Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Perhatian


__ADS_3

Mereka kini tengah tiba di pelataranrumah orang tua Tania, Niko pun turun, begitu juga dengan Tania mereka kini sama-sama berjalan menuju ke pintu utama rumah itu.


"Assalamualaikum", Ucap Tania dan Niko, mereka kemudian menunggu bibi untuk membukakan pintu untuknya.


Bibi pun mendengar seseorang yang datang langsung saja bergegas ke depan untuk membukakan pintu rumah tersebut.


Pintu pun terbuka, Tania yang melihat bibi Seketika tersenyum kepada orang yang telah tinggal dan membantu mamanya selama ini.


"Assalamualaikum Bi",Ucap Tania kepada Bibi.


"Waalaikum salam, non Tania", Bibi pun juga terlihat tersenyum kepada Tania. Tania sudah lama tidak berkunjung ke rumahnya, apalagi setelah menikah, Tania juga jarang datang kesini, bahkan mamanya meminta dirinya untuk tinggal disini tapi Tania dengan halus menolak permintaan mamanya.


"Ayo masuk non", Tania dan Niko pun masuk, sementara itu mamanya Tania turun dari tangga dan hendak menemui putri dan menantunya.


"Tan, kamu sudah datang", Ucap Mama Tania.


Tania pun berdiri, begitu juga dengan Niko, Tania kemudian mendekat dan memeluk sang Mama.


" Mama kangen banget sama kamu", Ujar Mamanya kepada Tania.


"Tania juga kangen banget sama mama, Mama sehat kan??", Tanya Tania.


"Alhamdulillah Mama sehat, doakan Mama selalu sehat dan bisa merawat cucu Mama.


"Iya ma, doa Tania tak pernah terputus buat Mama", Tania masih memeluk mamanya dengan erat, sejujurnya ia sangat merindukan wanita yang telah melahirkan nya tersebut.


Niko pun mendekat, ia kemudian mencium punggung tangan Mama mertuanya.


"Bagaimana kabar Mama??",Tanya Niko.


" Alhamdulillah Mama sehat, bagaimana pekerjaan kamu Ko??",


"Alhamdulillah pekerjaan Niko lancar ma",Niko pun tersenyum kepada Mama mertuanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu, Mama ikut senang sayang",Tak lama kemudian bibi pun datang dengan membawa makanan dan minuman, Didalam dapur kini salah satu pembantu yang ada di sana tengah menggoreng bawang goreng, Tania pun tiba-tiba mencium bau Tersebut dan tiba-tiba saja perutnya seketika mual.


"Huwek...huwek..huwek..", Tania pun berlari menuju kamar mandi yang ada di lantai bawah, ia memuntahkan semua makanan nya yang ia makan saat sarapan tadi.


Niko pun panik, begitu juga dengan mamanya, Mereka berdua segera berlari untuk melihat keadaan Tania yang kini tengah berada di dalam kamar mandi.


"Huwek...huwek..huwek..",Tania masih belum selesai mengeluarkan isi perutnya, matanya kini sudah berair, dan kepalanya menjadi pusing, Kemudian Tania segera mencuci mulutnya karena ia merasa sudah tak ingin muntah lagi.


Niko pun masuk, ia memegang tubuh Tania yang sudah lemas, "Sayang, kamu tidak apa-apa kan??",Niko pun sedikit panik, saat melihat Tania muntah seperti ini membuat Niko pun semakin menghawatirkan istrinya.


Tania tidak menjawab, ia hanya memegang pelipisnya karena ia merasa pusing sekali.


"Lebih baik kita bawa Tania ke kamar", Mama Tania pun juga panik ketika melihat putrinya yang tiba-tiba seperti ini.


"Apa Tania sakit ko??",Tanya mamanya, Mamanya belum mengetahui jika putrinya kini tengah hamil, dan Tania dan Niko juga belum memberitahu kabar ini kepada orang tua mereka masing-masing.


Niko merebahkan tubuh istrinya di atas kasurnya, dan Niko mulai melepas sepatu istrinya yang masih Tania kenakan, jilbab yang Tania pakai kini juga sudah terlepas.


"Tania hamil ma", Ujar Niko kepada Mama mertuanya.


"Tania suka mual kalau mencium bau dapur ma, Niko sudah melarang Tania buat masak, dan kami pun sering makan diluar sekarang", Ujar Niko menjelaskan, bagaimana pun juga Mama mertuanya juga harus tau keaadaan putrinya.


"Kalian sudah ke dokter??",


"Sudah ma, dan Tania juga sudah di beri vitamin buat mengurangi rasa mual nya.


Mama dan Niko kini sedang memperhatikan Tania yang sedang beristirahat,


"Sebaiknya kalian tinggal disini saja, biar Mama bisa menjaga Tania",


Niko pun mengangguk tak salah juga ia menerima tawaran tawaran Mama mertuanya, toh itu juga demi kebaikan istri dan anak Yang sedang dikandung oleh Tania.


"Iya mah, lagi pula Niko juga khawatir kalau Niki sedang bekerja Tania di apartemen sendirian", Jawab Niko.

__ADS_1


"Mama senang jika kamu mau tinggal disini, kalau begitu Mama keluar dulu", Mama mertuanya pun keluar dan Niko segera menutup pintu kamar Tania dan ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Tania.


Beberapa jam kemudian Tania pun terbangun, kepalanya sedikit pusing, ia kemudian sedikit menggerakkan tubuhnya, Tania masih belum menyadari jika dirinya kini berada dikamarnya, dan Tania juga tidak tahu jika Suaminya juga tengah tidur bersama dengan dirinya.


Niko merasakan pergerakan Dari tubuh istrinya, Niko pun segera bangun dan kemudian melihat jika Tania sudah terbangun.


"Sayang, kami sudah bangun, bagaimana keadaan mu??",Tanya Niko, Tania masih terlihat pucat dan ia juga masih terlihat lemas.


"Aku masih sedikit pusing, aku haus",Ucap Tania, tenggorokannya sudah terasa kering mungkin karena efek ia tidur yang terlalu lama.


Niko pun mengambilkan air yang ada di atas meja nakas dan ia Segera memberikan kepada Tania.


"Ayo sayang, diminum", Tania pun mengangguk, ia meminum air tersebut sampai habis.


"Kamu mau makan, biar aku ambilkan", Ucap Niko, melihat istrinya yang seperti itu membuat Niko ingin agar Tania mengisi perutnya kembali, mengingat tadi Tania sempat memuntahkan semua isi sarapannya tadi.


Tania pun mengangguk, "Tapi aku mau makan diluar saja, aku gak mau disini", Pinta Tania, dan Niko pun segera menuntun Tania untuk keluar dari kamarnya,


Tania duduk di kursi makan bersama dengan Niko, Bibi pun segera menyiapkan makanan yang sudah diperintahkan oleh Niko tadi,


Sungguh apa yang sedang disiapkan bibi membuat perut Tania seketika keroncongan,


Tania tidak masalah dengan berbagai masakan, hanya dia akan mual ketika mencium bau bawang goreng.


"Mau makan sekarang??",Tania pun mengangguk dan Niko pun mengambil dan menyuapi Tania dengan sepenuh hatinya, sungguh beruntung Tania bisa memiliki suami seperti Niko yang mencintai nya dengan tulus.


Satu persatu makanan sudah masuk kedalam mulut Tania, Tania lahap sekali jika sedang makan dan itu membuat Niko bahagia, tapi jika tiba-tiba Tania memuntahkan semua isi perutnya itu yang membuat Niko kasihan kepada Tania karena harus mengalami hal seperti ini demi mengandung anaknya.


"Kamu gak makan??", Tanya Tania.


"Kamu dulu sayang, jika sudah selesai baru aku yang makan", Niko terus menyuapkan nasi yang masih tinggal sedikit di piringnya.


"Sudah, aku sudah kenyang", Ujar Tania, Niko pun berhenti dan ia mengambilkan minum untuk istrinya.

__ADS_1


Setelah itu Niko pun berjalan kedalam kamar nya kembali dan membawakan vitamin untuk Tania untuk mengurangi rasa mualnya.


__ADS_2