Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
109


__ADS_3

Alisa segera turun saat mengetahui ada Dewi dan Dina yang sedang berada di bawah.


Alisa juga kini tengah menggendong Rafa yang masih tertidur.


Dewi dan Dina terlihat senang melihat Alisa menghampiri mereka dengan senyum ramahnya.


" Al, gimana kabar mu ??" Tanya Dina kepada Alisa.


" Alhamdulillah kak, aku baik Rafa juga baik Tante ", Ujar Alisa.


" Ini Al, kan bawain sesuatu buat Rafa, semoga suka ya ", Ujar Dewi sambil menyerahkan bingkisan yang ia bawa tadi.


" Makasih ya kak Din, Mbak Dewi ", Ujar Alisa sambil tersenyum.


" Boleh aku gendong Al ??", Tanya Dina.


" Boleh kok kak ", Ujar Alisa sambil menyerahkan Rafa kedalam gendongan Dina.


Bibi pun datang dari belakang dengan membawa beberapa minuman dan camilan,


"Silahkan ",Ujar Bibi.


"Terimakasih ya Bi ",Ujar Alisa tersenyum.


" Kak ayo diminum ", perintah Alisa kepada Dina dan Dewi.


" Iya Al makasih ", Ujar mereka bersama.


" Oh ya kakak tau alamat rumahku dari siapa ??", Tanya Alisa penasaran.


"Oh itu tadi aku tanya ke pak Fandi alamat rumah ini ", Ujar Dina.


Rafa yang masih di gendong Dina masih saja tertidur, belum ada pergerakan sama sekali dari Rafa, Bayi itu terlihat lebih gemuk dan Pipi nya juga terlihat mengembang membuat siapa yang melihat nya menjadi gemas kepada Rafa.


" Kok gak bangun-bangun ya Al, padahal aku pingin lihat dia tersenyum ", Ujar Dina.


" Bentar lagi mungkin kak, udah dari tadi tidurnya ", Ujar Alisa.


Benar apa yang dikatakan Alisa, beberapa menit kemudian terlihat Rafa mulai menggerakkan tubuhnya dan kemudian membuka matanya.


Rafa sama sekali tidak menangis, dia terlihat tersenyum saat melihat wajah cantik Dina yang tersenyum kepada nya.


" Halo sayang, udah bangun ya ", Ujar Dina.


Rafa masih terus tersenyum melihat Dina.


" Sini Din, aku juga ingin gendong tau ", Ujar Dewi yang sudah tak sabar ingin menggendong Rafa.


Dengan terpaksa akhirnya Dina menyerahkan Rafa ke gendongan Dewi.


Dina yang sudah menyerahkan Rafa kemudian beralih mengambil minum dan mengambil camilan yang ada di meja tersebut.

__ADS_1


" Rafa ganteng ya ", Ujar Dewi.


" Iya dong, Mama nya aja cantik Papa nya apa lagi ",Ujar Dina.


Alisa kemudian tersenyum mendengar perdebatan kecil antara temannya tersebut.


Tak lama kemudian Bibi pun datang memberitahu jika makan siang sudah siap, Alisa mengajak Dina dan Dewi untuk makan siang bersama nya.


Meskipun awalnya mereka menolak tapi karena paksaan dari Alisa akhirnya mereka berdua mau untuk makan siang di rumah Alisa.


***


Pada saat jam makan siang Fandi sudah berada di sebuah perusahaan milik Papa nya


Fandi kini tengah berada di " Wiratama Corp " milik keluarga Fandi.


Tak semua orang tahu jika Fandi adalah anak dari pemilik perusahaan tersebut, jadi jika Fandi ingin memasuki area kantor tersebut harus mematuhi prosedur yang sudah ada dan Fandi pun juga tak terlihat keberatan sama sekali.


Sekertaris Pak Dimas juga belum mengetahui jika yang sedang mencari pak Dimas adalah putranya,


"Selamat siang mbak, bisa saya bertemu dengan Pak Dimas ",Ujar Fandi kepada sekertaris tersebut.


" Sudah ada janji ??", Tanya sekertaris yang bernama Meta.


"Sudah mbak " Ujar Fandi kepada Meta.


Meta pun segera menghubungi Pak Dimas yang ada di dalam ruangan nya.


Saat membuka pintu Fandi melihat Papa nya yang tengah sibuk dengan beberapa map yang ada di mejanya.


" Assalamualaikum Pah ", Ucap Fandi sambil melangkah kan kakinya menuju meja kerja Papa nya, Fandi kemudian langsung saja duduk menghadap ke arah Papa nya.


" Waalaikum salam Fand ", Jawab Papa Dimas.


" Ada apa pah, apa yang ingin Papa bicarakan kepada Fandi??", Tanya Fandi kepada Papa nya.


Pak Dimas terlebih dulu menutup semua map yang ada dimeja nya, kemudian ia beralih mengambil gagang telfon yang ada di sampingnya dan menelfon bagian cafe kantor untuk mengantarkan makan siang , minuman dan beserta kopi untuk Fandi dan dirinya.


Setelah meletakkan kembali telfonnya Pak Dimas kini beejalanu menuju sofa yang ada di ruangan nya agar lebih leluasa bicara dengan Fandi.


" Kemarilah Fand ??", Pinta papa Dimas kepada Fandi.


Fandi dengan senang hati mengikuti Papa nya yang tengah duduk bersandar di sofa tersebut.


" Fand kamu pasti tidak tahu kenapa Papa memanggilmu disini" Ujar Pak Dimas.


" Iya Pah, sebenarnya ada apa??", Tanya Fandi untuk yang kedua kalinya.


" Papa sengaja memanggil mu karena Papa ingin kamu mengetahui bagaimana perusahaan kita, mulai dari awal kamu datang kesini, banyak yang harus mematuhi prosedur yang ada ", Ujar Pak Dimas.


" Iya Pah, tapi maksud Papa apa??",

__ADS_1


" Papa ingin kamu menggantikan Papa menjadi CEO disini, Papa sudah tua Papa hak mungkin terus memimpin di perusahaan ini ", Ujar Pak Dimas.


" Tapi bagaimana dengan Resto ku pa??", Tanya Fandi.


" Papa tidak menyuruh kamu meninggalkan Restomu, jadi pantaulah Restomu pelan-pelan, papa yakin kamu bisa Fand ", Ujar Pak Dimas.


" Akan Fandi pikirkan pah " Ujar Fandi.


" Baiklah Papa tunggu secepatnya ", Ujar Papa Dimas.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan itu.


" Masuk ", Perintah Pak Dimas dari dalam.


Karyawan bagian Cafe kantor sedang mengantarkan pesanan Pak Dimas,


" Silahkan Pak ", Ujar karyawan tersebut.


" Terimakasih ", Ujar Papa Dimas dan Fandi bersamaan.


Setelah karyawan tersebut meninggalkan ruangan tersebut, Pak Dimas dan Fandi akhirnya makan siang bersama.


" Ayo Fand kita makan, Papa tahu kamu pasti belum makan ", Ujar Papa Dimas.


" Iya Pah, Fandi belum makan ", Ujar Fandi.


Setelah makan siang Fandi teringat jika si belum memberi kabar kepada istrinya,


Fandi kemudian mengambil ponselnya dan segera menelfon istrinya menggunakan video call.


Alisa yang masih berada di meja makan langsung bangkit dari duduknya setelah mendengar Ponselnya berbunyi.


" Halo mas ??", Ucap Alisa yang sudah melihat Fandi di balik layar ponselnya.


" Halo sayang, Kamu lagi apa?", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Aku sedang makan siang bersama kak Dina dan mbak Dewi ", Ujar Alisa.


" Oh begitu, syukurlah kalau mereka sudah sampai disana ", Ujar Fandi.


" Mana Rafa??", Tanya Fandi yang merasa sudah kangen kepada putra kecilnya tersebut.


" Rafa lagi sama Bibi mas, sebentar ya aku kesana ", Ujar Alisa melangkahkan kakinya untuk menemui Bibi yang berada di depan bersama dengan Rafa dan juga Pak Udin.


" Sebentar ya Kak, Mbak, aku tinggal dulu ", Ujar Alisa.


Alisa berjalan keluar menghampiri Bibi, dan terlihat bayi itu sama sekali tidak menangis dalam gendongan Bibi.


" Bi, Rafa nya sini , Daddy nya mau lihat ", Ujar Alisa kepada Bibi.


Bibi pun dengan segera menyerahkan Rafa kepada Alisa.

__ADS_1


" Sebentar ya Daddy Rafa nya masih mau mommy gendong ", Ujar Alisa memperlihatkan Rafa yang sudah ada di gendongannya.


__ADS_2