Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Kantor polisi


__ADS_3

Suasana Rumah Fandi dan Alisa malam ini terlihat ramai, Mendengar kejadian yang menimpa Alisa, Papa Ardi, Mama Mira dan Papa Dimas pun datang melihat keadaan putra dan menantunya tersebut.


Mama Mira terlihat memeluk Fandi dan Alisa, Mama Mira sangat bersyukur karena Alisa bisa selamat, melihat luka diwajah Fandi juga membuat Mama Mira sedikit khawatir.


" Mama tenang aja, aku nggak Apa-apa mah, lagi pula sama istri ku sudah di obati ", Ujar Fandi yang tak ingin membuat Mama nya khawatir.


Rafa kini tengah bersama Papa Ardi, Terlihat Papa Ardi sangat bahagia menggendong cucu semata wayangnya itu.


Fandi kemudian mendekat dan menghampiri Papa Ardi.


Mereka berdua duduk bersama,


" Terimakasih sudah mengirimkan orang suruhan Papa, dan terimakasih Papa sudah menelfon polisi pada saat yang tepat ", Ujar Fandi.


" Itu tidak seberapa Fand, Papa nggak mau putri Papa sampai celaka dan Papa tidak mau terjadi masalah lagi dengan keluarga kalian ", Ujar Papa Ardi.


Kini Pak Dimas juga ikut bergabung, membicarakan masalah yang menimpa putra dan putrinya tersebut, mereka bertiga akan merencanakan untuk mengajukan hukuman yang berat untuk Leni karena bukan pertama kalinya Leni ingin menyakiti Alisa, ini sudah kedua kalinya.


Di dapur, Para wanita sedang menyiapkan makan malam besar untuk mereka semua,


Alisa kini sedang membantu Bi Jum untuk menata semua masakan dan Mama Mira yang menyiapkan minumannya.


Semuanya sudah siap, kini giliran Alisa yang akan memanggil semua untuk segera makan malam bersama.


" Pah, mas , Ayo kita makan malam bersama, semua sudah siap ", Ujar Alisa.


Alisa kemudian mendekat dan meraih Rafa dalam pangkuan Papa nya, Alisa kemudian duduk sebentar di samping Fandi.


" Ayo mas, nanti makannya dingin ", Ujar Alisa kepada suaminya.


Mereka pun berjalan bersama menuju ke meja makan,


Kini mereka makan malam bersama dengan penuh bahagia.

__ADS_1


Keesokan harinya Fandi masih tidak memperbolehkan Alisa untuk datang ke kantor,


" Kami gak usah ke kantor dulu sayang, biar Shinta yang handel semuanya ", Ujar Fandi.


Fandi masih ingin istrinya beristirahat dan menenangkan dirinya karena kejadian yang menimpanya kemarin.


Alisa pun mengangguk karena ia tak mau melawan ataupun membuat Fandi marah kepadanya.


" Nanti mas usahakan pulang awal, kita jalan-jalan ", Ujar Fandi yang membuat Alisa tersenyum lebar.


Fandi pun berangkat ke kantornya seperti biasanya dan tak lupa mencium kening istrinya dan juga putranya.


" Mas berangkat dulu ya, Assalamualaikum ", Ucap Fandi yang kemudian masuk kedalam mobilnya.


" Waalaikum salam Mas, hati-hati dijalan ", Alisa pun melambaikan tangannya, Ada rasa lega di dalam hatinya ketika mengetahui jika Leni sudah ditangkap oleh polisi, Alisa tidak menyangka jika Leni masih menyimpan dendam kepadanya, padahal sewaktu pertama kali mengenal nya Leni sangat baik kepadanya.


Kini akibat ulahnya sendiri Leni kini kembali mendekam di balik jeruji besi yang tak tau sampai kapan ia akan keluar dari sana.


Fandi, Papa Ardi dan Papa Dimas hari ini berencana untuk ke kantor polisi untuk menindaklanjuti kasus percobaan penculikan Alisa, mereka ingin Leni segera diberi hukuman sesuai dengan apa yang dilakukan nya.


Pada siang harinya Fandi sudah berangkat menuju kantor polisi, mereka bertiga sengaja ingin langsung bertemu disana sehingga tak memakan banyak waktu,


Fandi juga, setelah dari kantor polisi ia harus segera pulang karena ia sudah berjanji kepada Alisa untuk mengajaknya berjalan-jalan.


Mereka kini sudah berada di dalam penjara, melihat Leni yang berada di balik jeruji tersebut, Leni sama seperti kemarin menganggap kedatangan Fandi dengan anggapan jika Fandi menerima cintanya.


" Fand, kamu datang untuk menjemput ku ??", Tanya Leni yang kini berubah gembira karena melihat Fandi.


Fandi merasa jijik melihat Leni yang seperti ini,


" Jangan mimpi kamu, aku kesini justru ingin memperberat hukumanmu karena telah berani menyentuh istriku", Ujar Fandi geram dan penuh amarah.


Pak Ardi pun mendekat dan ingin mengetahui seperti apa wajah orang yang ingin mencelakai putri nya tersebut.

__ADS_1


Leni pun merasa tidak senang dengan kedatangan Pak Ardi dan pak Dimas,


" Siapa kamu, mau apa kalian ??", Leni pun meninggikan suaranya.


Leni melihat kedua laki-laki paruh baya itu mendekat tengah melihat nya dengan tatapan menyelidik,


" Aku papanya Alisa ", Ujar pak Ardi kepada Leni. Pak Dimas juga ikut mendekat ia juga penasaran dengan wanita psikopat yang menggilai putra nya ini.


" Jadi kamu wanita tidak tahu diri dan tidak tahu malu yang berani mencelakai putriku ", Pak Ardi ikut meninggikan suaranya.


" Aku tidak mengenal kalian, lebih baik kalian pergi tinggalkan aku bersama Fandi, aku ingin berdua dengannya ", Ujar Leni tak tahu malu.


" Berani sekali kamu mengusir kami dari sini, apa kamu tidak tahu siapa aku ??", Tanya Pak Ardi yang ikut geram kepada Leni.


" Saya tidak perduli siapa anda, lebih baik anda pergi dari sini, dan kamu Fand kamu harus tetap disini bersamaku ", Rengek Leni.


Fandi pun tak perduli, ia kemudian meninggalkan penjara tersebut membuat Leni kembali berteriak.


" Fand kamu mau kemana??, Bukannya kamu sudah berjanji akan menikah denganku dan meninggalkan wanita itu ", Lagi-lagi Leni pun berteriak membuat teman satu selnya geram.


" Jangan berisik, Lo kira cuma Lo aja yang disini ", Ujar salah satu penghuni penjara tersebut.


Leni pun terdiam, jika ia kembali berteriak tentu saja keselamatan nya akan dipertaruhkan, Didalam penjara tersebut bukan hanya ada Leni tapi ada 3 wanita lainnya yang berwajah sangat menyeramkan.


Diluar Fandi bisa bernafas lega karena tak mendengar kan Leni lagi,


" Fandi akan segera mengurus semuanya pah, dan Fandi akan secepatnya menuntut Leni ", Ujar Fandi membuat Pak Ardi dan Pak Dimas mengangguk.


Mereka pun berpisah dan Fandi segera melajukan mobilnya karena ia sudah berjanji kepada Alisa jika ia akan pulang cepat dan mengajaknya jalan-jalan.


Fandi begitu bersemangat, ia mengemudikan mobilnya sambil terus bernyanyi lagu gembira.


Tak lama kemudian Fandi sudah sampai di rumah nya, ia kemudian turun dan segera masuk kedalam,terlihat Rafa kini masih dengan bi sum, jadi bisa dipastikan jika Istrinya kini tengah berada di kamar.

__ADS_1


Dengan sedikit berlari Fandi segera menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya, ia kemudian menaruh tasnya dan melihat istrinya yang tengah sibuk memilih baju untuk ia kenakan nanti bersama Fandi dan Rafa putranya.


__ADS_2