Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
144


__ADS_3

" Bagaimana ma ??", Tanya Fandi kepada Mama nya.


" Kita tunggu saja Fand, siapa tau mereka akan keluar dari apartemen ", Ujar Mama Mira.


Fandi dan Mama Mira terlihat sedang menunggu didalam mereka dalam jarak yang cukup jauh.


Sedangkan di dalam apartemen, Niko pun kembali membujuk Tania agar Tania mau untuk diajak keluar maka. ini.


" Aku mohon Tan, sekali ini saja ", Ujar Niko memohon.


" Kan aku sudah bilang nik, aku gak mau, aku capek ", Ujar Tania menolak.


" Maaf ya nik, bukan maksud aku buat menolak ajakan mu, tapi kamu harus mengerti aku hari ini capek banget ", Ujar Tania.


" Ya sudah Tan, aku harap besok malam kamu mau menerima ajakan aku ", Ujar Niko.


Tania pun diam tak menjawab semua pernyataannya Niko kepadanya.


Niko kemudian keluar dari apartemen Tania, tanpa Niko sadari dua pasang mata saat ini masih mengawasinya dari jauh.


" Mah, Laki-laki tadi keluar ", Ujar Fandi kepada Mama nya.


Fandi masih perhatikan Niko yang berjalan menuju mobilnya tapi tidak ada tanda-tanda jika Heni mengikuti nya dari belakang.


" Sepertinya kita belum beruntung hari ini ma", Ujar Fandi.


Mama Mira pun tampak kecewa, " Ya sudah kita pulang saja Fand, kasihan Alisa pasti dia menunggumu ",


Fandi kembali melajukan mobilnya menuju kerumah Mama nya,


" Kamu mau mampir atau masuk dulu Fand ??", Tanya Mama Mira.


" Fandi kayaknya langsung pulang aja mah, kangen Rafa ", Ujar Fandi.


" Kamu itu bukan kangen sama Rafa Fand, tapi kangen sama Mommy nya ", Ujar Mama Mira menggoda putranya.


Fandi tak mengira jika Mama nya mampu membaca jalan pikirannya saat ini,


" Fandi pulang dulu ya mah ", Pamit Fandi yang langsung mencium tangan Mama nya dan tak lupa juga mencium pipi sang Mama.


" Iya hati-hati ", Jawab Mama Mira.

__ADS_1


Fandi segera melajukan mobilnya kembali menuju ke rumahnya,


Saat dijalan Fandi melewati sebuah toko bunga yang menjual berbagai macam bunga, dengan ide cemerlang nya Fandi kemudian turun dan membelikan satu buket bunga mawar merah untuk merayu istrinya malam ini.


Jika mengingat kejadian tadi siang seolah-olah Fandi tak bisa berpikir jernih, ia merasa takut kalau akan kehilangan Istrinya, takut jika Alisa berpaling dengannya.


Jadi malam ini Fandi akan memberi kejutan untuk istrinya, mudah-mudahan Fandi juga mendapat jatah malamnya dari Alisa, sungguh Fandi saat ini tak sabar menunggu malam tiba.


Fandi kini tengah berjalan secara pelan sambil membunyikan bunga yang tadi telah ia beli, ia melihat Alisa yang tengah menonton tv membuat Fandi lebih leluasa untuk segera masuk kedalam kamarnya.


Segera Fandi naik dan berjalan lebih cepat agar istrinya tak mengetahui jika ia telah Kembali.


Setelah menaruh bunga mawar di tempat yang aman ia segera menuju ke kamar mandi karena ia belum melaksanakan sholat Maghrib.


Setengah jam kemudian Alisa terlihat mondar-mandir menatap pintu depan, ia seperti tengah menanti suaminya pulang sedari tadi,


Alisa masih Belum mengetahui jika Fandi sudah berada di dalam kamar.


" Udah hampir jam 7 kok mas Fandi belum pulang ", Ujar Alisa yang tengah melihat ke arah pintu.


Tak lama kemudian Fandi turun dari kamarnya dan melihat istrinya yang tengah gelisah sambil menatap pintu depan.


Fandi kemudian mempunyai ide untuk mengagetkan istrinya dari belakang,


Setelah sampai tepat di belakang istrinya, Fandi mengintruksikan kepada Bi Jum yang melihat majikannya tersebut tengah mengerjai istrinya.


" Kemana sih kok gak datang-datang ", Ujar Alisa menunjukkan ke khawatiran kepada suaminya tersebut.


Fandi yang kini tengah berada di belakang Alisa tengah tersenyum sendiri melihat istrinya yang begitu khawatir kepada nya.


Fandi kemudian menutup mata istrinya dari belakang membuat Alisa seketika kaget.


" Mas suka jika kamu menghawatirkan mas seperti ini ", Ujar Fandi sambil melepas tangannya di mata istrinya, kemudian ia mengecup kilas pipi Istrinya.


" Kami sudah datang mas, sejak kapan ??", Tanya Alisa.


Fandi pun hanya tertawa,


" Mas datang sudah satu jam yang lalu ", Ujar Fandi sambil berlalu dari hadapan istrinya.


" Mas kok gak bilang udah datang, aku tuh khawatir sama kamu ", Ujar Alisa sedikit kesal.

__ADS_1


" Iya sayang, maafin mas ya, mas tadi buru-buru, belum sholat Maghrib, jadi mas langsung masuk kamar aja ", Ujar Fandi.


" Tapi tetep aja mas kamu buat aku khawatir ",


" Iya sayang , maafin mas sekali lagi ya, masak seharian ini kamu marah terus sama mas ", Ujar Fandi.


" Emang kamu keterlaluan mas, seharian ini kamu buat aku khawatir ",


" Kan mas udah minta maaf, Sekarang kamu gak usah marah-marah lagi dong, ini kan malam Minggu, kita jalan aja gimana ??",


" Males "Ujar Alisa yang langsung pergi dan menghampiri Bu Jum yang kini tengah tersenyum melihat tingkah majikannya tersebut.


" Sini Bi, Rafa nya sama aku aja, Bibi istirahat aja ", Ujar Alisa.


" Baik Non ", Jawab Bibi dan langsung pergi meninggalkan Alisa dan Fandi yang masih ada di sana.


Alisa kini tengah duduk memangku Rafa di atas sofa.


Fandi kemudian mendekat dan mencoba merayu Istrinya, " Sayang ??", Panggil Fandi yang kini tengah duduk disampingnya.


" Rafa sayang, kamu haus ya, ayo kita kekamar ", Ujar Alisa yang kini mulai meninggalkan suaminya sendirian di ruang tengah.


" Sayang mas kok ditinggal sih ",


" Gawat nih kalau marah terus, gagal deh rencana malam ini ", Ujar Fandi.


Fandi kemudian segera menyusul istrinya ke kamar, terlihat Alisa kini tengah berbaring dan menyusui Rafa di tempat tidur, Fandi pun gak bersuara lagi ia sengaja diam agar Rafa bisa cepat tidur.


Rafa kini telah tertidur, Alisa kemudian memindahkan Rafa ke dalam box bayinya,


Setelah menyelimuti Rafa Alisa segera pergi menuju ke kamar mandi sengaja untuk menghindari Fandi yang sudah menatap nya dengan tatapan mesumnya.


Sudah hampir 15 menit Alisa tak kunjung keluar dari kamar mandi membuat Fandi ingin sekali mengetahui apa yang sedang dilakukan istrinya didalam.


Fandi kemudian segera mengambil buket bunga mawar yang ia beli tadi, kali ini ia benar-benar akan merayu istrinya agar istrinya tak marah lagi kepadanya.


Alisa kemudian keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segarnya, ia kemudian segera pergi ketempat tidurnya untuk segera istirahat.


Fandi kini pun mendekat ke arahnya sambil membisikkan kata maaf di telinga istrinya.


" Sayang maafin mas ya, mas punya sesuatu nih buat kamu ", Ujar Fandi tapi tak membuat Alisa menoleh sekali pun ke belakang.

__ADS_1


Fandi kemudian memberikan bunga mawar tersebut tepat di wajah Alisa membuat Alisa seketika tersenyum melihat bunga yang sangat indah Tersebut.


__ADS_2