Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
31. Hukuman untuk Fandi.


__ADS_3

Setelah tersambung dengan panggilannya kini Fandi langsung menanyakan keberadaan Alisa dan keadaan Alisa kepada papanya.


"Om, Alisa kenapa, Alisa bagaimana keadaannya, apakah Alisa baik - baik aja Om", Tanya Fandi yang bertubi-tubi kepada Pak Ardi.


"Om kok gak dijawab??" Tanya Fandi yang semakin panik.


Pak Ardi pun terdiam karena sengaja ingin mengerjai Fandi juga.


Fandi pun nampak frustasi, ia sudah tidak sabar untuk mendengar kabar dari tunangan nya tersebut.


" Om ", panggil Fandi untuk yang kesekian kalinya.


"Iya Fand ", jawab Pak Ardi,


"Kenapa om dari tadi diam saja" tanya Fandi balik.


"Gimana Om bisa ngomong fand, kalau kamu dari tadi ngomong terus gak berhenti - berhenti" , ucap Pak Ardi terkekeh.


"Fand, sebaiknya kamu usahanya lebih semangat lagi ya untuk meluluhkan hati Alisa sekarang, kayak nya dia marah banget sama kamu Fand gara - gara kamu sudah sekongkol sama Om untuk bohongin dia", ucap Pak Ardi.


"Apa Om, jadi Alisa sekarang lagi marah sama aku", tanya Fandi yang semakin frustasi.


"Iya fand, jadi kamu besok harus pinter-pinter ambil hatinya Alisa", ucap Pak Ardi.


"Baik Om, kalau begitu Fandi matiin telfonnya", ujar Fandi dengan keadaan yang sangat tidak bersemangat.


Akhirnya Fandi pun menyerah dan menaruh ponselnya kembali di atas meja nakasnya,


Fandi langsung saja memijat kepalanya yang tidak sakit sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.


Fandi pun masih terjaga dan belum bisa memejamkan matanya, fikirannya terus saja tertuju kepada Alisa yang kini tengah marah kepadanya.


"Baru aja resmi jadi tunangan, eh sekarang malah dicuekin", ucap Fandi.


***


Dilain tempat Alisa yang sudah berbaring di atas kasurnya juga tengah membiarkan ponselnya berdering dari tadi, entah sudah berapa kali ponsel itu terus saja berbunyi.


Terlihat juga banyak sekali pesan masuk di ponsel Alisa, namun Alisa masih saja enggan untuk melihatnya.


"Itu hukuman buat kamu mas karena udah ikut sekongkol sama Papa", ucap Alisa.


Setelah beberapa menit berlalu, nampak ponsel Alisa sudah berhenti berbunyi dan menyala menandakan sang penelepon sudah menyerah karena tidak ada satu pun panggilan dan pesannya yang terjawab.


"Lebih baik aku segera tidur, ucap Alisa."


Keesokan paginya, sekitar pukul setengah tujuh pagi, Fandi yang masih enggan untuk bangun karena sepanjang malam dia tidak bisa tidur karena memikirkan Calon istrinya tersebut, Kini kepalanya juga agak sedikit pusing dan terdapat kantung mata yang cukup jelas untuk menandakan bahwa ia tak cukup tidur semalam.


Fandi pun segera bangun dan berjalan agak sempoyongan menuju kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Setelah selesai Fandi segera meraih ponselnya kembali berharap Alisa sudah membalas pesannya dan menghubunginya kembali.


Tapi setelah dilihat, tidak ada satupun pesan atau panggilan masuk di dalam layar ponselnya tersebut.


Tak usah berpikir lama Fandi segera meraih kunci mobil Civic nya untuk segera pergi menuju rumah Alisa.


Alisa yang kini sudah bersiap segera berangkat ke kampus, Alisa sudah menduga bahwa Fandi akan datang kerumahnya sekarang jadi dia akan mendahului Fandi sebelum dia datang.


"Pah Alisa berangkat dulu", ucap Alisa sambil mencium punggung tangan papanya.


"Inikan masih pagi sayang, kenapa kamu buru buru", ucap Papa Ardi.


"Alisa ada urusan penting pah", ucap Alisa berbohong.


Setelah menjawab pertanyaan Papa nya Alisa segera pergi, dia terlihat tengah berlari menyusuri gang jalan rumahnya.


"Sebaiknya aku harus cepat - cepat sebelum mas Fandi datang", gumam Alisa.


Kini Alisa sudah berada di pinggir jalan sedang menunggu taxi online yang sudah ia pesan.


Tak perlu menunggu lama taxi itu pun sudah datang, Alisa segera menaiki taxi tersebut dan mengatakan arah tujuannya.


Beberapa menit kemudian Fandi sudah datang di rumah Alisa, ia nampak juga tergesa - gesa seperti Alisa.


"Assalamualaikum Om", ucap Fandi yang melihat Pak Ardi yang sedang duduk di teras depan


"Waalaikum salam Fand, tumben kesini pagi - pagi sekali", ucap Pak Ardi.


"Kamu duduk dulu Fand", ucap Pak Ardi.


Pak Ardi yang melihat penampilan Fandi yang sedikit acak - acakan dan terdapat kantung mata di sekitar matanya nampak merasa kasihan.


"Sepertinya Fandi sangat merasa bersalah kepada Alisa, aku juga yakin kalau Fandi tak tidur semalaman", gumam Pak Ardi dalam hatinya.


Setelah Fandi duduk, pak Ardi pun mulai memberitahu fandi kalau Alisa sudah berangkat dari beberapa menit yang lalu.


"Kamu kurang cepat Fand, Alisa sudah berangkat kuliah", ucap Pak Ardi.


Fandi pun nampak lemas karena dia harus berlari menyusuri gang depan rumah Alisa.


Setelah itu Fandi segera mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Alisa.


Terdengar nada tunggu yang sedari tadi masih berbunyi sampai akhirnya layanan operator yang menjawabnya kini.


"Ya Allah , Al, kamu jangan siksa aku begini, aku gak bis kalau gak dengar suara kamu mulai dari tadi malam", ucap Fandi frustasi.


Alisa yang kini tengah berada didalam taxi online juga sengaja tidak mengangkat telfonnya, sebenarnya dia juga kasihan kepada Fandi, dia juga amat merindukan suara Fandi, tapi apa boleh buat itu merupakan suatu hukuman dari Alisa karena ulah Fandi sendiri.


"Maaf kan aku mas, aku hanya ingin kamu mengerti perasaan ku setelah kejadian tadi malam, aku tidak bermaksud menghindarimu, aku cuma ingin sedikit memberi pelajaran untukmu", gumam Alisa dalam hatinya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Alisa sudah sampai di depan kampusnya, dan dia juga sudah disambut oleh ke empat sahabatnya.


Alisa segera menuju kekantin bersama dengan sahabat sahabatnya karena ia belum sarapan sedari tadi karena hal konyol yang dilakukannya untuk memberi pelajaran untuk Fandi.


"Al, Lo mau pesan apa??" tanya Vina.


"Gue seperti biasa aja bakso sama es jeruk", jawab Alisa.


"Kalian juga mau pesan apa, biar gue yang mesanin", ujar Vina.


"Kita semua samain kayak Alisa aja Vin", seru Fira, Melly dan Sinta.


"Ya udah Lo semua tunggu disini, biar gue yang pesan", ucap Vina sembari melangkah menuju tempat keberadaaan ibu kantin.


Setelah menunggu Kurang lebih Lima menit, Vina akhirnya datang dengan membawa Lima mangkuk Bakso beserta Lima gelas es jeruk.


"Hmmm... Akhirnya...?? " Sambil menuangkan saos tomat , kecap dan sambel didalam mangkuk nya.


Vina yang melihat Alisa tidak seperti biasanya kemudian bertanya, " Al, Lo kenapa kayak orang gak makanan seharian?? "tanya Vina. "Gue tadi habis lari - lari, jadi gue sekarang laper banget", ucap Alisa.


"Maksudnya Lo olah raga apa gimana kok pakek lari - lari segala", tanya Sinta.


"Hmmm gue tadi lari karena gak mau Sampek ketemu sama mas Fandi", ucap Alisa.


"Lho emang kenapa, ??" tanya Melly.


"Gue mau ngasih pelajaran dikit aja sama dia, seenaknya aja selama ini dia sekongkol sama Papa buat ngebohongin aku", ucap Alisa.


"Maksud Lo apa Al", tanya Fira yang masih tidak mengerti.


"Hmmm... begini, jadi selama ini Papa itu gak pernah bangkrut", ucap Alisa.


"Apa...?? "ucap mereka bersama.


"Seriusan Al, ???" tanya mereka serempak.


"Iya gue gak bohong, gue baru tahu tadi malem pas acara pertunangan gue sama mas Fandi", ucap Alisa.


Seketika Vina pun terbatuk-batuk.


"Apa Al, Lo udah tunangan sama Oppa Korea itu???" tanya Vina tidak percaya.


"Iya gue serius", ujar Alisa.


"Lo kok gak ngasih tau kita semua sih", ujar Melly.


"Maaf ya, soalnya acaranya mendadak", ucap Alisa.


"Selamat ya Al, gak nyangka nih bang Fandi bisa seserius ini sama Lo", ucap Vina.

__ADS_1


"Iya makasih ya untuk kalian semua", ucap Alisa sambil tersenyum.


Saat ini mereka tidak menyadari bahwa ada Anton yang mendengar semua pembicaraan mereka.


__ADS_2