Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Bagaimana caranya aku menanyakannya???


__ADS_3

Fandi harus mau tak mau menuruti perkataan istrinya, ia juga tak mau terjadi sesuatu dengan calon bayi kembar nya, tapi itu semua juga salahnya sendiri kenapa Fandi tak menanyakan hal itu kepada dokter,


Fandi mengusap wajahnya kasar, ia benar-benar harus menahannya, bahkan kini ia harus pergi ke kamar mandi lagi untuk malam ini.


Alisa pun tersenyum, tapi ia juga kasihan kepada suaminya, tak mungkin juga ia menuruti keinginan Fandi sementara dirinya juga takut untuk melakukannya, ia takut, karena sejujurnya ia juga belum mengetahui apakah ini diperbolehkan atau tidak.


Alisa pun menarik selimutnya, ia akan tidur terlebih dahulu, Fandi juga sedari tadi masih didalam kamar mandi dan belum sama sekali keluar dan menampakkan dirinya.


Tak lama setelah itu, Alisa pun terlelap dan tak lama juga Setelah itu Fandi pun keluar dari kamar mandi dengan wajah anehnya,


Ia melihat istrinya yang sudah tertidur, dan ia kemudian menghampiri istrinya, ia naikkan sedikit selimut untuk menutupi tubuh istrinya dan tak lupa satu kecupan yang selalu mendarat sebelum istrinya tidur.


Fandi pun akhirnya ikut naik, ia kemudian tidur disamping istrinya dan memeluknya dari belakang.


Keesokan paginya, Alisa sudah bangun, Fandi juga sudah bangun terlebih dahulu, dan kini Fandi sudah tidak ada di dalam kamarnya, ia sudah pergi ke masjid terdekat untuk melaksanakan sholat shubuh.


Alisa pun turun, ia berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, dan setelah itu Alisa pun segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setengah jam kemudian, Alisa sudah berada di dapur, dan dari depan terdengar suara pintu terbuka, Fandi masuk kedalam rumahnya setelah melaksanakan Sholat shubuh nya di masjid.


" Assalamualaikum ", Ucap Fandi saat menutup pintu rumahnya kembali.


" Waalaikum salam ", Alisa pun menjawab, ia kemudian berjalan menghampiri suaminya yang juga berjalan ke arahnya.


Alisa pun mencium tangan Fandi, dan Fandi membalas dengan satu kecupan di kening Alisa.


" Buatkan mas kopi sayang ", Titah Fandi, Dan alisa pun mengangguk.


" Mas tunggu dikamar ya ", Fandi kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


" Iya mas, tunggu sebentar ", Alisa pun kembali ke dapur dan sekarang ini ia akan membuatkan kopi untuk Fandi.


Setelah selesai Alisa membawa kopi tersebut ke dalam kamar, Fandi sudah menunggu nya untuk mengantarkan kopi tersebut,


Alisa kemudian masuk dan ia segera menghampiri Suaminya yang sedang duduk di atas sofa dengan memangku sebuah laptop.


" Ini mas ", Alisa meletakkan Satu cangkir kopi di atas meja, dan kemudian ia duduk disamping Fandi.


" Makasih sayang ", balas Fandi sambil terus memandang ke arah laptopnya.


Jari-jari Fandi masih menari-nari di atas keyboard dan ia masih belum menyentuh kopinya, Alisa kemudian mengambil cangkir tersebut dan meminumkannya di mulut suaminya.


" Pelan-pelan mas ", Ujar Alisa yang mendekatkan cangkir tersebut di dekat bibir Fandi, Fandi pun menyeruput kopi nya dengan pelan-pelan.

__ADS_1


" Terimakasih sayang ", Jawab Fandi tersenyum.


Alisa kemudian meletakkan cangkir kopi tersebut di atas mejanya, dan kemudian ia ingin beranjak pergi, tapi ditahan oleh suaminya.


" Mau kemana ??", Tanya Fandi.


" Mau mandi mas ", Jawab Alisa sambil menoleh kearah suaminya.


" Ikut ", Ucap Fandi.


" Kemana ??", Tanya Alisa .


" Ya ikut kamu mandi sayang ", Fandi meletakkan laptop nya tanpa ia matikan, ia benar-benar mengikuti istrinya mandi kali ini.


Alisa pun tak dapat berucap apa-apa,menolak pun tak ada gunanya dan tetap saja Suaminya yang akan menang nantinya.


" Ya sudah ayo ", Jawab Alisa terpaksa.


Fabdi pun kegirangan, ia tersenyum penuh kemenangan,


Kaosnya sudah terlepas dan Alisa tak menyadari itu,


Mereka kini sudah berada di dalam kamar mandi, dan mereka berdua sama-sama sudah berendam di dalam bathtub tersebut.


" Kalau tau akhirnya seperti lebih baik aku mandi sendiri ", Gerutu Alisa yang tak ada habis-habisnya.


Fandi pun terkekeh, ia senang melihat istrinya yang terlihat kesal seperti ini,


Fandi kemudian mendekatkan tubuhnya, ia kecup leher dan bagian lainnya yang ada di tubuh istrinya.


Banyak tanda kepemilikan disana, dan Alisa sama sekali tidak tahu.


Ia tak mengetahui jika tubuhnya sudah banyak tanda yang dibuat oleh suaminya.


Alisa pun menyudahi mandinya, ia tak mau lama-lama, semakin lama akan semakin membahayakan dirinya nantinya, apalagi ia kini tengah hamil jadi sebisa mungkin ia menjaganya dengan baik.


Alisa melilitkan handuk di tubuhnya, ia kemudian berjalan untuk keluar dari dalam kamar mandi, sekilas ia melewati cermin yang ada di kamarnya, samar-samar ia melihat ada yang aneh dari tubuhnya, ia kemudian berhenti, ia kembali menuju ke arah cermin tadi dan melihat keanehan yang ada pada tubuhnya.


Mulut Alisa seketika terbuka, ia melihat banyak sekali berkas merah kebiruan disana, mulai dari leher, Dada, dan satu lagi, mungkin ada di bagian gundukan kembar nya juga ada.


Alisa pun kesal, bagaimana ia bisa tidak tahu jika Suaminya melakukan ini, dan untung saja ia mengenakan jilbab, kalau tidak Alisa tidak dapat membayangkan nya, di tutupi dengan bedak pun juga tidak akan hilang.


Fandi keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat istrinya yang masih menatap ke arah cermin dan sedang memperhatikan ulahnya, Fandi pun sedikit menyunggingkan senyum nakalnya.

__ADS_1


" Masih kurang ??", Tanya Fandi.


Alisa kemudian berbalik, tak sengaja tangannya menarik handuk yang dililitkan oleh suaminya, dan tiba-tiba saja handuk itu pun melorot, Alisa pun sedikit berteriak, tapi tangan Fandi tiba-tiba sudah membungkam mulut istrinya.


" Mmmm ", Alisa tidak dapat berbicara, dan tangannya pun mencoba melepas tangan Suaminya yang masih membekap mulutnya.


Alisa kemudian menutup matanya, dan Fandi sama sekali tak mengambil handuk tersebut, dan ia malah berjalan dan membuka lemarinya.


Alisa sedikit mengintip dari sela-sela jarinya, tapi apa yang ia lihat, suaminya masih sama seperti tadi dan tak mengenakan apa-apa.


" Mas, kenapa kamu gak pakai handuk ??", Tanya Alisa yang masih menutup Matanya.


" Bukannya kamu sengaja membukanya sayang ??", Tanya Fandi.


" Bukan itu maksud ku mas, ayo cepat pakai, Aku malu ", Ujar Alisa.


" Kenapa kamu malu, bukannya kamu sudah biasa melihatnya ??", Tanya Fandi lagi.


Fandi pun semakin terkekeh, ia kemudian mendekat ke arah tubuh istrinya dan memelukanya dari belakang.


" Mas, kamu ingat kan ??", Tanya Alisa takut.


Fandi kemudian mengangguk,


" Jika kamu ingat kamu gak usah dekat-dekat aku dulu, nanti kamu yang susah sendiri ",


" Tapi aku mau kamu sayang, aku kangen kamu ", Ujar Fandi lagi.


" Ya udah sayang, kalau kamu maksa lebih baik kamu tanya Dokter aja ", Ucap Alisa.


Fandi pun tersenyum, tapi senyumnya itu seketika memudar kembali.


" Bagaimana caranya aku menanyakannya sayang ???", Tanya Fandi yang kini sudah tak melihat istrinya lagi.


Alisa kini sudah berada di dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


🌼🌼🌼


Jangan lupa Follow Ig aku ya


πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ ny.widodo_ Indoayumegawati.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2