Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 47


__ADS_3

Memang banyak yang belum tahu jika Zian dan Ghina berpacaran, hanya Nita dan teman-teman satu divisinya, dan tak tahu Della tahu dari mana jika Zian dan Ghina mempunyai hubungan.


Dan di loby kantor, Ghani yang awalnya ingin tertawa tapi ia urungkan mengingat dia mendengar kata-kata pedas dari para karyawan membuat Ghani geram.


"Maksud kalian apa??", Tanya Ghani yang kini menampakkan wajah sedikit memerah karena kesal.


"Bukannya dia menggoda bos besar, kamu bisa lihat sendiri kan bagaimana tingkah dia didalam foto itu??", Ucap salah satu pegawai dengan menunjuk foto yang ada di sana.


"Kalian jangan asal bicara, jika sampai bos besar disini tahu kalian akan tamat disini", Ujar Ghani mengancam.


"Siapa kamu berani membela perempuan penggoda ini, hah??", Kini Della lah yang maju dan melawan Ghani yang sedang membela adiknya itu.


"Kamu tidak perlu tahu siapa saya, yang jelas semua perbuatan kalian akan terlihat di CCTV, dan untuk siapa yang mengambil gambar ini siap-siap saja, bisa saya pastikan besok kamu sudah tidak bisa menginjakkan kakimu di kantor ini", Ujar Ghani mengancam, dia sudah teramat geram, dengan tingkah karyawan Daddy nya yang tega memfitnah adiknya itu, dan jika semua tahu siapa Ghina pastinya mereka akan tertunduk malu dihadapan Ghina.


Akhirnya semuanya pun bubar, mereka kembali ke ruangan mereka karena jam kerja sudah di mulai, Ghina juga kembali ke ruangannya, sedangkan Ghani sudah kembali ke rumah dan segera menghubungi Daddy dan Mommy nya.


Ghani sudah bicara dengan kedua orang tuanya, menceritakan semuanya, dan itu membuat Alisa tidak percaya dengan hal yang dikatakan oleh Ghani


Alisa memutuskan untuk segera kembali ke kantornya setelah selesai meeting dengan kliennya, ia teramat khawatir dengan putrinya, mengapa Ghina tidak bercerita tentang hal ini, untung saja Ghani pagi ini mau mengantarkan adiknya, jadi itu membuat Alisa begitu sangat lega.


"Mas, ayo kita cepat kembali, aku khawatir sama Ghina", Ujar Alisa yang langsung di angguki oleh Fandi.


"Iya sayang, aku juga khawatir dengan Ghina", Supir yang membawa mobil itu pun segera di intruksikan untuk segera kembali menuju ke Jakarta, dan segera kembali menuju kantornya.


Didalam ruangan tersebut Nita yang sudah mengetahui semuanya merasa sedih dan geram karena ulah para perempuan yang tidak tahu malu itu,

__ADS_1


"Kenapa kamu gak cerita siapa kamu sih Ghin??", Tanya Nita yang saat ini sedang berdua dengan Ghina.


Ghina pun hanya bisa tersenyum


saja, "Percuma aja nit, kalau aku yang bilang pasti mereka akan menertawakan ku, mungkin mereka akan mengira aku sudah gila atau aku sedang berhalusinasi menjadi anak pemilik dari Perusahaan besar ini", Ucap Ghina, Nita menganggap perkataan Ghina ada benarnya juga, jika tidak ada bukti mana percaya mereka semua jika Ghina memang putri dari Pemilik perusahaan ini.


"Oh ya ngomong-ngomong Lo gak selingkuh kan??", tanya Nita yang membuat Ghina mendelikkan matanya.


"Selingkuh ???, Maksud Lo apa sih not, gue selingkuh sama siapa??, jangan ngada-ngada deh",


"Gue gak ngada-ngada tau, terus yang nganterin Lo tadi pagi siapa, yang ngebelain Lo tadi pagi??", Tanya Nita yang memang ia belum tahu sama sekali siapa Ghani.


Ghina kemudian tertawa, Dan itu membuat Nita semakin bingung.


"Lo kok malah ketawa, jawab kek, bikin gue penasaran aja", ujar Nita yang masih membutuhkan jawaban dari Ghina.


"Eits... Lo naksir ya sama Abang gue, tapi naksir pun udah telat, dia udah mau nikah", ucap Ghina.


Nita kemudian menyenggol lengan Ghina, "Enak aja Lo Ghin, gini-gini gue udah punya pacar ya, gue gak jomblo", ucap Nita yang membuat mereka tertawa.


Tingkah mereka saat ini tak luput dari pengawasan Della, "Siapa sih sebenarnya Ghina kenapa cowok tadi ngebelain Ghina dan dia bilang gue bakalan tertunduk malu sama Ghina", Ucap Della yang diam-diam mengawasi Ghina dari jauh.


Della sudah lama mengincar pekerjaan yang sekarang di dapatkan oleh Ghina,


Della merasa iri melihat Ghina yang langsung mendapat posisi tanpa harus bersusah-susah memulai dari bawah seperti dirinya.

__ADS_1


Tepat jam 11 siang, Fandi dan Alisa sudah datang, Alisa kemudian masuk kedalam ruangannya terlebih dahulu dan Fandi berjalan menuju ke ruang divisi tempat Ghina saat ini, ia ingin membawa Ghina ke ruangan nya dan berbicara dengan putrinya apa yang saat ini sedang terjadi,


dan semua foto-foto yang tertempel pun sudah hilang, pak satpam sudah mengamankan semua foto itu, dan lagi-lagi pak satpam yang mengetahui siapa Ghina hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah para karyawan yang usil dengan Putri Presdir nya itu.


Fandi kemudian masuk dan segera mendatangi putrinya, ia melihat wajah putrinya, entah apa yang dilakukan oleh para karyawan nya kepada Putri nya, dan semua karyawan yang ada di sana pun kaget melihat kedatangan Fandi ke ruangan divisi itu, Fandi kemudian segera menarik dan memeluk Ghina putrinya membuat semua karyawan yang ada di sana membuka mulutnya dan ternganga.


Mereka terlihat bingung, apa hubungan mereka sebenarnya, dan kenapa Presdir nya itu tiba-tiba memeluk Ghina tanpa ada istrinya di sampingnya.


Fandi kemudian melepas pelukannya dan melihat semuanya bingung dengan apa yang mereka lihat.


"Kalian tidak perlu berperasangka buruk kepada Ghina dan saya, asal kalian tahu, Ghina itu putri saya, putri kandung saya", ucap Fandi yang kemudian membuka identitas asli putrinya, "Dia Ghina Adelia Wiratama, satu-satunya putri di keluarga saya", Ucap Fandi yang lagi-lagi membaut semuanya tak percaya.


"Ayo ikut Daddy", Ajak Fandi yang kemudian menggandeng tangan putrinya, Ghina pun ikut keluar bersama dengan Daddy nya dan tak terlepas dari pandangan para karyawan lain.


Teman-teman Ghina terlihat masih belum percaya dengan semua ini, jadi selama ini mereka bekerja dengan Putri Presdir mereka.


Didalam ruangan itu hanya Nita yang terlihat biasa saja, dan itu membuat temannya penasaran.


"Lo udah tau siapa Ghina??", Tanya salah satu temannya yang satu ruangan dengan Nita.


Nita pun hanya mengangguk saja, "Sejak kapan??, kenapa Lo nggak pernah cerita sama kita??", Tanyanya lagi.


"Gue gak berhak membongkar siapa Ghina Sebenarnya, dia gak mau sampai semua orang tahu siapa Ghina, dia hanya ingin dianggap karyawan biasa sama seperti dengan kita", Ucap Nita.


"Dan perlu kalian tahu, Ghina bisa kerja disini itu atas hasil kerja kerasnya sendiri, dia tak pernah membawa nama belakangnya di dalam pekerjaannya", Semuanya pun terlihat tak enak dengan Ghina, mereka selama ini menganggap Ghina adalah karyawan biasa dan sama seperti mereka.

__ADS_1


Nita sedikit lega karena Orang tuanya sendiri yang membongkar semuanya, jadi Nita tak perlu khawatir lagi jika Ghina di anggap remeh oleh para karyawan lain, termasuk orang yang sirik kepada Ghina.


__ADS_2