Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 3. Mau apa kamu disini???


__ADS_3

"Riska!!" Tak menyangka jika yang ada di depan rumah majikannya adalah putri nya, Riska.


"Mau apa kamu disini??"Bu asih terlihat shock dengan kedatangan putrinya tersebut, Bagaimana bisa Riska bisa tahu dimana rumah majikannya saat ini.


"Aku mau ikut ibu kerja",


"Nggak, Kamu nggak boleh disini, Kamu pulang saja", Bu asih berusaha menyuruh Putri nya tersebut segera pulang. Bu Asih tak mau jika ada kegaduhan setelah ini dengan datangnya Riska di rumah ini.


"Aku mau pulang sama ibu nanti. Aku mau ikut ibu kedalam", Bu asih pun tak habis pikir dengan jalan pikiran putrinya. Harus bagaimana dia sekarang. menyuruh masuk atau tetap menyuruh Riska pulang.


"Ibu nggak mau tahu. kamu pulang sekarang", Bu asih pun tak segan-segan mengusir anaknya Dari sini, sebelum Riska melakukan sesuatu yang tak di inginkan.


***


Dari dalam rumah besar itu. Disya yang hendak makan siang sengaja mencari Bu asih yang ada di dapur. tapi saat di cari oleh disya, Bu Asih sama sekali tidak ada di sana.


Disya samar-samar mendengar pembicaraan di luar sana.


Penasaran, Pastinya. Dan Disya pun segera melihat siapa yang sedang berbicara di depan rumahnya itu.


Terlihat Bu Asih yang sedang berbicara dengan seorang gadis yang memakai seragam sekolah. Disya pun menebak, Pasti itu adalah anak dari Bu Asih. Tapi kenapa Bu Asih tak membawanya masuk kedalam rumah.


Disya segera menghampiri Bu asih dan gadis itu.


"Kenapa tamunya tidak di suruh masuk Bu??", Tanya disya. Dan Bu Asih yang keget dengan suara Disya pun segera menoleh ke arah sumber suara yang ada tepat di belakangnya.


"Maaf mbak, Tapi ini sudah mau pulang", Ujar Bu Asih.


"Siapa yang mau pulang sih Bu, Kan ini panas. Aku mau numpang istirahat sebentar",


Disya yang merasa kasihan pun menjadi tak tega dengan gadis tersebut.


"Iya Bu. Cuacanya lagi panas. Di suruh masuk saja", Ajak disya dan dengan senyum lebarnya Riska pun sangat senang karena diperbolehkan masuk kedalam rumah tersebut.


"Jangan buat macam-macam", Sebuah peringatan sebelum Riska masuk kedalam rumah itu dari ibunya.

__ADS_1


Disya pun masuk kedalam rumah terlebih dahulu. Dan beberapa saat kemudian di ikuti oleh Bu Asih dan Riska dari belakang.


Riska tak henti-hentinya melihat seisi rumah besar itu.


"Betul-betul sangat mewah. Bahkan rumah Maya tidak ada apa-apa nya" Gumam Riska pelan.


"Bagaimana rasanya tinggal di sini ya??", Tanya Riska lagi. Jujur Riska benar-benar sangat terobsesi dengan kehidupan yang sangat mewah ini.


"Ayo ikut ibu", Tangan Riska di tarik dengan paksa oleh ibunya. Membuat Riska meringis kesakitan karena ada penekanan di sana.


"Kamu cepat pulang sekarang. Ibu nggak mau tahu. Kamu harus pulang sekarang", Lagi-lagi Bu asih kekeh menyuruh Riska untu pulang, tapi Riska masih tak mau mendengarkan ibunya.


"Aku pulang nanti sama ibu. Titik". Bu asih pun menghela nafasnya. Bagaimana cara membuat putrinya itu pulang saat ini.


***


Ponsel Rafa saat ini tiba-tiba berbunyi. Wanita yang amat ia rindukan saat ini tengah menelfon nya.


"Assalamualaikum sayang. Kamu apa kabar??, Kenapa nggak menghubungi Mommy??", Tanya Alisa yang benar-benar merindukan putra sulung nya itu.


Susana di rumah Alisa dan Fandi memang tak seperti yang dulu. Tangis dan tawa anak kecil di sana sudah tidak ada. Semenjak Rafa pindah, Hanya Ghani yang berada di rumah itu. Tapi jika Ghani sedang tidak bekerja.


"Gimana kabar cucu Mommy. Disya juga belum menghubungi Mommy", Ujar Alisa sedih.


Memang disya masih sibuk mengurus Fasya sehingga tak sempat menghubungi ibu mertuanya.


"Disya memang sedang sibuk dengan Fasya Mom. Nanti jika aku sudah pulang aku pastikan anak perempuan mommy akan menghubungi Mommy", Dari semenjak kecil memang disya sudah jadi anak perempuan Alisa dan Fandi. Jadi wajar jika Alisa merasa rindu jika disya tidak menghubungi nya. Bahkan hubungan Alisa dan Disya bukan seperti hubungan mertua dan menantu, melainkan orang tua dan anak.


Sore harinya, Setelah melakukan semua pekerjaannya Bu Asih segera berpamitan pulang. Kali ini tak membawa makanan karena dia dan putrinya sudah makan sebelum pulang tadi.


"Bu Asih benar-benar tinggal berdua saja dengan Riska??", Tanya Disya kepada Bu Asih.


Jujur Disya masih sangat penasaran dengan keluarga Bu Asih.


"Iya mbak. Saya dan anak saya juga", Jawab Bu Asih.

__ADS_1


"Kalau begitu kami pamit dulu mbak. Assalamualaikum", Ucap Bu Asih sebelum keluar dari rumah Disya.


"Waalaikum salam, Jawab Disya sambil mengantar Bu asih sampai ke depan pintu rumahnya.


Bu asih langsung saja menggandeng tangan Riska. Mengajak Riska segera pulang.


"Tunggu", Suara Disya kembali terdengar sehingga membuat Bu asih berhenti dan berbalik arah.


"Ada apa Mbak??", Tanya Bu Asih.


Bu asih Sangat takut jika Riska melakukan sesuatu tadi sehingga membuat majikannya itu kembali memanggil dirinya.


"Ini", Disya mengambil sesuatu dari saku gamisnya.


Lima lembar uang seratus ribu itu pun saat ini sudah berpindah tempat ke tangan Riska.


"Buat kamu", Riska yang mendapatkan uang secara cuma-cuma pun terlihat sangat Senang sekali.


"Mbak, Tidak perlu repot-repot seperti ini", Bu Asih merasa tak enak hati melihat majikannya yang baru ini memberikan sejumlah uang kepada putrinya.


"Tidak apa-apa, Buat sekolah ya", Riska pun mengangguk senang karena mendapatkan sejumlah uang dari majikan ibunya.


"Terimakasih", Ucap Riska, dan Disya pun mengangguk sambil tersenyum.


"Kalau begitu kami pamit", Bu asih dan Riska akhirnya pamit pulang dari rumah itu.


Dijalan Bu asih tak henti-hentinya mengomeli putrinya itu, Tak mau jika itu akan jadi langganan Riska nantinya. Cukup yang dulu, jangan yang ini.


Bu asih mau anaknya berubah.


"Ibu minta kamu harus jaga sikap, dan ini yang terakhir kalinya kamu seperti ini, ibu malu Riska", Riska sama sekali tak menggubris omongan sang ibu kepadanya.


"Bu, Kan bukan aku yang minta. majikan ibu saja yang nggak pelit", Riska tetap membela dirinya. Bu asih pun mencoba mengontrol emosi nya. Ya, memang bukan Riska yang meminta tapi Bu asih ingin cukup sekali saja Riska datang ke sana.


"Tapi kamu harus ingat jangan pernah lagi datang ke sana, Riska!", Peringatan kembali keluar dari mulut Bu Asih.

__ADS_1


"Iya, Tapi kalau nggak lupa", Mereka yang sudah sampai di rumahnya segera masuk ke dalam, begitu juga dengan Riska yang langsung masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang sangat bahagia.


__ADS_2