
Alisa dan Fandi masih merahasiakan program yang mereka jalani, Alisa akan memberitahu jika Alisa sudah benar-benar positif hamil.
Dan Fandi tentunya selalu menjaga asupan makanan yang akan di makan oleh istrinya, semuanya harus sehat dan juga harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh dokter tamar, dokter kandungan yang menangani Alisa.
Mereka kini tengah berada di meja makan, sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Fandi bi Jum memasak makanan yang Fandi jelaskan kepada Bi Jum, harus banyak sayur dan daging, Buah-buahan juga harus selalu tersedia dan itu juga harus segar.
Alisa yang melihat makanan yang ada di hadapannya membuat ia menelan ludahnya seketika.
" Mas, kamu mau buat aku gemuk ??", Tanya Alisa, makanan yang ada dihadapannya ini porsinya tak biasa, ini bahkan bisa dibilang dua kali lipat dari porsi makanan yang biasa disiapkan oleh Bi Jum.
" Itu semua udah tepat menurut saran dari dokter, jadi kamu gak boleh nolak sayang ", Perintah Fandi tegas dan tak mau ditolak,
" Tapi itu terlalu banyak, aku nggak sanggup buat makan sebanyak itu, apalagi ini udah malam dan pastinya aku semakin gendut nantinya ", Alisa pun mulai cemberut dan Fandi tidak merespon sama sekali, bahkan sekarang Fandi mulai.menuangkan nasi sayur dan daging sapi yang sudah di masak oleh Bi Jum, Alisa pun pasrah dan tak mau membantah lagi.
Fandi kemudian mengambil sendok di piring istrinya, ia mengambil dan akan menyuapkan di mulut istrinya langsung.
" Mas, aku bisa sendiri, lebih baik kamu temenin aku makan,kan gak enak jika aku harus makan sendirian", Fandi pun tetap mengarah kan sendok tersebut ke mulut istrinya,
" Satu kali ini saja, habis ini mas akan makan ", Ujar Fandi.
Alisa mengambil sendok dari tangan Fandi dan terlebih dahulu Alisa ingin mengambilkan nasi untuk suaminya.
Fandi pun tersenyum, kemudian setelah makanan tersebut sudah ada di piring Fandi mereka makan malam secara bersama-sama.
__ADS_1
Fandi sudah menyiapkan segalanya tanpa sepengetahuan istrinya, Setelah makan malam, setengah jam kemudian Fandi berjalan ke arah dapur tanpa sepengetahuan Alisa, Fandi kini tengah membuatkan susu khusus diperuntukkan untuk yang sedang dalam proses hamil, dan setelah selesai Fandi pun segera membawa susu tersebut ke kamar mereka.
Didalam kamar Alisa tengah bermain bersama dengan Rafa, anak itu kini tengah memainkan sebuah puzzle hewan dan setelah ia berhasil Rafa pun tertawa dengan kerasa membuat Alisa juga ikut tertawa.
Tawa Alisa seketika terhenti saat mendengar suara pintu terbuka, ia melihat suaminya yang membawa sebuah nampan yang di atasnya ada satu gelas penuh susu yang Alisa tidak tahu untuk siapa.
Fandi pun menaruh nampan tersebut di atas meja nakas dan mengambil gelas tersebut dan diberikan kepada istrinya.
" Sayang ini ", Fandi pun mengulurkan tangannya dan memberikan gelas yang berisikan susu tersebut.
" Kamu buatin aku susu mas ??, Alisa kemudian meraih gelas tersebut.
" Iya, kamu minum sayang, maa sudah susah payah buatin susu buat kamu ", Itu salah satu trik dari Fandi, Fandi tahu istrinya tersebut tak terlalu menyukai susu, dan saat hamil Rafa pun Fandi yang akan membuatkan susu untuk Alisa.
Alisa sedikit memaksa untuk menelan semua susu tersebut Samapi akhirnya ia berhasil, memang butuh perjuangan buat Alisa, apalagi susu yang Fandi buat tidak sedikit dan itu penuh satu gelas.
Fandi kemudian tersenyum, dan ia mengambil gelas yang ada di tangan istrinya,
" Kan kalau habis mas jadi senang sayang ", Alisa pun tersenyum semanis mungkin.
" Iya terimakasih ya mas ", Jawabnya dan Alisa kembali tertuju kepada Rafa yang masih bermain dengan puzzle nya.
" Mas, kita lama gak lihat resto ", Ujar Alisa yang merasa ia sudah lama sekali tidak mendatangi resto milik suaminya tersebut.
__ADS_1
" Iya, Minggu depan aja kita kesana", Jawab Fandi,
" Aku mau ke ruangan kerjaku dulu sayang ", Fandi pun berpamitan dan Alisa pun mengangguk, Alisa merasakan perutnya sudah sangat kenyang sekali dan ia menjadi susah bergerak karena terlalu banyak makan dan ditambah lagi minum susu.
Tak lama kemudian Rafa sudah mulai bosan, anak itu pasti sudah mengantuk dan Alisa pun segera menggendong Rafa dan membawanya ke kamar, ia ingin menidurkan Rafa sendiri dan tak mau merepotkan Bi sum meskipun itu sudah menjadi tugas hi sum untuk menjaga Rafa dan menidurkan Rafa.
Alisa membuatkan susu terlebih dahulu untuk Rafa dan kemudian memberikan botol susu tersebut kepada ada Rafa, benar mungkin anak itu tak lama kemudian sudah terlelap dan membuat Alisa mengelus kepala putranya,
Alisa kemudian mencium kening dan pipi Rafa, dan kemudian ia kembali menuju kamarnya karena Alisa juga sudah tak sanggup lagi membuka matanya.
Tepat pukul 10 malam, Fandi sudah kembali dari ruang kerjanya dan melihat istrinya yang sudah tertidur pulas, ia kemudian mendekat dan mencium kening istrinya, Setelah itu Fandi pun beranjak menuju ke kamar mandi, ia ingin mencuci mukanya sebelum ia juga ikut berbaring disamping istrinya.
Tapi sebelum itu Fandi menunaikan sholat isya karena tadi ia langsung menuju ke ruang kerjanya dan belum melaksanakan kewajibannya.
Setelah itu Fandi pun mengganti pakaiannya dan sekarang hanya memakai kaos tipis dan celana pendek, segera ia berjalan menuju ke ranjangnya dan ikut berbaring di samping istrinya,
Fandi kemudian menarik selimutnya dan juga menutupi tubuh istrinya, dan Fandi langsung memejamkan matanya dan tak lama kemudian Fandi pun juga sudah terlelap.
Pagi ini Fandi masih bekerja sendiri, cuti yang di berikan oleh Fandi untuk Denis akan berakhir hari ini dan besok Denis sudah kembali bekerja dan tentunya bisa membantunya dalam urusan pekerjaan yang membuat Fandi sedikit pusing akhir-akhir ini, apalagi Fandi kemarin juga tidak datang ke perusahaanya.
kini Fandi sudah siap dengan kemeja yang sudah disiapkan oleh Alisa seperti biasanya, Alisa sudah mandi tapi ia masih sibuk di dapur, membuatkan sarapan untuk Fandi tentunya.
Fandi kemudian turun, tapi ada yang kurang dari penampilan Fandi, yaitu dasi di lehernya, Fandi menjadi sangat manja dan ingin istrinya sendiri yang memasang kan dasi di leher nya.
__ADS_1
Kini Fandi sudah berada di meja makan menunggu Alisa menyiapkan sarapan untuknya, Dan Alisa pun segera menghampiri Fandi dan membawakan secangkir kopi untuk Fandi, Alisa melihat ada yang kurang dari penampilan Suaminya dan Alisa sudah mengerti jika suaminya tersebut masih belum memakai dasi dilehernya.