Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
122


__ADS_3

Didalam perjalanan, Denis masih memikirkan sesuatu sedari tadi.


" Bang,kamu kenapa kok diem aja ", Ujar Nisa.


" Abang masih bingung dengan istri bos ", Ujar Denis.


" Maksud kamu apa bang?", tanya Nisa yang juga bingung dengan suaminya.


" Ternyata istri bos itu bukan orang biasa seperti Abang kira ", Ujar Denis yang semakin membuat Nisa tidak mengerti.


" Maksud Abang gimana?? ", Tanya Nisa penasaran.


" Waktu itu bos pernah cerita bahwa istrinya adalah mantan karyawan di restonya, tapi ternyata malam ini sungguh mengejutkan, Abang juga tidak percaya ternyata istri bos itu putri dari keluarga Bachtiar ", Ujar Denis.


" Apa bang, kamu gak bercanda kan, Mbak Alisa itu baik banget ", ujar Nisa.


" Iya Pak bos juga baik banget sama Abang ", Ujar Denis.


Mereka pun berbincang-bincang Sampai tiba dirumah mereka.


🌸🌸🌸


Setelah selesai membersihkan meja makan, Alisa kemudian menyusul suaminya yang kini tengah duduk bersandar di ranjang dan sedang memangku laptopnya.


" Kamu lagi ngerjain apa mas ??", tanya Alisa yang duduk disisi ranjang sebelah Fandi


" Mas lagi ngecek Email yang dikirim oleh Dina ", Ujar Fandi.


" Bagaimana hasilnya mas ??", tanya Alisa.


" Sangat memuaskan sayang, kerja Dina sangat bagus sekali ", Ujar Fandi.


" Alhamdulillah mas, ternyata kak Dina bisa diandalkan ", Ujar Alisa.


" Iya sayang, kamu benar, tidak salah kamu memilih Dina untuk mengawasi Resto kita ", Ujar Fandi.


Dalam satu bulan ini terjadi peningkatan jumlah pengunjung semenjak dipegang oleh Dina, ide-ide Dina yang cukup pintar membuat resto besar ini semakin dikenal banyak orang.


" Bagaimana kalau kita beri bonus bulan ini kepada Dina ", Ujar Fandi.


" Boleh mas, aku senang banget kalau mas mau memberi kak Dina bonus, bisa buat tambah-tambah ia menyekolahkan adiknya ", Ujar Alisa.


" Kalau begitu besok kita pergi ke resto, Kita langsung berikan disana saja ", ujar Fandi.


Kemudian Alisa beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


" Sayang, mau kemana ??", Tanya Fandi.


" Aku mau ke kamar mandi mas ", Jawab Alisa yang terus membawa langkah kakinya masuk kedalam kamar mandinya.

__ADS_1


Fandi masih terus menunggu istrinya yang sedang berada di dalam kamar mandi, Saat sudah keluar terlihat Alisa yang kini mengenakan daster tanpa lengan yang panjang bajunya di atas lutut.


Dengan sedikit sudah menelan ludahnya Fandi tak henti-hentinya memandang istrinya yang semakin hari semakin cantik itu.


Di depan kaca meja towalet nya Alisa kini tengah melaksanakan ritual malam nya untuk memakai skincare untuk menjaga kecantikan kulitnya.


" Sayang, lama sekali ", Ujar Fandi yang sudah tidak lagi melihat laptop nya.


Fabdi kemudian menghampiri istrinya yang tengah menyisir rambutnya.


" Mas jangan keras-keras, nanti Rafa bangun ", Ujar Alisa mengingatkan Fandi.


" Iya sayang, maaf ", Ujar Fandi.


Fandi kemudian memeluk tubuh istrinya dari belakang,


" Sayang, mas mau kamu sekarang ", Ujar Fandi.


" Hmm... Maaf mas, kayaknya aku gak bisa, aku kedatangan tamu bulanan ku ", Ujar Alisa sedikit ragu.


Fandi kemudian melepaskan pelukannya,


" Gagal dong hari ini ", Ujar Fandi.


" Bukan hari ini aja mas, tapi selama seminggu kedepan ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian mendengus kesal,


Alisa yang melihat suaminya mendadak lemas hanya tersenyum.


Kemudian Alisa segera menyusul dan berbaring di samping suaminya.


" Mas, jangan marah dong ", Ujar Alisa yang melihat suaminya diam saja.


" Aku gak marah sayang, aku ngerti kok ", Jawab Fandi yang membalikkan tubuhnya menghadap ke arah istrinya.


" Sebaiknya kita segera tidur sayang, bukannya besok kita mau ke Resto ", Ujar Fandi sambil menarik pinggang istrinya.


Mereka akhirnya pun tertidur, Tepat pukul 1 malam tiba-tiba Rafa terbangun dan menangis, segera Alisa yang sudah bangun menghampiri Rafa dan segera menggendong nya.


Rafa kemudian di bawa ke ranjang dan ditidurkan diantara Fandi dan Alisa.


Setelah Rafa tertidur, Alisa tak memindahkan lagi dan dia juga ikut tidur kembali.


Saat mendengar adzan subuh, Fandi segera bangun, saat menoleh ke arah samping terlihat Rafa yang tertidur diantar dirinya dan istrinya, kemudian langsung ia kecup ke dua orang tersayangnya.


Fandi segera turun dari ranjang dan segera mengambil wudhu dan berangkat ke masjid terdekat.


Saat Fandi membuka pintu Alisa tiba-tiba terbangun, " Mas kamu mau ke masjid ??", tanya Alisa yang melihat suaminya sudah rapi dengan baju Koko, sarung dan songkok nya yang sudah di pakai di kepalanya.

__ADS_1


" Iya sayang ", Jawab Fandi sambil keluar dan menutup pintu kamarnya.


Alisa kemudian segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, tapi sebelum itu Alisa memastikan bahwa Rafa dalam posisi aman saat ia tinggalkan.


Tak perlu membutuhkan waktu yang lama, Alisa Sudak kembali dari kamar mandi, terlihat Rafa masih dalam posisi saat ia tinggalkan tadi.


Setengah jam kemudian Fandi sudah kembali dari masjid, saat masuk kedalam kamar Fandi masih melihat Alisa yang sedang menemani Rafa tidur.


" Assalamualaikum ", Ucap Fandi sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah ranjangnya.


" Waalaikum salam mas", Jawab Alisa tersenyum.


Alisa kemudian segera meraih tangan suaminya kemudian setelah itu ia cium punggung tangannya.


Tak lupa Fandi mencium seluruh wajah istrinya tanpa tertinggal satupun.


Alisa kemudian segera meraih kopyah yang di pakai suaminya dan kemudian meletakkan nya kembali ke tempat semula.


" Kamu mau kopi mas ??" Tanya Alisa.


" Boleh sayang ", Ujar Fandi.


" Kalau gitu mas tunggu sini aja sambil jaga Rafa, habis ini aku anterin kopinya ".


Alisa kemudian mengambil jilbab instan nya keluar dari kamar.


Setelah sampai di dapur, Bu Jum sudah mulai untuk memasak nasi.


" Selamat pagi Bi ", Sapa Alisa kepada Bi Jum.


" Eh Non Alisa, selamat pagi juga Non ", Jawa. Bibi tersenyum.


" Non butuh sesuatu ??", Tanya Bibi kepada Alisa yang sedang meraih sebuah cangkir.


" Mas Fandi minta di buatkan kopi Bi ", Ujar Alisa.


" Biar Bibi yang buatkan Non, Non duduk saja", Ujar Bibi.


" Gak perlu Bi, lagi pula ini tidak sudah ", Jawab Alisa.


Alisa kemudian meraih teko khusus untuk memasak air dan mengisinya dengan air, Setalah airnya sudah masak, Alisa kemudian menuangkan Sesendok gula dan kopi, setelah jadi Alisa segera membawa kopi tersebut masuk kedalam kamarnya kembali.


Fandi kembali menatap layar laptopnya, Tapi dia kini sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek.


" Mas ini kopinya ", Ujar Alisa sambil meletakkan kopi tersebut di meja nakasnya.


Seger Fandi meminum kopinya selagi panas, saat sudah masuk kedalam mulutnya Fandi pun tersenyum, rasa yang selalu ia suka saat istrinya membuatkannya sejak dulu.


Melihat suaminya yang tersenyum akhirnya Alisa memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


" Kenapa kamu senyum-senyum sendiri mas ??", tanya Alisa.


" Mas hanya mengingat saat kamu pertama kali membuatkan kopi buat mas, dan rasanya masih sama seperti yang dulu ", ujar Fandi yang membuat Alisa seketika tersenyum


__ADS_2