Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Penculikan Alisa


__ADS_3

Fandi pagi ini tidak datang ke kantornya,semua ia serahkan kepada Denis dan Denis lah yang akan mengurus semua meeting selama ia menemani istrinya.


Denis mau tak mau pun harus menerima tugas dobel dari bosnya tersebut.


" Kamu beneran bisa bang ??", Nisa pun bertanya ketika ia tengah menyiapkan sarapannya.


Nisa masih belum bisa di dekati dan Denis pun semakin tersiksa dengan keadaan ini.


" Iya harus bisa yang, si bos lagi Nemenin Bu bos kayaknya ", Ujar Denis,


" Emangnya mbak Alisa mau kemana bang ??", Tanya Nisa yang sedikit ingin tahu tentang mantan bosnya tersebut.


" Abang mau cerita lupa, tadi malam si bos bilang jika Bu bos dapat teror berdarah dari wanita yang dulu pernah nyekap Bu bos di gudang restonya pak bos ", ujar Denis.


Nisa pun kini duduk , tapi masih ada jarak diantara mereka berdua.


" Disekap bang ??", Tanya Nisa tak percaya.


" Iya yang, wanita yang nyekap Bu bos itu wanita yang terobsesi dengan pak bos dulu, dan dia sekarang Kembali buat nyelakain Bu bos ", Ujar Denis.


Nisa pun menganga tak percaya,


" Ya Alah bang, kok ada ya wanita sejahat itu, mbak Alisa kan baik bang dan pasti wanita itu iri dengan mbak Alisa ", Ujar Nisa.


" Abang juga nggak tahu yang, pak bos bilang Bu bos kemarin sempat histeris dan ketakutan membuat pak bos nggak tega buat ninggal kerja ", Ujar Denis.


Nisa kini kembali menjalankan aktifitas nya sambil mendengarkan apa yang dibicarakan oleh suaminya,


" Ya udah bang, sebaiknya Abang sarapan dulu, udah siang ", Nisa pun mengambil piring dan mengisi piring Denis dengan nasi goreng dan Denis pun menerimanya dengan senang hati.


" Makasih ya yang ", Jawab Denis.


Denis pun kemudian berangkat ke kantor, ia begitu ingin mencium kening istrinya saat ini tapi ia urungkan mengingat istrinya yang masih belum bisa ia dekati untuk saat ini dan selama beberapa bulan kedepan.


Dirumahnya kini Fandi tengah menikmati sarapannya bersama istrinya, hari ini Fandi tak mengizinkan Alisa untuk pergi ke kantor, Fandi ingin istrinya lebih tenang dan tak memikirkan kejadian yang kemarin, biar Alisa dirumah dulu dan pastinya Rafa akan bisa mengalihkan perhatian Alisa dari kejadian yang menimpanya.

__ADS_1


Fandi kembali merogoh saku celananya dan melihat ada panggilan dari Papa mertuanya, segera Fandi pergi sebentar dan menjauh dari istrinya, Fandi tak ingin Alisa mendengar apa yang ia bicarakan dengan papa nya.


" Halo Pah, assalamualaikum ", Ucap Fandi kepada Papa Ardi


" Waalaikum salam Fand, bagaimana keadaan Alisa sekarang ??", Tanya Papa Ardi yang merasa masih khawatir dengan keadaan putrinya.


" Alhamdulillah Pah, Alisa sudah membaik dan sudah bisa tersenyum, hari ini kami tidak kekantor pah, semuanya sudah diurus oleh sekertaris kami masingmasing ", Ujar Fandi.


" " Alhamdulillah jika Alisa sudah membaik, Papa sudah menyebar seluruh anak buah papa, kami jangan khawatir sebentar lagi wanita itu akan cepat ditemukan dan dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya ", Ujar pak Ardi.


" Terimakasih Pah, Fandi harap juga begitu, semoga wanita itu cepat ditangkap ", Ujar Fandi berharap, ia sangat geram terhadap Leni karena semua yang ia lakukan kepada keluarganya.


Setelah mengakhiri panggilan ya fa di kemudian Kembali ke meja maka yang masih terdapat istrinya yang tengah menyuapi Rafa dengan bubur bayinya.


Alisa terlihat sedikit teralihkan dari pikirannya, Alisa kini tengah fokus pada putranya yang semakin hari semakin bertambah kepintaran nya.


🌼🌼🌼


Didalam kantor Denis terlihat sudah kelimpungan karena banyaknya yang harus ia selesaikan, para investor juga menginginkan Fandi yang datang hari ini dan bukan dirinya.


Fandi yang sedang memperhatikan istrinya dari kejauhan dikagetkan dengan suara ponsel dari dalam sakunya.


Fandi segera mengambil dan menggeser layar pada ponselnya.


" Halo Den ada Apa ??", Fandi yakin jika Denis menghubunginya pasti ada hal yang penting yang ingin Denis katakan.


" Maaf bos, investor kita menginginkan bos untuk hadir saat ini ", Ujar denis menjelaskan.


Fandi sedikit berpikir, sebenarnya ia tak mau meninggalkan istrinya sendiri dirumah, ia terlalu khawatir dengan keadaan istrinya, tapi perusahaan nya kini juga sedang membutuhkannya.


" Ya sudah den aku akan datang ", Jawab Fandi.


Fandi segera menuju kamarnya dan mengambil jas kerjanya, ia kemudian berpamitan kepada istrinya sebentar untuk pergi ke kantornya.


" Mas janji sayang cuma sebentar, hanya dua jam ", Ujar Fandi meyakinkan.

__ADS_1


Fandi sudah menyiapkan semua penjagaan dirumahnya dan memberi pak Udin perintah agar tak mengizinkan orang asing untuk bertamu kerumah nya.


Fandi kini meninggalkan rumahnya, dan kebetulan mamanya juga tidak datang, seperti biasanya hari ini adalah waktu arisan ibu-ibu yang dihadiri oleh Mama Mira.


Satu jam kemudian Fandi sudah datang dan segera menuju ruang rapatnya, Denis pun tersenyum lega akhirnya ia tak harus selalu memberi alasan jika para investor nya bertanya dimana Presdir kantor ini berada.


Alisa tiba-tiba ingin sekali keluar dan duduk dihalaman depan rumahnya, Bi sum juga tengah duduk bersama majikannya tersebut, baru pertama kalinya Bi sum duduk bersama dengan Alisa sambil menemani Rafa yang sedang bermain.


Terlihat dari jauh Leni sedang mengawasi Alisa yang sedang duduk di depan,


Leni sudah merencanakan akan membawa Alisa kembali dan menjauhkannya dari Fandi.


" Hari ini aku gak akan gagal ", Ujar Leni.


Leni sudah menyiapkan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius dan akan ia gunakan untuk membekap mulut Alisa.


Tepat saat ini bi sum tengah kebelakang mengambil susu Rafa yang ada di dapur, dan pak Udin pun juga kebelakang mengambil kopi yang sudah dibuatkan oleh Bi Jum tadi.


Leni pun semakin mendekat dan berjalan perlahan-lahan dan mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh para penjaga.


Leni tahu jika rumah ini dijaga dengan ketat, jadi sebisa mungkin Leni masuk secara diam-diam tanpa sepengetahuan penjaga yang ada didepan.


Leni pun semakin mendekat dan akhirnya sampai di pintu gerbang rumah Alisa.


Para penjaga pun sedang sibuk berkeliling dan tidak menyadari bahwa wanita psikopat itu sudah masuk kedalam rumah itu.


Leni semakin mendekat dan berada di belakang Alisa, sama seperti kemarin Leni kini memakai jaket berwarna hitam dan masker yang menutupi wajahnya agar tidak diketahui oleh orang.


Segera ia membekap mulut Alisa dan seketika Alisa tidak sadarkan diri.


Alia pun tergeletak di lantai dan Rafa pun juga menangis, Bi sum yang mendengar Rafa menangis langsung saja berlari untuk segera memberikan susu yang ia bawa.


Leni dengan segera menyeret tubuh Alisa dan membawanya keluar,mobil ia bawa juga sudah siap dan sedang menunggu nya di depan.


" Apa yang kalian lihat cepat angkat wanita ini sebelum.kita ketahuan ", ujar Leni menyuruh orang yang ada di dalam mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2