Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 part 42


__ADS_3

Kini Rafa dan Disya sudah sampai di Bali, tempat indah bagi Disya, Disya masih tak percaya jika dirinya sudah menginjakkan kakinya di pulau Bali ini, Apalagi dengan laki-laki yang ia cintai, harapannya dulu memang sudah terkabul, ia ingin pergi ke Bali bersama dengan laki-laki yang dicintainya.


Keduanya kini berjalan dan mencari taksi untuk mengantarkan mereka menuju ke hotel, menuju ke tempat ia menginap bersama Rafa yang sudah di reservasi dari beberapa hari yang lalu.


Mereka kini sudah sampai di kamar hotel Mereka, kamar hotel yang sangat nyaman, Rafa merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar itu, dan di juga menarik tangan Disya agar ikut berbaring disampingnya.


"Capek??", Tanya Disya kepada suaminya. dan Rafa pun mengangguk.


"Kita istirahat aja dulu sayang", Keduanya kini saling merebahkan tubuh mereka tanpa memejamkan mata, bayangan pantai sudah berseliweran di mata Disya sedari tadi. rasanya disya Sudah tidak sabar untuk jalan-jalan di pantai, tapi ia tak mau bilang terlebih dahulu, ia tahu jika Suaminya saat ini sedang lelah.


Tak lama setelah itu terdengar adzan dhuhur, Rafa dan Disya kemudian bersiap untuk sholat terlebih dahulu dan setelah itu keluar untuk mencari makan siang mereka.


Mereka kini keluar dari kamar hotelnya dan akan mencari makan siang, perut mereka sedari tadi sudah berbunyi, meminta untuk segera diisi, dan kini mereka pun sedang berjalan untuk mencari makanan halal yang ada di pulau Bali.


Mereka sudah menemukan apa yang mereka cari, dan kini perut mereka sudah kenyang, dan Disya pun terlihat sangat senang sekali.


Rafa melihat istrinya yang mengelus perut nya,


"Sudah kenyang??", Tanya Rafa, dan Disya pun mengangguk,

__ADS_1


"Mau kemana lagi??", Tanya Rafa, dan Disya pun terlihat berpikir tempat mana yang akan ia kunjungi hari ini.


"Kita ke pantai ya kak", Pinta Disya yang menampakkan wajahnya layaknya seperti anak kecil,


Rafa pun mengangguk, walaupun masih sangat panas sekali tapi untuk istrinya tak masalah buat Rafa.


Kini mereka sudah sampai di pantai, dan Disya terlihat sangat bahagia sekali, ia sudah tidak perduli dengan gamis nya yang basah, yang terpenting ia sangat senang bermain air di tepi pantai.


Disya sedikit berlari,membuat Rafa kemudian mengejar dan mendekap tubuh istrinya dari belakang.


Disya pun tertawa dan Rafa pun juga, terlihat pasangan itu kini sangat bahagia sekali.


Kini mereka sudah berada di kamar hotel, dan sudah selesai mandi juga, kini mereka tengah bermain ponsel bersama melihat berbagai chat yang masuk pada ponsel masing-masing, Ada dari mommy nya, Daddy nya, dan juga Ghina, dan di ponsel Disya juga, Mama dan adiknya juga ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan di Bali.


Mereka kemudian membalas pesan itu satu persatu, dan terlihat Rafa sama sekali tak membalas chat dari Ghina, jika ia membalas pasti nya akan berlanjut.


Disya kemudian melirik ponsel milik suaminya, dan melihat chat Ghina lah yang sama sekali belum di balas oleh suaminya.


"Kenapa nggak di balas kak??", Tanya Disya, Rafa kemudian menyimpan kembali ponselnya di dalam sakunya.

__ADS_1


"Nggak usah, tuh anak kepo banget, kalau di balas nanti pertanyaan nya jadi tambah aneh", Ucap Rafa, dan Disya pun hanya tersenyum.


Memang benar,Ghina itu terkadang suka jahil, jadi Rafa tak mau jika adiknya itu terlalu kepo dengan acara bulan madunya di Bali, bisa-bisa semua anggota keluarganya akan tahu apa saja yang dirinya lakukan dengan Disya disini.


"Kasihan kak,bales gih sana, atau mau aku aja yang bales??", Tanya Disya dan kemudian Rafa menyerahkan ponselnya kepada Disya.


"Jangan macem-macem loh, jangan ngomong aneh-aneh", Peringatan yang langsung diberikan kepada Disya dan langsung juga di acungi jempol oleh Disya.


...Disya mulai membalas pesan dari adik iparnya itu, tapi dengan pengawasan Suami nya tentunya, memang sungguh aneh adik iparnya itu, dia jahil, bisa dikatakan jahil banget membuat Disya yang tahu menjadi menggelengkan kepalanya....


Balas membalas chat sudah, kini kedua ponsel mereka sama-sama di letakkan kembali dan bersiap untuk tidur, malam pertama di Bali seakan menjadi malam pertama mereka saat ini, ruangan yang begitu sunyi tapi kini sudah seperti ruangan yang sangat indah sekali, tak menyangka jika Suaminya itu sudah menyiapkan itu semua, saat lampu sudah dimatikan suasana kamar itu menjadi sangat indah sekali, banyak lampu Tumblr yang di pasang di sekeliling dinding, membuat Disya tak henti-hentinya menatap ke sekeliling kamarnya.


Keduanya kini saling membaringkan tubuh nya, sama-sama saling memandang satu sama lain, Ada rasa bahagia saat melihat wajah istrinya buat Rafa, wajah yang jarang ia bisa lihat secara langsung, jarak yang memisahkan mereka menjadi salah satu faktor nya, dan kini mereka dapat bersatu, bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.


Keesokan paginya, mereka bangun shubuh, mereka harus melakukan mandi wajib dulu sebelum mereka menunaikan sholat shubuh, dan untuk memperpendek waktu akhirnya Rafa memaksa istrinya untuk mandi bersama nya, meskipun sedikit menolak tapi Rafa memaksa, dan akhirnya Dengan cara kedua Rafa bisa membuat istrinya mandi bersamanya,tanpa persetujuan istrinya Rafa pun tiba-tiba mengangkat tubuh istrinya dan mau tidak mau Disya pun menurut karena ia tak mau jika dirinya akan tiba-tiba jatuh di lantai dan membuat tubuhnya akan sakit.


Hari ini adalah hari Minggu, jadi bisa dipastikan jika banyak wisatawan yang berkunjung, jalanan pagi pun sudah terlihat ramai, Disya dan Rafa yang kini sedang berjalan-jalan di pagi hari pun dapat melihat jika jalanan sudah sangat ramai yang sudah dipenuhi dengan banyak wisatawan dari dalam maupun luar negri.


"Mau sarapan sekarang Sayang??", Tanya Rafa, biasanya mereka sudah sarapan di jam seperti ini, jadi saat ini perut mereka memang sudah sangat lapar, jadi Rafa memutuskan untuk mengajak istrinya untuk mencari sarapan yang sesuai dengan lidah mereka, bukan tidak menemukan, tapi sepertinya sedikit susah menemukan makanan yang Sesuai dengan lidah mereka disini, jadi mereka harus melewati beberapa resto karena menu yang disediakan tidak cocok dengan mereka. Kini akhirnya setelah sekian lama berjalan kaki, akhirnya mereka menemukan resto yang pas di lidah dan juga halal, jadi mereka pun segera masuk kedalam dan segera mencari tempat duduk yang kosong, tak lama setelah itu salah satu pegawai menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu kepada raga dan Disya.

__ADS_1


__ADS_2