
Anton terlihat sudah datang bersamaan dengan datangnya Fandi tentunya,
Anton yang melihat bosnya datang sengaja menunggu Bosnya tersebut untuk masuk kedalam lift terlebih dahulu.
Fandi pun melangkahkan kakinya menuju loby perusahaan nya tanpa melihat Anton yang juga berada di sana.
" Selamat pagi Pak ", Sapa Anton yang membuat Fandi sedikit kaget.
Fandi pun terlihat mulai menyesuaikan dirinya jika bertemu dengan Anton saat ini, Fandi juga mulai bisa menetralkan rasa cemburu nya bila mengingat Anton adalah kekasih istrinya saat masih di bangku kuliah.
" Selamat pagi juga ", Jawab Fandi yang kemudian melangkahkan kembali kakinya menuju ke arah lift khusus petinggi perusahaan.
Anton pun mengikuti Fandi dan memasuki lift berbeda untuk segera sampai di ruangannya, ruangan yang berada di lantai 5, di divisi kepegawaian ini membuat Anton harus mengecek kembali semua data pegawai setiap satu bulan sekali.
Tak lama kemudian terlihat Pak Didit masuk kedalam ruangan yang terdiri dari 7 pegawai tersebut, ia lihat sekeliling dan pandangannya tertuju pada Anton yang saat ini tengah serius dengan layar laptopnya.
"An ", Panggil Pak Didit yang masih berada di ambang pintu.
Anton yang merasa namanya di panggil oleh suara yang sangat khas menurutnya segera ia menoleh mencari sumber suara tersebut.
Anton melihat Pak Didit lah yang sedari tadi memanggilnya dan Anton pun segera berdiri untuk menghampiri atasan satu divisi nya tersebut.
" Iya Pak, ada yang bisa saya bantu ??", Tanya Anton yang mulai melangkah ke arah Atasannya yang Masih diam mematung di pintu ruangan ini.
" Ikut keruangan saya, ada tugas untuk mu ", Ujar Pak Didit kepada Anton.
Dengan senyuman dan anggukan kepalanya Anton pun mengiyakan dan segera pergi mengikuti langkah Pak Didit di depannya.
Sudah tak terhitung lagi semenjak Anton bekerja disini ia sudah beberapa kali duduk menghadap di depan Pak Didit di ruangannya ini.
__ADS_1
Anton kemudian menarik kursi yang ada di depan meja atasannya tersebut dan langsung saja menjatuhkan tubuhnya di kursi tersebut.
" Ada yang bisa saya bantu Pak ??", Tanya Anton mengulang untuk yang kedua kalinya.
Anton ingin menjadi pegawai yang cepat tanggap dalam mengurus tugas yang atasannya berikan selama ia bekerja, ia tak ingin mengecewakan bos yang sudah mempercayai nya saat ini.
" Ini kamu cek semua data pegawai bagian keuangan, dan lihat mana yang sudah resign dan yang belum, Bulan lalu ada yang sudah keluar dari perusahaan ini dan saya masih belum mencabut data dirinya dari data pegawai di kantor ini ",Ujar Pak Didit.
"Baik Pak, segera akan saya laksanakan tugas dari Bapak ", Jawab Anton dan segera pamit undur diri dari hadapan atasannya.
Brian yang melihat ada beberapa map yang dibawa oleh Anton tiba-tiba tersenyum senang,
" Kerjaan Lo numpuk an ?? ", Tanya Brian yang bersyukur karena bukan dia yang diberikan tugas oleh atasannya tersebut.
Bukan perkara mudah mencari satu nama pegawai yang sudah tidak bekerja lagi disini, apalagi dari sekian banyak pegawai disini dan juga ada beberapa nama mereka yang kebetulan sama.
" Ok, hari ini gue gak bakal ganggu elu kerja An, selamat bekerja ya ", Ujar Brian yang mengerti betapa rumitnya mencari satu nama pegawai di kantor besar tersebut.
Didalam ruangannya Fandi juga disibukan dengan berbagai macam pekerjaan yang mengharuskan ia berdiam diri di dalam ruangannya seharian ini, Makan siang pun ia lewatkan sampai-sampai untuk menghubungi istri tercintanya saja ia tak sempat hari ini.
Tak lama kemudian Denis pun datang dengan membawa makanan dan kopi hitam beserta air putih untuk bosnya yang tak keluar sama sekali.
" Bos sudah sholat ??",Tanya Denis sambil meletakkan nampan yang ia bawa tadi, Sekertaris yang sangat perhatian,apalagi ini merupakan suatu perintah dari Bu bosnya yang sedari tadi menanyakan apakah suami tercintanya sudah makan siang apa belum.
" Sudah ",Jawab Fandi singkat kepada sekertaris nya tersebut, Fandi tak akan melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim walau pekerjaannya sangat menumpuk sekalipun , hanya saja ia melupakan makan siang nya yang membuat istrinya begitu khawatir setelah menghubungi Sekertaris nya beberapa jam yang lalu.
" Bos,saya bawakan makanan untuk bos, ini perintah langsung dari Bu bos ",Ujar Denis.
Fandi kemudian menghentikan aktifitasnya setelah Denis mengucapkan nama istrinya dalam makanan tersebut, makanan ini sengaja di pesan oleh Alisa khusus untuk suaminya, dan bonusnya lagi Denis pun kecipratan juga mendapat makanan gratis dari istri bosnya tersebut.
__ADS_1
Dengan segera Fandi pun berjalan menuju kearah Sofanya sambil membawa ponselnya yang belum ia sentuh mulai pagi, terlihat sudah beberapa kali istrinya menelfon dan sudah banyak sekali chat yang juga dikirim oleh istrinya yang sama sekali belum dilihat oleh Fandi.
" Maafkan mas sayang mas lagi sibuk, dan terimaksih makanan nya ", Tulis Fandi membalas chat dari istrinya.
Fandi tidak mau menelfon kembali istrinya karena jika sudah mendengarkan suara istrinya untuk tak mendengarkan nya lagi pun Fandi tak bisa.
" Kamu sudah makan Den ??",Tanya Fandi yang juga tak mau jika sekertaris nya itu belum juga makan siang.
" Bos tenang saja, Bu bos sangat baik, aku juga dapat makan siang bos ", Jawab Denis kepada Fandi.
Fandi dengan segera memakan makanan yang telah Alisa kirimkan untuk dirinya, ia tak mau mengecewakan Istrinya.
Setelah selesai dengan makan siang yang cukup tertunda Fandi akhirnya kembali menuju mejanya untuk melihat kembali lembaran yang sudah ia baca tadi, mungkin membutuhkan waktu sampai malam untuk bisa menyelesaikan semua pekerjaannya.
Waktu pun sudah menunjukkan pukul setengah 5 Sore dan para pegawai lain pun sudah pulang semua, tinggal beberapa karyawan yang juga sedang lembur bersama dengan bosnya saat ini.
Fandi pun melirik arloji yang di belikan istrinya kemarin dan betapa kagetnya saat melihat jam sudah menunjukkan waktu jam pulang kerja.
segera ia mengambil ponselnya dan mencari nomor kontak istrinya, tak lama kemudian panggilan pun tersambung dan Fandi pun dengan leganya dapat tersenyum.
" Sayang maafkan mas, hari ini mas tidak bisa menjemputmu pulang, mas sedang banyak pekerjaan ", Ujar Fandi kepada istrinya.
" Iya mas tidak apa-apa, aku bisa naik taxi online kok ", Ujar Alisa.
" Baiklah sayang,mas tutup dulu telfonnya, mas berharap bisa segera menyelesaikannya, kamu hati-hati dijalan sayang, Assalamualaikum ", ujar Fandi yang sebenarnya khawatir jika istrinya harus pulang sendirian.
" Waalaikum salam mas, jangan lupa sholat", Ujar Alisa mengingatkan dan sambil menutup ponselnya.
Nisa kini sedang menunggu taxi online dan Nisa juga seperti nya sudah menerima kabar dari Suaminya yang juga sedang ikut lembur menemani Fandi.
__ADS_1