
Siang harinya Fandi segera keluar dari ruangannya dan berniat untuk pergi ke restonya, Fandi akan mengadakan peresmian pengangkatan Dina yang akan menggantikan posisi Fandi.
" Saya mau keluar dan saya hari ini tidak kembali ke kantor ", Ujar Fandi kepada Meta yang masih menjabat sebagai sekertaris untuk yang terakhir kalinya.
" Iya pak ", Jawab Meta.
Meta masih memperhatikan atasannya itu sampai punggungnya tak terlihat lagi, " Kenapa sama aku ketus sekali, dan sama yang lainnya Tersenyum ", Ujar Meta kesal.
Fandi sesudah keluar dari lift langsung menuju area parkir untuk segera pergi meninggalkan kantornya.
Di waktu yang bersamaan Dina kini tengah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Bosnya tersebut.
Saat Fandi sudah datang, semua mata tampak tertuju pada penampilan Fandi yang terlihat sangat berbeda.
Tak biasanya Fandi terlihat sangat rapi meskipun penampilan sehari-hari nya selalu rapi ini begitu terlihat berbeda menurut karyawan Restonya.
Fandi segera memasuki ruangannya dan segera memanggil Dina.
Dina pun segera menemui bosnya tersebut dan menghadap ke depan meja bosnya.
" Kamu sudah siap ??", Tanya Fandi.
" Siap Pak ", Ujar Dina.
" Baiklah, saya akan mengumpulkan semua karyawan resto untuk memberitahukan bahwa kamu akan menggantikan posisi saya", Ujar Fandi.
Ruangan Dina kini terletak di sebelah ruangan Fandi yang sudah di renovasi sebelumnya oleh Fandi, ia akan tetap memakai ruangan ini karena ini merupakan ruangan pribadi untuk Fandi.
Setelah mengumpulkan semua karyawan nya di depan semua pelanggan resto kemudian Fandi segera berbicara kepada semua karyawan nya.
" Assalamualaikum selamat siang semuanya, sebelumnya saya minta maaf kepada kalian semua karena mendadak kalian saya kumpulkan disini ", Ujar Fandi.
semua karyawan nya terlihat sedang berbicara lirih karena penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh bosnya tersebut.
" Langsung saja karena saya tidak suka yang bertele-tele, mulai saat ini saya umumkan bahwa Dina akan menggantikan posisi saya sebagai direktur disini, saya harap kalian dapat bekerja sama dengan Dina selama Dina memegang amanat dari saya ", Ujar Fandi.
Semua karyawan pun terlihat kaget, ada apa sehingga Dina bisa diangkat sebagai direktur diresto sebesar ini.
__ADS_1
" Mulai hari ini saya akan mengelola perusahaan keluarga saya, dan saya telah mempercayakan semua kepada Dina ",Ujar Fandi sambil melihat Dina yang ada disampingnya.
" Saya rasa semua sudah jelas, silahkan kalian semua kembali bekerja ", Ujar Fandi.
Semua pun sudah bubar, terlihat dari banyak karyawan di resto tersebut sedang mengucapkan selamat kepada Dina.
" Din, selamat ya, gak nyangka Pak Fandi mempercayakan tanggung jawab nya kepadamu ", Ujar Dewi.
" Iya mbk, aku awal nya kaget dan menolak, tapi pak Fandi terus memaksa, Alisa juga ikut Serta dengan semua ini ", Ujar Dina.
" Alisa pasti punya alasan kenapa dia memilihmu Din, kamu patut berterima kasih kepadanya ,dan menjaga kepercayaan nya ", Ujar Dewi.
" Iya mbak, terimaksih ya ", Ujar Dina.
" Din, mulai sekarang kamu bisa menempati ruangan mu ", Ujar Fandi.
" Dan kamu jangan khawatir mulai saat ini gaji kamu Otomatis akan saya naikkan ", Ujar Fandi.
" Saya akan datang kesini setiap akhir pekan, jadi saya harap setiap Minggu kamu menyerahkan laporan setiap minggunya ", Ujar Fandi.
" Terimakasih Pak, pak Fandi dan Alisa sangat baik kepada saya , saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Resto ini ", Ujar Dina.
Setelah urusannya selesai Fandi kemudian segera pulang karena badannya sangat lelah saat ini.
***
Fandi masih memperhatikan istrinya yang tengah menidurkan Rafa saat ini, Alisa yang tidak memakai jilbab dan hanya memakai daster membuat Fandi tak kuasa untuk menahan dirinya, Fandi begitu gelisah karena Alisa masih belum selesai juga dengan Rafa.
" Sayang bukannya masa nifasmu sudah selesai??, Tanya Fandi yang melihat Alisa sedang berjalan kearah kamar mandi.
Alisa tidak menghiraukan Fandi yang berbicara dengannya, Ia langsung saja menutup pintu kamar mandi secara perlahan agar Rafa tidak terbangun.
" Sayang, kamu lagi ngapain sih di dalam kamar mandi kok lama ", Ujar Fandi yang sudah mulai bosan menunggu Alisa tak kunjung keluar.
Fandi memang menjadi laki-laki manja jika berada di samping istrinya, berbeda dengan Fandi yang sedang berada di kantor atau di resto, dia akan berubah menjadi Fandi yang tegas.
Setalah sekian lama berada didepan kamar mandi, akhirnya apa yang Fandi tunggu kini tengah membuka pintu kamar mandinya.
__ADS_1
" Sayang kamu kok lama sih, ngapain di dalam kamar mandi ?", Tanya Fandi kepada Alisa.
" Mas aku habis Buang air kecil, terus cuci muka dan yang lainnya, kamu sabar dong mas ", Ujar Alisa kepada Fandi.
Alisa Kemudian berjalan ke arah ranjang nya dan segera naik karena ia sudah sangat mengantuk.
" Sayang, kamu tadi belum jawab pertanyaan mas ", Ujar Fandi.
" Pertanyaan yang mana mas ??", Tanya Alisa yang berpura-pura lupa.
" Kan mas tadi tanya, masa nifas kamu kayaknya udah habis deh ", Ujar Fandi.
Alisa Sebenarnya mendengar semua perkataan Fandi, tapi ia sengaja untuk tidak merespon nya karena pasti suaminya tersebut akan meminta haknya malam ini.
Alisa saat ini masih merasa takut karena masih membayangkan bekas jahitannya yang baru saja kering.
" Mas aku takut ", Ujar Alisa kepada Fandi sambil menatap mata Fandi yang kini berharap akan mendapatkan haknya setelah sekian lama berpuasa.
" Kamu tenang saja sayang, mas akan melakukan nya secara pelan-pelan ", Ujar Fandi yang kini sedang merayu istrinya.
Alisa masih menatap netra Fandi yang kini menunjukkan bahwa kini Fandi sedang berharap kepada-nya.
" Iya mas, aku mau ", Ujar Alisa kepada Fandi yang membuat Fandi langsung tersenyum lebar.
Fandi dengan segera mendekat ke arah Alisa dan mencium pucuk kepala Alisa,
" Terimakasih sayang mas akan melakukan secara pelan agar kamu tidak merasakan sakit ", Ujar Fandi meyakinkan istrinya.
Fandi kemudian mendekatkan wajahnya dan mendekatkan bibirnya dengan bibir istrinya, Fandi dapat merasakan kegugupan dari istrinya sehingga Fandi memulai dengan sangat lembut.
Alisa dapat merasa kan kelembutan dari perlakuan Fandi sehingga membuat Alisa merasa nyaman.
" Sekarang ya sayang ", Ujar Fandi yang sudah memulai menjamah tubuh istrinya.
Setelah pergumulan nya Fandi langsung menyelimuti tubuh istrinya, tak lupa ia mengecup kening istrinya.
Fandi tak melanjutkan untuk tidur, dia masih mempunyai pekerjaan yang harus ia selesaikan, setelah memakai pakaiannya kembali Fandi langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu ia melihat Rafa dulu sebelum ia keluar kamar.
__ADS_1
setengah jam kemudian Alisa tiba-tiba terbangun dan melihat Fandi yang tidak ada disampingnya, segera ia memakai pakaiannya kembali dan segera menuju ke kamar mandi.