
Pagi ini para orang yang dibayar untuk menemukan Handoko sudah menemukan hasil, mereka sudah tau keberadaan Hartini yang memang masih berada di Kalimantan, Handoko berada dirumah sepupunya, Handoko tidak menceritakan semuanya dan keluarga sepupunya mengira jika ia kemari hanya sekedar ingin liburan.
Satu persatu dari mereka pun sudah tiba di depan rumah yang bernuansa khas rumah adat Kalimantan, mereka dengan hati-hati mengetuk pintu tersebut berharap tidak ada yang curiga dengan kedatangan mereka yang ingin membawa Handoko kembali ke Jakarta.
Handoko harus menghadap Fandi dan pak Ardi terlebih dahulu sebelum ia harus kembali ke Bandung dan menjalani proses hukum disana,
Mereka terlihat menunggu seseorang yang akan membukakan pintu, tak lama kemudian wanita paruh baya yang membukakan pintu tersebut.
" Cari siapa ??", Tanya wanita itu.
" Saya teman Handoko, saya lihat Handomk datang kemari ??", Tanya salah seorang dari mereka.
" Iya, dia ada didalam, silahkan masuk biar saya panggilkan ", Wanita itu pun masuk dan beberapa orang tersebut masuk dan menunggu Handoko datang menemui mereka.
Setelah mengetahui ada yang mencarinya, Handoko terlihat sangat ketakutan, " Apa mungkin mereka orang yang akan menangkap ku?", Handoko pun takut dan dia merasa gemetar.
" Mereka ada diruang tamu, segera temui mereka, tidak enak meninggalkan tamu terlalu lama ", Wanita itu pun keluar dan mau tak mau Handoko pun juga keluar karena tak mau kakak sepupu nya curiga kepadanya.
Handoko terlihat sangat aneh, ia merasa tidak mengenal para lelaki yang datang kerumah ini, mereka semua sangat asing bagi Handoko.
" Siapa kalian ??", Tanya Handoko yang masih berdiri.
" Kami orang yang akan membawamu ke Jakarta, kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu, dan kamu harus mengembalikan semua uang yang kamu bawa dari PT Surya ', Ujar salah satu dari mereka.
" Tidak, aku tidak melakukannya, jangan asal menuduh, kalian bisa saya laporkan kepada polisi atas pencemaran nama baik ", Handoko pun mulai mengancam mereka.
" Silahkan anda melaporkan kami ke polisi, bukan kami yang akan tertangkap tapi anda sendiri, lebih baik anda menyerah dan ikut kami.kembali ke Jakarta, jika anda terus menolak hukuman anda akan semakin berat ",
Wanita yang sedang membawa minuman pun kaget dengan semua perkataan beberapa orang tersebut.
" Kau menipu orang ??", Tanya wanita tersebut.
Handoko pun terperanjat kaget,
__ADS_1
" Itu tidak seperti yang mbak pikirkan", Lagi-lagi Handoko pun berdalih.
" Cepat tangkap Handoko dan segera bawa Handoko Kembali ke Jakarta", Ujar salah seorang yang bertugas menangkap Handoko.
Mereka pun segera memborgol Handoko , mereka bukan orang sewaan amatiran, mereka merupakan kaki tangan dari pihak kepolisan yang bertugas mencari orang-orang seperti Handoko yang melarikan diri.
Setelah Handoko di borgol, mereka segera pergi meninggalkan rumah itu, Wanita paruh baya itu tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri.
Handoko dibawa menggunakan helikopter khusus yang membawa mereka datang kemari dan akan membawa mereka kembali ke Jakarta.
Perjalanan membutuhkan waktu satu jam penerbangan dan Handoko pun sudah pasrah dan tak dapat berkutik, Handoko harus menjelaskan semua dihadapan kepolisian dengan sebenar-benarnya.
Fandi sudah menerima laporan jika Handoko sudah tertangkap, pak Ardi dan Fandi akan datang menemui Handoko yang akan dibawa ke kantor polisi di Jakarta.
Handoko sudah masuk kedalam sel tahanan, Fandi dan pak Ardi pun sudah datang untuk melihat Handoko.
Handoko terlihat kaget dengan kedatangan Orang besar seperti pak Ardi ke dalam selnya.
" Pak Ardi?",Tanya Handoko tak percaya.
Handoko berharap ia bisa dibantu oleh pak Ardi, tapi harapannya hanya tinggal angan-angan saja.
"Lebih baik kamu mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu", pak Ardi pun pergi setelah mengatakan kalimat itu kepada Handoko.
Sore harinya Handoko segera dipindahkan ke Bandung dimana ia berasal, Fandi sudah meminta izin kepada Alisa dan Alisa pun mengizinkan Fandi untuk pergi ke Bandung, Alisa kali ini terlihat lega karena bukan hanya Suaminya yang berangkat ke Bandung, namun papanya juga akan berangkat ke Bandung bersama dengan Fandi.
Malam ini bisa dipastikan Alisa akan tidur sendirian lagi, dan mungkin Fandi dan papanya akan kembali besok sore dari Bandung.
🌼🌼🌼
Fattiya juga sudah sampai di rumahnya, ia yang melihat kondisi mamanya langsung menangis terisak dipelukan papa nya.
"Maafkan aku Dad, Mom, aku tidak mengerti keadaan kalian selama aku pergi ", Fattiya pun menangis dalam pelukan Papa nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang, Semua salah kami seharusnya kami tidak memaksamu melakukan hal gila tersebut ", Pak Surya pun mengingat semua yang ia katakan kepada Fattiya.
Pak Surya kemudian menoleh ke arah feri yang masih mematung menyaksikan semuanya, Pak Surya pun tersenyum dan menyebut feri dengan baik.
" Kemarilah ", Pinta pak Surya kepada Feri, Feri pun dengan senang hati menuruti perkataan pak Surya kepadanya.
" Terimakasih sudah menjaga putriku Fer, aku hutang Budi kepadamu ", Ujar pak Surya.
" Jangan bicara seperti itu Pak, saya hanya melakukan kewajiban saya untuk menjaga tya selama didamping saya, dan saya tidak keberatan", Lagi-lagi feri merendah.
" Terimakasih, Saya merestui hubungan kalian ", Mata Tya pun berkaca-kaca lagi, ia teramat bahagia mendegar kata-kata sang Papa yang merestui hubungannya dengan Feri.
" Terimakasih Dad, Terimakasih Om", Mereka pun mengucapkan itu secara bersama-sama.
Ada rasa bahagia terpancar dari raut wajah Tya dan Feri.
" Kalau begitu saya permisi dulu om, Sayang aku pamit dulu, besok aku kesini lagi ", Ujar Feri.
Tya dan Pak Surya pun mengangguk, dan Feri pun meninggalkan rumah Tya dengan rasa bahagia karena sudah mendapatkan restu dari pak Surya.
Tya pun kembali menyeret kopernya.
" Tya ada yang ingin Papa tanyakan ??", Fattiya pun kembali menghentikan langkahnya.
" Apa Dad??", Tanya tua kepada Papanya.
" Apa Feri tidak apa-apa dengan kondisi keluarga kita yang seperti ini,Papa sudah tidak kaya lagi, papa sudah bangkrut ", Pak Surya pun terduduk lemas.
" Dad, Feri bukan laki-laki seperti itu, dia menerima Tya apa adanya, dan Feri juga sangat mencintai Tya, dan begitu juga sebaliknya Tya sangat mencinta Feri ", ucap Tya yang membuat pak Surya bisa bernafas lega.
" Ya sudah sebaiknya kamu istirahat dulu, Biar badan kamu segar ", Tya pun pergi menuju kamar yang amat ia rindukan, Tya pun mengingat sebelum kepergiannya ia sempat bertengkar dengan mamanya waktu itu.
Tya pun meletakkan kopernya dan kembali membukanya, ia pindahkan semua baju yang ada di dalam kopernya dan ia letakkan kembali di lemari pakaiannya, Setelah selesai tua segera mengambil handuk kimono nya dan segera mandi untuk menyegarkan badannya.
__ADS_1