Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
22. Menangkap Mu


__ADS_3

Terdengar suara adzan Subuh yang sangat merdu seakan memanggil umat manusia untuk menjalani suatu kewajiban kepada sang maha pencipta.


Dan seperti biasanya Fandi pun terbangun karena mendengar suara adzan dari masjid terdekat dari apartemen nya tersebut.


Lalu dia segera bangun dan menuju kamar mandinya untuk membersihkan badannya dan segera menunaikan ibadah shalat subuh nya.


Hal yang sama pun kini tengah dilaksanakan oleh Alisa juga.


Tak lupa dia berdoa untuk kesehatan keluarganya, untuk almarhumah mamanya, dan dia tak lupa juga berdoa untuk Fandi.


Setelah sholat dia langsung melipat mukenanya yang ia pakai untuk sholat tadi, terbesit di pikiran Alisa saat Fandi menyatakan cintanya, "Ya Allah semoga mas Fandi benar - benar menjadi jodoh ku", ucap Alisa.


***


Apartemen Fandi.


Fandi yang kini tengah bersiap siap untuk ke Resto tak lupa juga untuk selalu mengabari Alisa,


Terdengar nada dering telepon genggam Alisa berbunyi, tanpa menunggu lama Alisa segera meraihnya dan menekan tombol warna hijau di layar ponselnya.


" Halo, assalamualaikum mas ", ucap Alisa.


" Waalaikum salam", jawab Fandi.


" Bagaimana kabar kamu hari ini Al??", tanya Fandi.


"Alhamdulillah mas, sudah lebih baik dari kemarin", jawab Alisa.


"Alhamdulillah, tetap jaga kesehatanmu, aku tidak mau kamu sakit Al", seru Fandi.


"Oh ya, kamu jangan dulu ke Resto, anggap saja kamu aku kasih cuti", ucap Fandi.


Alisa pun tercengang, "Lho, kok gitu sih mas, kan gak enak sama yang lain", ucap Alisa.


"Gak apa apa sayang, kamu itu baru aja sembuh, jadi kamu harus menuruti semua perkataan ku", ucap Fandi yang tidak mau di bantah,


" Iya udah deh mas, aku nurut sama kamu", ucap Alisa pasrah.


" Kamu udah sarapan mas??", tanya Alisa.


" Belum, nanti sarapan di Resto aja", ucap Fandi.


"Ya udah, kamu nanti hati-hati dijalan mas" ucap Alisa.


" Iya sayang, aku suka kalau kamu bawel dan perhatian kayak gini", ucap Fandi.


Alisa kini tersenyum malu mendengar perkataan Fandi, " ya sudah mas aku mau bantuin bibi aja" , Ucap Alisa.


" Assalamualaikum mas", ucap Alisa.


"Waalaikum salam sayang", jawab Fandi sambil tersenyum.


Fandi pun segera bersiap - siap untuk ke restonya, setelah sampai di area parkir apartemen nya, langkah Fandi dihentikan oleh suara ponselnya yang berbunyi saat ini,


Fandi yang melihat nama sang penelepon langsung mengangkatnya,


"Halo", ucap Fandi,


" Selamat pagi tuan", ucap si penelpon.


"Iya ada apa ??, Apa yang ingin kamu katakan", Tanya Fandi.


" Maaf tuan, saya sekarang tengah berada di depan rumah Nona Leni", ucap si penelpon itu.

__ADS_1


" Lalu ??", sela Fandi ditengah percakapannya.


"Nona Leni sepertinya ingin meninggalkan rumahnya tuan, dia sekarang tengah membawa sebuah koper besar dan dia sedang menunggu seseorang untuk menjemput nya".


Fandi yang mendengar ucapan orang suruhannya langsung saja memelototkan matanya,


"Halangi dia, jangan sampai dia kabur, dan tunggu saya disana, saya akan segera kesana" ucap Fandi.


Saat ini Fandi sedang tergesa - gesa dalam mengemudikan mobil nya, dia terus saja mengumpat,


" Jangan harap kau bisa kabur", ucap Fandi geram.


Kini Fandi tengah berada bersama orang suruhannya dan dia juga sudah memanggil aparat kepolisian,


" Ini pak", sambil memberikan bukti kejahatan Leni terhadap Alisa.


"Semua buktinya sudah ada di dalam flashdisk tersebut pak", ucap Fandi.


Leni yang sudah digiring oleh polisi meronta - ronta sejak tadi meminta untuk di lepas kan.


" Lepas kan saya pak!!" , ucap nya berteriak.


" Maaf nona, anda harus kami tahan karena anda sudah melakukan tindakan kriminal terhadap saudara Alisa", ucap polisi tersebut.


Leni yang melihat Fandi dari arah kejauhan juga meneriaki Fandi.


" Pak Fandi, tolong saya, saya tidak bersalah pak", ucap Leni memohon.


"Pak saya melakukan semua ini karena saya mencintai bapak", ucap nya berteriak.


Fandi pun tidak merespon perkataan Leni, dia terus menatap Leni tajam sedari tadi.


Ada tatapan penuh amarah dari mata elang Fandi.


"Segera bawa dia Pak" , ucap Fandi.


"Baik pak Terimakasih ", Ucap Fandi.


Fandi pun sekarang merasa lega karena berhasil menangkap pelaku penyekapan Alisa.


Leni yang sudah masuk kedalam mobil polisinya pun akhirnya pasrah, dia menangis sejadi jadinya, tatapannya masih penuh dengan kebencian terhadap Alisa.


"Alisa aku membencimu", ucap Leni penuh kebencian.


Fandi pun mengikuti mobil polisi dari belakang, dia harus tau pengakuan dari mulut Leni sendiri.


"Aku tidak menyangka kau bisa senekat ini Leni", ucap Fandi.


Sesampainya di kantor polisi, Leni masih terus dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, Leni akhirnya pun mengaku bahwa dirinya lah yang mempunyai rencana untuk menyekap Alisa.


Fandi yang mendengar nya pun menjadi amat geram terhadap Leni,


" Asal kamu tahu Len, aku tidak pernah menyukaimu sama sekali", ucap Fandi.


"Aku mencintai Alisa, dan aku ingin menikahinya", Ucap Fandi kepada Leni


Leni yang mendengar itu langsung memelototkan matanya, mata nya kini nampak merah menahan air mata dan kekalahan ya.


Dia pun kembali meronta - ronta kepada Fandi,


"Aku sangat mencintaimu Fand !!", teriak Leni.


" Cintaku padamu amat besar dibandingkan Alisa, jadi kumohon lepaskanlah aku, kita bisa hidup bersama", ucap Leni memohon.

__ADS_1


"Aku tidak sudi hidup dengan wanita yang jahat seperti mu" ucap Fandi.


Leni terus saja mengamuk, dan tiba tiba dia pingsan.


Seketika dia dibawa menuju ruang kesehatan oleh petugas kepolisian,


"Maaf pak, sepertinya dia mengalami gangguan mental, Dia akan terus seperti ini jika apa yang diinginkannya tidak dapat terpenuhi, dia akan sangat mudah marah,


Dan apabila dibiarkan,Akan ada orang yang menjadi sasarannya", ucap dokter tersebut.


Fandi pun tercengang mendengar perkataan dokter tersebut.


"Cepat beri dia tindakan dok, saya tidak mau ada korban selanjutnya", ucap Fandi kepada dokter tersebut.


"Baik pak saya akan segera memberi tindakan". ucap Dokter tersebut.


***


Setelah dari kantor polisi Fandi langsung melajukan mobilnya menuju Kantor "Bachtiar Group" Dia akan menemui P. Ardi untuk membicarakan masalah tentang Leni.


"Saya mau bertemu dengan P. Ardi", ucap Fandi.


"Apa anda sudah membuat janji dengan beliau??",Tanya Receptionist tersebut.


"Belum, bilang saja lalu Fandi ingin bertemu", ucap Fandi.


"Baik pak sebentar saya akan menghubungi beliau", ucap Receptionist tersebut.


Fandi pun menunggu P. Ardi sambil ia duduk di sofa yang berada di lobi kantor tersebut.


"Pak Ardi ada di ruangannya, ada dipersilakan untuk menemuinya", ucap Receptionist tersebut.


" Baik, terimakasih", ucap Fandi.


Fandi pun segera menuju lift untuk sampai ke lantai 15, Setelah sampai Fandi segera mengetuk pintu ruangan tersebut.


"tok tok tok, Masuk " ucap P. Ardi.


"Assalamualaikum Om", ucap Fandi


"Waalaikum salam, Silahkan duduk Fand", ucap P. Ardi.


"Baik Om, terimakasih" , Fandi menggeser tempat duduk yang ada di depan meja tersebut.


"Ada apa Fand, kenapa tiba - tiba kamu datang kemari", Tanya P. Ardi.


"Saya hanya ingin memberitahukan bahwa pelaku penyekapan Alisa sudah tertangkap Om", ucap Fandi.


"Pelakunya ternyata karyawan saya yang bekerja satu Resto dengan Alisa, Dia amat terobsesi dengan saya sehingga Alisa menjadi yang menjadi korbannya ", Ucap Fandi kepada Pak Ardi.


P. Ardi pun kaget mendengar ucapan Fandi


" Bagaimana bisa Fand??",, tanya P. Ardi.


"Leni ternyata menyukai saya pak, semenjak Leni tau saya mencintai Alisa dia sangat marah dan merencanakan hal buruk terhadap Alisa.Tapi Om tenang saja Leni sudah mendapatkan hukuman yang semestinya", ucap Fandi menenangkan Pak Ardi.


Pak Ardi yang mendengar itu langsung mengucap syukur,


" Alhamdulillah Fand, terimakasih ternyata kamu bisa diandalkan", ucap P. Ardi memuji.


"Pelakunya sekarang sudah di proses hukumnya oleh pihak kepolisian, jadi kita tidak perlu khawatir lagi" , ucap Fandi.


"Terimakasih Fand, karena kamu sudah berusaha untuk menemukan pelakunya", ucap P. Ardi.

__ADS_1


"Iya sama - sama Om, itu semua sudah kewajiban saya sebagai calon suami Alisa", jawab Fandi.


P. Ardi akhirnya bisa tersenyum lega karena ucapan Fandi.


__ADS_2