
Ghina sampai di ruangan Mommy nya, dan ia seketika langsung saja memeluk Mommy nya itu.
"Maafkan mommy yang tidak ada ketika kamu ada masalah", Ucap Alisa sambil mengelus punggung putri nya, Ghina kemudian melepas pelukan Mommy nya,
"Mommy tidak perlu khawatir, Ghina tidak apa-apa mom, mommy tenang saja, Ghina baik-baik saja", Ucap Ghina meyakinkan Mommy nya.
"Kita sekarang lihat CCTV saja, siapa yang memfitnah kamu sayang, Mommy gak mau ada orang jahat di kantor Mommy, apalagi ingin menjatuhkan putri Mommy", Ucap Alisa, bukannya Alisa tak suka, tapi melihat putrinya diperlakukan seperti ini, orang tua mana yang masih saja berdiam melihat putrinya di fitnah dan itu pun difitnah menggoda bos yang aslinya adalah ayahnya sendiri.
Fandi Kemudian memanggil satpam dan meminta untuk membawakan rekaman CCTV kemarin dan pagi hari ini, Fandi ingin melihat siapa dalang nya sebenarnya.
Tak lama setelah itu satpam pun datang dengan membawa rekaman CCTV yang diminta oleh Fandi, Fandi pun segera menerima nya dan segera melihat semua.
Terlihat sore itu ada seorang pegawai perempuan yang belum pulang, dan kemudian mengintip sambil mengeluarkan ponselnya,
Fandi pun yakin jika itu adalah orang nya, tapi jujur Fandi tidak terlalu mengenal pegawai perempuan yang ada di kantor nya, semua itu adalah urusan kepala divisi nya masing-masing.
Fandi kemudian beralih ke rekaman CCTV pagi ini, dan terlihat juga perempuan yang sama yang sengaja menempelkan semua foto yang ia ambil di dinding loby kantor berharap agar semua pegawai tau tingkah Ghina bersama dengan bos besar kantor ini.
Satpam yang sedang menunggu pun akhirnya di Panggil kembali, Fandi mulai memperlihatkan wanita itu dan satpam itu pun terlihat mengetahuinya.
"Tolong panggil dia ke ruangan saya", Perintah Fandi kepada satpam tersebut dan langsung diangguki oleh satpam, dan kemudian segera pergi meninggalkan ruangan Presdir nya.
Alisa dan Ghina yang sedari tadi hanya diam kini mulai penasaran dengan siapa orang tersebut, kemudian mereka mendekat dan ingin mengetahui siapa yang tega melakukan ini semua.
Ghina terlihat membuka mulutnya tak percaya, ia bisa mengenali wanita itu yang ternyata adalah Della, Della yang di tempatkan di divisi keuangan.
Dilain tempat, kini satpam sudah berada di lantai 5 tempat dimana divisi kepegawaian dan divisi keuangan berada, dan satpam tersebut segera memanggil Della dan mengatakan jika dirinya di panggil oleh Presdir perusahaan ini.
"Permisi mbak Della, anda di panggil oleh pak Fandi, dan anda diminta pergi ke ruangannya sekarang", Ujar satpam tersebut, dan Della terlihat menoleh ke arah teman-teman nya, ia bingung kenapa dirinya sampai di panggil oleh Presdir kantor ini,
__ADS_1
"Baik pak, Terimakasih, saya akan segera ke sana", Ucap Della dan kemudian berdiri dan berjalan keluar dari ruangan nya.
Della kemudian naik ke lantai 15, lantai dimana tempat Presdir yang belum pernah ia masuki, ada rasa takut tapi ia tepis, ia yakin jika dirinya di panggil pasti dia akan mendapatkan kenaikan jabatan.
Tak lama setelah itu pintu ruangan itu pun di ketuk dan suara dari dalam mempersilakan Della masuk kedalam.
Della melihat ruangan Presdir itu sangat luas, ruangan itu dua kali lipat luasnya dari ruangan yang ia tempati bersama dengan teman-teman nya, bahkan disana sangat mewah sekali, ruangan itu terlihat sangat indah karena dekorasi bagus sekali, ruangan itu cukup elegan untuk ditempati oleh seorang Presdir.
Terlihat Fandi saat ini tengah menatapnya, dan Fandi kemudian mempersilakan Della untuk duduk.
Della dapat melihat di dalam ruangan itu ada Ghina juga, Ghina terlihat sedang berbincang dengan Alisa Istri dari Presdir nya tersebut.
"Hmm maaf Pak, Ada yang bisa saya bantu??", Tanya Della kepada Fandi.
Fandi kemudian melirik Ghina dan menyuruh Ghina untuk duduk disampingnya.
Ghina kemudian mengangguk dan duduk tepat di samping Fandi, tak ada jarak yang memisahkan antara mereka berdua membuat Della semakin aneh melihat semua ini.
"Maaf pak, saya sama sekali tidak tahu maksud bapak memanggil saya", Ucap Della, Fandi kemudian tersenyum dan memutar laptopnya kembali, Della terlihat mendelik kan matanya, tak menyangka jika pernyataan laki-laki tadi pagi itu menjadi nyata, ia benar-benar telah dilaporkan kepada Presdir perusahaan ini langsung, dan dapat di lihat oleh Della sendiri jika dirinya terlihat sedang memotret Ghina dan Fandi di dalam ruangan Zian kemarin sore.
"Maaf Pak, saya tidak bermaksud, saya hanya ingin menyelamatkan pernikahan bapak dari godaan wanita seperti dia, Seharusnya Bu Alisa berterima kasih kepada saya", Ucap Della.
Alisa pun mendekat, "Maksud kamu berterimakasih itu yang bagaimana??, bisa dijelaskan", Alisa tak habis pikir, ternyata benar, anaknya disini bisa di cap sebagai penggoda bos besar, jika tidak di beritahukan siapa Ghina sebenarnya.
"Maaf Bu, saya kemarin sore melihat Ghina menemani Pak Fandi yang sedang lembur di kantor, saya yakin jika Ghina itu sedang mencoba untuk merayu dan menggoda pak Fandi, Seharusnya ibu saat ini memecat dia Bu", Ucap Della lagi.
"Saya tidak akan melakukan itu, dan perlu kamu tahu, Ghina itu teramat penting bagi saya, dia itu putri kandung saya, Ghina adalah pewaris "Bachtiar Group", tempat kamu bekerja ini, jadi yang menurut kamu menggoda, itu sangat lucu sekali, setiap hari Ghina akan bersikap seperti itu kepada ayah kandungnya sendiri", Alisa pun sudah geram, tak menyangka jika ada yang tak menyukai putrinya disini.
Mulut Della pun menganga, tak menyangka jika Ghina adalah putri dari bos besarnya itu,
__ADS_1
"Maaf kan saya Bu, pak saya sungguh tidak tahu, maaf kan saya", Della terlihat memohon dan meminta maaf kepada Fandi dan Alisa.
Della kemudian menatap ke arah Ghina dan ia juga terlihat meminta maaf kepada Ghina.
"Ghina, maafkan aku, aku tidak tahu", Ghina kemudian tersenyum kepada Della,
"Aku maafkan kamu Dell, tapi satu hal, jangan kamu ulangi jika kamu tidak tahu yang sebenarnya",Ucap Ghina.
Alisa dan Fandi terlihat tersenyum mendengar perkataan Ghina, keduanya kini yakin jika Ghina benar-benar sudah dewasa dan mampu untuk menggantikan dirinya untuk memimpin perusahaan ini nantinya.
"Terimakasih Ghina, sekali lagi maafkan aku", Ucap Della mengulangi.
Della kemudian menatap kedua bosnya lagi,
"Saya mohon jangan pecat saya pak, Bu, saya masih membutuhkan pekerjaan ini Bu, saya mohon", Ucap Della dengan penuh penyesalan.
"Saya tidak berhak memecat mu, saya serahkan semuanya kepada Ghina, apa dia mau mempertahankan mu atau tidak",
"Ghina,aku mohon jangan pecat aku??", Della kemudian mendekat dan memohon kepada Ghina dengan tulus.
"Aku tidak akan memecat mu Dell, kamu masih bisa bekerja disini", Della pun sangat senang akhirnya ia tidak jadi dipecat, dan kemudian setelah urusannya selesai Della pun segera berpamitan dan kembali menuju ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Ghina kemudian memeluk Daddy nya dan dia merasa lega sekali.
"Nanti Daddy dan mommy akan mengumumkan siapa kamu sebenarnya sayang, jadi kamu tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi dan menyembunyikan identitas kamu", Ucap Fandi dan Ghina pun mengangguk.
Udah aku penuhi permintaan up satu episode lagi,
Maaf kalau banyak typo ya, tapi udah aku edit.
__ADS_1
Semoga kalian suka ya😍😍