
Sore harinya setelah Alisa mandi, ia segera menuju dapur untuk memasak makan malam nya, mereka tadi juga melewatkan makan siang mereka.
Perut Alisa kini sudah keroncongan meminta untuk segera di isi, dengan cepat Alisa memasak untuk makan malamnya bersama Fandi.
Fandi yang baru saja terbangun, melihat disampingnya sudah tidak ada istrinya, kemudian ia segera memakai celana boxernya dan segera untuk mandi.
Tak lama setelah itu, Alisa yang saat ini sudah selesai memasak segera ia menghidangkan masakan tersebut dan ingin segera membangunkan suaminya.
Saat ia akan membuka pintu kamarnya tiba - tiba fandi juga membuka pintu kamar tersebut, Alisa sempat kaget karena ulah Fandi yang begitu tiba - tiba muncul dihadapnnya saat ini.
" Mas, kamu bikin aku kaget aja ", Ucap Alisa.
Alisa kini tengah memakai pakaian rumahan, Kalau sedang bersama Fandi Alisa tidak memakai jilbabnya, Ia hanya menggunakan daster rumahan yang bisa membuatnya nyaman saat berada di dapur.
" Kamu kok gak bangunin aku sayang ", Tanya Fandi protes.
Alisa yang mendengar Fandi protes hanya tersenyum sendiri.
" Iya maaf mas, lebih baik kita sekarang makan aja, aku udah siapin makan malam untuk kita, lebih tepatnya sih makan sore mas, karena tadi kita gak sempat makan siang ", Ucap Alisa mengajak Fandi ke arah ruang makan.
Mereka berdua akhirnya menikmati makan siang mereka yang tertunda, setelah itu Alisa segera membersihkan meja dan piring - piring kotor sisa ia makan dengan Fandi, kini ia benar - benar hidup mandiri tanpa campur tangan seorang pembantu yang biasa selalu ada di keseharian Alisa.
Saat Fandi sedang duduk di sofa, Alisa menghampirinya dengan membawa secangkir kopi panas untuk suaminya tersebut,
" Makasih ya sayang", Ucap Fandi yang langsung meminum kopinya selagi panas.
Alisa kemudian meraih remot yang ada di atas meja tersebut dan langsung menghidupkan televisi.
Alisa sudah beberapa kali memencet tombol, tapi Alisa sama sekali tidak menemukan saluran tv yang bagus, kemudian ia segera memencet tombol off dan beralih berbaring di sofa.
Fandi kini sudah beralih mengambil laptopnya yang ia simpan didalam lemari, kemudian ia mulai pekerjaanya.
" Mas, besok kamu udah ke Resto lagi?? ", Tanya Alisa.
" Iya sayang, mas besok sudah kembali kerja, kamu gak apa - apa kan tinggal sendiri
disini?? ", Tanya Fandi yang membuat Alisa segera mengangguk.
__ADS_1
" Kamu gak perlu khawatir sayang, mas akan pulang pas jam makan siang ", Ucap Fandi sambil mengelus puncak kepala istrinya.
Alisa pun tersenyum " Mas tenang aja, aku gak apa - apa kok disini sendiri ", Ucap Alisa.
" Ya sudah, lebih baik kita sholat maghrib dulu, sudah adzan ", Ucap Fandi sambil mematikan laptop nya.
Sesudah sholat, fandi kembali lagi membuka laptop nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit.
" Sayang, Kamu siap - siap aja, habis ini kita kerumah Mama ", Ucap Fandi.
" Iya mas ", Jawab Alisa dari dalam kamar.
Alisa segera Membuka lemarinya dan segera memilih gamis yang pas untuk pergi kerumah mertuanya.
Sambil menunggu Fandi selesai, Alisa segera bersiap - siap, tak lama kemudian Fandi sudah masuk kedalam hendak mengganti pakaian nya juga.
" Mas, kamu mau pakai baju apa ", Tanya Alisa.
" Baju santai aja sayang, kita cuma bentar di rumah Mama ", Ucap Fandi sambil mengambil baju yang sudah diambilkan Alisa dari dalam lemari.
Setelah mereka selesai, Mereka segera keluar dari apartemen, " Jangan lupa dikunci sayang ", Ucap Fandi kepada istrinya tersebut.
" Mas, kita mampir dulu ke toko kue, aku mau beliin kue buat Mama", Ucap Alisa yang langsung di angguki oleh Fandi.
Setelah sampai di toko kue Alisa segera masuk dan Fandi menunggunya di luar sambil melihat pemandangan malam kota.
Alisa yang masih memilih kue yang akan di bawa ke rumah mertuanya, tiba - tiba di berpapasan dengan seorang wanita yang tidak asing menurutnya.
Alisa segera memalingkan wajahnya ketika bertemu Tania, ia sama sekali tidak ingin berurusan lagi dengan wanita itu.
Saat Alisa hendak keluar dari dalam toko tersebut, tangannya sudah di cekal oleh Tania.
Alisa berusaha melepaskan tangan tersebut, tapi seperti tangan Tania memegang lengannya begitu kuat.
" Sudah puas kamu merebut Fandi dari ku", Ucap Tania.
" Apa maksud mu", Tanya Alisa tanpa rasa takut sedikitpun.
__ADS_1
" Jangan belagak bodoh kamu., kamu kan yang mengambil Fandi dariku", Ucap Tania sedikit keras sehingga para pengunjung lain melihat ke arah mereka.
" Jaga mulut mu, Mas fandi sekarang sudah menjadi suamiku, aku tidak mengmbilnya darimu, Bukannya kamu yang sudah meninggalkan mas Fandi dan memilih laki-laki kaya ", Ucap Alisa.
Sontak saja kini para pengunjung mulai menatap Tania dengan tatapan jijiknya,
", Dasar kamu perebut kekasih orang ", Ucap Tania yang sudah melayangkan Tanganya bermaksud untuk menampar Alisa.
Alisa sudah memejamkan matanya ketika tangan Tania hampir menyentuh pipi nya, Tapi tamparan tersebut tidak sampai terjadi, kini tangan Fandi sudah berhasil menepis tangan Tania yang ingin menampar Istrinya tersebut.
" Jangan berani tanganmu yang kotor ini menyentuh pipi istriku ", Ucap Fandi.
Tania mendadak kaget karena kehadiran Fandi yang sudah ada di depannya kini.
" Aku hanya ingin membalas dia yang sudah merebut mu dari aku fand?? ", Ucap Tania.
Fandi kemudian tertawa " Apa kamu bilang, Istriku ini merebutku dari kamu??, Bukannya kamu yang sudah tak tau malu ingin merebut ku dari istriku ", Ucap Fandi yang membuat para pengunjung saling berbisik.
Dengan rasa malunya sekarang karena Tania sudah menjadi pusat tontonan disitu, akhirnya Tania keluar dengan cepat, Fandi yang melihat Alisa masih mematung sedari tadi kini mulai sadar dengan kepergian Tania.
" Kamu gak apa - apa sayang?? ", Tanya Fandi.
" Aku tidak apa-apa mas, makasih sudah nenolongku tadi ", Ucap Alisa.
" Ya sudah, sebaiknya kita segera keluar dari sini ", Ajak Fandi yang langsung di angguki oleh Alisa.
"Maaf sudah membuat keributan disini ", Ucap Fandi sebelum meninggalkan toko kue tersebut.
Pengunjung lainnya pun juga tersenyum kepada Fandi dan Alisa dan seketika juga ikut bubar dari tontonan yang baru saja mereka lihat.
Saat sesudah didalam mobil.
" Maafkan mas yang tak bisa menjagamu ", Ucap Fandi.
" Gak apa-apa Mas?? ", Ucap Alisa menenangkan.
" Kalau saja mas tidak cepat datang mungkin Tania sudah menamparmu dan mungkin lebih dari itu ", Ucap Fandi menyesal.
__ADS_1
Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu mas, kamu sudah datang di waktu yang tepat, kamu tadi sudah mengahalau Tania yang hampir menamparku dan kamu juga sudah membelaku ", Ucap Alisa.
Ya sudah lebih baik kita segera pergi ke rumah Mama, keburu malam mas", Ucap Alisa mengingatkan Fandi tujuan utama mereka.