
Siang ini Cuaca yang teramat panas membuat beberapa orang enggan untuk keluar dari rumahnya.
Lain halnya dengan Alisa, sesuai dengan jadwal barunya hari ini ditengah terik panasnya matahari dia harus berangkat menuju ke Resto tempat ia bekerja.
" Huft... panas sekali ", gumamnya sambil mengusap peluh yang mengalir di pelipis nya.
Dengan secepat kilat dia sudah mengganti baju kuliahnya dengan seragam dan celemek yang selalu menempel di badannya.
Para pelanggan pun mulai berdatangan dengan banyaknya, wajar karena ini sudah waktunya jam makan siang.
Alisa yang terus saja mondar mandir kesana kemari karena begitu banyak pelanggan yang ingin segera mengisi perutnya.
" Ah.... akhirnya selesai juga ", Gumam Alisa.
pengunjung pun mulai berkurang, jam makan siang sudah berlalu, jadi dia bisa sedikit beristirahat sejenak.
Lain halnya dengan Leni, wanita itu sekarang tengah merencanakan hal buruk untuk Alisa,
Rencana yang sudah ia susun rapi akan terlaksana malam ini juga.
" Aku akan memberimu pelajaran Al ", gumam Leni dengan penuh amarah.
Fandi yang hari ini tidak menampakkan dirinya di restonya tengah berada di dalam sebuah pertemuan antara pebisnis kuliner se Indonesia.
Alisa yang tidak mempunyai firasat buruk tentangnya tetap menjalani pekerjaannya dengan hati yang gembira.
***
Di dalam gudang Leni tengah menyiapkan beberapa tali dan lakban untuk merencanakan hal buruk yang ada di pikirannya.
Mungkin sekarang dia tengah dilanda amarah yang membuncah sehingga dia tidak dapat mengendalikan emosinya.
Kebetulan sekali dina yang juga sahabat dekat Alisa di resto sudah pulang terlebih dahulu.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tanda Resto akan segera ditutup, para karyawan didalamnya sekarang tengah bersiap siap untuk pulang.
" Al, aku pulang duluan ya ", ucap Dewi yang sudah berpamitan kepada Alisa.
" Iya kak , hati hati ya ". Jawab Alisa yang masih sibuk dengan barang-barang nya.
Alisa juga tengah bersiap siap untuk pulang, semua peralatan nya sudah ia masukkan kedalam tas yang selalu ia bawa.
Entah tiba tiba Alisa ingin sekali ke kamar mandi, Alisa pun segera menuju kekamar mandi dan tasnya kini masih berada di dalam loker khusus karyawan.
Setelah dia selesai, pintu kamar mandi pun terbuka,
Tiba tiba !!!! dengan cepat Tubuhnya terhuyung jatuh ke lantai, ada benda yang berbau tajam sedang membekap mulut dan hidungnya.
Alisa sudah tidak sadarkan diri sekarang, Tubuhnya kini sudah terikat dan mulutnya sudah di bekap dengan lakban .
Tak lama kemudian Setelah ia sadar ia terus menoleh kearah sudut ruangan yang gelap, Alisa sangat ketakuta dia terus menangis dan terus menggoyangkan tubuhnya beberapa kali berharap tali yang mengikatnya akan terlepas.
"Tolong ... tolong... ", teriak Alisa yang sudah berusaha beberapa kali untuk melepaskan ikatannya.
Tapi itu tidak mungkin, tali yang melingkar ditubuhnya sangat kuat sekali sehingga Alisa tidak dapat melepaskannya.
Dengan sekuat tenaga dia terus berusaha tanpa rasa lelah, keringatnya sudah bercucuran bercampur dengan air mata yang sedari tadi tumpah tanpa berhenti sedetikpun.
" Krekkk,,, " terdengar suara pintu terbuka dan langkah kaki seseorang yang datang menghampiri nya.
Dalam gelap seperti ini Alisa tidak dapat melihat orang tersebut, setelah semakin dekat Alisa merasa seorang wanita yang kini tengah berada dihadapannya saat ini.
Wanita tersebut langsung tertawa dan langsung melepas Lakban di mulut Alisa, seketika di tarik olehnya dengan sangat keras,
__ADS_1
" Aww... " jerit Alisa menahan sakit.
Lagi lagi suara tawa seorang perempuan itu menggema didalam tempat yang gelap itu.
Alisa jelas tak asing dengan suara tersebut langsung saja mengenalinya.
" Kak Leni ", panggil Alisa.
" Hahahaha , Kau pintar sekaki Alisa, kau bisa mengenaliku dengan mudah ", Ucap Leni dengan sedikit tertawa.
Suaranya pun mulai beringasan, ia seperti orang yang sedang kesetanan saat ini,
Alisa pun semakin takut dengan Leni, tapi ia mencoba untuk tetap tenang meskipun dihatinya saat ini mencoba untuk berteriak.
" Kak Leni, apa maksut kakak menyekap ku seperti ini ", Tanya Alisa yang mencoba untuk tetap tenang.
" Hahaha ", suara tawa Leni yang keras membuat Alisa terdiam.
" Alisa, Apa kamu sadar siapa kamu, apa kamu tidak pernah berkaca sama sekali !!!, Tanya Leni sambil memegang Pipi Alisa.
" Apa maksud Kakak, aku tidak mengerti ", Ucap Alisa.
" Jangan pura - pura bodoh kamu, kamu sengaja kan mendekati Fandi ??", Tanya Leni yang semakin meremas Pipi Alisa.
Aku ingin kamu Menjauhi Fandi.
Fandi itu milikku Alisa, milikku !!! ",
ucap Leni marah.
" Tapi kak, aku tidak ada hubungan apa apa dengan pak Fandi, percayalah", Ucap Alisa.
" Apa kau bilang, kamu tidak ada hubungan dengannya ",. ucap Leni melotot.
" Iya kak, aku dan Pak Fandi hanya sebatas atasan dan karyawan saja tidak lebih". Ucap Alisa mencoba membela dirinya sendiri
" Aku bahkan sering melihatmu keluar dengan Fandi, apa itu yang dinamakan atasan dengan bawahan" , bentak Leni yang membuat Alisa kaget dan semakin ketakutan.
Alisa pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, kini dia pun hanya bisa menangis melawan rasa takutnya.
" Kak, aku mohon lepaskan aku kak, pasti sekarang Papa ku sedang mencari ku, aku mohon kak. Ucap Alisa memohon sambil menangis.
" Aku berjanji tidak akan dekat Pak Fandi lagi kak, dan aku juga bisa memastikan bahwa pak Fandi juga tidak akan pernah bisa mendekatiku lagi ",Ucap Alisa.
Leni yang tidak mendengarkan ucapan Alisa tiba tiba langsung melakban mulut Alisa kembali dan meninggalkan Alisa sendiri didalam gudang resto.
Di dalam loker khusus karyawan, Ponsel Alisa kini tengah berdering tak terhitung, banyak sekali panggilan masuk yang tak terjawab dari Papa nya.
Papanya yang sedari tadi menghubunginya terlihat sangat khawatir karena putrinya tidak kunjung pulang.
" Alisa sayang, kamu dimana, ini sudah hampir jam 12 malam tapi mengapa kamu belum pulang - pulang", Ujar pak Ardi khawatir.
Lalu papa Ardi mencoba menghubungi Alisa tapi hasilnya masih nihil, Alisa tidak mengangkatnya sama sekali.
Papa Ardi pun semakin khawatir akan keselamatan putrinya saat ini,
" Apa mungkin telah terjadi sesuatu dengannya ", ucap Papa Ardi sambil terduduk lemas di kursi depan rumahnya.
" Sebaiknya aku segera menelfon Fandi.
Mungkin dia sekarang tengah bersama Alisa". Ucap Papa Ardi sambil mencari nomor telepon Fandi.
Papa Ardi pun mulai mencari nomor telepon Fandi, tak lama kemudian panggilan telepon darinya sudah diangkat oleh Fandi.
__ADS_1
" Halo Fandi !!!", Ucap Pak Ardi panik.
" Iya halo Om, ada apa malam malam telfon Fandi ". Tanya Fandi kaget.
Pak Ardi pun mulai menanyakan keberadaan Alisa.
" Fand, apa Alisa sedang bersama mu?? ", tanya P. Ardi.
" Tidak Om, memangnya ada apa ??", Suara Fandi pun nampak sangat serius.
" Alisa belum pulang sampai sekarang Fand ", Ucap P. Ardi.
" Apa??? belum pulang Om ", Ucap Fandi kaget.
Fandi pun nampak kaget dengan ucapan P. Ardi.
" Apa kamu benar-benar tidak tahu Alisa sekarang berada dimana??", Tanya Pak Ardi.
" Maaf Om, sebenarnya hari ini Fandi sama sekali tidak pergi ke Resto om,
Kebetulan Fandi ada pertemuan penting dengan relasi bisnis Fandi Om ", Ucap Fandi.
" Ya Allah, bagaimana ini Fand, apa yang harus kita lakukan??? ", Tanya Pak Ardi yang mulai kebingungan.
" Om tenang aja biar aku yang mencari Alisa". Ucap Fandi yang kini sedang mengambil kunci mobilnya.
" Sebaiknya om bantu dengan doa ", ucap Fandi.
" Terimakasih Fand, oym percaya padamu, Tolong segera bawa Alisa pulang ", ucap P. Ardi memohon.
"Iya Om, Om tenang saja, yang penting sekarang doakan Alisa, semoga di baik-baik saja " Ucap Fandi.
"Iya Fand pasti, Tolong bawa dia pulang dengan selamat Fand, Dia adalah satu satu nya putri ku, Aku tidak bisa hidup tanpanya Fand ", ucap P. Ardi
" Baik Om ". Ujar Fandi Sambil melangkah keluar dari apartemennya.
Setelah memutuskan panggilan nya, Fandi segera berlari agar sampai di tempat parkir apartemen nya.
Setelah memasuki mobilnya, Fandi segera menginjakkan gas mobil nya dan segera mencari Alisa.
" Ya Allah tolong lindungi Alisa di manapun dia berada ". Gumam Fandi.
Fandi segera menyusuri jalan perkotaan yang sepi, karena sudah tengah malam.
" Kamu dimana Al ", Ucap Fandi sambil terus menoleh ke arah jalan yang ia lewati.
" Kenapa aku sampai lupa menjemput mu tadi ", gumam Fandi menyesal.
Sudah satu jam lebih Fandi mengelilingi jalan, tapi sampai sekarang Fandi belum bisa menemukan Alisa.
Fandi kemudian mencoba menghubungi ponsel Alisa, tapi tetap tidak ada yang mengangkatnya.
Fandi kemudian berhenti dan memukul kemudinya sangat kencang, dia nampak frustasi karena tidak dapat menemukan wanita yang amat ia cintai.
***
Didalam gudang resto nampak Alisa yang masih terus menangis dan memohon agar ada suatu keajaiban yang akan mampu menolongnya dari musibahnya saat ini.
Mata nya sudah sangat sembab mengingat sudah hampir tiga jam Alisa terus saja menangis sambil memikirkan papanya yang pasti sangat menghawatirkan nya saat ini.
Jangan lupa terus Vote Like dan Coment,
" CINTA TULUS SUAMIKU"
__ADS_1
Makasih
😘😘😘😘😘