
Satu Minggu kemudian dimana hari ini adalah hari pertama Alisa datang ke kantor Papa nya dengan ditemani oleh Fandi.
Terlihat Alisa yang tengah siap-siap dengan blazer yang sudah ia kenakan di badannya.
" Mas, Rafa nanti gimana ya, apa nanti di gak rewel ??", Ujar Alisa menunjukkan rasa kekhawatiran Nya.
Rafa yang masih berada di dalam box bayi nya kini tengah di baringkan di dalam nya.
" Kamu tenang saja sayang, ada Mama, lagi pula kamu udah nyetok ASI di kulkas kan ??", Tanya Fandi.
" Sudah mas, aku udah nyiapin di kulkas ", ujar Alisa.
Mama Mira kini sudah sampai di rumah putra nya tersebut, memang jarak dari rumah Mama Mira cukup jauh, tapi tak membuat Mama Mira mengeluh sama sekali.
Sesudah mendengarkan semua dari Fandi Mama Mira tampak terlihat bahagia karena ia dapat bersama cucunya setiap saat.
Mama Mira sudah sampai di rumah Fandi saat ini,
" Saya panggilkan Den Fandi dulu Nyonya ", Ujar bi Jum yang akan beranjak pergi dari ruang tamu.
" Gak usah Bi, biar saya saja yang ke atas",Ujar Mama Mira.
" Iya Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu ",
Mama Mira masih berjalan menaiki tangga sampai ia berada di depan kamar Fandi, dengan sangat hati-hati Mama Mira mengetuk pintu berharap ia tidak menggangu Fandi dan Alisa.
" Tok tok tok ",
Terdengar suara ketukan pintu dari balik pintu luar kamar mereka, Fandi dan Alisa yang sedang bersiap kini menoleh secara bersamaan menatap pintu kamarnya.
" Biar mas aja yang buka, kamu cepat selesaikan dandanan kamu ", Ujar Fandi sambil berjalan ke arah pintu untuk segera membukanya.
Terlihat Mama Mira yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya, dengan wajah kaget Fandi langsung saja mencium punggung tangan Mama nya.
"Loh, Mama sudah datang ??", tanya Fandi yang kini mengajak Mamanya duduk.
__ADS_1
" Iya Mama sengaja datang lebih cepat, takutnya kalian berangkat lebih pagi ",Ujar Mama Mira.
Alisa kemudian keluar dengan menggendong Rafa yang sudah berusia 4 bulan, bayi itu terus saja tersenyum menampilkan gusi yang belum ditumbuhi gigi tersebut.
" Loh, Mama udah datang ", Ujar Alisa sambil mencium tangan Mama mertuanya.
Rafa langsung Tersenyum kala melihat Omanya berada di depannya sedang tersenyum kepada Rafa.
" Sini sayang, Oma mau gendong cucu Oma yang paling ganteng ini ", Ujar Mama Mira.
Alisa segera menyerahkan Rafa kepada Mama mertuanya, terlihat Rafa sama sekali tidak rewel saat di gendong Omanya saat ini.
" Maaf ya mah, Alisa harus ngerepotin Mama mulai saat ini ", ujar Alisa.
" Nggak apa-apa sayang, Mama seneng kok, kamu gak perlu kuatir Mama akan menjaga Rafa ", ujar Mama Mira yang terlihat sedang menciumi pipi gembul Rafa.
Kemudian Fandi segera mengajak Mama dan istrinya untuk sarapan di bawah, terlihat mereka sedang sarapan bertiga dan Rafa kini sedang berada di gendongan Bi Jum.
" Ma kita berangkat dulu, titip Rafa ya mah ", Ujar Alisa berpamitan.
" Iya sayang, Mama akan jagain Rafa, kamu fokus aja sama kerjaan kamu, jangan khawatir ya ", Jawab Mama Mira meyakinkan Alisa.
" Jangan rewel ya sayang, Mommy kerja ", Ujar Fandi.
Alisa dan Fandi segera menaiki mobilnya dan segera pergi menuju ke kantor Papa Ardi.
Fandi sangat menikmati pagi ini karena ia akan mengantar istrinya untuk pertama kali datang ke kantor keluarganya, dan Fandi akan seharian ini menemani istrinya di kantor Papa nya untuk mendampingi istrinya saat diperkenalkan sebagai pengganti Papa Ardi di perusahaan tersebut.
Fandi juga sudah memberitahu Denis kemarin, ia ingin Denis yang menghandle semua pekerjaan nya hari ini.
Fandi kemudian melirik ke arah istrinya yang saat ini tengah gelisah, Fandi tahu jika istrinya saat ini tengah gugup.
" Sayang, kamu kenapa ??", Tanya Fandi yang melihat istrinya hanya terdiam saja.
" Nggak apa-apa mas, aku hanya nervous saja, kan baru pertama kalinya aku kekantor Papa ", Ujar Alisa.
__ADS_1
Alisa memang tidak pernah kekantor Papa nya, mungkin semua karyawan Papa nya tidak akan mengetahui jika dia lah putri dari Ardi Bachtiar sang CEO pemilik Bachtiar Group.
"Kamu harus lebih rilex lagi, kamu tenang aja, pasti semua akan baik-baik saja", Ujar Fandi menenangkan.
" Iya mas, terimaksih ya ", Ujar Alisa sambil memeluk manja lengan suaminya.
Fandi tersenyum senang karena bisa membuat hati istrinya kembali seperti semula, ia mengerti akan isi hati istrinya, jadi Fandi harus cepat membalikkan suasana hati istrinya agar di la tidak nervous lagi.
Tak lama kemudian gedung yang menjulang tinggi itu sudah ada di hadapan Alisa, Mata Alisa masih memperhatikan gedung pencakar langit tersebut, kemudian ia mengedarkan pandangannya ke arah mobil yang berada di situ, lalu senyuman Alisa pun terukir kala melihat mobil yang tak asing lagi menurut nya.
Mobil sang papa sudah berada di sana, sehingga membuat Alisa tak sabar ingin bertemu Papa nya.
" Ayo sayang, kita masuk ", ujar Fandi sambil mengarah ke pintu utama perusahaan.
Saat sudah sampai di loby kantor, resepsionis pun tersenyum senang kala melihat Fandi yang Kemabli datang ke sana, bukan pertama kalinya lagi Fandi datang sehingga wajah Fandi pun tak asing lagi bagi resepsionis tersebut.
" Selamat pagi Pak ", Ujar kedua resepsionis tersebut, kedua wanita tersebut tersenyum menggoda kepada Fandi membuat Alisa tiba-tiba kesal.
Senyuman itu hanya ditunjukkan mereka khusus untuk Fandi, saat Alisa melihat ke arah dua wanita itu senyumannya langsung saja pudar.
Fandi pun tak membalas senyumannya hanya mengangguk kan kepalanya dan berjalan terus sambil menggandeng tangan Alisa.
Fandi dan Alisa kemudian naik ke lift utama Presdir untuk segera sampai di ruangan Papa nya.
Tangan Fandi masih memegang erat tangan Alisa, ada tatapan menenangkan dari sorot mata Fandi membuat Alisa tersenyum lembut kepada suaminya tersebut.
Saat sudah keluar mereka langsung menuju ruangan Papa Ardi.
Terlihat papa Ardi yang telah menunggu kedatangan Alisa pagi ini.
" Assalamualaikum Pah ", ujar Alisa sambil mencium Papa tangan Papa nya, tak lupa Papa Ardi mendaratkan satu kecupan di dahi putri semata wayangnya tersebut.
Fandi yang berada di belakang Alisa langsung saja mengikuti untuk mencium punggung Papa mertuanya.
" Waalaikum salam, akhirnya kalian datang juga ", Ujar Papa Ardi.
__ADS_1
Ada rasa khawatir sedari tadi saat Papa Ardi menunggu Alisa tak kunjung datang, Papa Ardi mengira bahwa putrinya tersebut kini telah berubah pikiran dan tidak datang ke kantor pagi ini.
" Duduk lah dulu ", ujar Papa Ardi mempersilahkan keduanya untuk duduk.