Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
134


__ADS_3

Fandi kemudian duduk di meja makan, ia masih terus saja berpikir siapa baby sitter putranya,


Heni pun semakin mendekat karena Alisa kini manggilnya, " Mbak kesini ", Perintah Alisa kepada Heni yang sedang menggendong Rafa .


" Iya Bu ", Jawab Heni.


Setelah Heni mendekat ia terlihat terkejut dengan Fandi yang ada di hadapannya,


" Mas ini baby sitter yang aku ceritakan ", ujar Alisa kepada suaminya.


Semakin mendekat Fandi seperti sangat familiar dengan baby sitter Rafa sekarang, Heni pun langsung menyalami Fandi dan fandi pun menyalami Heni dengan tatapan aneh.


Heni langsung saja memalingkan wajahnya, segera ia pergi kembali untuk membawa Rafa bermain.


Fandi dan Alisa segera berangkat menuju ke kantor masing-masing, sebelum ia menaiki mobilnya Mama Mira datang dengan membawa berbagai macam paper bag ditangannya.


" Mah, kita langsung berangkat ya ", Pamit Alisa dan Fandi.


" Iya hati-hati dijalan ", Jawab Mama Mira melambaikan tangannya.


Pak Rizal pun juga langsung pamit untuk kembali ke rumah, dengan izin dari majikannya pak Rizal pun keluar dari halaman rumah besar tersebut.


Mama Mira yang kini sudah masuk kedalam rumah mendapati seseorang yang tengah mengasuh cucunya, ia kemudian meletakkan beberapa Paper bag yang ia bawa tadi di meja makan.


Mama Mira pun semakin mendekat, Heni pun langsung mendongakkan kepalanya saat merasa ada orang yang menghampirinya.


" Ehem...", Mama Mira pun berdehem agar baby sitter Rafa menoleh dan menatap Mama Mira.


Heni pun segera menoleh dan melihat perempuan paruh baya yang sedang berdiri dibelakangnya,


Heni terlihat sangat nervous karena melihat Bu Mira di belakangnya.


" Selamat pagi Bu, perkenalkan saya Heni ", Ujar Heni memperkenalkan.

__ADS_1


Bu Mira menatap Heni aneh, dia merasa seperti tak asing melihat wajah tersebut.


" Saya Bu Mira, Omanya Rafa ", Ujar Bu Mira yang tersenyum tipis kepadanya.


" Saya mau menggendong cucu saya ", Ujar Mama Mira mengambil Rafa.


Bu Mira merasa aneh dengan adanya baby sitter tersebut, sama dengan Fandi yang merasa aneh dengan wajah itu.


Heni kemudian berjalan kebelakang menuju ke arah dapur kemudian ia bertanya kepada Bi Jum letak kamar mandi dirumah itu.


" Maaf Bi, kamar mandinya disebelah mana ??", Tanya Heni kepada Bi Jum.


" Kamar mandinya di samping dapur mbak, mbak jalan aja ke kiri nanti ada pintu kecil disana ", Ujar Bi Jum memberitahu.


Heni segera berjalan menuju arah yang ditujukan oleh Bi Jum, dengan segera ia masuk dan menutup pintu kamar mandinya.


Jantungnya sudah sangat berdebar-debar ketika melihat Fandi tadi, tiba-tiba baru saja jantungnya Kembali berpacu kencang saat melihat Bu Mira juga ada disini.


" Ya Allah, aku sudah berubah, maka permudahkan lah urusanku ", Ujar Tania.


Tania tak menyangka jika yang ia datangi adalah rumah Fandi dan Alisa, setelah melihat Alisa pagi tadi Tania masih belum memastikan jika itu benar Alisa istri dari Fandi, tapi setelah Fandi benar-benar turun dan sedang sarapan tadi, baru Tania yakin jika benar memang ini adalah rumah Fandi mantan kekasihnya yang pernah ia tipu.


Tania lama sekali berada di dalam kamar mandi hingga bi Jum pun datang dan mengetuk pintu tersebut.


" Mbak Heni, mbak tidak apa-apa ??", Tanya Bi Jum yang sepertinya sedang kuatir kepada Tania karena ia tidak keluar sama sekali dari kamar mandi.


" Iya Bi, sebentar saya keluar ", Bi Jum terlihat masih berdiri di depan pintu kamar mandi dan memastikan jika Tania tidak apa-apa.


" Mbak Heni di cari nyonya besar ",Ujar Bi Jum.


" Oh iya Bi, saya akan segera kesana ", Ujar Tania yang berjalan untuk menemui Bu Mira.


Tania sangat was-was sekali, ia takut Bu Mira mengenali dirinya, Tania tau Bu Mira sangat benci kepadanya karena sempat meninggalkan Fandi dan memilih lelaki kaya demi mendapatkan harta yang lebih banyak.

__ADS_1


" Mbak, boleh minta tolong Ambilkan asi Rafa di dalam Kulkas ", Perintah Bu Mira kepada Tania.


" I-iya Bu, sebentar ", Ujar Tania yang kembali menuju dapur untuk mengambil Asi Rafa yang sudah disediakan oleh Alisa sebelum ia berangkat bekerja.


Tania pun kembali dengan membawa satu botol penuh asi dan segera menyerahkannya ke Bu Mira, " Ini Bu ", Ujar Tania menyerahkan botol susu tersebut.


Rafa segera meminum susu tersebut, Tania memperhatikan bayi itu dengan tersenyum,


Tania merasa menyesal telah menyia-nyiakan Fandi yang dulu sangat mencintainya,


" Seharusnya aku yang ada disini ", Gumam Tania dalam hatinya.


Kemudian Tania sadar akan isi hatinya, ia merutuki perkataan nya sendiri.


" Kamu tidak boleh berbuat jahat lagi, bukannya kamu sudah berniat untuk berubah", Gumam Tania dalam hatinya.


Setelah Rafa tidur, Bu Mira segera menyuruh Tania agar menidurkan Rafa di box bayinya yang ada di lantai bawah, Fandi dan Alisa tidak mengizinkan orang lain untuk memasuki kamarnya selain bi Jum dan Mama nya, Bi Jum memang sudah orang kepercayaan keluarga Alisa sedari dulu, jadi Alisa sangat percaya sekali dengan Bi Jum.


Tania terus menatap Rafa yang tengah tertidur, wajah bayi tersebut sangat mirip dengan Papa nya, Hidung dan bibir yang sama, dan sepertinya matanya mirip dengan Mama nya.


Tania jadi tersenyum sendiri melihat wajah lucu bayi tersebut, andai dia sudah jadi ibu sama seperti Alisa ,pasti ia sangat bahagia saat ini, tapi semua sudah terlambat, siapa yang mau dengan ku, wanita yang sangat jahat dan suka memanfaatkan orang lain,


sekarang dia hanya bisa berharap semoga saja ada laki-laki yang mencintainya dengan tulus dan menerima apa adanya.


Bu Mira sedari tadi memperhatikan pergerakan dari Tania, dia masih sangat penasaran dengan wajah itu,


" Siapa sebenarnya wanita ini, kenapa wajahnya sangat tidak asing bagiku ", gumam Bu Mira dalam hatinya.


Kemudian Bu Mira mengalihkan pandangannya pada paper bag yang ia bawa tadi, segera ia memanggil Tania kembali agar bisa membantunya mengeluarkan semua isi barang yang ia beli tadi.


" Mbak Heni, kemarilah ", Ujar Mama Mira.


Tania langsung saja berjalan menghampiri Bu Mira.

__ADS_1


" Iya Bu, ada yang bisa saya bantu ??", Tanya Tania.


" Tolong keluarkan barang saya dari paper bag ini, dan kemudian di tata dengan rapinya", Perintah Bu Mira yang langsung diangguki oleh Tania.


__ADS_2