" , Tanya Alisa.
" Ayo kita pergi Al" Ucap Fandi secara tiba - tiba.
Alisa yang tidak mengerti maksut dari Fandi yang mengajaknya keluar dari Resto pun merasa bingung.
"Mas kenapa mengajakku keluar sekarang, ini kan mau waktunya jam makan siang, pasti banyak pengunjung nanti", ucap Alisa.
"Aku sudah mengizinkanmu keluar dari sini siang ini" Ucap Fandi.
Alisa sudah tidak mau berkata kata lagi, percuma membantah toh dia juga Atasannya dan juga calon suaminya, mau membantah pun sudah tidak ada gunanya kalau sudah bilang iya pun harus dia turuti.
" Ya udah ayo , aku mau ambil tas dulu dan sekalian. bilang sama mbk Dewi, kalau aku pulang cepat hari ini"
__ADS_1
Fandi pun tersenyum mendengar ucapan Alisa.
Setelah Alisa keluar dari ruangan Fandi, Alisa segera menemui Dewi untuk meminta izin bahwa ia harus pulang cepat.
" Mbak, maaf untuk hari ini, aku mau izin pulang cepat" ucap Alisa.
"Kenapa Al, apa kamu sakit??" tanya Dewi.
"Nggak kok mbak, cuma ada urusan sedikit", ucap Alisa berbohong, Dia tidak mau ada orang yang tau kalau dia sedang pergi bersama atasan mereka.
Tiba - tiba terdengar suara notifikasi pesan di ponsel Alisa.
"Sayang, aku tunggu di mobil" Pesan Fandi di ponsel Alisa.
Alisa pun tersenyum membaca pesan dari Fandi.
"Ya udah mbak, aku pergi dulu ya, Assalamualaikum", ucap Alisa.
"Waalaikum salam" jawab Dewi.
Alisa pun langsung menuju ke mobil Fandi yang terparkir jauh dari Resto, sehingga karyawannya tidak tahu jika Fandi sedang pergi bersama Alisa.
"Kita mau kemana Mas??" Tanya Alisa.
"Kerumah Mama" Jawab Fandi singkat.
"Apa Mas???, kenapa kamu nggak bilang sebelumnya kalau kita mau kerumah Mama, dan bukannya kamu sendiri yang mau kesana, kenapa ajak aku," Ucap Alisa kesal.
"Mama yang nyuruh aku ngajak kamu Sayang, Kan kamu calon mantu Mama" Ucap Fandi.
"Tapi aku kan belum ganti baju mas, masa iya aku ke rumah Mama dengan baju seperti ini" ucap Alisa memprotes.
Fandi langsung sadar dengan penampilan Alisa saat ini, " Kamu tenang aja sayang ", Ucap Fandi kepada Alisa.
Tanpa berpikir panjang Fandi langsung membelokkan mobilnya ke arah butik terdekat ,
"Mau apa kita kesini mas??" Tanya Alisa.
" Aku mau kamu ganti baju disini" Ucap Fandi.
"Maksut kamu apa Mas ?? ", Tanya Alisa.
Fandi tidak menghiraukan ucapan Alisa dan langsung menuju salah satu karyawan di dalam butik tersebut,
"Mbak tolong Carikan baju untuk calon istri saya yang nyaman untuk dia pakai saat ini", ucap Fandi.
" Iya pak," jawab karyawan butik tersebut,
"Mari mbk, ikut saya " Ajak salah satu karyawan tadi, dengan langkah gontai Alisa mengikuti Mbak itu.
Sesudah mendapatkan baju yang cocok Alisa pun langsung mengganti seragamnya dengan baju yang ia sudah pilih tadi, "Makasih ya mbak " ucap Alisa pada karyawan tersebut.
"Sama - sama mbk" Jawab karyawan tersebut dengan ramah.
Kemudian Fandi dan Alisa segera melajukan mobilnya menuju rumah Fandi karena saat ini Mama Mira sudah menunggunya sedari tadi.
__ADS_1