Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Melepas rindu


__ADS_3

Pak Ardi dan Fandi sudah sampai dikota Bandung dan mereka sudah berada di kantor Polisi di kota tersebut, Surya juga sudah di konfirmasi oleh pihak kepolisian dan tak lama kemudian Surya sudah datang di sini.


Surya masuk kedalam dan melihat Pak Ardi dan Fandi yang juga ada didalam ruangan tersebut,


"Pak Ardi, Fandi, Jadi anda yang membantu saya menangkap handoko?", Pak Surya sebelumnya tidak tahu, tapi menurut keterangan kepolisian yang menghubunginya jika Handoko di tangkap oleh orang bayaran yang disewa oleh Fandi.


Fandi hanya mengangguk, Ia masih terdiam tak bersuara,


" Terimakasih Pak Ardi, Fandi, saya yakin anda tidak akan membalas kejahatan saya, kalian orang baik, Terimakasih banyak ", Pak Surya pun tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.


" Sudah lah, tapi saya mau anda berubah dan bersikap lebih baik ", Fandi pun akhirnya menjawab.


" Pasti, terimakasih banyak, saya tidak tahu harus membalas bagaimana kebaikan kalian ", Pak Surya pun semakin mendekat.


" Tidak usah terlalu dipikirkan pak Surya, kami ikhlas ", Jawab Pak Ardi.


" Baiklah pak Surya, kami rasa urusan saya dengan anda sudah selesai,kami akan kembali ke Jakarta ", Pamit Fandi.


Pak Surya tidak dapat menahan kepergian Fandi, dan akhirnya Fandi dan Pak Ardi pun meninggalkan kota Bandung dan kembali menuju kota asalnya.


Hari ini Alisa terpaksa berangkat sendiri ke kantornya, awalnya Fandi khawatir dengan istrinya, tapi setelah banyak rayuan yang diucapkan oleh Alisa akhirnya Alisa berhasil mendapat izin suaminya.


Kini Alisa sedang berada di kantornya dan sampai saat ini belum ada kabar dari papanya maupun Fandi.


Pukul 13.00 WIB, Fandi dan Pak Ardi sudah berhasil mendarat dengan selamat, ia menaiki helikopter yang membawa beberapa orang sewaan nya, Fandi dan Pak Ardi pun menuju mobil yang berbeda, Setelah kesepakatan berdua akhirnya pak Ardi memilih untuk pulang kerumahnya sendirian dan tak ingin merepotkan menantunya yang harus bolak-balik dari rumahnya menuju kantornya.


Satu jam kemudian Fandi sudah berada di depan Bachtiar Group, Fandi segera masuk dan menuju lift yang akan membawanya menuju lantai 15,


Setelah sampai di tempat tujuannya Fandi segera membuka pintu ruangan tersebut dan terlihat Alisa yang duduk melamun disana,


Alisa tidak menyadari jika Fandi sudah datang, ia masih menatap layar laptopnya tanpa berkedip.

__ADS_1


Fandi mendekat dan tangannya merangkul tubuh istrinya dari belakang membuat Alisa terperanjat kaget,


Alisa kemudian menoleh ke belakang dan tampaklah Suaminya yang sedang bersandar di bahunya,


" Kamu membuatku kaget mas, kapan kamu datang kok aku gak tau", Alisa masih penasaran kapan Suaminya itu masuk kedalam ruangannya, tak mungkin juga ia kini sedang berhalusinasi.


" Baru saja, lebih tepatnya Aku sudah 5 menit berada di ruangan ini tapi kamu gak nyadar sama sekali ", Fandi pun mendekat dan mengecup pipi istrinya.


" Maafkan aku mas, aku tidak tahu ", Alisa pun membalas kecupan Suaminya.


" Aku kangen sama kamu ", Fandi pun semakin mempererat pelukannya.


" Mas ini di kantor, bukan dikamar ", Alisa mencoba melepas pelukan Suaminya takut jika tiba-tiba ada orang yang memasuki ruangannya.


" Maaf ", Fandi pun melepas pelukannya, ia kini berjalan menuju sofa yang ada di ruangan istrinya.


" Kamu sudah makan ??",


" Maksud kamu mas ??", Alisa pun tak mengerti arti dari perkataan Suaminya.


" Ya aku lapar sayang, tapi aku maunya makan kamu ", Fandi pun menampakan wajah mesumnya.


" Dasar mesum kamu mas, baru semalam aja kita gak tidur bareng kamu udah kayak gini ", Alisa pun mendengus kesal, kenapa Suaminya ini bertambah hari bertambah mesum menurut nya.


Fandi pun hanya terkekeh,


" Kita pulang aja sayang, mas capek, mas mau peluk kamu ", Fandi pun mengeluarkan sejuta rayuannya untuk meluluhkan hati Istrinya.


" Mas ini masih siang, kamu tuh ya ", Alisa pun tak habis pikir kepada suaminya, apa kata para orang yang ada dirumahnya jika mendengar suara aneh yang akan tercipta jika Fandi nantinya sudah meminta haknya sebagai suami.


" Iya aku ngerti, pasti kamu khawatir kan, tenang aja sayang, kita gak akan pulang ke rumah, aku mau mengajak kamu kesuatu tempat ", Fandi pun mulai mencari cara agar istrinya mau.

__ADS_1


Alisa pun mengangguk, menolak juga percuma nantinya, jika ia menolak ia akan mendengar rengekan Suaminya yang akan semakin menjadi-jadi jika tidak dituruti.


" Ya udah ayo berangkat ", Ajak Fandi.


" Sekarang mas ??", Tanya Alisa lagi sengaja ingin menggoda Suaminya.


" Ya sekarang lah sayang, masak besok ", Fandi pun memulai kesal, Hasrat nya sudah berada di puncak ubun-ubun nya dan ia ingin segera menuntaskannya.


Alisa dan Fandi keluar dari kantor, tujuan utamanya adalah apartemen nya, berdua di apartemen dengan istrinya adalah pilihan terbagus saat ini.


Alisa kini mulai menyadari jika jalan yang mereka tuju adalah jalan dimana apartemen Fandi berada, Alisa pun sudah dapat menebaknya,


Sambil menikmati perjalanan mereka Alisa kemudian teringat jika ia belum makan siang, jadi ia meminta Fandi untuk berhenti sebentar karena Alisa ingin membeli makanan untuk makan siang dirinya dan Fandi.


Mobil mereka berhenti tepat di samping penjual bakso, Alisa sudah ingin sekali memakan makanan favorit nya sejak ia mulai bekerja dengan Fandi dulu,


" Sebentar mas, kamu tunggu aja disini, aku mau keluar dulu ", Fandi pun mengangguk dan menunggu istrinya untuk membeli bakso tersebut.


15 menit kemudian apa yang Alisa inginkan sudah ia dapatkan, Fandi kembali melajukan mobilnya menuju ke apartemennya,


Setengah jam kemudian Fandi dan Alisa turun di basemen apartemen nya, dengan langkah senada mereka berjalan menuju ke apartemennya.


Mereka kini sudah berada di dalam Apartemen, Alisa sudah membuka kerudung nya, segera ia berjalan menuju ke arah dapur dan mencari dua mangkuk dan membawanya ke meja makan, setelah semua siap Alisa segera memanggil Fandi yang sudah melepas semua pakaiannya dan hanya tertinggal celana boxernya, Alisa melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.


Fandi sebenarnya hanya merasa panas saja, diluar terasa panas karena ini masih pukul 2 siang jadi pantas saja jika Fandi sudah mengalami kegerahan.


Mereka pun sudah menuntaskan dua mangkuk bakso yang Alisa beli tadi, lama tidak memakannya membuat lidah mereka tak henti-hentinya mengunyah bakso tersebut dan menikmatinya sampai habis tak tersisa.


Alisa lalu menyerahkan segelas air putih kepada Fandi, dan Fandi menerima nya dengan senyum manisnya.


Alisa kemudian membereskan semua sisa makan siang mereka, meskipun ini makan siang tertunda tapi mereka kini makan siang hanya berdua saja dan tak menjadi masalah dan pastinya akan terasa lebih nikmat jika makan siang mereka tak diganggu oleh orang lain.

__ADS_1


__ADS_2