
Mereka langsung saja berangkat setelah semua sudah siap, Rafa juga sudah terlihat ganteng dengan kaos santai dan celana jeans pendek
Fandi berjalan ke depan dengan menggendong putra nya tersebut.
Setelah berpamitan kepada Mamanya, Alisa Fandi dan Rafa kemudian berangkat menuju ke rumah Denis dan Nisa.
Selama perjalanan Alisa terlihat bernyanyi dan membuat Rafa tersenyum.
" Sayang, kamu mau beli sesuatu apa gak buat Nisa ??", Tanya Fandi karena ia kini tengah melewati area pusat perbelanjaan.
" Iya mas, kita beli buah aja mas ", Ujar Alisa.
Fandi kemudian menepikan mobilnya di supermarket dan Alisa pun langsung keluar, Fandi kembali menggendong putranya dan Alisa lah yang akan memilih semua buah yang akan mereka bawa ke rumah Denis dan Nisa.
Setelah sudah mendapatkan apa yang Alisa inginkan Alisa segera membayarnya dan mereka kembali menuju ke dalam mobilnya.
Fandi segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, buah yang sudah mereka beli pun sudah terbungkus dengan rapi,
" Semoga aja Nisa benar-benar hamil ya mas, aku kasihan lihat Nisa yang selama ini menginginkan kehamilan nya ", Aliaa pun mengingat betapa kedua sekertaris nya itu sangat ingin memiliki anak.
" Iya sayang semoga saja ", Jawab Fandi sambil menatap lurus ke arah jalanan yang ada di depannya.
Setengah jam kemudian Fandi dan Alisa sudah sampai di depan rumah Denis dan Nisa, rumah minimalis yang hanya berpenghuni dua orang tersebut terlihat sangat sejuk, Nisa sangat menyukai tanaman sehingga di depan rumahnya banyak sekali bunga dan berbagai macam tanaman lainnya, terlihat mobil Denis juga sudah terparkir di garasi rumahnya,
" Sepertinya Denis sudah ada dirumah sayang ", Ujar Fandi kepada istrinya, Alisa juga sependapat dengan Fandi ,lalu kemudian mereka segera turun dan menuju ke pintu rumah Denis.
Fandi segera mengetuk pintu rumah Denis dan tak beberapa lama kemudian Denis pun membuka pintu tersebut, Denis tampak kaget karena yang datang adalah bosnya.
" Bos !!!", Ujar Denis kaget.
" Assalamualaikum ", Ucap Fandi dan Alisa.
" Waalaikum salam Bos, silahkan masuk ", Ajak Denis yang kini ia hanya memakai kaos tipis dan celana pendek rumahan.
Fandi dan Alisa pun segera masuk dan tak lupa Alisa langsung menyerahkan buah yang ia beli tadi.
" Makasih Bu bos, kenapa repot-repot sekali ", Ujar Fandi merasa tak enak.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, hanya buah saja, oh ya bagaiman keadaan Nisa ??", Alisa pun segera ingin mengetahui keadaan sekertaris nya tersebut, apa dia benar-benar hamil atau tidak.
" Nisa sedang istirahat, dan ada yang ingin aku beri tahu, Alhamdulillah Nisa hamil ", Ujar Denis dengan senyum sumringah nya
Fandi dan Alisa terlihat tersenyum senang, " Selamat ya Den, akhirnya kalian akan menjadi orang tua ", Fandi pun memberi selamat kepada sekertaris nya tersebut.
" Terimakasih bos, tapi ada yang aneh dengan Nisa bos ", Ujar Denis.
" Kenapa ??", Tanya Fandi dan Alisa secara bersamaan.
" Nisa gak suka dekat-dekat aku lagi bos ", Ujar Denis sedih.
Fandi pun kemudian tertawa dan Alisa langsung menyenggol lengan Suaminya agar Fandi segera berhenti.
" Mas kamu tuh ya ", Ujar Alisa sambil memelototkan matanya.
" Iya, iya maaf sayang ",
" Nggak apa-apa den, itu wajar nanti kalau sudah usia kandungannya 4 bulan pasti akan kembali seperti semula " Ujar Alisa.
Denis pun mendelik tak percaya," 4 bulan?? lama sekali, mana tahan aku gak d Kat sama istriku ??", Denis pun menampilkan wajah sedihnya.
" Masss...???", Fandi masih saja menertawai sekertaris nya tersebut yang tidak dapat mendekati istrinya.
" Bener-bener sih bos, awas kalau aja Bu bos hamil lagi, pasti akan lebih parah dari yang aku alami ", Denis pun menggerutu di dalam hatinya.
Tak lama kemudian Nisa pun keluar,
" Mbak ??", Sapa Nisa dengan wajah yang masih pucat.
Lalu Nisa memilih duduk di dekat Alisa dan Fandi pun mau tak mau harus pindah duduk disebelah Denis.
" Yang, kamu duduk sini aja ", Denis pun menepuk tempat yang ada di sebelahnya.
", Nggak mau, kamu bau mas, aku mau dekat kamu ", Ujar Nisa yang membuat Fandi lagi-lagi tertawa.
" Wah, kamu gak mandi kali den, makannya anak kamu gak mau dekat Ayahnya ",
__ADS_1
" Enak aja bos, aku mandi tahu, gak nyium nih udah ganteng dan wangi ", Denis pun tak mau kalah.
" Makasih ya mbak udah mau jenguk aku, dan maaf untuk beberapa hari mungkin aku gak masuk kerja dulu ", Ujar Nisa.
" Iya Nggak apa-apa Nis, kalau mau ambil cuti juga gak apa-apa", Ujar Alisa.
" Nggak kok mbak, selama aku gak pusing dan mual aku pasti bisa kerja ", Ujar Nisa.
Denis Kemudian menatap istrinya,
" Nggak usah kerja lagi lah yang, kamu dirumah aja ", Denis pun menginginkan istrinya dirumah kali ini ", Nggak apa-apa kan Bu bos jika Nisa gak kerja lagi ??", Tanya Denis kepada Alisa.
" Iya nggak apa-apa, demi kehamilan Nisa aku gak apa-apa ", Jawab Alisa dengan tulus.
Nisa pun mau tak mau menurut kepada suaminya, toh ini demi kebaikan dirinya dan anaknya yang masih ada didalam kandungan nya.
Denis Kemudian kedalam dan menyiapkan minuman untuk bosnya tersebut, tak lama kemudian Denis datang dengan membawa 4 cangkir teh hangat untuk semua orang yang ada di ruang tamunya.
" Silahkan di minum bos, maaf hanya ada teh saja ", Ujar Denis.
" Nggak apa-apa, kamu gak perlu repot-repot kayak gini ", Aliaa dan Fandi kemudian mengambil satu persatu cangkir di depannya dan segera meminumnya.
" Maaf ya bang kalau kamu yang harus buat minum ", Ujar Nisa sedih.
" Nggak apa-apa yang, kamu kan lagi lemas, lebih baik kamu istirahat saja ", Denis pun tersenyum kepada istrinya.
Denis kemudian berjalan mendekat ke arah istrinya, " Bang stop, kamu gak usah dekat-dekat aku, aku mual", Denis pun kemudian mundur dan kembali ke tempat duduknya.
" Maaf bang, aku bukannya gak mau dekat kamu, tapi nggak tahu kenapa setiap dekat kamu aku jadi langsung mual ", Ujar Nisa jujur.
" Ya udah yang, aku gak bakalan dekat kamu, biar kamu gak mual-mual lagi ", Denis pun hanya bisa pasrah.
Fandi dan Alisa pun berpamitan,
" Makasih bos sudah mau jenguk istriku ", Ujar Denis kepada Fandi dan Alisa.
" Iya sama-sama, ya udah kami pamit dulu den, assalamualaikum ", Fandi dan Alisa pun memasuki mobil dan meninggalkan rumah Denis.
__ADS_1
Denis pun kembali masuk kedalam dan menutup pintunya,
Pintu kamar Nisa pun sudah tertutup dan berarti Nisa sudah masuk kedalam kamar dan sedang beristirahat.