
Tampak dari balik pintu keluar seorang wanita cantik yang bepakaian sexy dan langsung menghampiri Fandi dan Alisa.
" Nona, ini mereka yang mau beli buah mangga mudanya ", Ucap Pak Satpam kepada Wina.
Wina yang melihat Fandi yang ganteng langsung saja matanya tidak berkedip sama sekali,
"Maaf Mbak, saya mau membayar buah mangga yang saya petik tadi ", Ucap Fandi kepada Wina.
Wina yang sedari tadi melamun akhirnya tersadar, namun tatapannya masih saja tidak berpaling dari Fandi sekalipun.
Alisa yang melihatnya jadi sangat cemburu dibuatnya, " Mas, kita udah selesai kan ", Tanya Alisa kepada Fandi yang sedikit ketus.
" Sebentar sayang, mas masih belum membayarnya ", Ucap Fandi.
Fandi pun menyerahkan uang yang sedari tadi ia pegang, namun ketika akan menyerahkannya tangannya tiba - tiba dipegang oleh Wina.
" Tidak usah mas, saya ikhlas kok ", Ucap Wina yang masih memegang tangan Fandi.
Fandi yang merasa tangannya dipegang langsung saja terdiam, Alisa pun nampak geram sekali saat ini.
" Mas ayo ", Ajak Alisa kepada suaminya tersebut.
Fandi kemudian melepaskan tangannya secara pelan.
" Terimakasih Mbak ", Ucap Fandi.
" Kalau begitu saya dan istri saya pamit dulu ", Ucap Fandi.
Weni pun nampak kesal karena Fandi tiba - tiba sudah berpamitan pulang.
Setelah kepergian Fandi dan Alisa, Weni kemudian berjalan dan melihat mobil Fandi yang telah melaju menjauh dari rumahnya.
" Siapa Laki - laki itu, kenapa saat aku melihatnya rasanya aku tak dapat memalingkan pandanganku ", Ucap Weni.
Beberapa saat kemudian Sebuah Motor sport tiba didepan rumahnya, Dia adalah Anton mantan kekasih Alisa, dia masih tetap berhubungan dengan Weni sampai sekarang.
" Hai sayang ", Ucap Anton turun dari Motor sport nya itu.
Anton pun kemudian menghampiri Weni yang masih didepan dan melihat kearah jalan.
" Sayang... sayang... ", Panggil Anton terhadap Wina.
" Eh iya sayang, ada apa ??", Tanya Weni.
__ADS_1
" Hey, kenapa kamu melihat kearah jalan, kamu melihat siapa sayang ", Tanya Anton sambil berjalan kearah pinggir jalan dan melihat arah yang tadi masih di pandangi oleh Wina.
" A... aku tidak apa-apa sayang ", Ucap Wina.
" Kalau begitu lebih baik kita sekarang masuk aja ", Ucap Wina sambil menggandeng tangan Anton.
Dilain tempat masih didalam mobil, Alisa kini masih teramat kesal kepada wanita itu karena telah berani memegang tangan suaminya di Depan mata Alisa sendiri.
Alisa masih dalam mode diamnya, Fandi sedari tadi yang melihat istrinya diam saja kini semakin bingung.
Bahkan saat ini Alisa tak mau duduk dengannya dan memilih duduk dengan sang Mama Mertuanya dibelakang.
Setelah sampai Dirumah Mama Mira Alisa langsung saja menuju kamarnya, ia tidak mau menunggu Fandi.
Fandi yang merasa istrinya saat ini tengah marah segera menyusulnya,
" Sayang...???", Panggil Fandi dari lantai bawah.
Kemudian Fandi segera naik ke tangga untuk menemui istrinya yang sedang merajuk tersebut.
Didalam kamar Alisa tak henti-hentinya memukul bantal karena sebal kepada suaminya dan wanita itu.
" Harusnya aku gak menuruti mas Fandi untuk nyari buah Mangga di tempat wanita itu ", Ucap Alisa sebal sambil meremas bantal yang ada di ranjang tersebut.
" Sayang buka dong pintunya ", Ucap Fandi.
" Sayang, aku minta maaf aku salah sayang, aku janji deh gak bakalan ada wanita lain yang akan megang tangan aku kecuali kamu sama Mama ", Ucap Fandi sambil menjelaskan.
Alisa pun masih tidak merespon teriakan suaminya dari luar, " Sayang, kalau kamu gak bukain aku pintu aku dobrak lho pintunya ", Ucap Fandi pura - pura mengancam istrinya.
Alisa yang mendengar Fandi akan mendobrak pintu kamar segera saja bejalan untuk membuka pintu tersebut.
" Ceklek ", Pintu kamar pun terbuka, Fandi langsung saja memeluk istrinya, tapi sebelum itu Alisa sudah menghindar dari Fandi.
" Sayang,kamu dengerin dong apa kata mas, mas itu tadi gak sengaja tangannya dipegang sama mbak yang tadi ", Ucap Fandi sambil duduk disebelah istrinya.
" Tapi kayaknya mas tadi terlihat senang saat dipegang, gak ada penolakan sama sekali ", Ucap Alisa.
" Ya Allah sayang, percaya dong sama mas, mas janji gak akan mengulangi lagi ", Ucap Fandi sambil mengangkat kedua jarinya.
" Sekarang senyum dong, Istri mas yang lagi hamil ini gak boleh cemberut kayak gitu, harus tetap senyum didepan mas ", Ucap Fandi sambil tersenyum.
Alisa yang melihat Fandi merayunya dengan sangat manis langsung saja luluh begitu saja, kini senyuman nya telah kembali untuk suami yang amat sangat dicintai.
__ADS_1
Fandi kini pun merapatkan duduk nya, kemudian ia Elis perut rata Alisa, " Sayang, bilangin sama Mommy mu ya, Daddy jangan dicuekin lagi ", Ucap Fandi seolah-olah sedang berbicara dengan anaknya.
Alisa yang melihat Fandi langsung saja membalas dengan perkataannya, " Iya Daddy sayang, tapi Daddy harus janji bikin Mommy selalu tersenyum ", Ucap Alisa dengan nada anak kecil.
Kemudian mereka pun tertawa bersama, Fandi kini memeluk istrinya dengan sangat erat.
" Sayang, meskipun Mas harus mengalami mual - mual , Mas gak apa-apa, Mas rela demi kamu sama dia ", Ucap Fandi sambil memegang perut rata Alisa.
" Iya Mas, Maafin aku sudah bersikap seperti anak kecil tadi ", Ucap Alisa sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
" Lebih baik kita segera turun, kita makan siang sama - sama, Baby kita harus banyak nutrisinya sayang, jadi kamu harus makan yang banyak ", Ucap Fandi.
Mereka pun akhirnya turun dengan wajah yang begitu bahagia.
Mama Mira yang sudah menunggunya dari tadi tersenyum melihat putranya dan istrinya terlihat akur lagi.
" Sayang, ayo kita makan, kamu harus makan yang banyak supaya cucu Mama bisa sehat ", Ucap Mama Mira.
Alisa pun duduk bersebelahan dengan Fandi.
Fandi kini mengambilkan nasi dan lauk beserta sayuran yang cukup banyak dipiting istrinya.
" Mas kenapa banyak sekali, mana muat perutku untuk memakan makanan sebanyak ini ", Ucap Alisa.
" Kamu kan harus makan yang banyak sayang, supaya anak kita sehat ", Ucap Fandi.
Tapi kan mas, ini terlalu banyak aku gak sanggup untuk menghabiskan nya ", Ucap Alisa.
" Kalau begitu makan berdua sama mas aja ", Ucap Fandi yang langsung membuat Alisa tersenyum.
" Aku siapin ya sayang ", Ucap Fandi.
Mam Mira yang melihat Fandi tampak bahagia langsung saja tersenyum lebar.
Setelah makan siang mereka pun bersantai sambil menonton tv diruang tengah.
" Mah, Nanti sore kita mau pulang ke apartemen ", Ucap Fandi.
" Lho kenapa harus pulang ke apartemen, bukannya lebih enak disini, Bahkan Mama bisa jagain Alisa ",Ucap Mama Mira.
" Bukan Alisa gak mau mah, tapi Alisa dan mas Fandi ingin belajar hidup mandiri ", Ucap Alisa kepada Mama Mira.
" Ya sudah kalau itu mau kalian, kalau kalian tidak sibuk lagi Mama harap kalian bisa menginap lagi disini ", Ucap Mama Mira yang langsung diangguki oleh Fandi dan Alisa.
__ADS_1