Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Acara Aqiqah Disya


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Denis sudah menyerahkan undangan acara aqiqah Disya yang dilaksanakan dirumahnya,


Link Alisa dan Fandi sedang bersiap-siap, Aqiqah Disya memang dilaksanakan bertepatan dengan hari Minggu jadi semua undangan pun bisa datang karena ini merupakan hari libur.


Alisa sudah menyiapkan segalanya, pakaiannya dengan Fandi yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari, Fandi, Rafa dan dirinya mengenakan pakaian yang bermotif sama, pakaian muslim berwarna putih.


Kini mereka bertiga sudah siap, Fandi mengenakan peci begitu juga dengan Rafa, mereka terlihat sangat serasi dan Rafa terlihat seperti Fandi versi kecil.


Mereka kemudian segera berangkat dan tak mau jika sampai telat menghadiri acara aqiqah putri dari Denis dan Nisa.


Rafa terlihat semakin lincah, anak itu sesekali bisa mengucapkan kata mommy dan Daddy meskipun tidak terlalu jelas di dengar.


Tak lama kemudian mereka kini sudah sampai di pelataran rumah Denis, rumah tersebut sudah terlihat ramai oleh kedatangan tamu undangan termasuk tetangga sekitar rumah tersebut.


Denis menyambut kedatangan Fandi dan Alisa dengan penuh kebahagiaan,


" Bos aku kira bos tidak bisa datang", Fandi kemudian menyalami dan memeluk Denis.


" Aku nggak mungkin melewatkan ini den ", Ujar Denis.


Alisa kemudian mengajak Rafa untuk pergi menemui Nisa yang kini sedang menggendong Disya, Alisa pun mendekat dan Rafa juga seperti ingin melihat bayi cantik tersebut.


" Mbak ?? ", Sapa Nisa saat Alisa datang menghampiri nya.


Nisa pun melihat ke arah Rafa yang semakin ingin mendekat ke arah Disya.


" Rafa mau cium Disya nak??", Tanya Nisa dan langsung diangguki boleh Rafa.


Alisa pun mendekat Rafa dan Nisa pun juga mendekatkan Disya ke arah pipi gembul Rafa.


Rafa pun tersenyum, ia senang bisa mencium Disya.


Tak lama kemudian acara pun dimulai, semua pun sudah siap termasuk anak yatim yang di undang Denis pun juga sudah datang.


Mereka kini sedang menengadahkan tangan ketika ustadz membacakan doa dan meminta agar Disya dijadikan putri yang Sholehah dan bisa membanggakan orang tuanya.


Acara dilakukan dengan prosesi pemotongan rambut Disya, Fandi pun mendapat giliran dan dia juga melakukan hal itu, kemudian ia mengelus kepala Disya dan dia cium pipi Disya.

__ADS_1


Acara pun masih terus berlanjut, Alisa terlihat sudah kelelahan, ia duduk sambil memperhatikan Rafa yang tengah berlari,


Fandi yang melihat istrinya terlihat lelah kini mengambil alih untuk menjaga Rafa selama istrinya beristirahat sejenak.


" Kamu lapar sayang ??", Tanya Fandi kepada Alisa.


Alisa pun menggeleng,


" Aku cuma capek aja dari tadi ngejar Rafa terus mas, aku istirahat sebentar dan habis ini pasti sudah kuat lagi ", Ujar Alisa.


Fandi pun membiarkan istrinya duduk terlebih dahulu dan mengajak Rafa bersama dengannya.


Satu jam kemudian semua sudah selesai, Para tamu undangan pun juga sudah pulang,Fandi kini sedang membantu Denis untuk membereskan sedikit barang sisa aqiqah Disya yang masih ada di meja,


" Bos, biar aku sendiri, bos duduk aja ", Denis pun merasa tak enak, apalagi bosnya sedari tadi menyibukkan dengan membantu dirinya membereskan semua sisa acara aqiqah putrinya.


" Tidak apa-apa, tinggal dikit ayo bereskan lagi ", Fandi masih berjalan kesana kemari dan kembali menata kursi dan meja yang sengaja di sisihkan agar ruangan tersebut semakin bertambah lebar untuk acara tadi.


Setengah jam kemudian semua sudah kembali seperti semula, Fandi menjatuhkan dirinya dan duduk bersandar di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.


" Sayang haus ", Fandi pun secara tak langsung ingin agar istrinya membuatkan minuman segara untuk dirinya.


" Sebentar mas ", Alisa pun berjalan mengambil minuman yang sudah yang ada di dapur.


Alisa kembali, ia membawa satu gelas penuh air sirup dingin dan langsung ia berikan kepada suaminya.


Begitu juga dengan Nisa, ia langsung saja bertindak sebelum Suaminya juga merengek meminta air minum seperti bosnya tersebut.


" Ah segarnya ", Ujar Fandi yang sudah menghabiskan satu gelas penuh air sirup tersebut.


Peluh mereka masih saja berjatuhan, bahkan AC yang ada di dalam ruangan tersebut tak mampu menyurutkan peluh yang masih keluar dari dalam tubuh mereka.


Sudah lama mereka beristirahat, bahkan sedari tadi Rafa tertidur karena menunggu Daddy nya yang tak kunjung selesai,


" Mas, sudah sore, ayo kita pulang ", Ajak Alisa sambil menggoyangkan tubuh Fandi, Fandi ketiduran di sofa dengan Denis, Dua laki-laki itu mungkin merasa lelah karena sehabis acara mereka tak beristirahat sama sekali.


" Kenapa sayang ??", Fandi menggeliat dan mulai mengerjapkan matanya.

__ADS_1


" Ayo pulang, Rafa kasihan dari tadi nungguin mas gak bangun-bangun ", Alisa sedikit mengomeli suaminya.


" Loh emang ini dimana ??", Lagi-lagi Fandi tidak menyadari dirinya sedang berada dimana.


Fandi kemudian menatap sekeliling ruangan tersebut dan juga melihat Denis yang tertidur.


" Ya Allah, Kita masih dirumah Denis sayang ??", Fandi kemudian bangun dan menyandarkan punggungnya di sofa Tempat dirinya tidur tadi.


Alisa kemudian membiarkan suaminya mengumpulkan kesadarannya kembali, "Lebih baik mas sholat dulu aja, udah mau habis waktunya ", Fandi kemudian melirik jam tangannya dan yang benar saja sudah jam setengah 3 sore.


Denis yang juga masih tertidur tiba-tiba juga terbangun,


Denis juga terlihat kaget melihat Fandi yang belum pulang dari tadi.


" Bos masih disini ??", Tanya Denis sambil mengucek matanya.


" Iya, kita belum sholat den, lebih baik kita sholat dulu udah mau habis waktunya ", Fandi pun beranjak dan Denis pun dengan langkah gontai nya juga bangkit dari sofa tempat tidurnya tadi.


Langkah Denis pun semakin cepat, ia kemudian menuju ke kamar mandi nya dan diikuti oleh Fandi.


Mereka kemudian sholat berjamaah dengan diimami oleh Fandi, awalnya mereka saling berdebat siapakah yang akan jadi imam dan pada akhirnya Denis lah yang menang dan kini Fandi lah yang mengimami sholat mereka.


Alisa kini sudah menunggu suaminya di ruang tamu, ia kini tengah di temani oleh Nisa dan Disya, bayi itu sudah terbangun dan kini sedang dipangku oleh Nisa.


Fandi kemudian keluar dan diikuti oleh Denis,


" Sudah mas, sebaiknya kita segera pulang, kasihan Rafa sudah kegerahan dari tadi ", Fandi pun mengangguk dan kemudian mereka berpamitan kepada Denis dan Nisa.


" Terimakasih mbak sudah datang ", Ucap Nisa kepada Alisa.


" Iya Nis, sama-sama ", Kemudian Alisa beralih ke arah baby Disya.


" Tante sama kakak Rafa pulang dulu ya sayang, jangan rewel ",Alisa Kemudian mencium pipi Disya sebelum mereka pulang.


" Kami pulang dulu den, Nis, Assalamualaikum ", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam, hati-hati dijalan bos ", Jawab Denis sambil mengantar Fandi dan Alisa ke halaman rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2