Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
29. Acara Pertunangan Fandi dan Alisa


__ADS_3

Setelah melewati beberapa hari akhirnya tiba saat nya akhir pekan yang ditunggu - tunggu, sebab hari ini merupakan hari yang sangat dinantikan oleh Fandi dan Alisa.


Semua persiapan juga sudah dipersiapkan untuk menyambut keluarga Fandi, tepat malam nanti keluarga Fandi akan datang kerumahnya untuk melaksanakan pertunangan Fandi dan Alisa.


Terlihat di meja ruang makan sudah banyak kue dan makanan untuk jamuan makan malam untuk keluarga fandi.


Tak banyak orang yang datang pada acara ini, hanya keluarga Fandi saja yang akan datang, selebihnya akan diundang ketika acara pernikahan mereka berdua.


Tepat pukul tujuh malam keluarga Fandi sudah tiba di depan rumah Alisa,


Fandi yang terlihat gagah dengan mengenakan kemeja batik berwarna coklat terang dan celana bahan yang dipadupadankan dengan sepatu berwarna hitam.


Mama Mira hari ini mengenakan kebaya yang berwarna coklat dan rok plisket yang membuat nya semakin tampak awet muda, Begitu juga denga Papa Dimas sekarang ia juga menggunakan kemeja yang sama dengan yang Fandi kenakan.


"Assalamualaikum", Ucap mereka bersama.


"Waalaikum salam", Jawab Papa Ardi dan Kakek Bagas.


Mereka pun keluar untuk menyambut tamunya tersebut, setelah saling bertemu dan bersitatap, Pak Dimas langsung menyapa Kakek Bagas dan Papa Ardi.


"Pak Ardi, Pak Bagas", ucap Pak Dimas kaget.


Papa Ardi dan Kakek Bagas pun juga merasa kaget dengan Pak Dimas yang merupakan relasi bisnisnya.


Fandi menatap Papa nya dengan tatapan bingung, "Papa kenal sama Om Ardi dan kakek??", Tanya Fandi.


"Pak Ardi dan Pak Bagas ini adalah relasi bisnis Papa Fand, ucap Pak Dimas.


"Minggu lalu kita sempat meeting untuk membicarakan kerjasama antara perusahaan kita" Ucap Pak Dimas.


Alisa yang sedang menunggu keluarga Fandi yang tak kunjung memasuki rumahnya, akhirnya keluar untuk melihat mereka semua.


Alisa yang sudah keluar dari rumahnya segera mencium tangan orang tua fandi, dan Mama Mira juga langsung memeluk Alisa dengan erat.


"Mama sudah kangen sekali dengan kamu sayang", ucap Mama Mira. Setelah melepaskan pelukannya Alisa segera mempersilahkan keluarga calon suaminya untuk masuk.


Fandi yang melihat Alisa begitu cantik malam ini sejenak terdiam, Alisa pun mengajak Fandi masuk kedalam tapi Fandi tidak merespon apapun yang dikatakan Alisa, sehingga Alisa sedikit mengeraskan suaranya.


"Mas!!!" , Ucap Alisa dengan nada tinggi.


Fandi mulai tersadar dengan panggilan Alisa yang begitu mengagetkan dirinya, " Iya ada apa sayang?? tanya Fandi.


"Apa kamu mau tetap disini", Tanya Alisa.


Fandi pun menoleh kearah sekitar, dan menyadari bahwa dirinya kini masih ada di teras rumah Alisa.

__ADS_1


"Ya nggak lah Al, aku juga mau ikut masuk", ucap Fandi.


Fandi akhirnya masuk kedalam rumah Alisa.


"Kenapa setiap aku berada didekat Alisa, aku seperti orang bodoh begini??", Gumam Fandi.


Mereka semua langsung masuk kedalam rumah keluarga Alisa.


Alisa kemudian pergi kebelakang untuk mengambil kue dan beberapa minuman untuk dihidangkan kepada keluarga Fandi.


"Silahkan", Ucap Alisa.


"Terimakasih sayang", ucap Mama Mira.


Setelah mencicipi hidangan di atas meja, Orang tua Fandi pun berbicara tentang maksud kedatangannya saat ini.


"Maaf Pak Ardi dan Pak Bagas, kedatangan saya kesini dengan keluarga saya bermaksud untuk Melamar putri Bapak Alisa, untuk Fandi anak saya" .


"Apakah lamaran Anak saya diterima Oleh Putri Bapak??" Ucap Papa Dimas.


Setelah itu Papa Ardi pun mulai berbicara, "Terimakasih untuk kedatangannya kerumah kami, merupakan suatu kebahagiaan bagi keluarga kami karena nak Fandi ingin menjadikan Alisa sebagai calon istrinya, tapi sebaiknya Alisa sendiri yang akan menjawab


Diterima atau tidaknya Lamaran nak Fandi" Ucap Papa Ardi.


"Ayo sayang, segera kamu beri jawaban untuk nak Fandi, Kamu menerimanya atau tidak ", tanya Papa Ardi.


Mereka semua langsung mengucapkan Alhamdulillah, " Terimakasih sayang" ucap Mama Mira.


Fandi yang melihat anggukan Alisa langsung tersenyum bahagia.


Mama Mira kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisikan dua buah cincin, Lalu Mama Mira langsung menyerahkan kedua cincin kepada Fandi dan Alisa untuk saling memasangkan cincin di jari pasangannya .


Setelah memasangkan cincin tersebut, mereka tampak bahagia dan saling menyunggingkan senyuman.


Setelah acara inti selesai Papa Ardi langsung mengajak mereka semua untuk segera menikmati hidangan yang sudah disediakan.


Mereka sudah berada di meja makan dan mulai berbincang bincang.


Pak Dimas mulai untuk membuka percakapan ditengah makan malam mereka.


"Pak Ardi, saya rasa bisnis yang kita setujui Minggu lalu akan berhasil" , ucap Pak Dimas.


Alisa pun mulai melirik kearah Papa nya, Alisa mulai bingung dengan arah pembicaraan Pak Dimas.


Dari tatapan Alisa Papa Ardi mengerti jika Alisa kini tengah meminta penjelasan dari pernyataan Pak Dimas.

__ADS_1


Tiba tiba Alisa mulai berbicara ditengah makan malam mereka, "Pah, maksud Papa Dimas apa??" tanya Alisa.


Papa Ardi melirik kakek Bagas untuk meminta bantuan atas pertanyaan Alisa.


"Kenapa Papa sama Kakek diam, ayo jelas kan sama Alisa pah", ucap Alisa.


Bukannya Papa bilang kalau perusahaan Papa sudah bangkrut, mana mungkin Minggu lalu Papa bisa menjalin bisnis dengan Papa Dimas.


Mereka pun hanya terdiam, terlihat raut wajah Papa Dimas dan Mama sita mendadak menjadi bingung.


"Mungkin ada yang disembunyikan Pak Ardi kepada Alisa, bukannya Perusahaan Pak Ardi merupakan perusahaan terbesar dikota ini", gumam Pak Dimas dalam hatinya.


Mereka semenjak datang tadi juga masih bertanya - tanya " Mengapa keluarga pak Ardi bisa tinggal dirumah yang sangat sederhana ini, Bukannya rumah mereka melebihi rumah kami" Imbuh pak Dimas yangasih bergumam dalam hatinya.


Lain halnya dengan Fandi, Fandi yang sudah mengetahuinya nampak merasa bersalah kepada Alisa, Memang Fandi masih belum lama ini mengetahuinya, tapi Fandi takut jika Alisa mengetahuinya akan menjadi bumerang bagi dirinya.


"Mungkin Alisa akan sangat marah dan kecewa terhadapku karena masalah ini", gumam Fandi.


Karena tidak ingin mencampuri urusan keluarga mereka akhirnya pak Dimas Pamit untuk seger pulang dari rumah Alisa.


"Pak Ardi, Pak Bagas, sepertinya ini sudah terlalu malam, Kami mau pamit pulang dulu", ucap pak Dimas.


"Iya pak Terimakasih karena sudah datang kerumah saya ini" ucap pak Ardi.


"Dan maaf untuk ketidaknyamanan suasana tadi pak" imbuh Pak Ardi.


"Iya pak sama - sama, kalau begitu kami permisi" , "Assalamualaikum", ucap pak Dimas.


"Waalaikum salam" Jawab Pak Ardi.


"Om, saya pamit pulang dulu, sepertinya Alisa membutuhkan waktu untuk menerima ini, biarkan Alisa menenangkan pikirannya", ucap Fandi.


"Iya Fand, om rasa juga begitu,


Lebih baik Alisa dibiarkan dulu, kalau suasana hatinya sudah membaik baru om akan menjelaskan semuanya", ucap pak Ardi.


"Ya sudah Om, saya pamit pulang dulu", ucap Fandi sambil mencium punggung tangan Pak Ardi.


"Sampaikan salam saya untuk Kakek dan Alisa Om,


Iya Fand akan Om sampaikan". Ucap pak Ardi.


"Assalamu'alaikum", ucap Fandi.


"Waalaikum salam", jawab Pak Ardi.

__ADS_1


Fandi pun segera pergi dari rumah Alisa, karena orang tuanya sudah menunggunya sedari tadi.


__ADS_2