
Satu Minggu pun berlalu, kini Alisa tengah sibuk didapur karena malam ini mereka akan mengundang Denis dan keluarganyauntuk makan malam bersama.
Rafa kini sedang bersama dengan Daddy nya di halaman depan, suasana sore sangat enak jika di buat untuk berjalan-jalan sebentar mengitari komplek.
Rafa kini ditidurkan di kereta dorongnya dan di dorong oleh Fandi mengelilingi komplek.
Suasana jalan juga terlihat sangat ramai dengan aktifitas warga di akhir pekan ini, ada yang sedang duduk-duduk diteras rumahnya, dan ada juga yang membuat akhir pekan dengan cara bersih-bersih rumahnya.
Terlihat Fandi masih terus berjalan di sekitar komplek, kemudian ia berhenti dan memutar kembali kereta dorong Rafa dan berjalan kembali pulang.
Setelah samapyi di halaman rumahnya kembali Pak bidin segera membukakan pintu pagar untuk majikannya tersebut.
" Loh, Rafa nya kok sudah pulang ??", Tanya Pak Udin dengan nada anak kecil.
" Iya Pak, nanti kalau kejauhan pas Rafa nya haus nanti nangis ", Ujar Fandi.
Benar kata Fandi tak lama setelah itu, bayi mungil tersebut kini tengah menangis kehausan.
" Lah, baru di omongin udah nangis kamu nak", Ujar Fandi.
Fandi kemudian segera membawa Rafa menuju dapur tempat istrinya saat ini.
" Sayang Rafa nangis nih, minta ASI kayaknya", Ujar Fandi yang berada di ambang pintu dapur.
Dengan segera Alisa mencuci tangan nya dan kemudian berjalan untuk meraih Rafa dalam gendongannya.
" Anak Mommy haus ya sayang, Ayo kita kekamar ", Ujar Alisa sambil menggendong Rafa dan menuju ke kamar.
Fandi pun dengan segera mengikuti istri dan anaknya menuju ke kamar, setelah merebahkan tubuh Rafa kini Alisa juga ikut merebahkan tubuhnya, Fandi yang baru masuk segera membersihkan badannya karena ia cukup berkeringat telah mengelilingi komplek perumahan nya.
***
Ditempat lain, ke dua suami istri ini pun juga tengah bersiap untuk memenuhi undangan makan malam dari bosnya,
Nisa juga terlihat mondar-mandir dengan setelan gamisnya yang belum masih ia pakai.
" Yang, kamu jangan mondar-mandir kayak gini dong, aku pusing nih liat nya ", Ujar Denis kepada Nisa.
" Ya Allah bang, ini aku lagi bingung kira-kira baju ini bagus gak ya aku pakai malam ini ", Ujar Nisa sambil memperlihatkan gamis berwarna Salem kepada suaminya.
" Kamu itu gak usah bingung yang, kamu mau pakek apa aja kamu tetap cantik kok ", Ujar Denis memuji istrinya.
Dengan wajah bersemu merah akhirnya bisa dapat tersenyum lega.
__ADS_1
" Ya sudah sebaiknya kita segera bersiap-siap, nanti telat gak enak sama pak bos ", Ujar Denis.
Dengan segera Nisa segera bersiap-siap, dengan memoleskan make up tipis, kini Nisa terlihat sangat cantik dengan make up natural .
Setelah selesai ber makeup, Nisa segera mengganti bajunya dan setelah itu mulai memasangkan jilbab di kepalanya.
Dirasa sudah pas, Nisa kemudian keluar dari dalam kamar untuk menemui Denis yang menunggunya di ruang tamu.
" Ayo bang, berangkat, aku sudah siap ", Ujar Nisa kepada Denis.
Nisa dan Denis akhirnya pergi ke rumah Fandi dengan menaiki mobilnya.
Di perjalanan Nisa tak henti-hentinya menanyakan makeup nya kepada suaminya,
" Bang, ini gimana ??, makeup aku ketebalan apa gak ??", Tanya Nisa.
" Nggak yang, kamu cantik ", Ujar Denis kepada Istrinya.
Dengan satu jawaban dari suaminya membuat Nisa seketika lega dan pede untuk bertemu dengan istri bosnya.
Nisa beranggapan istri bosnya merupakan wanita yang sangat fashionable, jadi Nisa merasa takut dengan penampilannya yang sekarang ini membuat ia malu nantinya.
Satu jam kemudian, Denis dan bisa sudah sampai tepat di halaman rumah Fandi, Pak Udin yang mengetahui majikannya akan kedatangan tamu langsung mengerti saat ada mobil yang ingin masuk kedalam rumah besar itu.
" Silahkan duduk den ", Ujar Fandi kepada Denis.
" Terimakasih bos ", Ujar Denis.
Tak lama kemudian dari arah belakang, Alisa datang dengan membawa Rafa dalam gendongannya, Nisa yang melihat Alisa segera menyalami Alisa yang kini tengah menjulurkan tangannya.
" Saya Nisa Bu ", Ujar Nisa kepada Alisa.
" Saya Alisa, istrinya mas Fandi. Oh ya jangan panggil saya Bu, panggil saja saya mbk ", Ujar Alisa.
" Baik mbak ", Jawab Nisa dengan tersenyum.
Pandangan Nisa kini tengah tertuju kepada bayi tampan yang sedang berada dalam gendongan Alisa, dengan segera Nisa mendekat ke arah Alisa untuk sekedar bisa berdekatan langsung dengan Rafa.
" Halo sayang, siapa namanya ??", Tanya Nisa yang menggunakan bahasa bayi.
" Namaku Rafa Tante ", Ujar Alisa menjawabnya.
" Boleh saya gendong mbak ??", Tanya Nisa sedikit canggung.
__ADS_1
" Dengan senang hati Tante ", Ujar Alisa memberikan Rafa kepada Nisa.
Nisa terlihat sangat bahagia ketika menggendong Rafa, rasanya ia ingin segera mempunyai seorang bayi didalam rahimnya.
Denis dan Fandi kini tengah membicarakan masalah kantor hingga tak menghiraukan para istri yang kini juga tengah asyik bercengkrama.
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan mereka kini sudah berada di dalam sebuah meja makan besar.
" Ayo silahkan Den, jangan sungkan ", Ujar Fandi mempersilahkan Denis dan istrinya yang langsung di angguki oleh Denis beserta Nisa.
Mereka pun makan malam dalam diam, tak lama setelah itu setelah makan malam selesai mereka kini kembali menuju ruang tamu.
Pandangan Denis kini tengah menatap sesuatu yang besar dan menempel pada dinding ruangan tersebut.
Terlihat dua buah foto besar terpampang jelas di dua figura besar tang sudah menempel di dinding tersebut.
Terlihat satu foto menunjukkan foto keluarga Wiratama, Denis sudah mengetahui jika itu merupakan foto keluarga bosnya.
Dan yang membuat Denis heran adalah foto keluarga yang satunya yang merupakan foto keluarga Bachtiar bersama bosnya Yang menempel juga di dinding.
Fandi yang mengerti akan kebingungan Denis segera memberitahukan sebelum Denis yang bertanya.
" Itu keluarga istri saya Den ", Ujar Fandi.
Denis pun semakin bingung, bukannya bosnya pernah bilang bahwa istrinya adalah karyawan nya di resto dulu, bagaimana bisa seorang putri keluarga Bachtiar bisa bekerja sebagai pelayan di Resto tersebut.
" Ceritanya panjang Den, dan gak mungkin aku menjawab rasa penasaran ku sekarang ", Ujar Fandi.
Tak lama kemudian Alisa dan Nisa sudah kembali ke ruang tamu yang sesudah membantu Bibi membersihkan meja dapur.
Rafa sudah tidur dan sudah ditidurkan kedalam box bayinya di kamar.
Setalah melihat jam ditangannya, Denis kemudian segera berpamitan kepada Fandi dan Alisa karena ini sudah malam.
" Bos kami mau pamit dulu, terimaksih atas jamuan makan malamnya ", Ujar Denis.
Nisa pun juga langsung menyalami Alisa dan memeluknya,
" Terimakasih ya mbak ", Ujar Nisa.
" Sama-sama Nia, lain kali mainlah kesini jika kamu kesepian ", Ujar Alisa.
Setelah berpamitan mereka pun akhirnya masuk kedalam mobilnya dan keluar dari rumah Fandi.
__ADS_1