
Setelah makan mereka berdua langsung istirahat tanpa menunggu Mama Mira dan Papa Dimas datang.
Keesokkan harinya tepat alarm ponsel Alisa berbunyi Alisa segera bangun dari tidurnya, ia menoleh ke arah samping terlihat suaminya kini masih saja tidur.
" Mas, bangun udah shubuh ", Ucap Alisa sambil menggoyangkan bahu Fandi.
Fandi pun menggeliat dan langsung membuka matanya,
"Kenapa sayang ??", Tanya Fandi yang masih ingin menarik selimutnya.
" Mas ini sudah shubuh, ayo kita sholat dulu ", Ucap Alisa.
" Iya sayang, kamu duluan aja Kekamar mandi, nanti mas nyusul ", Ucap Fandi.
Alisa kini sudah selesai dan baru saja keluar dari kamar mandi, Fandi kemudian masuk bergantian dengan istrinya tersebut, tak lama setelah itu mereka pun menunaikan sholat shubuh secara berjamaah.
" Mas, aku turun dulu ya aku mau bantu Bibi dibawah ", Ucap Alisa.
Fandi pun tidak mengangguk, ia hanya menatap Alisa dengan tatapan yang tidak bisa bisa diartikan oleh Alisa.
" Mas, kamu kenapa ??", Tanya istrinya tersebut.
" Sayang, kamu disini aja, temani mas tidur lagi, lagi pula Bibi bisa sendiri melakukan tugasnya ", Ucap Fandi yang seolah-olah menahan istrinya untuk keluar.
Fandi kini tengah menarik tangan Alisa untuk tetap terus bersamanya, kini Fandi tengah memeluk Alisa kembali, ia mengusap rambut Alisa secara perlahan dan tak lupa satu kecupan sudah mendarat dengan lembut di kening Alisa.
" Mas, kenapa kamu jadi manja seperti ini ", Tanya Alisa sambil menatap suaminya tersebut.
"Mas juga tidak tahu sayang, tapi mas rasa mas biasa saja tidak manja berlebihan sama kamu??", Ucap Fandi.
Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dari luar, Alisa segera bangkit dan memakai jilbab instan nya dan segera berjalan untuk membuka pintu.
Tampak Mama Mira sudah berada di balik pintu tersebut, dengan senyum lebarnya Alisa langsung memeluk Mamanya tersebut, Mama nya sudah terlihat rapi pagi ini,
"Sayang, kok gak ngabarin Mama kalau mau nginap sini ??", Tanya Mama Mira sambil mengedarkan pandangannya ke dalam kamar anaknya tersebut.
" Iya Ma maaf, Alisa gak sempat buat ngabarin Mama, lagi pula kata mas Fandi biar surprise ", Ucap Alisa.
Mama Mira pun hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia menghampiri Fandi yang masih dengan enaknya menutup badannya dengan selimut.
" Fand, kamu itu kok gak ngabarin Mama sih kalau mau kesini ", Ucap Mama Mira yang membuka selimut Fandi.
Fandi kemudian membuka matanya dan kembali menggeliat, "Iya Mah, maafin Fandi ", Ucap Fandi.
__ADS_1
Fandi kemudian duduk bersandar di ranjangnya, kemudian ia segera turun mengikuti istri dan Mama nya keluar dari kamar.
Fandi pun duduk di meja makan sambil memperhatikan istrinya yang lagi membantu Bibi di dapur.
Saat Fandi masih asyik memperhatikan istrinya, tiba-tiba ia dikagetkan oleh Papanya yang Baru saja turun.
"Fand, kapan kamu datang ", Tanya Papa Dimas.
Papa Dimas tidak tahu jika Fandi dan Alisa malam tadi menginap di rumah ini.
" Tadi malam Pah ", Ucap Fandi.
Tak lama kemudian Alisa sudah datang dengan membawa Dua cangkir kopi dan teh untuk Suaminya dan Papa Dimas.
" Silahkan di minum Pah ", Ucap Alisa.
" Terimakasih Al ", Ucap Papa Dimas.
Alisa pun kembali ke dapur, lalu Fandi menghampirinya fan ikut membantu istrinya tersebut, " Mas, kenapa kamu kesini ", Tanya Alisa.
"Aku ingin membantumu sayang ", Ucap Fandi.
Bibi kini sedang menggoreng Bawang goreng, Fandi uang mencium bau tersebut langsung merasakan mual-mual, dengan cepat Fandi segera berlari menuju ke arah kamar mandi.
"Mas, kamu kenapa ?? Tanya Alisa khawatir.
"Mas, mual saat mencium bau bawang goreng sayang, rasa nya perut mas seperti di aduk - aduk ", Ucap Fandi.
" Ya udah sebaiknya mas istirahat dulu aja, nanti aku panggil dokter. ", Ucap Alisa sambil menggandeng tangan suaminya untuk kembali Kekamar.
Bibi yang melihat pun merasa aneh, " Den Fandi kenapa jadi aneh, masak bau bawang goreng bikin mual ", Ucap Bibi keheranan.
Mama Mira yang baru datang dari kamarnya langsung melihat ekspresi Bibi yang begitu aneh, " Bi, kenapa ??", Tanya Mama Mira keheranan.
" Itu Nyonya den Fandi tadi di dapur, pas bibi lagi goreng bawang tiba - tiba den Fandi langsung mual - mual ", Ucap Bibi.
" Kok bisa ya Bi ", Tanya Mama Mira yang ikut keheranan.
" Atau mungkin Non Alisa lagi hamil nyonya, kan bisa saja yang mual - mual itu suaminya ", Ucap Bibi.
Mama Mira yang mendengar penuturan Bibi langsung saja tersenyum.
" Sepertinya kali ini Bibi benar ", Ucap Mama Mira.
__ADS_1
Mama Mira pun langsung berjalan ke arah kamar Fandi, Mama Mira sudah tidak sabar untuk mengetik kebenaran tentang perkataan Bibi.
Saat sudah sampai di depan kamar Fandi yang masih terbuka , Mama Mira segera memasukinya.
" Mah, Mas Fandi kayaknya sakit ", Ucap Alisa.
Mama pun tersenyum, berbeda dengan Alisa yang masih dengan wajah kekhawatiran nya.
" Fandi tidak apa-apa sayang, kamu jangan sedih, lebih baik kita segera siap - siap kita kerumah sakit aja ", Ucap Mama Mira.
Alisa segera mengangguk kan kepalanya, ia pikir Fandi yang akan diperiksa oleh dokter, tapi nyatanya nantinya dirinya sendiri yang akan dibawa menuju dokter kandungan.
2 Jam kemudian, Alisa sudah siap dan begitu juga dengan Fandi, rasa pusing dan mualnya kini sudah menghilang,
Setelah sarapan mereka segera berangkat menuju ke rumah sakit.
Saat hendak memasuki mobilnya tiba-tiba Alisa melarang Fandi untuk mengemudikan sendiri mobilnya ", Mas, kamu jangan nyetir sendiri, kamu kan lagi sakit ", Ucap Alisa yang membuat Mama Mira tersenyum.
" Lebih baik kita naik mobil Mama aja , kan ada Pak Rizal yang akan antar kita ", Ucap Alisa yang langsung diangguki oleh Mama Mira.
Fandi pun tanpa berkata langsung saja menuruti perkataan istrinya, walaupun dia sudah merasa lebih baik tapi ia tidak mau menolak ucapan istrinya tersebut.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di area rumah sakit, mereka pun keluar dan berjalan ke arah loby rumah sakit, setelah sampai diruang tunggu Mama Mira menyuruh Alisa dan Fandi untuk duduk, Mama Mira ingin mendaftarkan sendiri Nama Alisa yang kalau ini ia daftarkan menuju poli kandungan.
Setelah beberapa menit menunggu, nama Alisa sudah dipanggil, " Ayo sayang, udah dipanggil ", Ucap Mama Mira.
Dengan langkah santai Alisa mengikuti Mama Mira berjalan , Alisa masih tidak menyadari kalau ia masuk kedalam ruang poli kandungan.
"Silahkan duduk", Ucap dokter Tamara.
" Terimakasih dok ", Ucap mereka bersamaan.
Tak lama kemudian Alisa sudah disuruh berbaring diatas ranjang oleh dokter, " silahkan Nona ", Ucap Dokter Tamara.
Alisa pun kebingungan, " Bukannya yang sakit adalah mas Fandi kenapa aku yang diperiksa?? ", Gumam Alisa dalam hatinya.
Alisa pun menatap Mama nya, " mungkin ini kesalahan dokter memanggil nya, tapi anggukan Mama Mira seakan memohon Alisa agar menuruti perintah dokter.
Dengan berjalan perlahan Alisa segera naik diatas ranjang, tak lama kemudian Dokter Tamara menyingkap baju Alisa sampai batas perut, kemudian ia mengoleskan gel dingin ke perut Alisa.
Setelah melakukan pemeriksaan Alisa segera turun dari ranjang tersebut dan kembali duduk,
Dokter Tamara pun juga ikut duduk dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
" Selamat pak Istri anda hamil ", Ucap dokter Tamara.