
Pagi harinya, Ghina dan Zian sudah siap untuk keluar dari hotel tempat ia menginap. Cukup hanya satu malam saja. dan untuk malam ini Zian dan Disya akan bermalam di rumah milik Kakek dan nenek Zian yang sudah dipersiapkan oleh kedua orang tua Zian tentunya.
Saat ini mereka berdua tengah menikmati sarapan di resto cafe. Makanan pun sudah tersaji tinggal menunggu kedua pengantin baru itu untuk menyantapnya.
Beberapa bulan kemudian, kandungan Disya sudah semakin membesar dan sudah mendekati HPL, Dan Rafa sudah cuti untuk beberapa hari sampai anak nya lahir.
Disya saat ini tengah duduk bersandar di sofa. Perutnya sedari tadi cukup membuatnya gelisah. Ada rasa sakit yang datang dan pergi, dan Disya pun cukup cemas untuk itu.
Rafa saat ini tengah keluar dari dalam dapur dengan membawa dua gelas jus jeruk untuk nya dan untuk Disya. Rafa dapat melihat perubahan mimik wajah istrinya. Bulir-bulir keringat pun juga dapat Rafa lihat di dahi istrinya itu.
"Sayang, Kamu kenapa?? " Tanya Rafa kepada Disya. Rafa Kemudian duduk tepat di samping istrinya, dan tepat saat itu juga Disya meraih kaos yang Rafa pakai dan segera menggenggam erat-erat.
Disya tengah meringis kesakitan, Perutnya benar-benar sakit dan wajah pucat nya juga sudah terlihat.
"Perutku sakit kak. Sepertinya aku mau melahirkan", Ungkap Disya yang meringis sambil menahan sakit diperutnya. Rafa pun mendadak menjadi bingung, Dia kemudian segera meraih ponselnya.
"Sebentar, aku telfon Mommy dulu", Panggilan pun segera tersambung, disaat Alisa sedang berada di kantor. Ia kaget saat mendengar suara ponsel yang berada di atas meja kerjanya.
"Halo, Fa. Ada apa??" Tanya Alisa.
"Halo Mom, Disya mau melahirkan. Dia sekarang sudah kesakitan" Ujar Rafa.
"Kamu tenang dulu Fa. Lebih baik sekarang kamu bawa Disya ke rumah sakit. Mommy dan Daddy akan menyusul" Setelah Panggilan tersebut di tutup. Rafa segera menuju ke kamarnya, Mengambil barang yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk Persiapan kelahiran. Dan setelah itu Rafa pun kembali keluar dan membawa Disya ke rumah sakit sesuai perintah Mommy nya.
Alisa yang baru saja di beri kabar oleh Rafa segera memberitahu Fandi dengan kabar Disya yang akan melahirkan.
__ADS_1
"Pah, Ayo kita ke rumah sakit sekarang, Disya mau melahirkan" Ucap Alisa dan Fandi pun segera mengakhiri Pekerjaan nya.
Di dalam mobil, Saat ini Disya sudah sangat kesakitan, Membuat Rafa semakin tak tega melihat istrinya yang sangat kesakitan itu.
"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai" Rafa menambah kecepatan mobilnya, tapi ia juga tetap memerhatikan keselamatan dirinya, istrinya sekaligus calon anaknya yang akan lahir itu.
Tak sampai 15 menit, Rafa dan Disya akhirnya tiba di rumah sakit. Rafa segera membuka mobil nya dan segera menggendong Disya untuk dibawa masuk ke dalam rumah sakit itu.
Ghani yang juga berada di sana langsung saja mengetahuinya jika kakak iparnya akan melahirkan.
Ghani langsung saja mengarahkan para suster untuk membawa Disya menuju ke ruang bersalin.
Di dalam ruang bersalin itu sekarang, Disya sudah mendapat penanganan dari dokter kandungan, Rafa yang masih berada di luar masih sangat khawatir dengan keadaan istrinya, ia tak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu.
Dua jam kemudian, terdengar suara tangisan bayi dari kamar bersalin tersebut, Disya sudah berhasil melahirkan bayinya dengan normal dan dengan di dampingi Rafa di sampingnya.
Alisa, Fandi, Denis dan Nisa pun merasa sangat bahagia dengan kelahiran cucu pertama mereka, Dan pastinya Kedua kakek dan nenek tersebut pastinya akan berebut untuk menggendong cucu pertama mereka.
Rafa dan Disya terlihat bahagia sekali, Ini merupakan kebahagiaan bagi keluarga kecil mereka, Akhirnya Disya dan Rafa mempunyai seorang putri yang sangat cantik.
Dua tahun kemudian, Fasya sudah berumur dua tahun, Dan saat ini Ghina Sedang hamil Sembilan bulan. Memang Ghina dan Zian tidak langsung memiliki momongan. Disya hamil di usia pernikahan nya yang sudah satu tahun lebih.
"Ghin, Bagaimana?? Udah ada tanda-tanda belum??" Tanya Disya yang saat ini sedang berkunjung di rumah di rumah kedua orang tua mereka, Ghina juga berada di sana. Malam ini akan ada acara ulang tahun Fasya yang kedua Tahun.
"Perutku sudah mulai kram sih mbak, Tapi masih belum terlalu sering" Ujarnya kepada Disya.
__ADS_1
"Semoga lahirannya lancar ya Ghina, mbak akan selalu doain kamu" Ujar Disya sambil memegang tangan Ghina yang sedikit tegang karena perutnya kembali mengalami kram.
"Kamu istirahat aja dulu, Nanti kalau semua sudah kumpul mbak panggil" Ghina akhirnya menuruti perkataan Disya, dan Ghina berjalan menuju kamar bawah karena Alisa tidak memperbolehkan Ghina untuk naik turun tangga.
Malam harinya semuanya sudah berkumpul, Ghani dan Ratna juga sudah berkumpul, Pernikahan mereka juga tidak akan lama lagi, setelah Ratna selesai wisuda bulan depan mereka akan mengadakan acara pernikahan Ghani dan Ratna.
Acara pun dimulai, Ghina terlihat sedang duduk dan di keningnya juga sudah terdapat buliran keringat yang terus saja mengalir, Disya sudah mulai kontraksi, dan Ghina tampak meringis menahan sakit.
Zian yang berada disampingnya pun menyadari jika wajah istrinya saat ini sudah berubah menjadi sangat pucat, Dan seketika Zian pun mengerti jika istrinya itu akan melahirkan.
Ghani yang juga tahu dengan keadaan adiknya itu juga segera membawa Ghina ke rumah sakit karena Ghina juga sudah mulai kesakitan.
Semuanya sudah berangkat menuju ke rumah sakit, Tinggal Disya dan Fasya yang tidak ikut karena tidak diperbolehkan oleh Rafa karena Fasya masih kecil.
Didalam ruang bersalin Ghina tak henti-hentinya mengaduh kesakitan kepada Zian sehingga membuat Zian tak tega melihat kondisi istrinya, Alisa dan Fandi dan lainnya saat ini sedang menunggu di luar hanya Zian saja yang masuk untuk menemani Ghina.
Ghina saat ini sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit sehingga dokter yang menanganinya sudah siap untuk melakukan proses persalinan.
Beberapa menit kemudian dengan penuh kekuatan dan dukungan dari Zian akhirnya Ghina dapat melahirkan bayinya yang sangat tampan, Dan bayi tersebut sangat mirip sekali dengan Zian.
Semua yang mendengar tangisan bayi dari dalam sangat bahagia sekali, Begitu juga dengan Niko dan Tania yang baru saja datang, Setelah mendapatkan kabar jika Ghina akan melahirkan, Niko dan Tania segera berangkat menuju ke Jakarta untuk melihat kelahiran cucu pertama nya.
Satu Minggu kemudian, Di rumah Zian dan Ghina kini sedang ada acara aqiqah putra pertama Mereka yang di beri nama Alvino kendra Pratama.
Semuanya turut hadir di acara aqiqah tersebut, Semuanya Terlihat sangat bahagia, Begitu juga dengan Ghani dan Ratna yang akan segera menikah Beberapa waktu lagi. Dan keluarga Fandi dan Alisa sudah lengkap dengan kedua cucu mereka dan nantinya akan disusul dengan cucu dari Ghani dan Ratna nantinya.
__ADS_1
End